Trio Kancil

Trio Kancil
#ANGKASA 07


__ADS_3

     Paris tidak tahu kalau akibat dari postingan dia bersama Brooklyn, membuat Angkasa semakin marah padanya. Bagi Paris, Brooklyn adalah sahabatnya semenjak masih suka ngompol di celana. Rumah yang bertetanggaan dan teman satu permainan. Hanya saja untuk sekolah Brooklyn berada beberapa tingkat di bawahnya. Saat ini Paris sudah mau menyelesaikan S2, sementara Brooklyn baru masuk universitas.


     Tanpa Paris tahu, kalau Brooklyn itu sangat menyukai dirinya. Bagi Brooklyn, Paris adalah wanita sempurna. Selain cantik dan berbody seksi; dia juga seorang yang cerdas, penyayang, dan baik hati. Walau Brooklyn tahu, di hati Paris hanya ada Angkasa. Tidak menutup kemungkinan kalau dia yang akan berjodoh dengan Paris. Brooklyn sering melihat Angkasa terlihat tidak peduli kepada Paris, bahkan mengabaikannya. Makanya dia tidak suka sama Angkasa.


      Dia juga ikut kuliah di Jerman juga karena Paris, kuliah di sini. Memilih rumah yang berdekatan dengan milik Paris, agar setiap hari bisa bertemu dan melihat dirinya.


     Brooklyn sengaja membagikan foto dia yang sedang tidur di samping Paris yang memeluk Chelsea. Terlihat seperti pasangan suami istri. Brooklyn pun menulis kata 'semoga mimpi yang indah'. Dia yakin kalau Angkasa akan melihatnya.


***


     Angkasa melampiaskan kekesalan hatinya dengan memukul dan menendang samsak tinju. Bayang-bayang foto Paris dan Brooklyn yang tidur bersama Chelsea, terus saja terlihat olehnya. Dulu, Angkasa pernah tanya kepada Paris, tentang hubungannya dengan Brooklyn. Namun, Paris berkata kalau mereka hanya berteman saja dari kecil karena mereka bertetanggaan. Ingatannya kembali pada tiga bulan yang lalu.


Tiga bulan yang lalu...


     Angkasa mendapat undangan ulang tahun dari temannya sesama pengusaha muda. Tempatnya berada di Hotel Rainbow, salah satu hotel terkenal bintang lima. Angkasa sebenarnya tidak bisa menghadiri pesta itu karena ada jadwal operasi, dia yang menjadi asisten dokter diminta membantu. Operasi selesai jam 22.00 Angkasa pun tidak ada niat untuk pergi ke sana. Namun, dia berubah pikiran saat melihat unggahan milik Brooklyn yang bersama dengan Paris di pesta itu.


     Setelah memberi selamat kepada tuan rumah dan berbincang sebentar. Angkasa pun mencari Paris, dan ternyata masih bersama Brooklyn. Keduanya duduk berdampingan di sebuah sofa sambil bicara yang di selingi dengan tawa. Saat Angkasa mau mendekatinya, dia melihat Brooklyn mencium Paris, dari posisi belakang. Setelah itu Brooklyn dan Paris pergi ke lantai atas dengan menaiki lift. Angkasa sangat marah dan merasa dikhianati oleh Paris. Ditambah setelah itu keduanya sibuk, hanya lewat telpon, video call, atau chat mereka berkomunikasi. Dia pun menanggapinya dengan malas dan dingin.


***


     Paris dan Chelsea di ajak oleh Brooklyn ke mall untuk jalan-jalan. Mereka menjadi pusat perhatian saat menemani Chelsea bermain di wahana anak-anak. Orang-orang mengira kalau mereka itu adalah pasangan yang menikah muda. Apalagi perhatian Paris kepada Chelsea yang terlihat seperti ibu dan anak.


     Seperti biasa Brooklyn memposting kegiatan mereka. Apalagi dia memberi tulisan 'Senang melihat senyum bahagia ya'.


     Banyak foto-foto yang diunggah di semua media sosial milik Brooklyn. Tentu saja itu mendapat puluhan ribu like juga komentar yang suka akan apa yang sedang mereka lakukan.


     Brooklyn tidak tahu kalau perbuatannya ini justru mempermudah orang yang sedang mencari keberadaan Chelsea. Brooklyn itu termasuk orang yang terkenal di dunia maya, followers dari berbagai kalangan dan tersebar di seluruh dunia.


***


     Paris sebenarnya sudah sangat rindu, ingin bertemu dengan Angkasa. Dia rindu dengan sikap jutek dan dingin dari sang pujaan hati. Mendengar suara yang dingin, datar dan kadang membuat nyelekit di hati. Namun, Paris tahu kalau Angkasa itu begitu menyayangi dirinya. Dia juga yang selalu merawatnya kalau lagi sakit. Membantu menyelesaikan tugas sekolahnya. Menyiapkan makanan kalau dia sedang sibuk dan lupa makan. Perhatian dari Angkasa 'lah yang membuat dia sulit berpaling sama laki-laki lain. Tentunya wajah tampan Angkasa yang nomor wahid.


     Untungnya ada Chelsea yang selalu menemaninya, saat ini. Kalau tidak, mungkin dengan tidak tahu malu, Paris akan mendatangi Angkasa. Mengikutinya kemanapun dia pergi. Tidak peduli dengan omelan yang dilayangkan oleh Angkasa untuk dirinya.

__ADS_1


"Chelsea, kamu rindu papa, nggak?" tanya Paris sambil tiduran sama Chelsea di karpet sambil melihat acara televisi.


"Papa ..., Mama ...!" Chelsea malah mencium pipi Paris.


"Ah, beneran Angkasa sudah tidak peduli lagi kepadaku! Tapi aku tidak akan menyerah!" Paris mengangkat tangannya yang terkepal.


"Yes, Mama! Chelsea pun melakukan hal yang sama.


***


     Seorang laki-laki tertawa senang saat melihat foto-foto Chelsea sedang bersama dengan Paris dan Brooklyn. Foto yang di unggah oleh Brooklyn beberapa waktu yang lalu, saat mereka sedang berada di sebuah mall terkenal di pusat kota.


"Akhirnya aku bisa menemukan kamu!" Suara tawanya memenuhi ruang di mana dia sedang duduk dibalik meja kerja.


***


     Angkasa juga sebenarnya rindu kepada Paris hanya saja dia lebih merasa kesal dan marah. Sehingga, membuat dia tidak mau menemuinya.


     Hanya melihat update yang diunggah oleh Paris saja dia merasa cukup untuk mengobati rasa rindunya. Mungkin karena sudah bagian dari hidupnya, keberadaan Paris yang sering nempel kayak lintah, membuat Angkasa merasa ada yang aneh dan hilang, selama dua Minggu ini tanpa dirinya.


***


     Angkasa melihat Paris dan Chelsea sedang main di taman. Mereka berdua terlihat sangat bahagia. Dia ingin ikut bergabung dengan mereka berdua, bermain, bercanda, tawa, dan bersama.


"Paris," panggil Angkasa dengan pelan.


"Hai, Darling! Sudah lama kita tidak bertemu, ya?!"


"Hm. Bagaimana kabarmu?"


"Kami berdua baik-baik saja. Bahkan kita sering berbagi kebahagiaan."


"Aku merindukan kalian!"

__ADS_1


"Oh, ya. Terima kasih."


"Apa kamu tidak merindukan aku?"


"Hm, rindu sih. Tapi, aku--"


"Sayang, ayo! Kita pulang!" Panggilan dari seseorang menghentikan pembicaraan Paris.


"Iya, Sayang. Kami akan pulang sekarang!" jawab Paris.


     Angkasa yang melihat ada Brooklyn tidak jauh dari sana, sangat terkejut. Apalagi Paris dan Brooklyn saling memanggil dengan sebutan Sayang. Dadanya terasa sakit, apalagi kini Paris dan Chelsea pergi meninggalkan dirinya dan pergi ke arah Brooklyn.


"Tunggu Paris! Jangan pergi meninggalkan aku!" Angkasa mencoba menggapai Paris dan Chelsea yang semakin menjauh.


"Paris, aku mencintaimu!" Teriak Angkasa sekuat tenaga.


"Tuan Muda, bangun!" Peter mengguncangkan tubuh Angkasa.


Angkasa pun melihat ke sekelilingnya, ternyata dia berada di ruang tengah apartemennya. '*Syukurlah, itu hanya mimpi*!' batin Angkasa.


***


Bagaimana nasib Chelsea selanjutnya?


Apakah Angkasa akan mengakui perasaannya kepada Paris?


Tunggu kisah mereka selanjutnya ya.


***


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2