Trio Kancil

Trio Kancil
#ANGKASA 19


__ADS_3

     Angkasa membuat sarapan bersama Paris. Atau lebih tepatnya Angkasa yang memasak dan Paris yang asik memeluk tubuh suaminya dari belakang. Pembicaraan mengenai masa depan pun sedang mereka bicarakan. Apalagi mengenai tentang Chelsea. Itu diputuskan, bahwa mereka akan membesarkan dan melindunginya bersama-sama.


"Honey, coba ini kurang apa?" Angkasa mengambil satu sendok nasi goreng yang sedang diolahnya.


"Hm, enak! Darling, pokoknya semua masakan kamu itu aku suka," kata Paris setelah mencicipi nasi goreng buatan Angkasa.


"Aneh, kenapa aku merasa selalu hambar, ya?" Angkasa menggelengkan kepalanya.


"Kenapa Darling? Apa kamu sakit, sehingga Indra perasa kamu bermasalah?" tanya Paris panik karena Angkasa merasa ada yang aneh dengan indera perasa ya.


"Hm, entahlah." Angkasa memasang wajah sendu.


"Coba sini, aku periksa!" Paris memeriksa kening Angkasa. "Nggak panas kok?"


"Tapi, mulutku berasa nggak enak," kata Angkasa meyakinkan.


"Kenapa bisa begitu? Apa kita periksa ke dokter sekarang?" Paris mulai panik matanya berkaca-kaca.


"Kata orang ada satu cara untuk bisa mengobatinya," lanjut Angkasa.


"Apa itu?" tanya Paris.


     Angkasa langsung menarik tubuh Paris, sehingga menempel tidak ada jarak dan menahan tengkuknya. Kemudian, dia memiringkan kepalanya dan mencium bibir Paris dengan sangat lembut kemudian menuntut terus ciuman panas penuh gairah mereka lakukan. Baik Angkasa ataupun Paris menikmati saat-saat mereka bercumbu. Angkasa pun tangannya mematikan dulu kompornya. Setelah merasa puas, Angkasa baru melepaskan tautan bibirnya. Senyum kepuasan tercipta dari wajahnya yang selalu datar itu.


"Nah, sekarang aku mau mencoba masakan yang tadi dibuat!"


     Angkasa pun mengambil sendok dan mencoba nasi gorengnya. Satu suapan dia memulai mencoba mencicipi makanannya.


"Wah benar ternyata kalau mulut kita merasa tidak enak, obatnya ada pada ciuman istri." Goda Angkasa sambil mengedipkan sebelah mata dan itu membuat Paris malu dibuatnya.


"Darling, kamu membuat aku malu!" Paris malah memeluk tubuh Angkasa.


"Aduh Honey, apa yang tadi masih kurang," kata Angkasa, sambil tersenyum menggoda.


"Aku masih capai!" Paris akhirnya pergi menjauh dari Angkasa. Soalnya selepas subuh mereka meneruskannya lagi. Sampai waktu sarapan pun terlewat. Angkasa hanya bisa tertawa renyah melihat tingkah Paris yang malu-malu.


     Akhirnya mereka benar-benar makan nasi gorengnya yang tadi Angkasa buat. Apalagi Peter dan yang lainnya ikut nimbrung makan saat mengantarkan Chelsea yang menangis karena ingin bertemu Paris. Jadi, mereka makan nasi goreng dibagi-bagi.


*******

__ADS_1


     Brooklyn merasa aneh melihat penampilan Paris, yang kini berhijab. Terlihat semakin cantik dan anggun. Hanya saja cara berjalan Paris yang tadi sempat dilihatnya terasa aneh.


"Paris apa semalam kamu dan Angkasa tidur bersama?" tanya Athena yang menaruh curiga saat melihat tatapan kedua orang yang jadi topik pembicaraannya.


     Pertanyaan dari Athena membuat terkejut semua orang yang ada di sana. Wajah Paris dan Angkasa tentu jadi merah merona. Sedangkan, Peter dan Brooklyn justru sebaliknya, wajah mereka berdua pucat pasi.


     Angkasa pun berdeham untuk menghilangkan kegugupannya. Sementara, Paris memeluk Chelsea dan menyembunyikan wajahnya di balik punggung bayi satu tahun itu.


"Aku dan Paris sudah menikah!" Angkasa memberitahu.


"Apa!" Peter, Athena dan Brooklyn terkejut dengan ucapan Angkasa barusan.


"Iya, kita sudah menikah semalam," lanjut Paris dengan suaranya yang lembut dan pelan dan menunjukan cincin nikah mereka.


"Mama ... Papa!" Chelsea mencium pipi Paris kemudian menarik Angkasa dan mencium pipinya juga.


"Ah, kalau melihat begini, kalian memang pantas sudah seperti keluarga kecil yang lagi kawin lari karena ditentang hubungannya oleh para tetua keluarga." Kata Brooklyn sambil menatap iri kepada Angkasa dan Paris. Dia mau tidak mau harus menyerah untuk mendapatkan Paris sebagai pendamping hidupnya.


"Tunggu! Bagaimana kalian bisa menikah semalam?" tanya Peter penasaran karena selama ini Angkasa tidak pernah merencanakan sesuatu tanpa dia ketahui.


"Panjang ceritanya," jawab Angkasa.


"Iya, kalian harus menceritakan semuanya kenapa sampai kalian bisa menikah!" Brooklyn juga ikut memaksa keduanya bercerita. Dia masih tidak terima kalau Paris sudah menjadi milik Angkasa.


      Angkasa pun menceritakan kejadian hari kemarin dan sesekali ditimpali oleh Paris, bila Angkasa terlalu mendratisir ceritanya. Athena menatap kagum kepada Angkasa dan Paris. Mereka berani menikah di saat keluarganya sedang bersitegang.


     Peter mengacungkan jempolnya, senang akhirnya kisah cinta tuan mudanya dan nona parasit bisa bersatu. Peter menjadi saksi kisah cinta mereka semenjak masih anak-anak bau kencur hingga kini mereka sudah beranjak dewasa.


"Selamat Tuan dan Nona. Akhirnya, cinta kalian bisa disatukan dalam ikatan pernikahan." Peter mengulurkan tangan kepada Angkasa. Angkasa pun menyambutnya kemudian memeluk tubuh pengawal setianya.


"Terima kasih. Kamu juga mau sampai kapan, akan diam-diam terus. Kejar dia sampai hatinya jadi milikmu! Dia gadis istimewa, lakukan dengan cara yang benar!" Angkasa selalu mendukung Peter untuk mengejar cinta Madina. Bahkan dia juga memulai belajar agama Islam. Hidupnya yang selalu berada di kubangan masa lalu yang suram. Kini merasa punya harapan, untuk mencari cahaya kebahagiaan dalam hidupnya.


"Iya Tuan. Aku akan melakukan dengan sebaik-baiknya. Aku tidak akan menyerah," balas Peter.


"Hai, hot Daddy. Kamu menikah saja sama aku!" ajak Athena yang lebih suka sama laki-laki dewasa daripada laki-laki muda seumuran dengannya.


"Maaf, Athena aku sudah punya orang yang aku cintai!" Peter menolak ajakan Athena.


"Kamu jahat! Padahal aku suka kamu dari dulu. Aku kira sebelumnya kalau kalian itu pasangan penyuka sesama jenis. Setelah tahu kalau kalian laki-laki normal. Aku mulai mengincar kamu," kata Athena dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Tuh, ada Brooklyn. Dia masih single. Kalian sangat cocok." Peter menunjuk pada Brooklyn.


"Nggak mau!" kata Athena dan Brooklyn bersamaan.


"Hah. Terserah kalian!" Peter pun menjauh dari mereka.


*******


     Setelah makan bersama, Angkasa kedatangan Bintang, Ghazali, Langit dan Almahira ke apartemennya. Suasana semakin ramai, sehingga mereka memutuskan untuk bermain di taman terdekat. Apalagi Bintang sangat menyukai Chelsea. Jiwa keibuan Bintang bangit, jika sedang bersama anak kecil. Anaknya Fatih dan Mentari yang masih bayi, juga suka dia bawa, atau dia asuh.


     Bintang dan Ghazali bermain kejar-kejaran dengan Chelsea yang tertawa riang. Angkasa dan Langit senang kalau Bintang sudah tidak tenggelam dalam kesedihannya. Setelah dulu sempat keguguran. Kini, dia sedang menjalani program kehamilan. Apalagi kuliah S2nya juga sudah selesai. Mau lanjut ke S3, Bintang ingin punya anak dahulu.


"Aku senang melihat Bintang, bisa cepat bangkit lagi setelah kejadian itu. Dan melihatnya bisa tertawa bahagia lagi," kata Angkasa.


"Iya, dia hebat sudah bisa menerima dengan ikhlas, kehilangan anaknya." Langit dulu juga ikut bersedih saat Bintang kehilangan bayi dalam kandungannya.


"Apa kamu tahu kalau Bintang sering buat ulah di sana?" tanya Angkasa. 


"Iya. Apalagi kalau bukan, buat Om Fatih dan Tante Mentari sering kelimpungan mencari bayinya yang selalu dibawa pergi sama Bintang." Langit dan Angkasa tertawa lepas saat sering mendengar aduan Bintang yang sering dihukum sama Ghazali karena sering bawa bayi kakak iparnya jalan-jalan atau dibawa ke mansion utama keluarga Hakim.


"Angkasa!" Teriakan dari seorang yang diseganinya terdengar di tengah-tengah taman yang masih sepi.


*******


Siapa yang memanggil Angkasa, ya?


Bagaimana kelanjutan kisah Angkasa dan Paris, ditengah-tengah konflik keluarga?


Tunggu kelanjutannya ya.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.


Dukung karya teman aku ya!

__ADS_1



__ADS_2