Trio Kancil

Trio Kancil
#LANGIT 51


__ADS_3

    Tembakan dari Shin Kishimoto menandai dimulainya pertempuran Yakuza antara  kelompok Tora melawan kelompok Taiga. Peluru saling berterbangan di sana. Tidak ada yang mau mengalah.


Langit melepaskan tangan dari tali yang mengikatnya, dengan sangat mudah. Setelah itu dia ikut melawan orang-orang yang ada di dekatnya.


  Langit menyerang musuh yang ada di dekatnya. Lalu merampas pistol yang ada di tangan musuh. Berbekal pistol rampasan Langit mulai menyerang kelompok Taiga.


     Suzuki juga sudah bisa melepaskan dirinya dari ikatan, dan melakukan hal sama seperti Langit. Dia merebut pistol musuh, kemudian menembaki orang yang berusaha menyerangnya.


     Almahira bingung dia harus apa? Apalagi tangannya masih terikat. Akhirnya dia memilih untuk bersembunyi di dekat salah satu mobil yang ada didekat sana.


    Hikari memunguti pistol yang terjatuh dari musuh yang sudah mati atau pingsan. Dia pun melemparkan pistol itu ke arah Langit atau Suzuki yang kehabisan peluru.


     Langit yang panik karena tidak melihat Almahira, berteriak memanggil nama istrinya itu. Suara Langit melebur di antara bunyi letusan pistol yang saling bersahutan. Matanya beredar kesana-kemari mencari sosok Almahira.


"Ayang!" teriak Almahira.


     Langit yang samar-samar mendengar suara Almahira. Membalikkan badan dan terlihat istrinya di dekat mobil itu melambaikan tangan. Langit merasa lega saat melihat sosok bidadari dunia miliknya dalam keadaan baik-baik saja.


     Maka Langit bergeser posisinya mendekati tempat Almahira berlindung dari gempuran peluru dari kedua kubu Yakuza yang sering berseteru itu.


    Kelompok Taiga sudah hampir terdesak karena sudah kalah jumlah dan banyak yang menjadi korban dari pihaknya. Namun, keadaan itu tidak berlangsung lama karena ada bala bantuan dari kelompok Yakuza Inu. Salah satu kelompok Yakuza yang ada di Tokyo.


     Shin dan Akira tidak menyangka akan ada bala bantuan dari kelompok lain. Shin tidak mau terjadi banyak korban dari pihaknya. Makanya dia akan menggunakan senjata rahasia miliknya.


    Langit dan Suzuki sangat terkejut saat kedatangan rombongan baru yang membawa banyak anggotanya. Sekarang yang jadi peserta pertempuran di sana adalah kelompok Taiga dan Inu melawan kelompok Tora.


"Langit sama, kita sebaiknya menjauh dari sini!" ajak Suzuki.


"Ya, aku rasa itu ide yang baik. Kita harus selamatkan Almahira dan Hikari!" Langit menyetujui ajakan Suzuki.


*******


     Almahira dan Hikari yang sedang bersembunyi, di dekat mobil. Dikejutkan oleh kedatangan Toyota Eiji, secara diam-diam.


"Toyota sensei!" Pekik kedua gadis itu karena terkejut.


"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya Toyota Eiji sambil berbisik.


"Tadi kami dikejar-kejar oleh kelompok Yakuza Taiga!" Hikari bercerita dengan menggebu-gebu.

__ADS_1


"Apa kalian tahu ini area yang sangat berbahaya?!" Toyota Eiji agak membentak.


"Bukan keinginan kami untuk ada di sini!" balas Hikari.


"Ya sudah. Ayo, ikut sensei!" ajak Toyota Eiji menunjuk kepada sebuah mobil kesayangannya yang terparkir nggak jauh dari sana.


     Hikari dan Almahira pun mengikuti Toyota Eiji, masuk ke mobil dan meninggalkan area berbahaya itu. Tanpa kedua gadis itu sadari justru pergi dari sana, malah mengantarkan mereka ke jurang kematian.


*******


     Langit melihat Almahira dan Hikari masuk ke dalam sebuah mobil mewah, yang tidak asing, baginya. Langit sangat terkejut saat melihat ada Toyota Eiji, bersama mereka.


"Suzuki san, gawat! Almahira dan Hikari, sudah pergi!" Teriak Langit berlari sambil memanggil kedua nama gadis itu, dan mencoba untuk menghentikan laju mobil yang sudah melesat jauh meninggalkan dirinya.


"Akh! Si al!" Teriak Langit kesal sambil menendang udara.


"Ada apa Langit sama?!" Suzuki yang dari tadi sibuk menembaki musuh tidak terlalu fokus mendengar apa yang sudah dikatakan oleh Langit.


"Toyota Eiji, membawa Almahira dan Hikari. Menggunakan mobil miliknya!" Langit berkata sambil matanya berkeliling mencari mobil yang bisa digunakan untuk mengejar mereka.


"Akh! Kenapa jadi begini! Aku belum bilang apa-apa tentang Toyota Eiji, kepada Hikari." Suzuki Hoshi merutukinya sambil berlari mengikuti Langit.


*******


     Keadaan itu malah membuat Langit, semakin marah. Namun, marahnya hilang saat melihat siapa orang yang ada di dalam mobil itu.


"Jangan pergi ke medan perang, tanpa membawa perlengkapan tempur!" Suara yang dia harapkan benar-benar datang.


"Kak Angkasa!" teriak Langit.


"Ini, ambil!" Suara saudara perempuannya membuat Langit tersenyum semakin lebar.


"Aku senang kalian datang." Langit menangkap satu tas kecil untuknya dan Suzuki juga dikasih sama Angkasa.


     Langit dan Suzuki mengganti baju mereka dengan baju Anti peluru, yang dibuat secara khusus dari bahan yang lentur sehingga nyaman saat dipakai. Senjata andalannya pun kini tersimpan dia dalam saku baju.


"Aku akan mengejar Almahira dan Hikari yang dibawa oleh Toyota Eiji!" Kata Langit dan menghidupkan kembali mesin mobilnya.


"Semoga berhasil. Kami akan membantu Paman Akira di sini dulu. Aku sudah menarik para tentara bayangan, agar ikut membantu." Lanjut Angkasa.

__ADS_1


"Bagus, Kak!"


"Kamu harus hati-hati. Jangan sampai lengah!" Angkasa mengingatkan Langit.


"Kak Bintang, mau ikut denganku?!" tanya Langit menghadap pada Bintang.


"Aku selesaikan dulu yang di sini. Nanti kita menyusul!" teriak Bintang.


*******


     Langit dan Suzuki Hoshi pun berangkat mengejar mobil Toyota Eiji. Mereka berdua mengandalkan GPS yang dipasang di liontin Hikari dan cincin kawin Almahira.


     Titik yang menunjukkan kedua orang itu bergerak menuju ke Laboratorium Matsumoto. Maka Langit pun melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.


     Saat di tengah perjalanan, ada dua mobil yang mengikuti mereka. Saling tabrak dan kejar pun tidak bisa dielakkan lagi. Langit yang sedang merasa kesal langsung memepet mobil yang di sampingnya, sampai bergesekan dengan pembatas jalan dan akhirnya terlempar dari jalan tol, sehingga jatuh ke sungai yang berada di bawahnya.


     Sedangkan Suzuki Hoshi, mengurus mobil yang satunya lagi. Dia menembak ban mobil itu sampai kehilangan arah kemudinya. Akhirnya mobil itu malah menabrak pembatas jalan, setelah berputar beberapa kali karena kehilangan kendali.


"Suzuki san, apa semua sudah selesai! Tidak ada yang mengikuti kita lagi?!" tanya Langit yang masih fokus akan kemudinya karena dia melajukannya dengan kecepatan tinggi.


"Sudah berhasil aku atasi mobil yang satunya. Dan sepertinya, tidak ada lagi yang mengikuti kita!" jawab Suzuki, sambil melihat ke arah belakang. Mungkin saja masih ada mobil musuh yang mengikuti mereka.


"Syukurlah. Sebaiknya kita jangan lengah, apalagi sama orang-orang yang memiliki sifat licik dan pengecut, yang sukanya berada dibalik layar." Langit benar-benar marah karena Almahira yang tidak tahu apa-apa jadi terseret.


*******


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Angkasa, dan Bintang sudah datang dan ikut bergabung. Bagaimana aksi si Trio Kancil kali ini?


Tunggu kelanjutannya ya.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2