Trio Kancil

Trio Kancil
#LANGIT 07


__ADS_3

     Langit dan Almahira terdiam dan saling menatap. Keduanya seolah sudah terhipnotis oleh rupa dari orang yang berada di hadapannya. 


"Apa kalian sudah turun?" tanya salah seorang Tim Keamanan dari luar lift.


    Langit dan Almahira terkejut saat mendengar suara itu. Keduanya berdehem menghilangkan kegugupannya, dan saling memalingkan muka. Wajah kedua anak manusia itu sudah memerah karena malu.


"Iya, kami baru saja turun!" teriak Langit yang masih memangku Almahira dalam pelukannya.


"Kalian bisa keluar dari celah bawah. Merangkak lah!" perintah seseorang dari luar lift sambil berteriak juga.


    Langit melihat di bawah kakinya ada celah yang sudah terbuka. Untuk keluar dari dalam lift. Kemudian melihat ke arah Almahira lagi.


"Kamu duluan ya, yang keluar!" pinta Langit kepada Almahira dengan suaranya yang pelan seakan berbisik.


    Almahira menganggukan kepalanya sebagai jawaban untuk Langit. Maka Langit pun menurunkan gadis cantik itu dari pangkuannya. Saat kedua kaki Almahira menginjak lantai lift, seolah dia masih ada rasa mengambang di pijakannya. Entah karena efek dari hatinya yang merasa senang atau karena terlalu lama dalam dekapan dan pangkuan Langit yang terasa nyaman.


"Kalau begitu aku duluan," kata Almahira sambil menundukan kepalanya.


"Iya, hati-hatilah." Langit memegang jemari Almahira, "berhati-hatilah kepada orang yang berada di sekitarmu. Bila ada orang yang mencurigakan, beritahu aku! Atau ada sesuatu yang lain dari biasanya, juga, kamu harus memberitahu aku. Meski itu hal dianggap sepele oleh orang lain. Kamu jangan mengabaikannya, ya." Langit dan Almahira kini saling menatap lagi.


     Almahira sesungguhnya kurang paham maksud Langit awalnya. Namun setelah melihat wajah laki-laki yang berdiri di depannya itu, kini dia tahu kalau dia sedang mencemaskan dirinya.


"Iya, aku akan memberitahukannya kepadamu," balas Almahira sambil menganggukan kepalanya.


     Setelah itu Almahira merangkak keluar dari lift. Sementara Langit mengecek cctv saat Almahira didorong oleh seseorang.


"Hei, apa yang sedang kamu lakukan? Cepat keluarlah!" suara seseorang dari luar lift setengah membentak Langit karena dia belum keluar juga.


    Langit pun merangkak keluar dari sana. Saat berhasil keluar, ternyata sudah banyak orang-orang yang dikenalnya sedang berdiri di sana dengan memasang wajah lega.


"Terima kasih," ucap Langit kepada Tim Keamanan yang berada di sana.


    Suzuki dan beberapa teman Langit, menatap dengan penuh kekaguman. Sebab Langit sudah menjadi pahlawan yang menolong Almahira. Saat dia terjatuh ke lubang pintu lift.

__ADS_1


"Langit kun, pahlawan kita!" seru murid-murid yang ada di sana sambil bersorak dan tepuk tangan.


    Langit hanya tersenyum tipis, dan melirik ke arah Almahira, yang sama seperti dengan murid lain, melihat ke arahnya. Langit pun tersenyum manis kepadanya, dan itu membuat pipi Almahira merona merah.


    Suzuki memberi isyarat melalui gerakan matanya. Maka Langit pun menganggukkan sedikit kepalanya.


"Sudah semuanya bubar!" Perintah Suzuki kepada semua murid yang ada di sana.


    Hiruk pikuk yang dilakukan oleh murid-murid itu malah membuat para Tim Keamanan terganggu. Akhirnya mereka pun bubar dengan bisikan dan celotehan khas anak-anak remaja.


    Langit pun berjalan ke arah anak tangga untuk mencapai kelasnya. Tanpa banyak orang sadari kalau dari tadi ada seseorang yang terus memperhatikan keadaan mereka.


*******


     Honda memanggil Langit saat jam istirahat. Dia ingin membicarakan masalah yang terjadi di lift tadi pagi. Langit pun menemui Kepala Sekolah di ruangannya.


"Honda san, ini aku. Langit!" Suaranya dikeraskan karena pintu ruangan itu begitu tebal.


    Ketukan di pintu, sudah beberapa kali Langit lakukan. Namun belum juga ada jawaban dari dalam. Langit pun mendorong pintu itu karena merasa curiga. Kepala Sekolah yang biasanya langsung memberikan respon, kini tidak membalasnya.


"Honda san!" teriak Langit dan berlari ke arah laki-laki paruh baya itu.


     Langit mencoba membangunkan Hoda san dengan sebelah tangannya. Sementara tangan yang satunya lagi dipakai untuk menelepon dan menghubungi Suzuki.


"Langit sama, ada apa?" tanya Suzuki saat berhasil di hubungi.


"Suzuki san, cepat datang ke ruang Kepala Sekolah! Telah terjadi sesuatu kepada Honda san!" pinta Langit dengan nada setengah memaksa agar Suzuki secepatnya datang ke sana.


"Baiklah sekarang saya akan kesana sekarang juga!" Suzuki menyanggupi perintah Langit.


    Langit pun menghubungi Tim Kesehatan Matsumoto Group, agar mengirimkan tim medis ke sekolahan Academy Matsumoto, secepatnya. Begitu juga dengan Tim Keamanan, Langit langsung melaporkannya, agar mereka secepatnya menyelidiki kasus ini.


     Langit memeriksa keadaan Honda mulai dari ujung kakinya, sampai ke pada badannya. Mungkin ada luka atau petunjuk kenapa Honda sampai bisa menjadi seperti itu.

__ADS_1


    Suzuki datang ke dalam ruangan Kepala Sekolah dengan napas yang terengah-engah. Keringatnya pun terlihat membasahi keningnya.


"Langit sama, apa yang sebenarnya sudah terjadi?" tanya Suzuki sambil mendekati tubuh Honda yang berada di meja kerjanya.


"Aku juga tidak tahu," jawab Langit sambil menggelengkan kepalanya.


    Tidak lama kemudian datang Dokter dan perawat dari Tim Medis Matsumoto. Selanjutnya datang dari pihak Tim Keamanan Matsumoto.


     Dokter itu memeriksa kondisi Honda begitu di baringkan di atas brankar. Ternyata Honda masih hidup walau keadaannya kritis.


    Tim Keamanan pun memeriksa ruangan Kepala Sekolah itu secara seksama. Mereka juga memeriksa kamera cctv yang ada di ruangan itu. Langit pun di interogasi oleh mereka. Saat menemukan keadaan Honda, apa ada sesuatu yang aneh atau mengganjal pikirannya. Langit menceritakan dari awal sampai akhir, sesuai yang dia tahu.


    Langit sengaja mengundurkan diri dari sana. Biar tidak dicurigai sebagai orang yang punya misi tertentu di sana.


"Tunggu!" Seorang dari Tim Keamanan memberhentikan Langit saat akan mencapai pintu.


"Iya, ada apa?" tanya Langit dengan wajahnya yang dibuat tidak tahu apa-apa.


"Ada urusan apa, kamu sampai masuk ke dalam ruangan Kepala Sekolah?" Tim Keamanan itu malah balik bertanya kepada Langit.


"Saya dipanggil, untuk menjelaskan kejadian tadi pagi. Atas terjadinya insiden lift berhenti di tengah jalan, kemudian terjatuh ke lantai bawahnya lagi. Saat temanku jatuh ke dalam lubang pintu lift," jawab Langit dengan gayanya yang sopan.


"Apa hubungan kamu dengan Honda san?" tanyanya lagi sambil menatap tajam ke arah Langit.


"Tidak punya hubungan apa-apa. Kami juga tidak terlalu dekat satu sama lain," jawab Langit lagi kali ini dengan suaranya yang terdengar kesal bahkan terlihat dari raut wajahnya. Dia sudah lapar, kini masih saja harus di interogasi.


"Baiklah kalau begitu, kamu sudah boleh pergi!" kata Tim Keamanan itu sambil tangannya memberikan gerakan mengusir.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2