
"Mau kemana?" tanya Athena saat dia membuka pintu apartemennya melihat Angkasa menggendong Chelsea, keluar dari apartemen miliknya.
"Ke bandara menjemput seseorang," jawab Angkasa sambil berjalan melewati Athena.
Athena menepikan mobilnya saat memasuki area parkir bandara. Angkasa pun masih asik berbicara dengan Chelsea yang sudah pandai merangkai kalimat pendek-pendek.
"Luv yu Papa!" Kata Chelsea kemudian mencium pipi Angkasa.
"I love you too, Chelsea," balas Angkasa dan itu jelas membuat Athena melongo, menatap Angkasa tak percaya dengan ucapannya barusan.
"Apa tidak salah barusan dia bilang I love you too, aku kira itu kata-kata yang tidak akan pernah diucapkan dalam hidupnya," kata Athena dengan nada mengejek.
"Kamu kira aku tidak punya perasaan apa!" Angkasa kini sewot sama Athena. Perasaannya yang masih sentimen jadi mudah marah. Athena adalah salah satu yang menjadi sasarannya.
"Kenapa kamu malah marah-marah sama aku. Biasa saja nggak perlu nyolot begitu," kata Athena sambil berjalan mengejar Angkasa yang langkahnya lebar-lebar.
Angkasa sudah mendapat kabar kalau pesawat yang dinaiki oleh Akira sudah mendarat. Jadi, Angkasa tidak perlu menunggu lama di bandara. Angkasa melihat sosok Akira yang berjalan ke arahnya. Sedangkan, Athena menatap tidak percaya dengan sosok laki-laki yang selalu dirindukan olehnya selama ini. Athena tanpa sadar berlari ke arah Akira yang sedang tersenyum kepada Angkasa.
Akira terkejut dengan seorang gadis yang tiba-tiba melompat dan memeluk tubuhnya erat. Akira pun menahan tubuhnya agar tidak jatuh karena mendapatkan serangan mendadak.
"Akhirnya kita bisa bertemu kembali!" kata Athena.
"Kamu, siapa? Kenapa langsung memeluk aku?" tanya Akira yang masih diam karena pelukan Athena masih sangat kuat.
"Apa kamu sudah melupakan gadis kecil yang pernah kamu tolong saat aku hampir terjatuh di jembatan saat di Jakarta?" tanya Athena masih memeluk tubuh Akira.
Angkasa yang awalnya juga sangat terkejut kenapa Athena, tiba-tiba saja memeluk tubuh Akira. Kini, jadi penasaran ingin mengetahui kisah mereka.
"Jembatan? Jakarta?" Pikiran Akira kini sedang membongkar memori kenangan yang pernah terjadi di Jakarta.
"Kapan kali pernah bertemu?" tanya Angkasa penasaran.
"Sekitar tiga belas tahun yang lalu, di Jakarta. Saat aku mau membawa topi kesayanganku yang tertiup angin dan menyangkut di ujung pohon di bawah jembatan.
__ADS_1
Ingatan Akira langsung tersambung kepada gadis kecil yang jatuh dari jembatan ke sungai yang arusnya deras. Akira menolong gadis kecil itu karena hanyut terbawa arus sungai. Beruntung mereka masih bisa selamat. Namun, dia tidak menyangka kalau anak kecil itu kini sudah besar dan tumbuh menjadi gadis yang cantik.
"Maaf, tapi bisakah lepaskan dulu pelukan kamu. Aku terasa sesak, kamu memeluk tubuhku erat sekali." Akira mencoba menguraikan pelukan Athena.
Athena pun melepaskan pelukannya dan memandang wajah Akira yang tidak banyak berubah dari dulu masih seperti itu. Lagi-lagi Athena berbuat hal yang membuat Angkasa dan Akira terkejut untuk kedua kalinya.
"I love you, Akira Ojii san." Satu ciuman diberikan oleh Athena di pipi Akira.
"Lihat kamu juga melakukan hal yang sama dengan Chelsea, tadi." Angkasa mencibir tindakan Athena barusan.
Namun, Athena masa bodo dengan omongan Angkasa. Dia lebih memilih bergelanyut manja di lengan Akira. Mengajaknya keluar dari bandara dan pulang menuju apartemennya, Angkasa.
*******
Langit memeriksa flat milik Sofia atas izin dari Venesia, tadi sebelum datang ke flat-nya bersama dengan Madina. Langit memeriksa barang-barang milik Sofia. Ada laptop milik Sofia maka Langit pun membawanya untuk dia periksa nanti di apartemen. Buku harian miliknya juga Langit bawa.
Ada paket yang di sembunyikan di kolong kasur, dengan wadah sudah terbuka dan isinya adalah anak peluru dan peredam suara. Langit pun mencari pistol yang satu paket dengannya. Namun, pistol itu tidak ditemukan di mana pun. Langit harus mengakhiri pemeriksaan di flat milik Sofia karena Madina sudah selesai membereskan barang yang mau dibawa olehnya.
Madina diam memperhatikan Langit yang sedang menyetir mobil. Dia ragu-ragu saat ingin bertanya tentang masa lalunya. Langit yang merasa sedang diperhatikan, langsung menolehkan kepalanya sesaat ke arah Madina, yang duduk di jok belakang.
"Apa aku boleh tanya sesuatu?" Madina balik bertanya.
"Ya, tanyakan saja. Kalau aku tahu pasti aku jawab," kata Langit dan kembali melihat ke arah depan.
"Apa kita dulu pernah bertemu, saat masih kecil?" tanya Madina.
"Kapan kira-kira pernah bertemu? Mungkin saja kita pernah bertemu, tapi aku lupa," jawab Langit dengan senyuman khasnya.
Madina ragu-ragu karena anak laki-laki berwajah bule itu orang Indonesia. Sedangkan Langit orang Amerika. Jika, dilihat dari daftar riwayat pendidikan milik Angkasa, yang sekolah dari SD sampai kuliah mereka sekolah di Amerika.
"Apa kamu pernah datang ke Indonesia, sewaktu masih seumur 10 tahun-an?" tanya Madina penasaran.
"Oh, tiap tahun aku pulang ke Indonesia. Kami lahir dan besar di Indonesia. Jadi, ada kemungkinan kita pernah bertemu. Kami tinggal di Jakarta, apa kamu juga tinggal di Jakarta?" tanya Langit balik.
__ADS_1
"Tidak. Saya tinggal di Yogyakarta," jawab Madina.
"Oh, aku pernah liburan beberapa hari di Yogyakarta bersama saudara-saudara yang lainnya. Mungkin saat itu kita bertemu," kata Langit dengan tertawa pelan.
"Iya, aku dulu pernah manjat pohon jambu dan mengenai sarang lebah. Tentu saja aku melompat ke bawah tidak tahu kalau sedang ada anak laki-laki sedang membaca di bawah pohon itu. Tanpa sengaja aku menimpa tubuhnya dan sarang lebah pun jatuh menimpa kami. Akhirnya kita berdua berlari sambil dikejar lebah-lebah itu. Untuk menyelamatkan diri kita berdua melompat ke sungai. Aku dan dia kepala dan tangan benjol-benjol dan malah saling mentertawakan." Madina bercerita tentang masa lalunya.
Langit pun kini bisa mengingat kejadian itu. Benar dia 'lah orang yang dimaksud oleh Madina. Saat keluarga mereka liburan ke Yogyakarta dan dia harus masuk rumah sakit gara-gara lebah. Jadinya, liburan keluarga dibatalkan.
"Ah, aku ingat kejadian itu! Aku tidak menyangka akan bertemu dengan anak yang membuat kepalaku benjol dulu. Gara-gara itu Bintang semangat menggoda aku." Langit tertawa lepas, mengingat masa lalu itu.
"Ahk, jadi benar anak itu kamu! Aku mau meminta maaf atas salah aku waktu itu. Aku belum merasa tenang hidup selama ini. Abi dulu menyuruh aku untuk meminta maaf sama anak kecil itu. Namun, saat aku mendatangi kamar rawat inap ya dia sudah tidak ada," lanjut Madina.
"Iya, aku sudah memaafkan kamu." Langit tersenyum dan melihat kebelakang sekilas.
*******
Akira benar-benar tidak berkutik ketika Athena terus duduk di sampingnya, bahkan dia bilang kepada semua orang kalau mereka adalah sepasang kekasih. Akira yang awalnya tidak menanggapi obrolan Athena, kini dirinya mulai tertarik.
*******
Akira sudah datang dan akan membantu dalam pencarian Paris.
Apa isi laptop dan buku harian milik Sofia Praha?
Tunggu kelanjutannya ya.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA.
TERIMA KASIH.
__ADS_1
Mampir juga ya ke karya teman aku sesama Author.