
Arthur yang sedang panik karena melihat keadaan Alex, dikejutkan dengan kedatangan seorang pelayannya.
" Tuan ini Tuan Khalid menelepon. Katanya mau membicarakan sesuatu yang penting ," kata pelayan itu sambil menyerahkan telepon tanpa kabel kepada Arthur.
" Halo. Khalid ada urusan penting apa yang ingin kamu bicarakan padaku ?"
" Ini tentang Alex. Kamu sekarang sedang ada di mana ?"
" Di kamar Alex. Sepertinya Alex sedang sakit."
" Aku dan Aurora akan kesana sekarang !" Khalid pun mengakhiri pembicaraannya.
\* \* \* \* \* \* \*
" Tuan, dokter Lee sudah datang !" Kata Kepala Pelayan yang datang bersama dokter.
" Lee, cepat periksa Alex !" Arthur yang semenjak tadi panik kini merasa tertolong dengan kedatangan dokternya.
" Sini biar aku periksa dulu." Lee pun memeriksa keadaan Alex.
" Denyut nadi Alex terlalu cepat dan keringatnya terus keluar. Kenapa ini bisa terjadi ?"
" Saya tidak tahu apa - apa ? Karena keadaan Alex sudah seperti ini ?"
" Sebaiknya Alex di rawat di rumah sakit,"
" Apa sakit Alex parah ?" Terlihat jelas ketakutan di wajah Arthur.
" Alex....!" Teriak Aurora begitu masuk kedalam kamar Alex.
" Kenapa bisa begini ?!" Tanya Aurora dengan nada tingginya.
" Jelaskan pada ku Arthur. Kenapa Alex bisa jadi begini keadaannya ?" Tanya Aurora dengan tatapan nyalangnya.
" Maaf Aurora, aku juga tidak tahu. Aku baru saja pulang dari Eropa." Jawab Arthur.
" Oh. Irene pasti tahu kenapa Alex bisa seperti ini ?" Kini Aurora menatap Irene dengan lebih tajam.
" Aku juga tidak tahu apa - apa. Sejak tadi aku berada di bawah menunggu Arthur." Kilah Irene.
" Hem..." Alex menggerakkan badannya.
" Alex ?" Aurora duduk di sisi kasur.
" Ampun Irene.... Maafkan aku.... Aku janji tidak akan mengadu pada Daddy !!!" Teriak Alex dibawah alam sadarnya.
Semua orang yang ada disana sangat terkejut dengan teriakan Alex. Dan kini semuanya mengalihkan perhatiannya pada Irene.
" Apa maksudnya Irene ?" Arthur menatap tajam pada Irene minta penjelasan.
" Aku tidak tahu, Arthur. Kemarin aku hanya menghukumnya sedikit karena di terlalu nakal."
" Memangnya apa yang telah diperbuat oleh Alex ?" Tanya Aurora geram.
" Berlarian didalam rumah sambil membawa semangkuk es krim. Padahal sudah diberitahu tapi Alex tidak menggubrisnya." Jawab Irene berbohong.
Tiba - tiba Alex terbangun. Dan melihat Irene berdiri didekatnya. Alex hanya fokus pada Irene sehingga dia tidak sadar dengan keberadaan yang lainnya.
" Irene.... Maafkan aku.... Jauhkan ulat - ulat itu dari ku. Aku berjanji akan diam dan tidak memberitahu apa - apa pada Daddy !" Alex duduk bersimpuh diatas kasurnya dengan mengatup kedua tangannya di atas kepalanya.
Mendengar itu semua yang ada disana sangat marah. Karena mereka semua tahu kalau Alex punya fobia terhadap ulat.
__ADS_1
Fatih dan Willi yang sejak tadi berdiri di ujung kasur pun menghampiri Alex. Karena mereka tahu Alex sedang ketakutan.
" Alex...." Panggil kedua anak itu.
Alex yang merasa mendengar suara Fatih dan Willi, mengalihkan pandangannya, pada sumber suara.
" Kalian jangan main kesini !"
" Cepat pulang !!!"
" Nanti kalian akan dihukum sama Irene, kalau ketahuan main sama aku."
Alex mendorong dua orang saudaranya itu, saat mereka berdiri disampingnya. Aurora pun langsung memeluk Alex, dan menangis meraung - raung melihat keadaan anak sepupu kesayangannya itu.
" Aunty, Alex takut...." Kata Alex membalas pelukan Aurora dengan erat.
Arthur pun mengcekram lengan Irene dan menyeretnya keluar kamar Alex. Dikamar Alex hanya tinggal Aurora, dokter Lee, dan kedua bocah yang sejak tadi ikutan menangis bersama Aurora.
" Sebaiknya aku kasih dulu Alex cairan infus." Kata dokter Lee.
Karena Alex tidak mau melepaskan pelukannya pada Aurora. Jadinya Alex di infusnya sambil duduk dipangkuan Aurora.
\* \* \* \* \* \* \*
Di lantai bawah semua pekerja mansion, baik pelayan atau penjaga dikumpulkan di ruang tengah. Arthur dan Khalid meminta pertanggung jawaban mereka semua atas apa yang terjadi pada Alex.
" Irene jelaskan maksud dengan ulat - ulat yang tadi dikatakan oleh Alex !" Kata Arthur.
" Itu di kebun belakang banyak ulat. Dan aku tidak tahu kalau Alex takut pada ulat. Padahal biasanya anak - anak suka sama ulat. Saat aku tunjukan ulat itu, ternyata Alex sangat ketakutan." Irene menjawab dengan berbohong.
" Ada apa ini !!! Kenapa semua orang berkumpul di sini ?" Tuan Besar Andersson datang dan menambah ketegangan di sana.
" Daddy ada apa datang kesini ?" Tanya Arthur pada lelaki paruh baya itu.
" Aku mau tanya sesuatu pada Irene. Kenapa dia selalu berbohong pada Aurora kalau Alex sedang pergi dengan ku, saat Aurora ingin mengajaknya bermain." Kata Tuan Besar.
" Ya, itulah yang ingin dibicarakan oleh Aurora dengan mu, Arthur."
" Tiap kali Aurora mau menjemput Alex dan mengajaknya bermain. Irene bilang kalau Alex sedang pergi dengan Grandpa-nya. Karena kesal, Aurora mendatangi mansion Andersson. Dan akan menjemput Alex, ternyata Grandpa tidak pernah membawa Alex. Berarti Irene telah berbohong." Khalid memberitahu yang menjadi kegusaran istrinya beberapa hari ini.
PLAAAK,
PLAAAK,
Tuan Besar Andersson yang marah langsung menampar kedua pipi Irene.
" Berani - beraninya kamu berbohong dengan nama aku."
" Arthur lihat apa yang aku temukan di dalam kamar Irene!" Kata Lee menuruni anak tangga dan membawa sebuah kotak.
" Lihatlah !" Lee membuka kain penutup itu dan terlihat banyak ulat bulu di dalamnya.
" Irene apa maksud semua ini !" Tanya Arthur.
__ADS_1
Lee pun menceritakan apa yang tadi Alex ceritakan padanya. Hukuman - hukuman yang selalu diberikan oleh Irene, kalau Alex berbuat salah. Mulai dari cubitan, pukulan, cambukan, dan memasukan banyak ulat bulu dalam bajunya. Yang membuat Alex pingsan.
Lee juga memberitahu sakit yang diderita oleh Alex itu karena rasa takut yang berlebihan.
Irene yang sudah tidak bisa mengelak lagi akhirnya berbicara jujur.
" Ini semua karena kamu Arthur !"
" Seandainya kamu memberikan cinta dan perhatianmu padaku. Maka aku juga akan menyayangi Alex !" teriaknya.
" Bukankah kamu sudah tahu kalau cinta ku hanya untuk Anatasya. Dan dari awal pun aku sudah memberitahu kamu." Kata Arthur.
" Tapi aku ini wanita normal, yang butuh kepuasan batin. Sedangkan selama kita menikah belum sekalipun kita pernah bercinta." Irene mengeluarkan isi hatinya.
Mendengar ucapan Irene semua orang yang berada disana diam dan memandang ke arah Arthur. Arthur juga tidak menyangka kalau kurang perhatian dirinya pada Irene, membuat wanita itu menjadi jahat terhadap Alex. Sebenarnya keinginan Arthur untuk bercinta sepertinya ikut mati dengan kematian Anatasya. Dia tidak beraksi saat melihat wanita seksi atau saat melihat rekan kerjanya bercinta. Dan saat melihat Irene pakai lingerie pun dirinya tidak terangsang. Awalnya Arthur berpikir kalau dia sedang kecapean. Apalagi pernikahannya dengan Irene masih bisa dihitung dengan jari.
Tuan Besar Andersson, menyidang ulang semua orang disana. Dan diputuskan akan mempenjarakan Irene. Walau sebenarnya dia ingin menghukum berat Irene terlebih dahulu. Tapi karena Arthur awal dari semuanya, jadinya Irene langsung dilaporkan pada polisi. Dan Irene dihukum berat atas kejahatannya.
Aurora pun mendapatkan hak asuh atas Alex. Tuan Besar Andersson dan Arthur mempercayakan Alex pada asuhan Khalid dan Aurora. Karena keinginan Anatasya, Alex menjadi anak yang seperti Fatih. Yang memiliki kepribadian yang baik dan cerdas.
Aurora pun membawa Alex ke Indonesia bersamanya. Ternyata Willi yang sudah biasa dalam asuhan Aurora selama satu tahun itu pun ingin ikut bersama mereka. Jadinya Aurora kembali membesarkan tiga anak laki - laki.
\* \* \* \* \* \* \*
Aurora mengakhiri cerita Alex bersama Irene, ibu tirinya yang kejam. Dan Cantika menangis tersedu - sedu mendengarkan kisah Alex saat masih kecil.
" Bagaimana mungkin ada wanita dewasa begitu kejam pada anak kecil, karena kurang perhatian dari suaminya." Ucap Cantika dalam tangisnya.
" Ya bisa saja. Karena tiap orang berbeda - beda."
" Tapi syukurlah Alex dapat menjadi anak yang ceria lagi saat tumbuh besar disini."
" Dia juga jadi anak yang cerdas dan jahil. Punya banyak teman juga, karena kepribadiannya yang terbuka dan suka menolong orang lain." Kata Aurora.
" Dan untuk Sylvia...."
" Tidak, Mah. Aku tidak perlu mendengar kisahnya !" Tolak Cantika.
\* \* \* \* \* \* \*
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE.
KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS.
TERIMA KASIH.
__ADS_1