
Alex hendak membawa Cantika ke dokter kandungan, yang selama ini selalu memantau perkembangan bayinya. Di kehamilan keduanya ini, Cantika mengandung bayi kembar kembali. Awalnya Cantika sungguh sangat terkejut, ketika mengetahui kalau dirinya sedang hamil bayi kembar kembali. Tapi Alex langsung menyambutnya dengan penuh suka cita. Begitu juga dengan Arthur yang sangat bahagia ketika mendengar kabar berita itu. Calon pewaris Galaxy Group langsung ada dua orang.
" Aww…. Tunggu Sayang!" Cantika tiba-tiba menghentikan langkahnya sambil memegang perutnya yang besar. Cantika merasa ada yang mengalir di kedua pahanya. Saat Cantika menundukkan kepalanya dilihatnya ada cairan. Cantika yakin kalau cairan itu adalah air ketubannya yang sudah pecah.
" Sayang! Air ketubannya sudah pecah!" Cantika memberitahu Alex yang sedang berdiri di sampingnya.
Alex yang mendengar itu langsung panik. Wajahnya pucat seperti orang yang sudah mati. Jantung Alex berkali-kali lipat lebih cepat berdetaknya. Karena baru pertama kali dia berhadapan dengan orang yang mau melahirkan.
" Tunggu Honey, bagaimana mungkin kamu mau melahirkan. Usia kandunganmu…" Alex belum selesai berbicara Cantika sudah mencekam bahunya dengan sangat kuat.
" Akh…. Sayang! Bayinya sudah mau keluar!" Teriak Cantika karena merasakan sakit yang amat sangat di perutnya.
" Iya, Honey. Ayo kita ke Rumah Sakit sekarang." Alex langsung membopong Cantika menuruni anak tangga dengan hati-hati. Saat melihat gamis bagian bawah yang sedang dipakai Cantika basah, Alex makin panik.
" Tenang Sayang, jangan panik!" Kata Cantika saat melihat wajah Alex yang sudah pucat kini kepanikan terlihat jelas lagi di wajahnya yang tampan itu.
" Papa, Mama kenapa?" Tanya Langit yang baru keluar dari arah dapur sambil membawa puding susu dalam mangkuknya. Langit melihat kedua orang tuanya dengan pandangan cemas.
" Mama sepertinya mau melahirkan, Sayang." Jawab Alex saat melihat putra bungsunya sedang menghadang menghalangi perjalanannya.
" Mama, kenapa Pah?" Kali ini Angkasa yang muncul tiba-tiba entah datang dari mana bertanya kepada Alex.
Alex mengalihkan pandangannya ke arah Angkasa yang berdiri tak jauh dari tangga dengan membawa laptop miliknya.
" Mama sepertinya mau melahirkan, Sayang." Jawab Alex dan buru-buru kembali berjalan, " maaf, Papa lagi buru-buru!"
Alex dengan cepat membawa Cantika ke Rumah Sakit milik keluarga Anderrson yang jaraknya lebih dekat. Sama halnya dengan Rumah Sakit milik keluarga Green, yang merupakan Rumah Sakit yang memiliki reputasi yang bagus.
Hanya memakan waktu kurang dari sepuluh menit, Alex berhasil membawa Cantika ke Rumah Sakit. Disana kedatangan mereka sudah ditunggu-tunggu. Karena saat dalam perjalanannya kesana tadi, Alex sudah memberitahukan keadaan Cantika.
Shopia, Dokter kandungan yang selalu mengamati tumbuh kembangnya di bayi juga, sudah berada disana. Alex langsung mengikuti langkah para perawat yang membawa Cantika yang terbaring di brankar pasien. Alex berlari mengikuti langkah mereka, dan saat Cantika dimasukan ke dalam ruang bersalin Alex juga ikut masuk.
__ADS_1
" Maaf tuan, sebaiknya anda menunggu di luar saja." Kata salah seorang perawat yang ikut menangani proses melahirkan Cantika.
" Tidak! Aku juga mau masuk dan menemani istriku saat melahirkan!" Bantah Alex tidak mau keluar dari ruang bersalin itu.
" Tuan Alex, silahkan ke sebelah sini!" Ajak Dokter Shopia meminta Alex berada di dekat Cantika.
Cantika yang sudah dari tadi menahan sakit akibat rasa mulas di perutnya. Dia mulai mengejan karena dorongan si bayi di dalam perutnya yang sudah ingin melihat dunia ini.
" Akh…. Sayang, mereka sudah mau keluar!" Cantika berteriak sambil mencengkram kuat lengan Alex. Sedangkan Dokter dan para asistennya baru saja akan memulai membantu proses melahirkannya.
" Baiklah Nyonya, sekarang anda sudah bisa mendorongnya untuk mengeluarkan bayinya." Dokter Shopia sudah siap dengan tangannya menyambut bayi calon milyarder itu.
" Dorong lagi yang lebih kuat lagi, Nyonya! Sudah terlihat kepala bayinya!" Seru Dokter Shopia dengan antusias saat rambut si bayi sudah terasa di tangannya.
" Akh!!!" Cantika menarik nafasnya kemudian dia kembali mengejan mendorong Si Jagoannya agar cepat-cepat bisa melihat indahnya dunia ini.
" Ayo Honey, kamu pasti bisa!" Alex menyemangati Cantika disela-sela do'anya yang dipanjatkan untuk keselamatan istri dan kedua anaknya.
" Ooeek…. Ooeek! Suara bayi yang nyaring langsung terdengar memenuhi ruang bersalin itu.
Mendengar suara tangis bayinya membuat Cantika dan Alex merasa tenang dan bahagia. Dokter Shopia yang membungkus Si bayi dengan kain yang halus memberikan bayi itu ke pelukan Cantika. Si bayi menggerakan kepalanya mencari sumber nutrisinya, dan langsung menyusu saat sudah mendapatkannya. Bayi itu menyusu cuma sekitar lima menit karena Cantika sudah merasa mulas kembali. Anak yang kedua juga sudah tidak sabar ingin keluar menyusul kembarannya. Asisten dokter mengambil bayi itu dari pelukan Cantika, untuk dibersihkan.
Cantika kembali mengejan untuk mengeluarkan bayinya yang kedua. Alex pun kembali ikut membantunya dengan do'a dan kata penyemangat untuk istrinya itu. Bayi yang kedua tidak perlu waktu yang lama untuk keluar, sepertinya dia sudah tidak sabar ingin cepat-cepat melihat dunia ini seperti saudara kembarnya.
" Ooeek…. Ooeek!" Bayi berjenis kelamin laki-laki itu menangis dengan suara yang sangat kencang melebihi suara tangisan kakaknya tadi.
Seperti halnya bayi yang pertama, Dokter Shopia juga memberikan bayi keduanya kepada Cantika untuk diberinya ASI. Bayinya yang kedua ini menyusu lebih lama daripada bayi yang pertama.
Setelah kedua bayi kembar itu dibersihkan, keduanya di simpan di inkubator karena terlahir dengan prematur. Alex menangis bahagia karena kedua jagoannya sudah lahir dengan selamat. Begitu juga dengan Cantika yang kini sedang tertidur karena kelelahan.
Saat Alex keluar dari ruang bersalin ternyata ketiga anaknya sudah berada disana dengan Arthur. Keempat orang itu langsung berdiri dan mendatangi Alex bersama-sama.
__ADS_1
" Pah, dedek bayinya sudah lahir?" Tanya ketiga anak kembar Alex bersamaan.
" Iya, dedek bayinya sudah lahir. Keduanya sehat dan kuat seperti kalian." Jawab Alex sambil tersenyum kepada ketiga anaknya itu, yang kini sedang berjingkrak-jingkrak senang karena sudah punya adik baru.
" Yes adik bayinya sudah lahir!" Kata ketiga sambil melompat dan saling berpegangan tangan.
" Selamat Alex." Arthur memeluk anak semata wayangnya itu dengan derai air mata.
" Terima kasih, Dad!" Kata Alex dan membalas pelukan Arthur. Begitu juga dengan Alex, dia menangis bahagia karena telah memiliki anak lagi. Dan keinginannya punya banyak anak sudah terpenuhi.
" Kamu itu, istri mau melahirkan tidak bilang-bilang?" Tanya Arthur dengan nada kesal pada anaknya itu. Jika Bintang tidak menelponnya tadi, Arthur tidak akan tahu kalau menantunya sudah melahirkan.
" Alex tadi panik saat Cantika tiba-tiba bilang akan melahirkan. Padahal waktu kelahirannya masih lama!" Jawab Alex.
" Iya Daddy juga, tadi sangat terkejut saat Bintang bilang Mamanya mau melahirkan. Karena setahu Daddy usia kehamilannya belum ada sembilan bulan." Kata Arthur sambil menghapus air mata di pipinya.
" Iya, Dad. Kedua bayi kita lahir prematur." Balas Alex.
" Kenapa bisa begitu?" Tanya Arthur lagi.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.
TERIMA KASIH.
__ADS_1