Trio Kancil

Trio Kancil
#ANGKASA 15


__ADS_3

     Angkasa dan Paris memutuskan untuk makan malam bersama di restoran mewah yang memiliki fasilitas dan layanan number one. Paris tentu berdandan dengan sangat cantik dan memakai gaun yang sangat indah. Rambut panjangnya di gerai dan diberi hiasan jepitan rambut. Sebelum berangkat, Paris menitipkan Chelsea kepada Peter dan Athena.


     Angkasa berpenampilan casual, meski begitu dia masih terlihat tampan. Celana joger dan kaos serta jaket yang dia kenakan malam ini. Angkasa sengaja berangkat terlebih dahulu. Agar mereka tidak menggunakan kendaraan yang sama.


     Restoran yang dipilih oleh Angkasa memiliki room private. Dia tidak ingin pembicaraan pentingnya ada yang mendengarkan. Angkasa akan membicarakan semua yang mengganjal dalam dadanya kepada Paris.


     Sudah terlambat hampir lima belas menit dari jadwal yang dijanjikan. Angkasa masih menunggu Paris. Maka dia pun menelpon karena merasa sangat khawatir. Angkasa semakin cemas saat Paris tidak menjawab panggilannya.


     Pintu pun terbuka, menampilkan sosok gadis cantik sempurna. Berpenampilan elegan dan senyum hangat menghiasi wajahnya. Angkasa terpana saat melihat penampilan Paris malam ini. Jantungnya pun berdetak dengan sangat cepat. Paris itu sudah cantik meskipun tidak memakai make up, tetapi kini,, dia berdandan walau hanya dengan bedak dan lipstik yang berwarna natural.


"Maaf, aku terlambat," kata Paris dengan nada penyesalan.


"Ya. Kamu tidak apa-apa 'kan?" tanya Angkasa.


"Iya. Hanya saja tadi ada gangguan sedikit."


"Tapi, kamu tidak apa-apa?"


"Ya, aku baik-baik saja," jawab Paris.


     Keduanya pun memilih makan malam dahulu. Setelah menyantap semua hidangan yang disajikan sampai habis. Angkasa pun memilih langsung ke pokok permasalahan mereka.


"Paris, apa kamu tahu kalau Papa aku sama Daddy kamu saat ini sedang ada dalam masalah yang agak rumit?" tanya Angkasa.


     Mendengar ucapan Angkasa barusan, membuat wajah Paris, mendadak pucat. Melihat itu, Angkasa sudah tahu akan jawaban dari Paris.


"Papa meminta aku untuk menjaga jarak, bahkan kalau bisa menjauhi kamu. Jangan sampai aku terlibat hal apapun lagi sama kamu," kata Angkasa, sambil menatap ke arah Paris.


     Mata Paris berkaca-kaca dan bibirnya juga mulai bergetar. Tangannya yang tremor dan dingin, terulur ke tangan Angkasa. Digenggamnya kuat tangan pemuda yang sudah menguasai hatinya. Air mata dia pun akhirnya jatuh bercucuran.


"Apa kamu akan menjauhi aku?" tanya Paris dengan suara yang bergetar.


"Apa aku bisa melawan Papa?" tanya Angkasa balik dan itu menunjukan jawab dari pertanyaan Paris.


"Aku ... aku sangat mencintaimu," bisik Paris diiringi tangisannya.

__ADS_1


     Angkasa membalas genggaman tangan Paris dengan erat. Sebelah tangannya terulur menghapus air mata Paris.


"Apa, Uncle Helsinki meminta kamu untuk menjauhi aku juga?" tanya Angkasa.


     Paris pun menganggukkan kepalanya dengan pelan. Dia seminggu yang lalu, tahu apa yang sudah terjadi antara Daddy dan Papa Alex. Paris pun menyalahkan Daddynya karena telah mengkhianati kepercayaan sahabatnya. Seumur hidupnya, hari itu Paris memarahi papanya. Kemudian, semalam Daddynya kembali menghubungi Paris dan meminta untuk tidak terlibat apapun dengan Angkasa.


"Jadi, apa kamu akan meninggalkan aku? Eh, salah. Apa kamu juga akan menjauhiku sesuai keinginan papa kamu? dan memutuskan semua hubungan denganku?" tanya Paris dengan tatapan terluka.


     Angkasa tidak tahan melihat gadis yang disukainya menangis tersedu-sedu meperlihatkan betapa terlukanya dia saat ini.


"Lalu apa yang kamu ingin lakukan?" tanya Angkasa.


"Menikahlah denganku!" ajak Paris dengan nada suara penuh keyakinan.


"Apa dengan menikah semuanya bisa menjadi lancar?" tanya Angkasa.


"Setidaknya ikatan kita menjadi kuat. Sehingga mereka tidak akan bisa memisahkan kita lagi," jawab Paris.


"Menikah itu tidak sebagus atau semudah yang ada di novel-novel. Akan banyak cobaan, rintangan, dan masalah yang datang silih berganti. Apa kamu bisa bertahan disaat semua itu menimpa rumah tangga kita? Sedangkan orang tua kita tidak merestui hubungan kita?" tanya Angkasa.


     Paris pun hanya menangis, dengan menundukkan kepalanya. Dia pun akan mengikuti apa kata Angkasa, jika itu yang diinginkan.


"Kita menjauh dulu, untuk saat ini? Aku tidak mau keadaan semakin kacau."


     Paris merasa kalau dadanya diremat dengan keras dan kuat. Mendengar jawaban dari mulut angkasa. Paris pun menarik tangannya yang berada dalam genggaman Angkasa.


"Apa tidak ada jalan keluar lainnya?" tanya Paris sambil menatap Angkasa dengan sendu.


"Aku rasa tidak. Papa sudah mengirimkan beberapa orang dari tim pasukan shadow, untuk mengawasi ku."


"Jadi, kamu memilih mengakhiri hubungan kita, sampai di sini saja?" tanya Paris sekali lagi untuk meyakinkan dirinya.


"Iya. Hubungan kita sampai malam ini. Besok, anggaplah aku orang asing," kata Angkasa.


"Ya. Terima kasih dengan semua hal yang pernah kamu lakukan untukku. Maafkan aku juga yang sudah sering menyusahkan kamu, selama ini," balas Paris dengan menahan sakit dihatinya. Dia menghapus air mata yang terus menerus keluar dari matanya.

__ADS_1


     Angkasa ingin sekali menghapus air mata Paris. Dia juga sama dengannya, hatinya juga sakit. Dipaksa harus menjauhi orang yang disukainya. Keluarga Andersson melarang semua anggota keluarganya terlibat dengan dunia bawah maupun dunia hitam. Angkasa sungguh kesal kepada Uncle Helsinki. Gara-gara dia, kini hubungannya dengan Paris, harus diakhiri. Bahkan lebih paras mereka harus saling menjauh.


"Aku harap, dimanapun kamu berada, kebahagiaan selalu menyertaimu," kata Angkasa.


"Ya. Terima kasih. Begitu juga dengan kamu. Semoga selalu bahagia, dan secepatnya lupakan aku. Meskipun aku juga ingin kalau bisa, melupakan kamu dalam hati dan ingatanku. Kayaknya akan susah, tapi akan aku coba." Paris memperlihatkan senyum terluka.


    Angkasa merasa semakin sakit dadanya, saat Paris bilang akan melupakan dirinya. Padahal dia yakin dalam hidupnya tidak akan pernah melupakan Paris.


"Kamu jaga diri baik-baik,ya. Selamat Tinggal." Paris tersenyum lalu membalikan badannya, langkah lebar dan cepat, membuatnya dalam sekejap sudah keluar dari ruangan itu.


*******


     Paris pun berlari ke dalam mobilnya, di sana dia menangis dengan kencang untuk meluapkan rasa sakitnya. Paris memukul-mukul dadanya yang terasa keras dan sangat menyakitkan.


"Kenapa!"


"Kenapa aku harus mengalami ini!"


     Paris masih menangis di dalam mobilnya. Tidak jauh darinya, Angkasa pun memperhatikan keadaan Paris. Seandainya, dia juga punya kekuatan untuk melawan semua ini. Tentu dia akan memilih agar Paris selalu berada bersamanya. Papanya dan Daddynya Paris, tidak menyetujui hubungan mereka. Tentu akan mudah bagi kedua orang tua mereka, nantinya untuk memudahkan dia dengan Paris.


     Sudah satu jam lebih, Paris menangis di dalam mobilnya. Angkasa tentu saja, sangat khawatir. Rasanya dia ingin membuka pintu mobil Paris dan melihat keadaannya. Namun, niat itu dia urungkan saat mobil Paris, keluar dari area parkir restoran.


"Mau kemana dia?" tanya Angkasa saat Paris membelokan arah laju mobilnya, berlawanan arah dengan jalan pulangnya.


*******


Mau pergi kemana, Paris, sebenarnya?


Apa yang akan Angkasa lakukan?


Tunggu kelanjutannya ya.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.

__ADS_1


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH


__ADS_2