Trio Kancil

Trio Kancil
Season 2 #Chapter 19


__ADS_3

Saat Cantika menceritakan kisah ayahnya, Si Kakek dan Pria dewasa itu menangis tersedu sedan. Karena mereka merasa sakit di hatinya saat mengetahui kematian tragis yang dialami oleh Langit, yang dianggap Tuan Muda oleh penduduk disana.


" Oh,ya. Kakek lupa mengenalkan ini anak Kakek, namanya Yudha. Dan dia tidak bisa bicara." Si Kakek mengenalkan pria yang sejak tadi diam dan hanya menangis.


" Dulu kalau ada yang mengejek Yudha, Den Langit dan Den Angkasa akan memarahinya."


" Bu Dokter juga yang memasukan Yudha ke sekolah dan selalu mendukungnya. Dan Yudha jadi anak yang percaya diri. Hingga dia bisa lulus sampai SMA."


" Sungguh begitu banyak kebaikan yang keluarga kami rasakan dari keluarga Pak Dokter." Kenang Si Kakek.


    Yudha menarik lengan baju Cantika, dan itu membuatnya terkejut. Begitu juga dengan Alex yang ada di sampingnya. Yang langsung refleks menarik Cantika ke dalam pelukannya.


    Yudha menunjuk rumah yang hangus terbakar itu. Kemudian dia menggambar wajah seseorang yang dikasih garis di keningnya. Alex langsung memahami apa maksud dari Yudha.


" Maksud anda orang yang membakar rumah itu adalah orang yang punya tanda di keningnya?" Tanya Alex sambil menunjuk gambar di atas tanah itu.


    Yudha menggeleng - gelengkan kepalanya. Kemudian dia membuat garis di keningnya menggunakan ranting yang dipakai menggambar tadi.


" Oh, orang itu terluka di keningnya?" Tebak Alex ragu - ragu.


    Kali ini Yudha mengangguk - anggukan kepalanya. Sambil tersenyum dan mengacungkan jempolnya ke arah Alex.


" Dulu Yudha sempat stress setelah kejadian kebakaran rumah Pak Dokter."


" Setelah dinyatakan sembuh, dia menggambar wajah orang itu. Tapi kami nggak mengerti, awalnya." Si Kakek memberitahu keadaan anaknya.


" Apa Yudha saksi dari kejadian itu?" Tanya Cantika yang masih di peluk oleh Alex.


" Kakek juga tidak tahu. Karena Yudha jarang keluar rumah kalau malam hari." Jelas Si Kakek.


" Apa hal ini sudah dilaporkan ke polisi dulu, Kek?" Tanya Alex.


" Sudah, tapi tidak di dapat ditemukan orang yang berwajah seperti itu." Jawab si Kakek.


" Kalau begitu, Pak Yudha mau gambarkan lagi wajah orang itu di kertas?" Pinta Cantika. Dan Yudha pun menganggukan kepalanya.


    Setelah lebih dari satu jam mereka berbicara. Si Kakek dan Yudha pamit undur diri. Dan ketika Alex akan mengantarnya kembali mereka berdua menolaknya.


" Sayang, rasanya aku ingin masuk ke dalam rumah itu." Tunjuk Cantika. Dan itu membuat Alex sangat terkejut saat mendengar keinginan istrinya itu.

__ADS_1


" Tidak Honey, disana mungkin saja ada hal yang berbahaya." Tolak Alex.


" Bisa saja nanti rumah itu roboh karena sudah lapuk dimakan usia." Alasan Alex, dan Cantika pun diam menuruti kata suaminya.


" Lebih baik kita pulang sekarang. Biar nggak ke sorean saat sampai ke rumah." Alex menuntun Cantika masuk ke dalam mobilnya.


    Alex melihat Cantika yang masih saja menatap rumah yang sudah hangus itu. Dia tahu istrinya ingin tahu sesuatu yang telah terjadi disana.


" Hah, iya nanti aku dan Erlangga akan kembali kesini. Dan mencari tahu ada apa di dalam sana!" Alex menarik nafasnya.


     Mendengar itu Cantika langsung tersenyum manis kepada Alex. Dan mengucapkan terima kasih.


" Kalau begitu mana hadiah buat aku, yang sudah memahami keinginan mu, Honey." Kata Alex dengan nada jenaka.


    Cantika yang sangat memahami suaminya itu, langsung menghujani wajah Alex dengan ciumannya. Dan itu tidak di sia - siakan oleh Alex.


*******


Sepulang dari rumah Dokter Lazuardi, Alex dan Cantika mampir terlebih dahulu ke rumah Lukman, karena Khalid yang ingin ditemuinya itu sedang berada di rumah ayahnya untuk menginap beberapa hari.


    Alex pun menceritakan semuanya, mulai dari penelusurannya di universitas sampai ke puing - puing rumah Dokter Lazuardi. Lukman merasa sangat terpukul mendengar berita yang diceritakan oleh Alex. Karena setahunya Lazuardi bukanlah orang yang akan mendatangkan kebencian orang kepadanya. Dan setiap orang yang tahu dan mengenalnya akan bilang kalau Lazuardi adalah orang yang sangat baik dan suka menolong.


" Ada saksi hidup rupanya." Kata Khalid sambil melihat gambar di kertas itu.


" Lalu apa dulu orang ini juga sudah memberikan saksinya kepada polisi?" Tanya Khalid pada Alex.


" Sudah, tetapi mereka tidak bisa menemukan orang yang ada di dalam kertas itu." Jawab Alex.


" Alex minta bantuan Papa Khalid untuk mencari tahu orang ini." Pinta Alex.


" Baiklah akan Papa cari tahu mengenai identitas orang ini." Khalid pun membawa gambar itu pergi untuk menghubungi orang kepercayaannya.


" Kalian mau menginap disini?" Tanya Lukman.


" Tidak, Kek. Nanti anak - anak akan mencari kami." Tolak Cantika dengan halus.


" Ah, Kakek rindu sama Si Trio Kancil itu. Mereka sudah lama tidak menginap kesini." Kata Lukman.


" Iya, kapan - kapan kita makan barbeque sama - sama lagi di belakang rumah." Ajak Gendis.

__ADS_1


" In sha Allah, Nek." Jawab Alex dan Cantika bersamaan.


    Alex dan Cantika pun pulang dari rumah Lukman menjelang sore hari. Karena jarak mansion Keluarga Hakim lumayan jauh, mereka baru sampai ke rumah setelah magrib.


" Erlangga bagaimana, apa kamu sudah bertemu dengan orang yang mirip di foto itu?" Tanya Cantika.


" Belum Kak. Tadi Erlangga baru mencari di dekat fakultas bisnis dan manajemen, tempat dulu, Er pernah bertemu dengannya." Jawab Erlangga.


" Kalau begitu,Er. Besok ikut kakak ya!" Ajak Alex.


" Kemana Kak Al?" Tanya Erlangga.


" Ke rumah Kakek Lazuardi," jawab Alex.


" Jadi Kakak sudah berhasil menemukan rumah Kakek?" Tanya Erlangga dengan nada terkejut.


" Iya, kita sudah menemukan rumah Ayah dahulu." Jawab Cantika.


" Dan kamu akan tahu besok." Jawab Alex sambil memapah Cantika untuk pergi istirahat.


********


    Hari ini Alex dan Erlangga berencana akan pergi ke bukit dimana rumah Dokter Lazuardi berada. Selain mereka, Akira dan Michael juga ikut serta. Kata mereka ingin ikut bersenang - senang mengungkap misteri yang terjadi di jaman dahulu. Dan mereka berangkat menggunakan dua mobil.


    Alex menepikan mobilnya di depan gerbang rumah yang sudah hangus terbakar itu. Erlangga sungguh terkejut melihat pemandangan di depannya.


" Kak Al, apa maksudnya ini!" Erlangga menatap tajam pada Alex.


" Dahulu telah terjadi tragedi di rumah ini!" Jawab Alex sambil memandang wajah Erlangga.


" Sepertinya Ayah dan kedua saudaranya bisa selamat dari tragedi malam itu." Lanjut Alex kemudian masuk ke dalam gerbang itu meninggalkan Erlangga yang masih mematung memandangi rumah besar yang sudah menjadi puing - puing.


Akira dan Michael pun mengikuti Alex, masuk ke dalam gerbang yang masih berdiri kokoh itu.


********


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA MUMPUNG HARI SENIN NIH.


DUKUNG AKU TERUS YA. KASIH JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2