Trio Kancil

Trio Kancil
#LANGIT 13


__ADS_3

     Langit yang berhasil menyusup ke dalam kamar Honda, dan mendapatkan informasi yang sangat penting. Dia di sana hanya sepuluh menit. Agar tidak mengundang curiga orang lain.


"Honda san, secepatnya akan aku kasih kabar bila Manza san, berhasil ditemui," kata Langit sebelum pamit.


"Tolong! Hanya Anda yang bisa aku percaya," pinta Honda dengan tatapan matanya yang sungguh-sungguh berharap pada Langit.


     Langit pun keluar dari kamar Honda, sebelum perawat asli datang. Tidak berselang lama seorang berpakaian dokter pun berpapasan dengan Langit di lorong panjang lantai kamar VVIP itu.


*******


     Sepulang Langit dari rumah sakit, waktu hampir menjelang petang. Jalanan mulai di padati oleh warga yang baru pulang kerja atau para siswa yang pulang dari les. Dia juga jalan-jalan sekalian mumpung keluar dari asrama.


     Saat mampir ke sebuah toko roti, tanpa sengaja Langit bertemu dengan Almahira dan Hana di sana. Mereka juga sedang menikmati waktu luang dengan jalan-jalan ke luar. Sebenarnya Academy Matsumoto, melarang siswanya keluar komplek asrama dan sekolahan. Kecuali, jika itu sedang mengerjakan tugas atau mencari bahan untuk karya percobaannya.


     Almahira yang duluan menyapa Langit, ketika melihatnya sedang memilih beberapa roti yang kelihatan enak menurutnya. Mereka pun akhirnya makan roti di sana.


"Langit kun, Anda juga sedang berada di luar ya," kata Hana sambil tersenyum kearah Langit yang sedang menundukkan pandangannya memakan roti yang empuk.


"Iya, aku harus membeli beberapa bahan kebutuhan untuk mengerjakan tugas," balas Langit.


"Langit kun, apa yang terjadi kemarin di ruang kepala sekolah?" tanya Hana yang masih saja menatap Langit penuh damba akan ketampanannya dan juga rasa penasarannya dengan yang terjadi kapada Honda.


"Aku tidak tahu secara pastinya, apa yang sudah terjadi di sana. Aku tiba, Honda san dalam keadaan terluka tidak sadarkan diri." Langit yang semula menundukkan kepalanya kini menatap Hana dan sesekali melirik ke arah Almahira.


"Aku sungguh tidak menyangka akan ada banyak kejadian di hari kemarin," kata Hana sambil memandang cemas ke arah Langit.


"Iya, bahkan Alma sampai tiga kali nyawanya terancam." Langit menatap wajah Almahira yang kini juga sedang menatapnya.


"Tiga kali!" Hana terkejut dengan informasi yang baru didengarnya, "benarkah, itu Alma?" tanya Hana sambil memegang tangan dan menatap ke arah Almahira.


"Iya ... untungnya Langit selalu menolongku," jawab Almahira.


"Syukurlah ... kamu tidak apa-apa. Langit kun, terima kasih. Kamu sudah menolong sahabatku ini." Hana memeluk Almahira dengan sebelah tangannya.

__ADS_1


"Tidak perlu berterima kasih. Sudah sewajarnya kita menolong orang yang dalam kesulitan. Apalagi ini nyawa yang jadi taruhannya," kata Langit kemudian melanjutkan memakan roti.


     Ketiga siswa Academy Matsumoto itu pun, pulang ke asrama bareng. Seperti kemarin, Langit mengantarkan Almahira sampai ke depan gerbang asrama putri. Dia geregetan dengan Hana yang dari tadi terus saja merangkul bahu Almahira. Sebab dia jadi iri karena tidak bisaelakukan hal yang sama kepada Almahira.


"Terima kasih, sudah mengantarkan kami sampai sini. Selamat beristirahat!" seru Hana sambil tersenyum hangat kepada Langit.


     Tanpa diduga, Hana pun mencium pipi Langit, ketika pemuda itu menundukkan kepalanya. Sementara Hana menjanjikan kakinya, agar sampai, sebab Langit memiliki tubuh yang tinggi.


     Perbuatan Hana itu, membuat terkejut Langit dan juga Almahira. Langit sangat kesal dan marah akan perbuatan Hana kepadanya. Sedangkan Almahira merasa panas hatinya karena merasa cemburu. Berbeda dengan Hana yang hatinya berbunga-bunga dan senyuman terpasang di wajahnya yang cantik dan anggun itu.


"Saya harap, Anda tidak pernah melakukan hal barusan lagi kepadaku!" Peringatan Langit untuk Hana dengan suaranya yang datang terkesan tidak suka, dan ekspresi wajah yang dingin.


"Maaf, aku tidak tahu kalau Langit kun tidak suka di cium perempuan," kata Hana dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena mendengar perkataan Langit barusan.


"Bukannya tidak suka dicium perempuan. Hanya saja aku tidak boleh mencium atau dicium sembarangan wanita," balas Langit dengan menatap tajam tidak suka kepada Hana. Sehingga Hana pun berlari sambil menangis.


"Alma!" Langit menarik tangan Almahira yang hendak mengejar Hana masuk ke asrama putri.


"Kamu marah kepadaku?" tanya Langit sambil mengangkat wajah Almahira.


"Kenapa aku meski marah kepadamu! Terserah kamu mau ciuman sama siapapun. Tidak ada hubungannya denganku," kata Almahira dengan menatap galak kepada Langit. Padahal dalam hatinya dia ingin bilang, 'iya, aku cemburu.'


"Apa kamu cemburu?" tanya Langit sambil tersenyum menggoda Almahira.


"Kenapa meski cemburu, kamu buka siapa-siapa aku," jawab Almahira dengan ketus.


"Hehe... Iya juga, ya. Aku bukan siapa-siapa kamu," kata Langit dengan senyuman kaku dan menatap nanar ke arah Almahira.


"Sudah, aku mau masuk ke dalam dulu. Terima kasih," kata Almahira sambil pamit dan berlari ke dalam asramanya sambil menahan tangisannya.


     Ya, dia cemburu. Namun dia harus menekan perasaannya kepada Langit, demi melindunginya. Almahira tahu dirinyalah yang sedang diincar entah oleh siapa. Ayah dan ibunya pun meminta dia agar tidak mencolok di kalangan murid-murid Academy Matsumoto. Selama dia menjalankan misinya.


*******

__ADS_1


     Langit pun mempelajari struktur bangunan dan interior di tempat kantor kepala sekolah. Agar saat  penyusupannya nanti dia tidak kesulitan.


     Kawasaki memperhatikan Langit yang sedang terlihat khusyuk, sambil menatap layar laptopnya. Dia penasaran dengan apa yang sedang di lihat oleh Langit di laptopnya. Maka dia pun berjalan ke arah Langit dengan perlahan karena tidak ingin mengganggu konsentrasinya.


    Langit menyadari langkah dari Kawasaki, meski dirinya melangkah dengan pelan. Maka dengan cepat Langit pun mematikan laptopnya. Kemudian dia mengganti dengan video anime kesukaannya. Ketika Kawasaki sampai di sana, Langit pun pura-pura tidak menyadarinya.


"Ternyata kamu suka nonton anime?" tanya Kawasaki begitu sampai di sana dan melihat Langit yang sedang khusuk sedang menonton video.


"Iya, aku sangat suka!" Langit memasang wajah antusias saat membicarakan hobinya itu.


"Aku kira kamu orang yang tidak terlihat suka dengan anime," kata Kawasaki sambil terkekeh.


"Kamu tidak percaya aku penggemar anime?" tanya Langit dengan memasang wajah kesal.


"Habis otak dan wajah kamu itu tidak menunjukkan seperti seorang otaku," jawab Kawasaki yang masih terkekeh.


"Terserah kamu saja. Jangan ganggu aku! Kalau aku lagi menonton amine." Langit memberi peringatan kepada Kawasaki.


*******


     Menjelang dini hari, Langit pun menyelinap dari asrama putra ke gedung kantor kepala sekolah. Dia terlebih dahulu meretas kamera cctv dan mematikannya di tempat-tempat yang akan dilaluinya. Langit pun membawa tas ranselnya yang berisi peralatan canggih buatannya. Ada juga buatan dari Akira yang khusus dibuatkan untuknya. Dengan kecepatan kakinya saat berlari dan melompat. Langit bisa sampai ke ruang kepala sekolah dengan aman.


Seseorang di tempat lainnya pun, sedang berusaha memasuki ruang kepala sekolah juga. Langit tidak menyadari itu.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH


*******

__ADS_1


__ADS_2