Trio Kancil

Trio Kancil
#ANGKASA 23


__ADS_3

"Aku berangkat, kamu hati-hati, ya. Kalau ada apa-apa minta tolong kepada mereka," kata Peter sebelum berangkat.


"Iya. Kamu juga hati-hati. Jaga kesehatan dan jangan lupa selalu menghubungi aku!" Pesan Madina untuk Peter.


"Iya, I love you. Bidadari surgaku!" bisik Peter dengan segenap perasaannya.


    Madina langsung merona mendengar ucapan Peter.


******


     Langit mengantarkan Almahira ke bandara waktu dini hari. Almahira pulang ke Jepang di kawal oleh salah seorang anggota pasukan bayangan. Langit memeluk erat tubuh istrinya. Dia enggan berpisah, apalagi ini waktunya tidak tahu sampai kapan.


"Sayang, kamu hati-hati di sana. Aku akan selalu merindukan kamu," bisik Langit.


"Iya, aku juga akan selalu merindukan kamu. Cepat selesaikan masalahnya kak Angkasa. Agar kita bisa bersama lagi," kata Almahira.


"Hm, secepatnya akan aku usahakan."


     Langit dan Almahira berpisah dini hari itu. Langit pun kembali ke apartemen Angkasa. Tersisa Angkasa, Chelsea dan Langit yang mengisi apartemen itu. Sedangkan Madina, seorang diri di kamar apartemen Paris. Bintang dan Ghazali mereka menginap di apartemen milik Ghazali yang dekat rumah sakit. Mereka menghabiskan malam bersama karena besok Ghazali akan pulang ke Indonesia.


*******


     Angkasa masih belum bisa memejamkan matanya. Padahal baru satu malam dia menghabiskan waktu bersama Paris. Namun, dia merasa sudah ada yang hilang dalam hidupnya. Istrinya itu sudah mengambil separuh napasnya. Sosok gadis yang dulu sering membuat dirinya pusing dan kelimpungan, kini berubah menjadi wanita yang berarti dalam hidupnya.


"Paris, kamu ada dimana?" Angkasa memandangi langit malam yang gelap tanpa ada bintang atau bulan.


"Aku merindukan kamu," gumamnya.


*******


     Tidak beda jauh dari Angkasa, Paris juga saat ini sedang memandang langit malam yang sangat pekat. Memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa kabur dari sana.


"Darling, bagaimana kabar kamu sekarang ini?" Paris bermonolog dengan air mata yang menetes.


     Bayangan semalam saat dia memadu cinta dengan Angkasa, terlintas dalam pikirannya. Senyumnya tercipta saat mengingat kata-kata cinta dari suaminya itu untuk dia.


"I love you, Darling!" bisik ungkapan hati Paris.


*******


     Alex sedang berkutat di ruang kerjanya. Begitu dia sampai, ada laporan masuk dari tim pasukan bayangan (shadow), yang sengaja dia bentuk. Untuk mencari tahu kemana saja senjata api, bom, alat pelacak dan kamera pengawas buatan perusahaannya dijual oleh Helsinki.


     Helsinki ternyata menjual itu semua kepada beberapa kelompok Mafia dan separatis. Dari beberapa kelompok mafia ini bahkan ada yang sedang bersitegang antar kelompok.

__ADS_1


"Hebat juga, dia bisa bernegosiasi dengan kelompok mereka. Benar-benar ular berkepala dua. Apa mereka tahu kalau senjata yang mereka gunakan itu sama. Sama-sama buatan aku, dan aku tidak suka itu.


"Sayang," Cantika masuk ke dalam ruang kerja Alex dengan penampilan yang sangat menggoda.


"Honey, ada apa?" tanya Alex tanpa berkedip menatap istrinya. Meski Cantika sudah punya enam orang anak, tapi penampilannya masih seperti gadis mahasiswa. Bahkan jika, dia sedang sendiri tidak membawa Rain, banyak orang yang akan melirik dan menggodanya.


"Tidak, aku hanya ingin mengantarkan ini saja," kata Cantika sambil memberikan satu gelas teh lemon hangat.


"Selamat malam, semoga mimpi indah!" Kata Cantika sambil tersenyum menggoda.


     Alex menggeram karena saat ini dia sedang dihukum oleh Cantika jangan menyentuhnya selama tiga hari karena sudah menampar Angkasa. Namun, bukan Alex namanya kalau tidak ingin rugi. Ditariknya tangan Cantika, sampai istrinya jatuh ke dalam pangkuannya.


"Mana ciuman selamat malamnya," kata Alex sambil membelai rambut panjang milik Cantika. Alex pun menarik tengkuk istrinya dan mencium bibir ranum yang sudah menjadi candu untuknya. Mulai dari ciuman lembut, menuntut, sampai ciuman panas. Cantika yang sudah jatuh dalam pelukan Alex, tersadar kalau dia sedang memberikan hukuman kepada suaminya.


"Sudah! Hentikan," kata Cantika.


"Honey, tanggung!" Alex memohon dengan tatapan penuh gairah.


"Salah sendiri, seenaknya saja menampar putra sulungnya!" Cantika langsung berdiri dan berjalan menjauh dari Alex.


"Bersabarlah cuma tiga hari!" Cantika tertawa jahil sambil mengacungkan ketiga jarinya.


"Honey, kurangi lagi dong. Satu hari saja, ya!" pinta Alex sambil berjalan ke arah Cantika.


"Aku berikan kemudahan kepada mereka untuk menggunakan fasilitas milik keluarga Andersson," jawab Alex menyerah. Dia harus memberikan harga yang mahal agar syarat di setujui oleh Cantika.


"Oke. Baiklah Sayang, aku terima." Cantika berjalan ke arah Alex dan memberikan sebuah ciuman untuk suaminya itu.


*******


     Langit senang saat dia bisa membuka akses milik perusahaan Andersson Group dan Galaxy Group. Senyum diwajahnya langsung terbentuk.


"Wah, aku yakin mama sudah bekerja keras meluluhkan papa," kata Langit sambil bermonolog.


"Kamu belum tidur?" tanya Angkasa yang baru keluar dari kamarnya.


"Ya, aku sulit tidur jika tidak memeluk Almahira. Sudah menjadi kebiasaan tidur sambil memeluk dia," jawab Langit.


"Hm, dulu kita selalu mencibir papa yang tidak bisa tidur. Jika, tidak ada mama bersamanya. Sekarang, kita merasakan apa yang dulu papa rasakan." Angkasa dan Langit tertawa bersama.


"Kamu yang baru satu malam, sudah bilang begitu. Sementara aku, sudah berbulan-bulan," ucap Langit sambil tersenyum geli kepada Angkasa.


"Iya, aku akui. Apa yang dikatakan oleh Om Ghaza dulu itu benar. Jangan meremehkan hubungan badan suami istri, sekali mencoba maka ingin lagi." Angkasa dulu juga selalu memandang rendah pikiran para suami yang tidak bisa melakukan hubungan badan karena istrinya sedang sakit atau datang bulan.

__ADS_1


"Godaan dunia para lelaki itu, harta, tahta dan wanita." Langit tertawa renyah karena saudaranya yang selalu datar kini sedang terkena virus cinta, yang sudah disebarkan oleh Paris.


     Kedua saudara kembar itu membicarakan masalah perusahaan keluarga Alaric. Dilihat dari manapun, itu perusahaan tidak dalam pailit atau kesusahan dalam keuangan. Jadi, untuk apa uang yang Helsinki dapat dari menjual senjata kepada beberapa kelompok mafia dan separatis.


*******


     Madina minta izin untuk membawa baju dan buku miliknya yang ada di flat miliknya. Maka Langit pun mengantarnya, sekalian ingin melihat TKP yang terjadi hari kemarin.


"Madina, kamu silakan bereskan semua barang yang akan dibawa. Aku akan melihat ke flat milik Sofia Praha," kata Langit.


"Iya. Saya usahakan secepatnya," balas Madina dengan gugup karena hanya berdua saja dengan Langit, di sana.


"Tenang saja, jangan terburu-buru. Nanti malah ada yang tertinggal." Langit tersenyum ramah kepadanya.


     Madina memegang dadanya karena jantungnya berdetak sangat kencang saat melihat senyuman Langit. Mengingatkan dia kepada sosok anak laki-laki yang dulu pernah menolongnya.


*******


     Akira datang ke Jerman atas perintah Langit. Untuk membantu mencari keberadaan Paris. Langit yang sedang bersama Madina tidak bisa menjemput ke bandara. Maka dia meminta Angkasa yang menjemputnya. Angkasa pun mau tak mau harus menjemput Akira ke bandara.


"Mau kemana?" tanya Athena saat dia membuka pintu apartemennya melihat Angkasa menggendong Chelsea, keluar dari apartemen miliknya.


"Ke bandara menjemput seseorang," jawab Angkasa sambil berjalan melewati Athena.


"Apa kamu akan mengendarai mobil dengan menggendong Chelsea?" tanya Athena yang masih mengekorinya Angkasa.


"Iya. Kenapa? Apa kamu mau menjadi supir aku, untuk menjemput Akira ke bandara?" tanya Angkasa balik.


"Ya, sudah. Sini mana kunci mobilnya!" Athena pun bersedia menjadi supir Angkasa daripada dia harus melihat Angkasa yang menyupir sambil menggendong Chelsea.


*******


Bagaimana reaksi Athena saat bertemu dengan Akira nanti yang merupakan salah satu orang dari masa lalunya?


Tunggu kelanjutannya ya.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


     


__ADS_2