Trio Kancil

Trio Kancil
#ANGKASA 01


__ADS_3

Jerman,


     Angkasa memilih melanjutkan kuliahnya di Jerman. Dia melanjutkan untuk menjadi dokter ahli dalam. Berbeda dengan Bintang yang tinggal Wisuda, Langit sudah mau sidang. Sementara dirinya, baru beberapa bulan masuk ke kuliah. Untuk urusan kuliah dan tempat magangnya tidak ada masalah semua berjalan dengan lancar. Dia juga berteman dengan siapa saja, selama orang itu tidak mengancam.


     Angkasa sekarang tinggal di sebuah apartemen yang dekat dengan tempat kuliahnya. Agar dia tidak perlu jauh-jauh membawa kendaraan. Angkasa juga lebih suka berjalan kaki atau bersepeda saat pergi ke kampus. Angkasa tinggal di Jerman, bersama Peter. Dia sudah menjadi pengawalnya semenjak tinggal di Amerika.


    Angkasa sedang menikmati suasana malam di balkon kamarnya. Namun, suasana malam yang tenang itu harus terganggu dengan suara cempreng kayak black kaleng jatuh dari lantai atas. Angkasa tahu milik siapa suara itu. Suara yang selalu membuatnya terjaga, saking kencang suara tetangganya. Masih mending nyanyi di dalam kamarnya yang kedap suara. Namun, tetangga Angkasa lebih memilih bernyanyi di balkon kamarnya.


     Angkasa harus akui kehebatan para tetangga di sana, tidak merasa terganggu dengan nyanyian gadis itu. Walau Angkasa sendiri sudah beberapa kali protes kepada pihak pengelola apartemen. Katanya mereka sudah melayangkan protes sama pemilik apartemen. Namun, sampai sekarang dia masih saja melakukannya. Katanya tidak pernah ada yang protes kepada dia karena nyanyian.


     Angkasa yang akan beranjak masuk ke dalam, dikejutkan dengan penampilan seksi tetangganya itu. Angkasa dan tetangganya itu saling beradu pandang. Penampilan gadis itu hanya tank top dan celana pendek. Menampilkan lekuk tubuhnya yang body goal. Aset atas yang berukuran besar. Dia memegang sisir yang dijadikan mike untuk bernyanyi.


"Apa!" Gadis yang kini menatap balik Angkasa.


     Angkasa tidak mau meladeninya. Dia lebih memilih masuk ke dalam kamarnya. Biasanya akan terjadi percekcokan atau perdebatan dengan dia. Jika, Angkasa meladeni ucapannya.


*******


     Angkasa yang harus ke kampus pagi-pagi, tidak sengaja bertabrakan dengan gadis tetangganya yang berlari di koridor kampus. Keduanya sama-sama mendengus kesal.


"Kalau jalan pakai mata!" Bentak gadis itu sambil berdiri.


"Maaf aku jalan pakai kedua kaki. Mata aku pakai buat melihat!" Angkasa menatap tajam sama gadis yang ada didepannya.


"Iya, tapi mata kamu tidak dipakai untuk melihat ada apa depan! Oh, atau kamu sengaja karena mau mencari perhatian aku?!" Gadis itu menatap jahil kepada Angkasa.


     Angkasa langsung pergi begitu saja, waktunya akan banyak terbuang percuma kalau berdebat dengan gadis didepannya ini. Angkasa tidak mempedulikan teriakannya yang selalu bikin memekakkan telinga.


*******


     Siang hari, Angkasa berbelanja di minimarket dekat universitas tempat dia kuliah. Jarangnya makanan halal, membuatnya harus memasak sendiri kalau mau makan. Dia tidak malu atau gengsi buat melakukan hal itu. Kalau tidak dia akan makan di restoran turki yang lumayan jauh jaraknya dari apartemen dia.


     Saat dia sedang memilih buah-buahan, dia tidak sengaja bertemu dengan mahasiswi muslimah asal Indonesia. Setelah troli belanja mereka berbenturan.


"Eh, Angkasa. Maaf." Gadis muslimah itu mengatupkan kedua tangannya di dada.


"Sama aku juga minta maaf, tidak sengaja." Angkasa juga melakukan hal sama.

__ADS_1


"Madina, apa sudah selesai?" tanya seorang temannya dari arah belakang Madina.


"Iya, sudah!" jawab Madina sambil menengokan kepalanya kebelakang.


"Angkasa, permisi aku duluan." Gadis muslimah itu pamit sama Angkasa.


"Silakan!"


     Angkasa pun melanjutkan lagi memilih buah-buahan segar yang ada di depannya. Saat sedang memilih buah apel, tiba-tiba ada tangan yang bersamaan memegang buah yang sama. Angkasa pun mengangkat tangannya melepaskan buah yang akan dipilihnya. Kemudian, dia melihat ke arah orang yang berdiri disampingnya karena memiliki aroma yang tidak asing baginya.


    Kedua orang itu saling menatap kemudian mengalihkan muka mereka dengan kesal. Angkasa pun berlalu dari sana dan menuju kasir. Ternyata gadis itu pun mengikutinya. Saat semua belanjaan sudah di hitung, Angkasa hendak membayarnya, dia tidak menemukan dompet miliknya. Baik di saku celana atau tas ranselnya.


     Angkasa meminta waktu sebentar untuk mencari dompetnya. Dia kembali memeriksa tasnya, namun tetap tidak ada.


"Lama banget! Sudah Miss, satukan bayarannya sama belanjaan milikku! Biar aku yang bayar!" Suruh gadis itu kepada karyawan kasir minimarket.


"Tidak perlu! Aku bisa bayar punyaku sendiri," kata Angkasa menolaknya. "Miss, aku akan bayar sendiri. Tunggu sebentar!"


     Angkasa pun menghubungi Peter. Untungnya panggilan dia cepat dijawab.


"Peter, bisa tolong aku bawakan uang. Dompet milikku hilang! Aku sedang belanja di minimarket tempat biasa."


     Tidak lama Peter datang dan membayar belanjaan Angkasa.


"Apakah ini sudah semua?!" tanya Peter.


"Iya. Aku ingin cepat pulang. Banyak tugas yang harus aku kerjakan!" kata Angkasa.


"Oh, menelepon hot Daddy, ternyata?!" 


     Gadis itu mengejek Angkasa. Namun, dihiraukan oleh Angkasa. Dia lebih memilih pergi dari sana secepatnya. Baginya tidak ada gunanya kalau harus berdebat. Peter pun mengikuti Angkasa dari belakang sambil menjinjing belanjaan tuan mudanya.


*******


"Dompet milik siapa ini?" tanya salah seorang karyawan minimarket, yang baru datang.


"Ah, sepertinya ini milik pemuda tadi!" jawab karyawan bagian kasir tadi.

__ADS_1


"Nona, sepertinya Anda mengenal pemuda tadi. Bisa beritahu kalau dompetnya terjatuh di sini!" pinta si kasir.


"Sini! Biar aku kasihkan sama dia. Kita bertetangga," balasnya.


"Hey, Athena ... jangan-jangan dia laki-laki tampan yang ada disebelah apartemen kamu itu?!" tanya karyawan minimarket yang baru datang itu.


"Iya, dia. Gigolo galak!" jawab gadis bernama Athena, yang selalu mengira kalau Angkasa adalah sugar Daddy si Peter.


"Kamu itu, suka sekali memanggil dia seperti itu! Padahal aku suka sekali sama dia! Dia itu laki-laki keren, ice prince!"


"Dia tinggal bersama kekasihnya, loh! Venesia."


"Ish ... Jangan bicara begitu!" kata Venesia.


"Aku akan menginap di apartemen nanti malam, ya!" Lanjut Venesia.


"Iya, akan aku tunggu!" Balas Athena sambil berlalu.


     Gadis bernama Athena itu adalah tetangga, Angkasa. Semenjak Angkasa pindah ke samping apartemen, selalu saja ada hal yang membuat mereka bersitegang atau adu mulut. Athena adalah gadis campuran Indonesia-Jerman. Ayahnya berkebangsaan Jerman, dan ibunya orang Indonesia.


     Sejak kecil hidupnya selalu mandiri, karena kesibukan kedua orang tuanya yang pengusaha terkenal. Dia sudah tinggal sendirian di apartemen semenjak duduk di bangku sekolah menengah atas. Dia benci kedua orang tuanya yang tidak pernah ada di rumah. Dia juga dibesarkan oleh kakek dan neneknya. Kini keduanya sudah lama meninggal.


     Athena tipe gadis yang bertindak semau dia sendiri. Melampiaskan kekesalan dengan bernyanyi kencang, dia juga tidak percaya akan adanya Tuhan. Baginya Tuhan itu sudah membuang dirinya. Sehingga dia tidak pernah menemukan kebahagiaan dalam hidupnya.


*******


Semoga teman-teman suka sama season Angkasa.


Siapa itu Athena? Madina? dan Venesia?


tunggu kelanjutannya ya.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA MUMPUNG HARI SENIN.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2