
" Apa mereka sekarang sudah bisa diinterogasi ?" Tanya Alessio.
" Ya mudah - mudahan saja mereka sudah sadar, dan mau berbicara." Jawab Khalid.
" Kalau begitu ayo kita pergi ke ruang rawat ?" Ajak Alex.
Mereka pun memasuki ruangan yang di jaga oleh beberapa orang. Baik di dalam ruangan atau di luar ruangan. Terlihat di sana seorang lelaki paruh baya yang sedang duduk di atas kasur pasien, dengan tangan kanannya diborgol ke sisi brankar. Rupanya Khalid menembak sebelah matanya. Terlihat sebelah mata kirinya di balut perban.
Alex berdiri dihadapannya dengan menatap tajam orang itu.
" Wajah mu serasa tidak asing bagiku ? Entah mengapa mengingatkan aku sama seorang pecundang yang meninggalkan temannya demi keselamatan dirinya sendiri !" Kata Alex dengan suara yang mengintimidasi.
Bagus sangat terkejut saat melihat Alex masuk ke dalam kamarnya. Dirinya tidak menyangka akan bertemu seorang ALEXANDER GREEN ANDERSSON, di sini. Pernah dia mendengar rumor kalau Alex sering mengunjungi Indonesia. Bahkan sangat cinta dengan hal - hal yang ada hubungannya dengan Indonesia. Bahkan salah satu syarat ingin bekerja sama dengannya harus bisa bahasa Indonesia.
Bagus punya masa lalu yang tak menyenangkan dengan Alex. Saat dirinya dan Alonzo berusaha menjatuhkan perusahaan milik Alex yang ada di Italia, enam tahun lalu. Alonzo menyuruh anak buahnya untuk meretas data perusahaan Alex agar menjadi kacau. Dan Bagus membakar gudang persediaan hasil produksinya. Mereka merasa iri dengan perkembangan perusahaan milik Alex yang sangat cepat itu. Padahal baru dua tahun, tapi Alex sudah bisa mensejajarkan dirinya dengan para pengusaha yang memiliki pengaruh di Italia.
" Apa Bos sudah kenal dengan Bagus ?" Tanya Alessio.
" Tidak hanya nggak asing dengan wajahnya saja."
" Dulu ada beberapa orang bodoh yang mencoba membakar gudang milikku di Italia. Saat semuanya tertangkap, ada satu orang yang berhasil lolos melarikan diri dengan mengorbankan teman - temannya." Jawab Alex.
Mendengar itu, Bagus begitu takut. Tubuhnya bergetar, ternyata Alex benar - benar masih mengingatnya.
" Katakan apa alasanmu menyerang keluargaku ?" Tanya Khalid.
Bagus hanya diam saja, tak menjawab pertanyaan Khalid. Dia hanya menundukkan kepalanya, merutuki kebodohannya. Dia tak mengindahkan peringatan dari Baharudin kemarin. Bagus yang tinggal di Italia sejak istrinya meninggal, tidak tahu seberapa besar pengaruh Khalid. Dia hanya mengira kalau Khalid hanya seorang pengusaha yang terkenal dan tanpa memiliki pengaruh di sini. Ditambah dia tidak tahu kalau Khalid punya hubungan dengan Alexander, salah seorang pengusaha muda yang memiliki pengaruh kuat di dunia.
" Apa tembakan ku selain membutakan sebelah mata mu, juga membuat tuli kedua telinga mu ?!" Kata Khalid.
" Alessio apa nama perusahaan miliknya ?" Tanya Alex
" Sayap Rajawali !" Jawab Alessio
" Nama kelompoknya ?"
" Eagle Wings !"
" Tidak kreatif " Alex mengerutkan alisnya.
" Apa kamu memiliki kerja sama dengannya ?"
" Sekarang sudah tidak " Jawab Alessio.
" Bagus. Apa kamu sendiri yang akan menghancurkan perusahaan dan kelompok milik dia ?"
__ADS_1
" Atau aku menyuruh orang lain. Yang punya dendam dengannya ?!" Tanya Alex pada Alessio.
" Sebaiknya aku saja yang melakukannya," jawab Alessio lagi.
" Kalau begitu kamu pulanglah ke Itali dan urus semuanya !" Perintah Alex.
" Sekalian bawa juga mayat - mayat itu, dan serahkan pada pimpinannya !" Kali ini perintah Khalid.
" Ada satu orang lagi yang sedang dirawat di ruang sebelah. Kamu juga urus dia," Kata Khalid.
" Baik Tuan, saya akan mengurus semuanya. Dan nantikan laporan dari ku." Alessio pun keluar dari ruangan itu.
" Akira, apa saja informasi yang kamu dapatkan ?" Tanya Alex pada Akira yang sedang duduk sambil memangku laptopnya.
" Bagus adalah orang ambisius, yang akan melakukan berbagi cara untuk mendapatkan apa saja yang dia mau. Termasuk mengorbankan saudara, keluarga, dan teman - temannya. Banyak rekan kerjanya yang sering merasa dirugikan olehnya. Dia sering melibatkan orang tak bersalah untuk mencapai tujuannya itu."
" Ya, contohnya Dewi dan keluarga Damar," Kata Alex.
Bagus hanya terdiam, dirinya tak menyangka kalau mereka telah mengetahui semua hal tentang dirinya.
" Apa kamu akan diam saja ?" Tanya Khalid pada Bagus yang masih membisu.
" Tak ada satu pun yang dapat aku bicarakan. Karena kalian sudah mengetahui semuanya." Akhirnya Bagus berbicara.
" Sebaiknya kalian bunuh saja aku sekarang !" Teriak Bagus.
Alex yang mendengar itu diam saja. Dia sedang berpikir bagaimana caranya memberi hukuman pada orang yang tak tahu diri ini.
" Apa sebaiknya kita buang dia ditengah lautan !" Alex menyeringai ke arah Bagus.
" Jangan !!! lebih baik kalian masukan aku ke dalam penjara saja !" Teriaknya.
" Penjara itu masih kebagusan buat orang seperti kamu ?" Kata Akira.
" Akira, kalau kelompok kalian mengeksekusi orang seperti ini. Bagaimana caranya ?" Tanya Alex tanpa melepaskan pandangannya dari Bagus.
" Kelompok Yakuza biasanya tidak akan memberi ampun. Dan mereka akan mendapatkan hukuman yang sangat berat. Bahkan mereka memilih lebih baik mati." Jawab Akira sambil tersenyum.
Mendengar ucapan Akira Bagus benar - benar merinding. Di pernah mendengar kalau Alonzo selalu berhati - hati saat dirinya datang ke Jepang untuk bertransaksi dengan kelompok para Yakuza.
* * * * * * *
Trio Kancil sedang bermain bersama Lukman di halaman mansion yang memiliki rumput hijau. Anak - anak memainkan mobil mini model jadul yang dulu sering di pakai Alex, Fatih, dan Willi. Tadi Lukman mengeluarkan mobil mainan itu dari gudang. Dan kepala pelayan membersikan dan memeriksa keadaanya. Ternyata masih bisa di pakai. Mereka balapan saling mengejar. Suara teriakan dan tawa mereka membuat suasana mansion jadi ramai. Dan Lukman sangat suka itu.
Cantika yang baru selesai membereskan barangnya yang tadi di bawakan oleh Alex. Mendapat telepon dari manajer cafe, bahwa ada masalah disana dan meminta Cantika untuk datang sebentar ke cafe.
__ADS_1
" Ma, Cantika bisa titip anak - anak ?"
" Cantika mau pergi ke cafe sebentar." Kata Cantika pada Aurora yang kebetulan berpapasan di depan tangga.
" Kamu kesana sama siapa ?"
" Mungkin naik taxi."
" Disini akan sulit mendapatkan taxi. Biar salah seorang pengawal yang antar kamu ?"
" Apa kamu sudah memberitahu Alex, kalau akan pergi ke cafe ?"
" Teleponnya nggak diangkat - angkat."
" Ya sudah, kamu harus hati - hati. Dan cepat - cepat pulang kalau urusannya sudah selesai." Kata Aurora.
Cantika pun berpamitan pada Lukman dan anak - anaknya.
* * * * * * *
Masalah yang terjadi di cafe, ada dua orang yang ingin nge-booking tempatnya untuk acara ulang tahun di hari yang sama dan waktu yang sama. Walau tadi manajer sudah memberi berbagai solusi untuk mereka berdua tetapi tidak dihiraukannya. Karena kedua orang itu pelanggan tetap di cafenya setiap mereka mengadakan acara, selalu menyewa di cafe Cantika.
" Begini saja, Karena kalian sudah dikasih rekomendasi tempat yang lain tapi tetep ingin disini. Bagaimana kalau kalian gabungkan saja acaranya biar tambah meriah. Teman - teman kalian juga bisa saling berkenalan ?" Cantika sungguh pusing mendengar perdebatan dua anak gadis dari tadi tidak ada yang mau mengalah.
" Setuju kalau begitu !!!" Sepakat keduanya.
Cantika mendudukkan dirinya di kursi dan minum air jus jeruk habis sekaligus. Ternyata berdebat dengan anak gadis membutuhkan banyak stamina.
Tiba - tiba datang seorang wanita cantik. Berkulit sawo matang, memiliki bentuk badan yang begitu menggoda. Apalagi aset miliknya yang membuat para lelaki disana melirik ke arahnya. Cantika mengira dia hanya pengunjung cafe seperti yang lainnya.
" Apa benar kamu yang bernama Cantika ?" Tanyanya dengan aksen luar.
" Oh orang luar !" Bisik orang yang duduk di kursi sebelah meja tempat meja Cantika berada.
" Iya benar saya Cantika. Anda siapa ?"
" Aku wanita masa lalu Alex," Katanya dengan wajah sombongnya.
\* \* \* \* \* \* \*
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA, MUMPUNG HARI SENIN 😊.
KASIH BINTANG LIMA JUGA, YA.
DUKUNG AKU TERUS.
__ADS_1
KUNJUNGI JUGA KARYA AKU YANG LAINNYA