Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 35


__ADS_3

Sekarang hari Senin, dan hasil lab dari tes DNA sudah bisa diambil. Cantika rencananya mau menjemput ketiga anaknya terlebih dahulu di sekolah. Paman dan Bibinya juga ikut mengantar ke Rumah Sakit tempat tes DNA yang dilakukan Minggu kemarin. 


     Saat Cantika masuk ke lingkungan sekolah anaknya, disana sudah ada ketiga anaknya menunggu di depan kelasnya ditemani guru mereka.


" Assalammu'alaikum, Bu Guru terima kasih sudah mau menemani anak - anak sampai saya datang menjemput ",


" Wa'alaikumsalam ", jawab mereka semua kompak.


" Tidak apa - apa Bu Cantika. Sudah tanggung jawab kita semua Guru disini untuk menjaga dan mengawasi anak - anak selama dilingkungan sekolah ",


" Ayo anak - anak pamit dulu sama Bu Guru, kita berangkat sekarang ", ajak Cantika.


" Bu Guru, terima kasih ", ketiga anak Cantika menyalami dan mencium tangan gurunya dan pamit sambil mengucapkan salam.


     Cantika menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dan dibelakang di ikuti oleh mobil yang dikendarai oleh Mark, yang kebagian mengawal mereka hari ini.


                 * * * * * * *


     Dokter yang bertanggung jawab atas pemeriksaan tes DNA, menyerahkan amplop hasil tes, kepada Cantika. Air mata Cantika jatuh meluncur di pipi mulusnya. Ternyata hasil tes menunjukan bahwa ketiga anaknya positif anak dari Alex. Walaupun dia sudah menduga dari sebelumnya. Paman dan Bibinya juga terharu, akhirnya Ayah kandung si kembar dapat diketahui identitasnya. Jangan ditanya bagaimana reaksi ketiga anak kembar itu saat mengetahui bahwa Alex adalah Ayah kandung mereka. Mereka bersorak gembira, dan ingin cepat - cepat memberitahu Papa mereka akan hasil tesnya itu.


" Selamat, nak. Akhirnya Ayah kandung dari anak - anakmu telah ditemukan. Apalagi dia sudah mau mempersunting kamu ", Cantika memeluk Pamannya dengan rasa haru.


     Cemoohan yang sering di dapat dari sanak familinya, karena ketidak jelasan ayah kandung dari anaknya, kini bisa dia atasi. Sekarang dia bisa membungkam mulut - mulut pedas mereka yang selalu menghina dirinya dan anak - anaknya. Dengan mengatakan bahwa anaknya punya Ayah kandung yang menyayangi mereka. Walau dia tidak bisa memungkiri bahwa anaknya lahir diluar nikah.


" Terima kasih Paman. Cantika senang, selalu ada Paman dan Bibi yang selalu ada buat Cantika dalam keadaan apapun ", 


" Tentu saja, Sayang. Karena kami semua sayang padamu ", Ja'far tersenyum pada Cantika.


" Apa kamu sudah tahu kapan Alex akan kembali lagi ke sini ? ", Sinar bertanya sambil menatap Cantika.


" Belum, Bi. Alex belum memberi kabar kapan dia akan kembali kesini. Katanya dia akan menyelesaikan beberapa urusan terlebih dahulu ", 

__ADS_1


" Kalau begitu sekarang kamu beritahu dia, akan hasil tesnya !", suruh Paman Ja'far.


" Ma, apa Mama mau telephone Papa ? ", Tanya Angkasa


" Iya, sayang. Nanti kalau sudah sampai rumah ", jawab Cantika sambil mengelus pipi Angkasa.


" Kalau gitu ayo, Mah. Kita cepat - cepat pulang, dan kabari Papa ! ", Langit bersemangat dan menarik tangan Cantika.


" Papa pasti senang banget dapat kabar berita ini ", Bintang yang kalah semangat sama saudaranya.


     Terlihat wajah - wajah bahagia dari ketiga anaknya, seyum mereka tidak pudar selama perjalanan pulang menuju rumahnya. Bahkan saat Ja'far melemparkan lelucon pada mereka bertiga, ketiganya dengan kompak dapat membalas Kakeknya itu.


     Saat sampai di rumah, Cantika langsung menghubungi Alex, tapi telphonenya tidak aktif. Saat mencoba menghubungi kediaman rumahnya yang di Amerika, telephone diangkat oleh kepala pelayan di rumah itu, dan mengatakan kalau Alex sudah pergi.


     Ketiga anaknya memasang muka sedih, saat Mamanya tidak bisa menghubungi Papanya. Semangatnya yang tadi menggebu-gebu hilang bagai tertiup angin. Hilang dan tak berbekas di wajahnya mereka.


" Ma, katanya Papa pergi kemana ?", Tanya Bintang yang sedang duduk bersandar di sebelah kanan Cantika.


" Apa Papa nggak akan ninggalin kita lagi ? ", tanya Langit dengan nada sedihnya.


" Tentu saja nggak akan, sayang ", Cantika mengelus punggung Langit yang duduk di pangkuannya.


      Sedangkan Angkasa yang duduk disebelah kiri Cantika hanya diam. Sedangkan Paman Ja'far dan Bibi Sinar duduk di sofa yang bersebrangan dengan Cantika dan ketiga anaknya. Tak lama kemudian bel pintu  depan rumah berbunyi. Sontak Cantika menurunkan Langit yang sedang berada di pangkuannya. Dan dia membukakan pintu melihat tamu yang datang.


" Assalammu'alaikum ", suara yang sejak kapan sangat dirindukannya, walau mereka sering berbicara meski lewat telephone.


" Wa'alaikumsalam ", Cantika menjawab dengan senyuman bahagia yang menghiasi wajahnya yang tak percaya akan penglihatannya itu.


" Papa datang ... !!! ", teriak ketiga anak itu dan berlari menyambut kedatangan Alex.


    Alex pun berjongkok menyambut anak - anaknya. Mereka saling berpelukan dengan erat seolah takut kalau Papanya akan pergi lagi meninggalkan mereka. Dan Alex merasa kewalahan akan serangan dadakan dari anak - anaknya.

__ADS_1


" Oh...Oh ada apa ini. Kenapa kalian...." Alex belum selesai berbicara, anak - anaknya sudah memotong pembicaraannya itu.


" Papa kami kangen ", kata Bintang sambil mencium pipi Alex.


" Uh... Papa juga kangen kalian ", Alex tersenyum dan melepaskan pelukannya.


" Eh ada kejutan buat kalian !? ", Alex yang semula berjongkok saat menyambut pelukan ketiga anaknya, kini berdiri dan memanggil seseorang yang berada di balik pintu.


Dilihatnya lelaki paruh baya, yang bertubuh tinggi tegap berdiri di depan pintu. Wajah lelaki itu mirip Alex.


" Sayang kenalkan ini Daddy-nya Papa ",


" Atau Kakek kalian ", Alex mengenalkan Arthur kepada si kembar.


     Kemudian ketiga anak itu menyalami laki - laki paruh baya yang berjongkok di hadapan ketiganya. Tangis haru seorang Arthur saat dia memeluk ketiga cucunya itu. Arthur menciumi kening mereka satu persatu.


     Ja'far dan Sinar yang melihat Alex datang dan berdiri didepan pintu, datang menghampirinya. Ini adalah pertemuan pertama mereka. Sebelumnya hanya komunikasi lewat telephone.


" Cantika apakah ini Alex, ayah dari ketiga anakmu ?", Tanya Ja'far saat dia berdiri di belakang Cantika.


" Oh, iya benar Paman. Ini Alex yang kemarin meminta izin pada Paman untuk melamar Cantika ",


" Alex ini kenalkan Paman Ja'far , yang kemarin sempat kamu telephone " Cantika saling memperkenalkan mereka.


" Assalammu'alaikum Paman. Kenalkan saya Alex ", Alex menyambut uluran tangan dari Paman calon istrinya itu.


" Wa'alaikumsalam, saya Ja'far . Pamannya Cantika.


     Dan mereka pun saling memperkenalkan diri masing - masing. Arthur begitu bahagia, dia terus bercengkrama dengan ketiga cucu kembarnya itu. Saat melihat wajah Bintang secara langsung, dia begitu senang seolah sedang melihat istrinya terlahir kembali. Mereka berdua begitu serupa bahkan suara dan sifat manjanya pun mengingatkan dia akan mendiang istrinya. 


     Alex memberitahu bahwa kedatangannya kali ini bersama Daddy-nya untuk melamar Cantika secara resmi. Dan rencananya besok dia dan keluarganya akan melakukan lamaran itu. Dan rencana itu disambut antusias oleh Paman dan Bibinya Cantika. Karena apabila ada hal yang baik harus segera dilaksanakan.

__ADS_1


                   * * * * * * *


__ADS_2