Trio Kancil

Trio Kancil
#ANGKASA 41


__ADS_3

     Madina dibawa oleh Madrid untuk ditukar dengan Chelsea. Dirinya bertaruh pada Madina, kalau hanya dia yang bisa menjadi sandera karena tidak ada cara lainnya. 


"Maaf ya, gadis baik. Kamu jadi terlibat karena tidak ada cara lainnya. Aku tahu kalau ajudan Angkasa, sangat menyukaimu. Jadi, dia pasti akan mau melakukan apapun untuk menyelamatkan kamu," kata Madrid kepada Madina yang tidak sadarkan diri, dan duduk di sebuah sofa.


    Kemudian Madrid membuat rekaman video dan mengirimkannya kepada Peter. Saat ini Madrid sedang berada di markasnya yang berada di Italia. Dia sudah mendapat kabar, kalau para Petinggi Red Dragon sudah dibereskan sebagian oleh Milan. Rio de Janeiro juga sudah ditahan kepolisian Jerman bersama Sofia, mantan istrinya yang masih dia cintai. Hanya saja rasa sakit hati oleh Sofia, membuat Madrid tidak mau mengeluarkannya dari tuntutan penjara. Dia juga menjadi seorang buronan di Jerman, atas laporan penembakan terhadap Sofia, oleh Venesia.


     Madrid kesal karena Peter belum juga membalas pesannya. Sehingga, dia marah dan menghancurkan benda-benda yang ada di sekitarnya. Madina pun tersadar dari pengaruh obat bius.


     Madina takut saat melihat Madrid Brazzaville yang sedang marah. Padahal setiap mereka bertemu, Madrid tidak semenjak utama ini.


     Melihat Madina sudah sadar dan ketakutan. Membuat Madrid Brazzaville sangat senang. Dia pun membuat lagi video untuk dikirim ke Peter.


"Halo, Nona yang baik hati. Senang bisa bertemu kembali dengan kamu!" Madrid bicara dengan diikuti oleh kekehan tawanya yang suara serak.


     Madina diam saja, dia sangat takut dan tidak tahu kenapa dia bisa di sandera seperti ini.


******


     Peter yang berkeliling mencari keberadaan Madina. Dikejutkan dengan mendapat pesan video. Isinya memperlihatkan wajah Madina yang sedang memejamkan mata, seperti orang yang sedang tidur. Dia langsung marah dan langsung mencari keberadaan Madina, lewat alat pelacak yang telah dipasang padanya.


     Peter mengerutkan keningnya saat melihat titik keberadaan Madina sedang berada di negara Italia. Setahu Peter, kekasih hatinya itu masih berada di Jerman tadi pagi, saat dia menghubungi Madina.


"Tuan Muda Angkasa ... Anda sekarang sedang berada di mana?" tanya Peter langsung menghubungi Angkasa. Dia tahu majikannya itu masih berada di Italia.


[Di rumah Uncle Jo. Ada apa?]


"Madina di culik dan titik keberadaan dirinya berada di Italia. Tepatnya di markas milik Madrid Brazzaville. Dia mengirim pesan untuk menukar Madina dengan Chelsea."


[Oh, Madrid kini dia bermain-main dengan aku! Oke, akan aku balas perbuatannya ini]


"Terima kasih Tuan Muda Angkasa." Peter sangat senang mendengar keputusan Angkasa.


[Kirimkan titik lokasi pastinya. Aku akan ke sana bersama Akira dan Langit!]


"Baik. Akan aku kirim titik tempat Madina, di sekap."


*******


"Ada apa?" tanya Paris kepada Angkasa setelah menutup panggilan telponnya.


"Madina di culik dan disandera oleh Madrid. Dia meminta Chelsea dan ditukar dengannya.

__ADS_1


"Jangan sampai itu terjadi. Aku ... tidak mau kehilangan Chelsea." Paris matanya sudah berkaca-kaca.


     Angkasa pun menganggukkan kepalanya. Satu kecupan di kening Paris, diberikan oleh Angkasa. Chelsea yang berada di pangkuan Paris, ikut mencium pipi Paris dan Angkasa, secara bergantian. Ketiganya pun tertawa bersama.


"Semoga aku bisa secepatnya hamil, dan memiliki anak yang lucu kayak kamu, Darling." Paris mengusap rahang Angkasa.


"Aamiin. Justru aku maunya anak kita nanti wajahnya mirip kamu," balas Angkasa dengan sedikit manyun.


"Kenapa?" tanya Paris karena terlibat ada roman tidak suka di wajah Angkasa.


"Kalau wajahnya mirip aku, ada kemungkinan mirip Langit juga. Aku dan dia 'kan kembar identik," jawab Angkasa.


     Paris pun tertawa lepas saat mendengar alasan Angkasa, barusan. Dia tidak menyangka dengan pemikiran suaminya itu.


     Angkasa pun mendapat notifikasi ada pesan masuk. Ternyata itu dari Peter, yang menunjukan lokasi Madina berada. Angkasa pun menghubungi Langit memberitahu pesan dari Peter dan meminta untuk ikut bersamanya.


     Akira yang sedang pergi kencan tidak bisa dihubungi. Langit pun meminta Bintang ikut bersamanya. Kalau hanya berdua, akan sulit menyusup dan mengalahkan kelompok Red Dragon dibawah kekuasaan Madrid.


     Si Trio Kancil pun meminta beberapa senjata dan perlengkapan lainnya kepada Jonathan. Begitu juga dengan kendaraannya. Baju khusus anti peluru milik mereka juga di berikan oleh Jonathan.


     Angkasa minta kepada Paris untuk menjaga Chelsea. Langit melakukan video call kepada Almahira. Almahira juga mendoakan keselamatan dan kelancaran suaminya dalam menjalankan misi.


     Bintang tidak bisa menghubungi Ghazali, panggilannya tidak di tanggapi. Biasanya ini terjadi, jika saat melakuakan operasi atau tidur. Maka Bintang pun melakukan kirim pesanan dengan video dan memberitahu keadaan di Italia sekarang.


******


     Peter langsung menuju ke tempat markas Red Dragon. Menggunakan pesawat jet milik Alex yang kebetulan masih ada di Jerman. Dia juga sudah mengirim pesan kepada Akira untuk membantunya. Peter juga membawa senjata lengkap untuk dirinya dan Angkasa yang masih ada di apartemen.


      Peter sudah sampai ke depan gerbang markas milik Madrid Brazzaville. Bangunan megah yang terlihat sangat jauh dari pintu gerbang. Ada dua orang berseragam jas hitam menghampiri Peter.


"Kamu siapa?" tanya salah seorang dari mereka.


"Aku Peter. Tuan kalian ... mengundangku untuk datang ke sini!" jawab Peter dengan nada kesal.


     Salah satu dari mereka menghubungi seseorang. Sepertinya kepada orang di dalam markas. Setelah itu, dia membuka pintu gerbangnya agar Peter masuk.


     Saat Peter masuk ke dalam gerbang. Dia menempelkan bom waktu di pos penjagaan untuk menghancurkan ruang kendali. Agar nanti yang lainnya bisa masuk ke dalam.


******


     Si Trio Kancil berangkat bertiga ke markas Red Dragon milik Madrid Brazzaville. Angkasa yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


     Langit pun mendapatkan panggilan telpon dari Akira. "Paman langsung saja datang ke alamat yang sudah dikirim. Senjata aku sudah bawakan. Kita bertemu di sana!"


"Apa, Paman Akira juga akan ikut menyelamatkan Madina?" tanya Bintang.


"Iya. Katanya Peter yang memintanya untuk ikut membantu." Langit mengganggukkan kepalanya.


"Baguslah. Aku sudah lelah ingin pulang!" teriak Bintang. Dia sekarang sangat merindukan suaminya. 


"Berisik!" balas Langit dan Angkasa bersamaan. Itu membuat Bintang cemberut.


******


     Madina berusaha tenang, walau dalam hatinya dia takut. Entah kenapa saat seorang kepalanya pelayan melaporkan ada Peter datang. Madina sangat senang dan memiliki harapan bisa selamat dari sekapan Madrid Brazzaville.


"Oh, aku salut dengan kekasih kamu. Dia berani datang seorang diri hanya untuk mengambil kamu kembali," kata Madrid Brazzaville.


     Madina hanya diam tidak membalas ucapan Madrid. 


     Madrid Brazzaville pun tersenyum senang menyambut kedatangan Peter. Walau dia terkejut karena Peter datang seorang diri tanpa ada Chelsea bersamanya.


"Selamat datang Peter! Mana pesanan aku?" Madrid mengerutkan keningnya.


"Bagaimana aku bisa bawa Chelsea? Aku baru sampai ke Jerman. Lalu ada pesan masuk dari kamu. Sedangkan aku sendiri tidak tahu Chelsea sedang berada di mana?" Peter bicara sambil melihat ke sekelilingnya.


"Tidak apa-apa, kok. Karena aku mendapatkan kabar kalau anak buahku berhasil mendapatkan Chelsea." Madrid tersenyum miring


******


Benarkah Chelsea sudah berhasil dibawa oleh anak buah Madrid?


Bagaimana cara Madrid mendapatkan Chelsea?


Tunggu kelanjutannya ya.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


     


__ADS_2