Trio Kancil

Trio Kancil
#LANGIT 01


__ADS_3

Osaka, Jepang.


Laboratorium Matsumoto ...


     Suara derap kaki yang berlari di lorong  gelap dan sepi, memecah kesunyian di sana. Napasnya yang terengah-engah menunjukkan kalau dia sudah berlari cukup jauh.


    Ditendangnya pintu yang ada di hadapannya, dengan sekuat tenaga. Karena pintu itu dikunci dari dalam. Dilihatnya seorang gadis muslimah berseragam sekolah yang kini sedang berada dalam sandera seorang pria bertubuh tinggi.


"Langit," panggilnya lirih dan air matanya yang berderai membasahi pipinya yang selalu merona.


"Onii-san!" panggil seorang gadis bersurai hitam, panjang, dan lurus. Dia juga memakai seragam sekolah.


    Dia duduk terikat di sebuah kursi, dengan bom yang terpasang di perutnya. Gadis itu menangis saat melihat Langit datang untuk menolongnya.


"Hikari!"


    Langit mengalihkan perhatiannya kepada gadis tomboy yang belakangan ini sering mengikutinya. Kini dia terikat di kursi dan ada bom yang terpasang di badannya.


"Apa kamu senang menjadikan para gadis yang tidak bersalah itu sebagai mainanmu!" teriak Langit dengan penuh emosi.


    Lelaki itu malah tertawa terkekeh saat melihat Langit marah. Kemudian ekspresi wajahnya berubah. Lelaki campuran Jepang-Eropa itu kini menatap Langit dengan tajam.


"Seandainya saudara kembarmu menggantikan mereka berdua. Maka dengan senang hati, aku akan melepaskannya," kata laki-laki itu.


"Mana mau Bintang sama kamu! Om Ghazali jauh lebih tampan, keren, dari dirimu Big Bos!" balas Langit kepada laki-laki yang dipanggilnya Big Bos.


    Laki-laki itu malah tertawa keras. Kemudian menekan pelatuk pistol yang diarahkan ke kepala Almahira.


"Alma!" Langit panik saat si Big Bos menekan pelatuknya.


"Langit … maafkan aku," kata gadis berhijab itu.


Boom …


Boom …


Boom …


   Terdengar tiga ledakan besar dari arah kanan bagunan itu. Ledakan yang sangat besar, bahkan menggetarkan seluruh bangunan di dekatnya. Kaca-kaca jendela semuanya pecah.


"Oh, akhirnya semua sudah selesai!" Big Bos merasa sangat bahagia saat laboratorium itu berhasil dihancurkan.


    Mata Langit bergerak ke arah Hikari dan Alma secara bergantian. Namun pergerakannya itu, diketahui oleh Big Bos.

__ADS_1


Dor …


    Satu tembakan dilesatkan ke arah Langit dengan begitu cepat. Pelurunya pun mengenai dada kiri Langit. Langit pun tumbang seketika.


"Langit!" teriak Alma.


"Onii-san!" teriak Hikari.


*******


100 hari sebelumnya …


     Langit duduk dengan malas sambil membaca sebuah laporan tentang hasil karya ciptanya yang banyak diminati oleh para warga Jepang. Dia membuat robot Android dengan model variasi. Model paling diminati adalah Android tipe bodyguard laki-laki, dan pelayan wanita. Ada juga anak-anak dari berbagai jenis hewan peliharaan. Model ini biasanya yang beli untuk pembelajaran anak-anak di bawah lima tahun. Atau mereka yang belajar ingin memelihara hewan peliharaan.


"Langit-sama, tuan besar memanggil Anda!" seorang berseragam pelayan berdiri di samping Langit.


"Baiklah, saya akan kesana. Terima kasih A-san." Langit pun menutup laporannya, dan berdiri dari kursi kebesarannya itu.


    Langit masuki sebuah ruang kerja dari Shin Kishimoto. Dilihatnya lelaki paruh baya itu sedang duduk di meja kerjanya. Ternyata ada dua orang yang sedang duduk di sofa.


   Satu orang merupakan laki-laki paruh baya. Meski rambutnya sudah mulai memutih, tapi wajah dia masih terlihat muda dan tampan, mukanya juga berseri-seri. Senyum ramah miliknya tidak lepas dari wajah itu.


   Sementara yang satu orang lagi. Dia masih terlihat muda dan berwajah dingin. Terlihat sangat jelas di mukanya yang datar tanpa ekspresi.


"Ah, Langit-sama akhirnya datang juga," Shin langsung berdiri menyambut kedatangan Langit. Begitu juga dengan kedua tamu itu.


   Langit berjalan dan menyalami mereka bertiga. Kedua orang itu membukakan badannya ke arah Langit.


"Senang bisa bertemu dengan Anda, Langit-sama!" ucap keduanya secara bersamaan.


"Iya, saya juga senang bisa bertemu dengan--" kata-kata Langit terhenti, karena dia tidak tahu nama kedua orang itu.


"Ah … kenalkan ini Honda-san dan Suzuki-san!" kata Shin kepada Langit. Menunjukan kedua laki-laki yang ada di sampingnya.


"Kenalkan nama saya Honda," kata laki-laki berambut yang mulai memutih itu.


"Saya Suzuki," kata laki-laki bermuka datar mengenalkan dirinya.


    Langit pun ikut duduk bersama mereka. Tidak lama kemudian, pintu kembali dibuka. Muncul seseorang yang Langit kenal.


"Paman Akira, kemana saja? Kenapa baru kelihatan sekarang!" Langit sangat senang, saat bodyguard pendampingnya itu datang. Setelah satu Minggu menghilang tanpa kabar.


"Maafkan aku Tuan Muda Langit. Belakangan ini ada misi yang harus saya kerjakan, dan itu sangat mendadak." Akira pun ikut bergabung dan duduk di sofa berdampingan dengan Langit.

__ADS_1


   Shin pun berdiri, dan seketika lampu di ruangan itu mati. Kemudian turun sebuah layar yang menyala.


   Layar yang begitu besar itu memutar video, seorang laki-laki yang sedang dalam keadaan sekarat, membuat pesan terakhirnya dalam video itu.


    Semua yang ada di ruangan itu terdiam, menyimak video yang berdurasi satu menit, karena laki-laki itu keburu meninggal. Langit mengerutkan keningnya, kemudian melihat ke arah Honda yang duduk di sofa, yang berada di depannya.


"Apa laki-laki itu punya hubungan dengan Anda, Honda-san?" tanya Langit sambil menunjuk ke arah layar lebar yang videonya sudah berhenti.


"Iya, dia adalah kakak saya yang bernama Himura," jawab Honda. "Dia adalah seorang ilmuan, yang bekerja di laboratorium Matsumoto," lanjutnya.


   Lampu ruangan itu menyala kembali, dan layar lebarnya naik lagi ke langit-langit di ruangan itu. Shin pun duduk kembali di kursi kebanggaannya.


"Langit-sama, kita meminta anda untuk menyelidiki kasus ini. Karena sudah ada tiga ilmuwan yang bergerak di bidang teknologi yang meninggal dalam waktu yang hampir berdekatan," ucap Honda kemudian menundukan kepalanya ke arah Langit.


    Langit terdiam, memikirkan masalah ini. Karena dirinya bukan detektif atau pun polisi. Walaupun kini dirinya juga ikut terlibat dalam perkembangan teknologi dunia.


"Kenapa tidak lapor polisi saja?" tanya Langit sambil memandang ke arah Honda dan Suzuki yang duduk berdampingan.


"Sudah ada lima polisi yang meninggal, saat mereka sedang menyelidiki kasus kematian kedua ilmuwan sebelumnya," jawab Honda dengan wajahnya yang berubah sendu.


    Langit pun terdiam, kemudian melirik ke arah Akira. Meminta pendapatnya, karena dia merasa tidak punya kemampuan untuk menjadi detektif dadakan.


"Ada bagian yang tidak bisa kita jangkau, dan hanya Tuan Muda Langit yang bisa melakukannya!" Akira mengerti tatapan dari Langit untuknya tadi.


"Apa contohnya?" tanya Langit.


"Menyusup ke sekolahan swasta Matsumoto. Sekolahan paling elite di Jepang," jawab Shin yang sejak tadi memperhatikan interaksi Langit.


"Maksudnya aku menjadi siswa SMA!" Langit begitu terkejut dengan permintaan orang-orang yang ada di sana.


"Iya!" jawab mereka serempak.


*******


Mudah-mudahan teman-teman semuanya suka dengan season Langit ... yang akan menyusup ke sekolahan Matsumoto, dan menyamar menjadi murid di sana untuk mencari dalang pembunuhan para ilmuan itu ... dan apa motifnya.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2