Trio Kancil

Trio Kancil
Season 2 #Chapter 22


__ADS_3

Alex membuka lemari pakaian dan didalamnya ada sebuah koper. Saat Alex membuka koper itu. Di dalamnya ada dia buah pistol dan satu kotak peluru di dalamnya.


" Ini…!" Alex mengambil surat yang ada di dalam koper itu.


     Alex membaca isi dari surat itu, kemudian dimasukkan kembali kedalam koper itu. Dan diambilnya koper berisi pistol itu.


" Bos apa isi di dalam koper itu?" Tanya Akira saat melihat Alex membawanya.


" Hanya pistol dan peluru." Jawab Alex.


" Kenapa di rumah seorang Dokter, menyimpan pistol dan pelurunya? Ini sungguh mencurigakan!" Akira meminta Alex untuk menjelaskan.


" Yang jelas ini senjata bukan milik Dokter Lazuardi." Alex menjawab rasa penasaran Akira.


" Lalu bagaimana pistol itu bisa berada disini?" Tanya Akira lagi.


" Jalan sendiri kesininya!" Alex mulai kesal karena sejak tadi Akira terus saja membuatnya kesal.


" Tentu saja ada yang mengirimkan kesini!" Kata Alex.


" Kamu itu kenapa akhir-akhir ini cerewet sekali!" Alex ingin sekali menjitak lagi kepala Akira.


" Hehehe, sepertinya aku tertular penyakit oleh Si Trio Kancil yang selalu bertanya ini itu, ingin serba tahu!" Akira mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V, saat melihat Alex mulai menatapnya tajam dengan pandangan membunuh.


" Kak Al. Ini apa, ya?" Tanya Erlangga sambil membawa sebuah lencana.


   Alex pun mengambil lencana yang dipegang oleh Erlangga. Dia mengamati dengan seksama lencana yang sudah hangus itu. Alex mengerutkan keningnya, merasa tak aneh dengan lambang yang ada di lencana itu.


" Michael bisa kesini sebentar?" Panggil Alex kepada Michael yang sedang jongkok dekat lemari besi.


" Iya Tuan. Ada apa?" Saat Michael berdiri di samping Alex.


" Aku pernah melihat lambang ini. Tapi sepertinya mustahil deh!" Kata Alex.


" Ini lambang milik kelompok Chernyy  Drakon" Jawab Michael


" Benar, sesuai dugaan aku. Kalau mereka terlibat dengan suatu organisasi!" Kata Akira yang ikut melihat lambang dari lencana itu.


" Kak Al itu memangnya lambang apa?" Tanya Erlangga.


" Kelompok Mafia Rusia!" Jawab Alex.


" Tapi benarkah Dokter Lazuardi terlibat dengan kelompok ini?" Tanya Michael.


" Aku rasa tidak." Jawab Alex sambil memasukan lencana tadi.


" Lalu itu?" Tanya Akira.

__ADS_1


" Sudah kamu diam saja!" Jawab Michael.


" Ayo kita lanjutkan lagi!" Alex berjalan keluar dari kamar itu.


*******


Kali ini kamar yang dimasuki adalah kamar milik Langit, putra sulung Dokter Lazuardi. Kamar ini juga sebagian besarnya sudah hangus terbakar. Bahkan kamar mandinya pun habis terbakar. Alex berjalan mengelilingi kamar itu. Tidak ada yang tersisa bahkan lemari bukunya pun habis semua terbakar.


    Alex berjongkok di dekat tempat tidur. Dilihatnya di belakang nakas ada sebuah celah kecil. Kemudian digesernya nakas itu. Dan terlihat ada sebuah kotak brankas disana. Alex pun mencoba membukanya, tetapi sulit.


" Akira tolong buka brankas ini!" Pinta Alex sambil menunjuk kotak besi yang berada di bawah.


" Siap Bos!" Akira menjalankan tugas yang di pinta oleh Alex.


     Akira pun mengeluarkan alat canggih kebanggaan dirinya itu. Tak berapa lama brankas itu pun dapat dibuka.


" Bos sudah bisa dibuka." Kata Akira kemudian berdiri ke samping.


    Kini Alex berjongkok sambil mengeluarkan isi dari brankas itu. Dilihatnya banyak dokumen penting milik Langit pribadi.


" Oh, Erlangga. Lihatlah apa yang telah Ayah tinggalkan untukmu dan Kakakmu ini." Kata Alex sambil mengeluarkan banyak dokumen dari dalam brankas itu.


    Erlangga pun datang menghampiri Alex. Dan melihat apa yang sedang di pegang oleh Alex.


" Itu apa Kak Al?" Tanya Erlangga.


    Alex mengeluarkan semua yang ada di dalam brankas itu. Ternyata disana ada juga kotak perhiasan. Yang isinya sangat banyak. Dan beberapa buku tabungan milik Langit juga ada.


"Lihatlah cara orang berpikiran panjang pasti akan melakukan hal seperti ini!" Kata Akira saat tahu begitu banyak aset yang ditinggalkan oleh Langit.


" Apa dulunya Ayah seorang pengusaha?" Tanya Erlangga saat melihat dokumen yang berisi saham - saham milik Ayahnya di berbagai perusahaan.


" Entahlah. Tapi sepertinya begitu." Jawab Alex.


" Itu bisa kamu tanyakan nanti pada Tuan Khalid" kata Michael yang berdiri di dekat Erlangga.


" Ayo kita lanjutkan lagi!" Perintah Alex.


     Alex dan ketiga orang itu berjalan memasuki kamar yang berhadapan dengan kamar Langit. Begitu pintu kamar itu di buka. Pemandangan yang bisa dibilang hancur itulah kata yang tepat menggambarkan kamar itu.


" Wow…. Pasti terjadi pertempuran hebat disini!" Kata Akira saat dia melihat isi kamar itu. 


     Semua lemari itu jatuh tak beraturan lampu kamar juga tergeletak sembarangan. Barang - barang pecah belah banyak berserakan di lantai. Dan banyak sekali bekas peluru yang bersarang di dinding dan barang yang ada di sana.


" Sepertinya Dokter Lazuardi dan keluarganya melakukan perlawanan!" Kata Michael.


" Ya, dan aku yakin. Dokter Lazuardi dan Dokter Paramitha mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan anak - anaknya." Kata Alex.

__ADS_1


*******


Alex menggeser lukisan yang habis terbakar itu. Dilihatnya ada brankas yang tertempel di dinding. Alex mencoba membukanya. Dan dengan mudah brankas itu terbuka. Di dalamnya ada dua koper dan satu kotak box lumayan besar.


" Itu apa Kak Al?" Tanya Erlangga.


" Kita akan tahu apa isinya, saat kotak ini dibuka!" Jawab Alex dan mencoba membuka kotak box itu.


" Akira tolong buka ini!" Pinta Alex.


    Akira melihat kunci di kotak box itu adalah kunci yang ditanam. Tapi dengan alat yang Akira punya, kotak box itu dapat dibuka dengan cepat.


" Ini Bos, sudah terbuka kuncinya." Kata Akira.


" Kerja bagus Akira. Terima kasih." 


     Alex pun membuka kotak itu untuk mengetahui apa isinya. Ternyata isi dari kotak itu adalah surat - surat perintah saat Dokter Lazuardi sedang menjadi tentara. Dan surat - surat penting lainnya.


" Apa isinya Kak Al?" Tanya Erlangga.


" Ini hanya surat perintah untuk Dokter Lazuardi saat menjadi tentara dahulu." Jawab Alex.


" Oh. Tapi kenapa disimpan ditempat yang begitu rahasia?" Tanya Erlangga lagi.


" Tentu saja, karena surat - surat ini adalah tugas dari negara." Jawab Alex.


" Dan Dokter Lazuardi menganggap surat - surat ini sangat penting. Buktinya walau dia sudah tidak menjadi tentara surat - surat itu masih disimpannya dengan baik." Lanjut Alex.


Kini Alex beralih kepada kedua koper itu. Dibuka salah satunya terlebih dahulu. Koper pertama isinya dokumen penting rumah sakit miliknya. Dokter Lazuardi membangun rumah sakit umum di tempat pinggiran kota.



Sedangkan koper kedua, isinya adalah semua aset harta kekayaan milik keluarga Lazuardi.


" Ternyata Kakek kamu itu seorang jutawan" Kata Alex sambil melihat dokumen dari dalam koper.


" Kakek sepertinya, selain berpropesi sebagai seorang Dokter dia juga seorang pembisnis," kata Alex.


Erlangga membaca dan menyimpan kembali kertas - keras itu kedalam koper.


********


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


KASIH DUKUNGAN BUAT AKU, DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2