
Ghazali begitu marah saat mendengar alasan dari Agen C. Dengan cepat dia menembakan timah panasnya ke arah kaki lawannya itu. Sehingga mengerang kesakitan dan memegang kakinya yang terkena peluru.
"Ini sebagai hadiah karena sudah menjadikan Bintang sebagai target kalian!" Ghazali melampiaskan rasa marahnya kepada Agen C.
"Ahk! si alan," Agen C menggeram dan melemparkan belati ke arah dada Ghazali.
Melihat lawannya melakukan pergerakan, Ghazali berusaha menghindar. Ternyata Agen C melemparkan belati ke arahnya, tapi dapat di tangkis menggunakan pistol yang sedang dipegang olehnya.
Ghazali kembali menyerang Agen C, kali ini menggunakan tangan kosong. Mereka saling menyerang dan menahan dalam waktu yang secara hampir bersamaan.
Agen C tidak menyangka kalau Ghazali bisa menyerang dan bertahan di waktu yang bersamaan. Selain itu dia juga mengakui kecepatan pergerakan lawannya. Juga kekuatannya dalam melakukan serangan.
Ghazali yang sering melakukan sparing bersama tim keamanan atau teman-teman di kelas taekwondo. Tidak mengalami kesulitan, saat Agen C menggunakan teknik dalam ilmu beladiri itu.
Agen C yang sudah mulai kelelahan, dan sudah banyak kehilangan darahnya. Memutuskan melawan Ghazali dengan menggunakan pistol kecil miliknya. Biasanya dia hanya menggunakan pistol kesayangannya itu disaat terjepit situasi keadaannya.
DOR …
Satu tembakan dilancarkan oleh Agen C ke arah tubuh Ghazali. Pelurunya itu mengenai perut Ghazali. Namun itu tidak berefek apa-apa kepadanya. Agen C sungguh sangat terkejut, karena serangan dadakan itu, tidak bisa menjatuhkan lawannya.
Ghazali tersenyum meremehkan kepada Agen C. "Uh, sayang sekali. Tembakan kamu tidak mempan kepadaku!"
Dalam detik yang sama, Ghazali pun menembakan pelurunya ke arah tangan kanan Agen C. Sampai pistol yang di pegangnya jatuh ke lantai.
"Ini baru serangan yang efektif!" Ghazali tersenyum senang ke arah Agen C, yang sedang mengerang kesakitan. Dia juga meringis sambil memegang tangannya yang terluka.
"Apa pakaian kamu itu baju Anti peluru?" tanya Agen C yang kini sedang menatap Ghazali.
"Ya, tentu saja. Kami tidak akan membiarkan para tim keamanan keluarga Hakim, pergi melawan musuh tanpa dibekali dengan perlengkapan yang lengkap. Untuk melindungi diri sendiri dan senjata yang digunakan untuk menyerang musuh," kata Ghazali dengan bangga.
"Ya, jangan diragukan lagi. Itu sudah menjadi rahasia umum. Kalau tim keamanan keluarga Hakim, mempunyai banyak perlengkapan yang canggih," balas Agen C dengan napas yang mulai memburu.
__ADS_1
"Agen C!" Hera melemparkan pistol miliknya kepada rekannya itu. "Tembak saja kepalanya!"
Hera memberi saran kepada Agen C, dalam melakukan serangan terhadap Ghazali. Supaya temannya itu bisa membunuh lawan di hadapannya.
"Silahkan saja! Serang aku dimana pun kamu mau," tantang Ghazali sambil tersenyum mengejek.
Dalam sekali gerakan, Ghazali menutupkan pelindung kepalanya, dan menembakan pelurunya ke arah perut serta dada Agen C. Sehingga musuhnya itu tidak diberi waktu untuk melakukan serangan kepadanya.
"Si al!" Hera mengumpat karena dia juga sekarang sudah di ambang batas kesadarannya. Melihat rekan satu timnya juga sama keadaannya.
Agen C jatuh ke lantai setelah mendapatkan dua peluru dari Ghazali di perut dan dadanya. Peluru tim keamanan keluarga Hakim, dirancang agar bisa tembus ke rompi anti peluru yang kualitasnya standar.
Meski musuh sudah memakai baju Anti peluru, kalau mendapat tembakan dari peluru Tim Keamanan Keluarga Hakim tetap akan tembus. Seperti Agen C saat ini. Dia sebenarnya sudah melindungi dirinya dengan baju Anti peluru.
Kini Agen C dan Hera sudah tidak sadarkan diri. Maka keduanya di obati luka-lukanya dan di masukan ke dalam ruang rawat dengan tangan dan kakinya di pasangi borgol ke brankar pasien.
*******
Sementara mayat Agen D, dibawa oleh Tim Keamanan yang tadi di hubungi oleh Bagaskara. Mereka akan membawanya ke Rumah Sakit Harapan.
Michael yang sudah banyak kehilangan darah, akibat tembakan yang mengenai tubuhnya. Saat ini membutuhkan banyak darah untuk transfusi. Apalagi golongan darahnya O negatif.
Bagaskara menghubungi Rumah Sakit Harapan, agar secepatnya mengirimkan dua labu darah golongan O negatif ke rumah sakit tempat Michael mendapatkan perawatan. Untungnya di Rumah Sakit Harapan ada komunitas daftar orang-orang yang memiliki golongan darah O negatif. Jadi akan mudah saat salah seorang dari mereka membutuhkan transfusi darah.
*******
Sore harinya Husna dan Selena menjenguk Bintang dan Luna secara bergantian. Mereka juga merasakan kesedihan atas apa yang menimpa sahabatnya.
Luna hanya bisa menghubungi Bintang lewat video call. Saat ini dia belum bisa menggunakan kakinya, karena luka yang dideritanya.
Sementara Husna menemai Bintang. Dia yang sudah menjadi seorang ibu, memberikan nasehat kepada Bintang, sebagai sahabatnya. Husna juga memberikan semangat kepada Bintang, agar tidak bersedih lagi.
__ADS_1
Sedangkan Selena menemani Luna. Mereka berempat melakukan video call. Saling bercanda dan berbagi cerita perasaan mereka saat ini.
*******
Satu Minggu kemudian …
Bintang kini sudah kembali ke mansion Hakim. Cantika dan Aurora juga ikut tinggal di sana. Walau Bintang sudah bilang kondisinya dalam keadaan baik. Mama dan mertuanya tetap bersikukuh ikut tinggal bersama Bintang, agar bisa mengawasi kondisinya.
Bintang dan Ghazali juga sudah merelakan bakal calon anak mereka. Kini keduanya fokus untuk kesehatan Bintang dahulu, baru membuat program bayi lagi.
Langit dan Angkasa juga ikut tinggal di mansion itu selama satu Minggu ini. Saking posesifnya mereka ke Bintang, kedua saudaranya itu tidur menemani Bintang. Kelakuan mereka berdua malah membuat Ghazali gemas. Ujung-ujungnya mereka berempat tidur di satu kamar. Bintang dan Ghazali tidur di ranjang sedang kedua saudaranya tidur di kasur lantai.
Michael kini sudah lebih baik kondisinya. Dia juga dirawat di ruang VVIP, di sebelah ruang Luna. Kini keduanya jadi semakin dekat, dan menjalani perawatan bersama-sama. Sepertinya panah Dewi Asmara sudah menancap di hati Michael. Kegigihan Luna untuk menaklukan hati Michael, membuat pria paruh baya itu luluh juga akhirnya.
Selena masih gencar mengincar cintanya Aria. Dia selalu menyempatkan dirinya untuk mengajak makan siang bersama. Kadang juga menghabiskan waktu akhir pekan dengan jalan-jalan bersama. Walau Aria tidak membuat jarak dengan Selena, tapi hatinya masih milik Bintang. Sulit baginya menghilangkan rasa cinta yang sudah lama bertahta di hatinya itu. Jadi Selena harus pantang menyerah untuk mendapatkan Aria.
Sementara para Agen yang ditangkap oleh Tim Keamanan Keluarga Hakim. Kini mereka di penjara di markas khusus tahanan yang ditangkap oleh Tim bentukan Khalid itu. Penjara yang memiliki penjagaan yang sangat ketat, dan pertahanan yang kuat. Sehingga keamanan di sana dapat dijamin. Tidak bisa sembarangan orang yang punya akses ke tempat itu.
*******
SEASON BINTANG TAMAT.
LANJUT KE BAGIAN LANGIT.
SAMPAI JUMPA DI SEASON SELANJUTNYA.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
__ADS_1
TERIMA KASIH.