Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 20


__ADS_3

Aria berbaring di kasurnya yang mewah dan empuk, mencoba menghilangkan kekesalan dalam dirinya. Dia sudah berganti posisi berbaring beberapa kali. Tetapi tetap saja belum hilang rasa kesal di dadanya.


     Akhirnya dia bangun dan menyambar kunci motornya. Mau memdatangi orang yang sudah membuatnya kesal, siapa lagi kalau bukan Arga.


     Hampir dua puluh menit waktu yang diperlukan oleh dirinya sampai ke rumah Omnya, tempat tinggal Arga.


" Eh sayang tumben main kemari, ada apa ? " Anita menyambut kedatangan keponakannya saat Aria masuk ke rumah. 


" Mau ketemu Kak Arga, Tante ", katanya sambil mencium tangan Tantenya itu.


" Oh, Arga ada tuh lagi dikamarnya ", jelas Tante Anita.


" Kalau gitu, Aria keatas dulu ya , Tante ", pamitnya.


     Aria masuk ke kamar Arga setelah diperbolehkan masuk.


" Kak, apa - apa sich tadi !?. Ngebongkar identitas Aria ", Aria berbicara dengan nada kesal.


" Emangnya kenapa ? " Arga merasa nggak bersalah.


" Kakak tahu nggak, kalau Aria disana lagi coba PeDeKaTe sama wanita yang Aria sukai ! " Aria menjelaskan.


     Arga yang mendengarkan sambil mengancingkan kemejanya malah tertawa keras. Tak menyangka bahwa adik sepupunya itu lagi jatuh cinta.


" Hahaha....sorry nggak tahu ",  jawabnya masih sambil tersenyum.


" Kayaknya dia jadi ilfil sama Aria. Karena ketahuan berbohong ?! ", Aria gemas ingin mukul saudaranya itu yang masih saja tertawa.


" Emang siapa orangnya ? Nanti Kakak yang akan bicara yang baik - baik tentang kamu !? ", Rayu Arga agar saudaranya itu nggak ngambek lagi.


" Tok !!! "


" Tok !!! "

__ADS_1


 " Masuk..." Kata Arga sambil merapihkan penampilannya.


" Mas Arga disuruh Nyonya cepat turun, itu tamunya sudah datang ", kata pembantunya memberi tahu.


" Iya Mbok, saya turun sekarang ", kata Arga sambil tersenyum pada wanita paruh baya yang sudah lama mengabdi, bekerja pada keluarganya itu.


" Pantesan sudah berpenampilan rapih begitu. Ternyata mau ada tamu ", Aria menggoda Arga.


" Mau ketemuan sama calon istri sama calon mertua, ya ?! " Aria masih saja menggoda Arga sambil berjalan di sampingnya.


" Enak aja, Itu tamu Papi. Tapi Papi mau aku juga ikut makan malam bersama ", kata Arga sambil mencubit pipi Aria keras karena gemas. Dan Aria pun memekik kesakitan.


     Dilihatnya tamu yang sedang duduk di sofa, ada tiga orang. Arga dan Aria pun memberi salam kepada mereka.


" Nah ini anak kami, Arga ", Andi memperkenalkan Arga pada tamunya itu. 


" Arga ini tuan Budiono dan Nyonya Dewi. Sedangkan gadis cantik ini namanya Anggit ", Andi mengenalkan tamunya itu.


     Arga hanya tersenyum basa - basi, akhirnya dia tahu apa yang sedang direncanakan oleh Papinya itu. Pantas saja tiba - tiba Papinya meminta pulang dirinya untuk makan malam bersama. Ini bukan pertama kalinya, Papinya mengundang temannya bersama anak gadisnya, makan malam bersama dan akhirnya akan ada acara perjodohan. Walau sampai sekarang Arga bisa menggagalkan perjodohan itu.


" Iya, Pih. Cocok sesuai kriteria Anggit ", balas Dewi.


     Anggit hanya tersenyum tersipu malu, mendengar godaan yang diucapkan kedua orang tuanya. Reaksi malu - malu Anggit mengundang tawa kedua pasang suami istri yang hendak menjodohkan mereka.


" Maksudnya ini apa ya Pih ?! ", Tanya Arga pada Andi.


" Kami akan menjodohkan kalian berdua. Dan rencana pesta perjodohannya dua Minggu lagi ", jawab Andi sambil melihat ke arah Arga.


" Tunggu, Pih. Kenapa Arga nggak tahu soal semua ini ! " , Arga sungguh kecewa sama Papinya itu.


" Itu karena selalu terlalu sibuk, sehingga tidak memikirkan pernikahanmu ", Andi hanya beralasan.


'' Ingat umur kamu itu sudah matang. Saatnya membina Rumah Tangga ! ", kata Andi lagi.

__ADS_1


" Arga kan sudah dari dulu bilang mau menikahi Cantika. Tapi Papi selalu saja menolak dan tidak mau memberi restu !! ", Arga mulai gusar.


     Mendengar penuturan Arga, tentang ungkapannya ingin menikahi Cantika. Membuat Aria terkejut. Ternyata wanita yang selama ini dicintai oleh kakak sepupunya itu adalah Cantika. Arga sering cerita kalau Om Andi tidak merestui hubungannya dengan kekasihnya itu.


     Lain lagi dengan keluarga Budiono, mereka sudah tahu perihal Arga mempunyai kekasih. Tapi apa boleh buat saat sang anak kesayangan mereka bilang telah jatuh cinta pada pengusaha muda yang bermana Arga Mahendra Darmawangsa.


     Disaat perusahaan milik Andi mengajukan proposal kerja sama pada Budiono, maka di manfaatkan oleh Anggit. Pihak mereka mau bekerja sama dengan syarat, Arga dijodohkan dengan Anggit.


     Andi pun berdiskusi dengan Anita, sang istri. Tanpa melibatkan Arga disana, karena mereka tahu Arga pasti menolak ya. Akhirnya mereka sepakat untuk menjodohkan keduanya.


" Arga tadi kamu lihat sendirikan laki - laki yang menghamilinya sudah datang. Biarkan mereka bersama, dengan anak - anaknya itu " , jawab Andi nggak mau keinginannya dibantah.


" Nggak, Pih. Pokoknya Arga nggak mau melakukan perjodohan ini ", Arga menatap kedua orang tuanya dengan perasaan terluka.


Arga berpikir kenapa Papinya selalu berusaha menjodohkan dia dengan orang lain. Jelas - jelas dia sudah punya wanita yang menjadi tambatan hatinya. Kalau mereka ingin Arga cepat - cepat menikah, seharusnya restui saja hubungannya dengan Cantika. Dengan begitu Arga dengan suka cita akan segera menikah.


" Arga, Anggit adalah perempuan baik - baik. Om bisa jamin itu ", Budiono seolah - olah sedang mempromosikan anak gadisnya itu.


" Iya, nak. Anggit bisa menjadi istri yang membanggakan bagi dirimu ", kali ini Dewi yang berbicara.


" Arga nggak tahu atau mengenal Anggit. Apa dia bisa menjadi istri yang baik dan membanggakan buat Arga ?!",


" Iya, nak. Makannya kalian bertunangan terlebih dahulu biar saling kenal. Tante yakin kamu pasti akan jatuh cinta sama Anggit kalau sudah mengenalnya ", Dewi begitu membanggakan putrinya.


" Putri Om adalah lulusan universitas di Amerika dengan nilai kelulusan terbaik. Dia bisa membantumu untuk menjalankan perusahaan nantinya ", Budiono memberitahu keunggulan putrinya.


" Maaf Om, Tante. Arga mencari istri bukan yang bisa diajak menjalankan perusahaan. Tetapi Arga mencari istri yang menurut dan hormat pada suami ", Arga hanya beralasan.


Karena pada kenyataannya Arga hanya ingin menikahi wanita yang sangat di cintanya. Arga punya penilaian sendiri wanita yang seperti apa yang begitu pantas untuk menjadi istrinya. Dan semua yang ada di diri Cantika, Arga menyukainya.


Arga melihat Anggit, yang masih terdiam duduk di samping orang tuanya. Arga dapat menilai kalau Anggit adalah tipe wanita karir yang ambisius dan bisa meraih semua keberhasilan yang ingin diraihnya. Dengan penampilannya yang elegan, wajahnya yang cantik, Anggit bisa menggaet laki - laki yang disukainya. Tapi tidak dengan Arga, Anggit bukanlah tipe wanita yang disukainya dan wanita yang bisa diajak sama - sama dalam mengarungi bahtera rumah tangga.


" Pokonya, suka tidak suka, mau tidak mau. Kita akan menjodohkan kalian berdua ", Kata Andi dengan nadanya yang tegas.

__ADS_1


     Dengan perasaan marah Arga pergi keluar rumah melajukan mobil dengan cepat. Aria pun menyusul mengikutinya dari belakang. Takut terjadi hal yang tidak diinginkannya.


\* \* \* \* \* \* \*


__ADS_2