Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 70


__ADS_3

Masih menceritakan masa lalu Alex,


Arthur akhirnya menikah dengan Irene, walau beberapa orang menentangnya. Dia beralasan menikahi Irene demi kebaikan Alex. Arthur yakin Irene mampu menjadi pengganti Anatasya dalam mengurus Alex. Di hari pernikahannya tak ada satupun dari keluarga Green yang menghadiri pemberkatan pernikahannya di gereja. Dan Arthur juga menunda melaksanakan pesta pernikahannya, sampai satu tahun meninggalnya Anatasya untuk menghormatinya dan keluarga Green. Mau tak mau Irene menyetujuinya, demi menjadi Nyonya Anderrson.



Arthur tinggal di mansion miliknya sendiri, dan hanya memperkejakan beberapa orang. Berbeda dengan pekerja di mansion Daddy-nya yang hampir ratusan orang pekerjanya. Selain ukuran mansion miliknya lebih kecil dari milik Daddy-nya, Arthur juga tidak terlalu suka banyak orang di lingkungan pribadinya. Hanya sepuluh orang pekerja yang mengurus rumah dan kebunnya, dua orang koki, satu kepala pelayan, dan dua puluh penjaga rumah yang selalu bergiliran menjaga rumahnya. Dulu Anatasya biasa yang mengatur keuangan di kediamannya. Membeli keperluan dan belanja semua hal yang dibutuhkan sehari - harinya. Dia juga yang mengatur gaji para pekerjanya. Anatasya selalu memberikan bonus kepada pekerjanya yang giat dan bertanggung jawab dalam pekerjaannya. Makanya dia sangat di senangi oleh para pekerjanya, selain dia juga memiliki kepribadian yang baik.



Setelah Arthur menikah dengan Irene, dia mengajaknya tinggal di mansion itu. Irene pun menyetujuinya, karena dia memiliki impian tinggal di rumah yang mirip istana. Irene langsung bertindak selayaknya Nyonya rumah yang berkuasa. Dia ingin merombak seluruh dekorasi mansion, dengan alasan merubah suasana mansion lebih baik. Dan itu di tolak oleh Alex, saat seluruh foto - foto Mommy-nya diturunkan dari dinding. Arthur juga tidak menyetujui tindakan itu. Dia membolehkan Irene mendekorasi ulang ruangan yang ada di mansion tanpa harus membuang atau memindahkan foto - foto Ana, sesuai keinginan Alex.



Irene marah, karena keberadaan Ana masih kuat dirasakan di mansion. Selain itu dia juga tidak boleh menempati kamar utama, milik Ana dulu. Irene sungguh sangat jengkel pada Arthur. Irene juga memecat para pegawai yang masih selalu menyebut kebaikan Anatasya.


" Huh, baru satu hari jadi Nyonya rumah, tapi kelakuannya sangat sombong dan arogan," kata salah seorang pelayan kepada temannya.


" Iya, jauh dengan Nyonya Ana. Dia baik kepada semua pekerja. Tidak suka berteriak - teriak kalau menyuruh kita." Kata temannya.


Mereka berdua bekerja sambil menggosipkan Nyonya baru mereka, tanpa disadari oleh mereka kalau Nyonya barunya itu sedang berdiri di belakang mereka. Irene langsung memecat kedua pegawai itu, tanpa diberi uang pesangon. Dan dia memberi peringatan kepada seluruh pekerja disana.



Begitu juga dalam hal mengurus Alex. Kalau dulu dia sering berkata manis kepada Alex, tapi kini dia sering membentak Alex. Hal - hal yang dilakukan seorang anak kecil kadang membuat orang dewasa marah dan jengkel. Apalagi bila orang itu tidak suka pada anak - anak. Semua perbuatan anak kecil itu pasti salah di matanya. Ketika Alex bermain pesawat terbang, dia berlarian di dalam mansion yang luas itu. Tapi Irene memarahinya, dengan alasan nanti menabrak barang - barang yang ada disana.


" Alex....!!! Jangan lari - lari di dalam rumah !"


" Tapi, Irene. Aku sedang memainkan pesawat terbang ku."


" Kalau begitu main di luar sana !"


Akhirnya Alex bermain di halaman belakang. Saat makan pun Alex kadang pemilih, dia tidak suka makan wortel karena menurutnya tidak enak, maka Irene memarahinya dan memaksa Alex untuk memakan semua makanannya.


" Makam semua makananmu. Jangan ada yang di sisakan !" Bentaknya.


" Tapi aku tidak suka wortel. Rasanya aneh.."


" Ayo cepat makan dan habiskan !"


" Hiks.... Hiks.... Tidak mau !"


Alex menangis menolak, dan itu malah membuat Irene berang. Irene memaksa memasukan wortel itu kedalam mulut Alex yang sedang menangis.

__ADS_1


" Buka mulut kamu !"


" Ini makan !"


Irene terus mengulangi itu sampai wortel di piring Alex habis. Kejadian itu sebenarnya mendapat protes dari kepala pelayan, karena tidak baik memaksa anak kecil. Tapi Irene malah balik memarahinya.


" Nyonya sebaiknya jangan memaksa tuan Alex, kalau dia tidak suka." Kata kepala pelayan.


" Kalian mau melawan aku. Hah !!!"


" Jangan memanjakan anak. Nanti jadi kebiasaan !"


Kepala pelayan itu melaporkan kejadian siang tadi kepada Arthur. Dan Arthur pun menegur Irene, dan Irene membela dirinya sendiri. Kalau apa yang dilakukannya untuk kebaikan Alex. Apalagi makanan yang baik untuk kesehatannya.


" Arthur aku melakukan itu untuk kebaikan Alex. Sayuran sangat baik bagi kesehatan tubuh. Dan sayuran juga sangat baik untuk perkembangan tumbuh badannya Alex." Dalih Irene.


Walau Arthur dan Irene masih pengantin baru. Tetapi mereka belum pernah tidur bersama. Saat malam pertama mereka Alex sakit demam, dan Arthur tidur di kamar Alex untuk menjaganya. Dan malam ini pun Arthur harus lembur mengerjakan pekerjaan yang kemarin tertunda. Tentu saja Irene sangat kesal dan kecewa.



Kekecewaan Irene di lampiaskan kepada Alex. Saat Alex sedang makan puding di sofa barunya yang dibeli kemarin. Irene membentak Alex, karena makan di sana. Harusnya Alex makan pudingnya di ruang makan.


" Alex, apa yang sedang kamu lakukan !!!"


" Pluk "


" Dasar bocah nakal !!! Apa yang kau lakukan HAH !"


Alex di cubit pahanya dengan sangat keras, sehingga Alex menjerit menangis karena kesakitan.


" Kyaaa.... Huaaaa.... Huaaaa...."


" Sakit.... Sakit...."


Beberapa pelayan berlarian ke arah Alex, karena mendengar tangisan Alex. Mereka takut terjadi apa - apa pada tuan mudanya itu. Saat sampai disana mereka melihat ada Irene berdiri di samping Alex.


" Apa !!! Kalian jangan mencurigai ku. Alex jatuh sendiri, karena dia makan sambil jalan. Dan tidak memperhatikan langkahnya." Dalih Irene kepada orang - orang disana.


" Mommy.... Mommy.... Huaaaa...."


" Sakit Mommy.... Sakit.... Huaaaa...."


Kepala pelayan pun membawa Alex mencoba mendiamkan tangisannya. Semua orang yang ada disana sangat tersayat hatinya mendengar tangisan Alex yang terus memanggil Mommy-nya.

__ADS_1



Karena kejadian tadi Alex tidak mau lagi dekat - dekat dengan Irene. Alex sering menyebutnya nakal karena sudah mencubitnya. Tanpa ada yang tahu kalau cubitan Irene meninggalkan bekas memar di paha Alex.



Kepala pelayan memberikan laporannya pada Arthur, kalau Alex menangis kesakitan tadi siang, dan terus memanggil Mommy-nya, sampai dia jatuh tertidur di gendongannya.


" Bagaimana keadaan di rumah ?" Tanya Arthur.


" Tadi tuan muda Alex menangis kesakitan dan tidak mau berhenti sampai jatuh tertidur." Jawab kepala pelayan.


Irene yang sangat kesal pada kepala pelayan itu, memfitnahnya dengan tuduhan mencuri perhiasan miliknya. Dan dia juga menyelinap masuk ke dalam kamar Anatasya dan mengambil beberapa perhiasan miliknya. Dia memasukan perhiasan milik Ana dan miliknya kedalam lemari baju kepala pelayan.


" Arthur aku kehilangan beberapa perhiaaan ku !"


" Mungkin kamu lupa menyimpan dimana perhiasan itu," Arthur santai menanggapi aduan Irene. Karena selama ini tidak pernah ada kasus kehilangan barang di mansion-nya.


" Aku sudah mencarinya di seluruh kamarku !"


Irene pura - pura kehilangan perhiasannya dan meminta semua pekerja berkumpul di ruang utama.


" Aku ingin seluruh kamar pelayan diperiksa. Siapa tahu saat mereka masuk ke kamar aku, mereka mengambilnya."


Irene meminta Arthur dan kepala keamanan mansion-nya memeriksa seluruh kamar para pekerja. Dan malam itu pun terjadi penggeledahan besar - besaran di seluruh kamar para pekerja oleh pihak keamanan. Dan ditemukan banyak perhiasan di dalam lemari baju milik kepala pelayan. Semua orang yang ada disana tak percaya kalau kepala pelayan itu telah mencuri.


" Lihatkan apa kataku ! Ternyata dia yang mencurinya. Bahkan perhiasan milik Anatasya juga dicurinya !"


" Arthur laporkan dia ke polisi, biar dipenjara !"


" Tidak boleh !"


Irene meminta Arthur memenjarakan kepala pelayan itu, tapi Alex menolaknya karena dia sangat sayang padanya.


" Ini kasus pencurian. Dia harus di hukum !"


Irene terus meminta keadilannya, dan itu juga bisa menjadi pelajaran pada seluruh pekerja yang ada disana. Akhirnya kepala pelayan itu cuma dipecat tanpa di laporkan ke polisi oleh Arthur mengingat jasa - jasanya kepada keluarganya. Dan Irene pun tersenyum sinis kepada kepala pelayan itu.



\* \* \* \* \* \* \*


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, VOTE.

__ADS_1


KASIH BINTANG LIMA JUGA.


DUKUNG AKU TERUS YA.


__ADS_2