Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 79


__ADS_3

" Saya terima nikahnya dan kawinnya Cantika Safira Abdulmalik binti Yusuf Abdulmalik, dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai."


" SAH "


" SAH"


     Alex dengan lancar mengucapkan qobul-nya, begitu Erlangga selesai mengucapkan ijab-nya.


      Sesuai yang telah disepakati bersama, akhirnya proses ijab qobul diselenggarakan di masjid Faturrahman yang dulu didirikan oleh Kakek canggah-nya Cantika. Masjid ini mempunyai dua lantai. Lantai pertama tempat sholat laki - laki. Dan lantai dua tempat sholat perempuan. Saat proses pengucapan ijab qobul tadi semua laki - laki duduk dilantai satu dan semua perempuan dilantai dua. Cantika menyaksikan semua proses ijab qobul-nya dari lantai atas. Hatinya bergetar saat pengucapan ijab qobul berlangsung. Dan air mata bahagianya meluncur di pipinya yang mulus, begitu kata SAH menggema. Untaian do'a untuk pengantin pun terucap dengan syahdu, dan mengena di hati semua orang yang menyaksikan hari bersejarahnya Alex dan Cantika.


     Setelah selesai semuanya, Cantika diapit oleh Sinar dan Aurora dibawa menuju pengantin pria, yang kini telah sah menjadi suaminya. 


" Selamat Al, kini kamu yang bertanggung jawab segala sesuatunya atas diri Cantika." Kata Aurora sambil memeluk Alex.


" Terima kasih, Mah. Do'a kan Al, mudah - mudahan Al mampu menjadi suami yang dapat menjaga dan membimbing istri Al." Kata Alex penuh haru.


" Alex sekarang Cantika telah menjadi tanggung jawab mu. Tolong jangan sakiti dia. Baik hatinya maupun fisiknya." Kata Sinar.


" Bibi Sinar, do'a kan Alex mudah - mudahan selalu bisa membahagiakan dan memberikan segalanya yang terbaik buat istri Al."


     Kini Alex dan Cantika saling berhadapan, terlihat jelas pancaran kebahagiaan di raut wajah mereka. Senyum Alex tak pernah lepas dari wajahnya. Begitu juga dengan Cantika, senyuman indahnya menambah kecantikan yang dipancarkan oleh wajahnya.


     Cantika memakai gamis pengantin rancangan Gaya yang berwarna putih suci, dan kerudung lebarnya menutupi sampai perutnya. Riasan hasil karya Christina, diwajahnya tidak berlebihan. Sehingga menonjolkan kecantikan alami dari wajahnya. Di atas kepalanya terpasang Tiara yang berukuran sedang, dan membuatnya menjadi Ratu satu hari.


     Sedangkan Alex memakai setelan Koko berwarna putih suci, rancangan Gaya juga yang merupakan pasangan dari gaun pengantin yang dipakai Cantika.


" Honey sekarang kamu telah sah dan menjadi istriku." Kata Alex dengan suaranya yang rendah dan lembut.


" Terima kasih, karena telah menjadikan aku seorang istri bagimu, Sayang." Suara lembut Cantika terasa mengalun indah di telinga Alex.


     Kemudian Alex melangkahkan kakinya makin mendekat pada Cantika. Dan meletakan kedua tangannya di samping kepala Cantika. Dan mengucapkan do'a yang kemudian di aamiin kan oleh Cantika. Kemudian Alex meniup ubun-ubun Cantika.


     Kedua mata mereka saling adu pandang sesaat. Cantika mencium tangan Alex dengan takzim, kemudian Alex mencium kening Cantika penuh rasa sayang.


\* \* \* \* \* \* \*



Setelah acara ijab qobul selesai, para tamu undangan menikmati hidangan yang tadi telah di buat oleh Aurora dan para koki yang ada di mansion ayah mertuanya dan koki dari Hotel milik Fatih. Di samping masjid dibangun juga gedung pertemuan. Yang sering dijadikan tempat pertemuan untuk haji dan umrah. Kadang juga untuk resepsi pernikahan.


    Cantika kini duduk dipelamian berdampingan dengan Alex. Gedung itu dihias dengan sederhana tapi manis. Dalam waktu dua jam Fatih dan Ghazali beserta tim-nya memindahkan dekorasi hiasan yang tadi telah selesai di pasang di halaman mansion ke gedung pertemuan itu.

__ADS_1


" Aku sungguh bahagia hari ini" kata Alex sambil tersenyum lebar dan memandang wajah Cantika yang terus merona sepanjang acara hari ini.


" Apa kamu juga bahagia, Honey?" tanya Alex.


" Ya, tentu saja aku bahagia. Akhirnya aku dan kamu bisa bersatu dalam ikatan yang halal." jawab Cantika dengan suara lembutnya dan rona diwajahnya masih setia menghiasi wajahnya.


" Honey, kamu sangat cantik sekali,kalau malu - malu begitu" Alex tidak bisa lama - lama mengalihkan pandangan dari istrinya itu. Alex menyentuh wajah Cantika, dan mengusapkan ibu jarinya.


     Cantika yang mendapat pujian dari suaminya, merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dan berbunga - bunga hatinya. Sehingga Cantika jadinya salah tingkah dibuatnya.


" Sayang apa kamu mau makan ?" Cantika mencoba menghilangkan kegugupannya.


" Apa kamu lapar, Honey?" Malah balik Alex bertanya.


" Kita makan sepiring berdua, ya ?!" Ajak Alex.


" Baiklah, tunggu sebentar. Aku bawakan dulu makanannya." Cantika hendak berdiri, tapi Alex mencegahnya.


" Tidak Honey. Biar aku saja yang bawakan," kata Alex.


     Sebenarnya Alex melihat Arga dan Langit sedang mengambil makanan di stand yang menyajikan berbagai menu makanan berat. Alex merasa ini kesempatannya bicara dengan Arga.


" Papa !" Langit langsung memeluk pinggang Alex.


" Hai jagoan, Papa!" Alex membukukan badannya dan memeluk Langit. 


" Ada apa?" Tanya Arga.


" Aku mau menawarkan kerjasama dengan mu. Kalau kamu tertarik datanglah ke mansion keluarga Hakim." Kata Alex.


" Ini bagus buat mu. Kalau kamu mau mengembangkan usaha ketingkat mancanegara." Lanjut Alex.


" Kenapa kamu ingin membantuku ?" Tanya Arga.


" Ini sebagai ucapkan terima kasihku padamu karena telah menolong orang yang aku cintai." Jelas Alex.


" Aku ikhlas melakukannya," kata Arga.


" Kalau gitu Langit kasih hadiah lagi. Om mau ?" Tanya Langit.


" Apa hadiahnya?" Arga tersenyum mendengar Langit.

__ADS_1


" Tunggu dulu. Tante Gaya....!!!" Teriak Langit.


     Gaya yang sedang bersama Bintang dan Angkasa memalingkan wajahnya ke arah Langit. Dan melihat Langit melambaikan tangannya. Gaya pun datang menghampiri Langit yang sedang bersama Alex dan Arga.


" Ada apa Langit ?" Tanya Gaya begitu sampai.


" Om Arga mau nggak menikah sama Tante Gaya?" 


      Pertanyaan Langit itu mengundang reaksi terkejut dari ketiga orang dewasa itu. Terutama Gaya yang baru saja sampai disana, sampai menganga mulutnya.


" Langit kamu sadar dengan yang barusan kamu katakan?" Tanya Gaya begitu dia tersadar dari rasa terkejutnya.


" Tentu saja, Tante. Kan tinggal Tante Gaya sama Om Arga yang belum punya jodoh!" Kata Langit lagi.


" Jadi kita jodohkan saja kalian," kata Langit lagi yang membuat tekanan darah Gaya naik.


" Aduh ini bocah kalau ngomong, semaunya sendiri." Gaya sampai mengurut - urut keningnya yang terasa pusing.


     Berbeda dengan Gaya. Alex malah tertawa lepas mendengar penuturan anak kesayangannya. Dan tentu saja itu malah mendapatkan tatapan tajam dari Arga.


" Siapa tahu kalian itu berjodoh," kata Cantika yang baru saja sampai menghampiri mereka.


" Honey, maaf. Aku lupa bawa makanannya. Dan malah asik ngobrol." Kata Alex.


" Cantika, sejak kapan anakmu menjadi tukang biro jodoh ?" Tanya Gaya.


" Hmmm kayaknya sejak mereka mulai menjodohkan aku dengan Alex. Terus Christina dengan Mark, Willi dengan Mentari, dan A dengan Ana pekerja di cafe ku. Wah lumayan banyak juga, ya." Kata Cantika menghitung dengan jarinya yang lentik.


" Aku sampai merinding dibuatnya," kata Gaya.


\* \* \* \* \* \* \*


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA.


KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS.


TERIMA KASIH.


 

__ADS_1


__ADS_2