Trio Kancil

Trio Kancil
#LANGIT 32


__ADS_3

     Murid-murid Academy Matsumoto sudah mulai mempersiapkan diri untuk acara kegiatan di pulau terpencil itu. Setiap kelompok sudah membuat blue print karya mereka masing-masing. Setiap kelas muridnya akan dibagi lima kelompok yang akan berpencar di lima pulau. Jadi satu pulau itu terdapat lima kelompok dari lima kelas.


    Nama-nama pulau itu adalah Pulau Yama (gunung), Pulau Taki (air terjun), Pulau Numa (rawa), Pulau Higata (pasir laut berlumpur), dan Pulau Mori (hutan). Sedangkan Pulau Hi (api) tidak lagi di gunakan setelah kejadian dua puluh tahun yang lalu. Pulau yang di gunakan sebagai tempat mengawasi seluruh acara kegiatan itu bernama Pulau Oka.


     Ternyata kelompok Langit kebagian di Pulau Mori. Pulau yang masih dikelilingi oleh hutan belantara. Selain itu, di pulau ini sulit untuk mendapatkan bantuan lewat helikopter. Hanya lewat kapal laut jalur yang bisa mereka lalui. Pulau Mori, itu menggantikan Pulau Hi yang sudah rusak parah akibat kejadian kecelakaan bom dahulu. Jaraknya juga paling dekat di banding dengan Pulau yang lainnya.


    Ternyata kelompok di kelas lainnya yang kebagian di pulau Mori adalah Hana Matsumoto, Hino Rey, Subaru Sora, Lovely, Daihatsu Yosuke, Yamaha Ryu, si kembar Mitsubishi--Dai dan Akai--Subaru Matsuda, Hino Akagi, dan Misaki Nami.


     Para tim jenius semua berkumpul di Pulau Mori. Entah kenapa Langit merasa curiga. Apalagi guru pendamping mereka adalah Suzuki, Nissan, Toyota, Lexus, dan Audi. Mereka adalah semua wali kelas di angkatannya. 


*******


    Langit juga membawa beberapa alat kemping miliknya. Meski di sana di sediakan villa untuk setiap kelompoknya. Langit membawanya untuk jaga-jaga.


    Langit pun menghubungi seluruh keluarganya dan mertuanya, saat dia akan pergi melakukan kegiatan itu. Dia meminta doa, agar semuanya bisa berjalan lancar dan selamat sampai pulang kembali.


    Bintang merengek kepada Ghazali, ingin ikut Langit berpetualang di Pulau Mori. Namun, malah mendapat ancaman dari Ghazali. Sehingga dia merajuk dan cemberut.


    Angkasa pun sebenarnya ingin ikut, seandainya tidak ada ujian praktek di rumah sakit universitasnya. Angkasa tadinya akan ikut menyusup ke Pulau Hi yang tidak berpenghuni.


*******


     Akhirnya hari yang di nanti-nantikan tiba juga. Kelompok Langit sudah siap-siap bersama dengan kelompok dari kelas lainnya. Guru pendamping pun sudah terlihat di sana.


    Hikari terus saja menempel ke Suzuki, katanya dia akan rindu berat karena tidak akan bertemu selama dua Minggu. Mata Hikari pun terlihat merah karena menangis terus. Walau Suzuki sudah berusaha merayunya.


"Onii san, tolong jaga Hoshi kun, ya!" pinta Hikari kepada Langit.


"Sepertinya kebalik. Tugas Suzuki san 'lah yang menjaga kita semua muridnya." Langit tertawa geli mendengar permintaan Hikari.

__ADS_1


"Tidak yang aku maksud adalah jaga dia dari para rubah betina!" kata Hikari dengan menekan kata-katanya yang bagian akhir.


    Suzuki mengerutkan keningnya karena Hikari, menyebutkan kata rubah betina. Dia tahu siapa orang yang di maksud oleh Hikari.


"Sudah, jangan cemburu buta seperti itu! Aku ini sudah menjadi milikmu, selamanya!" kata Suzuki meyakinkan calon istrinya itu. Kedua orang itu, saling menatap dan melihat ke arah mata pasangannya, untuk mencari kebenaran dari ucapan barusan.


    Akhirnya Suzuki pun memberikan ciuman mesranya kepada Hikari di hadapan orang banyak. Untuk mengumumkan secara tidak langsung kepada semua orang, kalau gadis tomboi itu adalah ratu di hatinya. Mereka berdua juga berpelukan, Hikari melingkarkan tangannya di leher tunangannya itu. Sementara kedua tangan Suzuki, berada di punggung dan belakang kepala Hikari.


"Aku mencintaimu!" ucap Suzuki, dan menyatukan kening mereka.


"Aku juga mencintaimu," jawab Hikari lirih karena kehabisan napas. Namun senyumnya merekah di bibirnya yang ranum.


    Hikari mencuri satu kecupan lagi, dengan menarik leher Suzuki, sedangkan dia menjinjitkan kakinya. Senyuman nakal kali ini terpatri di wajahnya yang sudah merona. 


     Kini satu sekolah Academy Matsumoto, tahu kalau Suzuki dan Hikari punya hubungan spesial. Banyak murid yang menaruh hati kepada Suzuki, langsung patah hati. Mereka tidak rela kalau pujaan hati mereka, telah melabuhkan hatinya kepada gadis bar-bar yang sering membuat kegaduhan di sekolah. Mereka tidak tahu berapa lama waktu yang diperlukan oleh Suzuki, untuk menaklukkan hati Hikari.


*******


    Langit dan murid-murid lainnya yang baru sampai di pulau itu menatap rimbunan ribuan pohon yang ada di pesisir pantai Pulau Mori, yang terasa angker. Untuk sampai ke villa ada mobil yang bisa di gunakan oleh mereka.


    Tiap kelompok mendapatkan satu villa yang jaraknya lumayan berjauhan. Ditengah-tengah pulau ada bangunan gudang yang menyediakan semua bahan baku dan dasar yang bisa di manfaatkan oleh para murid. Dari villa mereka ke arah gudang bahan baku, jaraknya sekitar dua kilometer.


*******


     Villa yang ditempati oleh kelompok Langit, lumayan nyaman dan luas. Ada sepuluh kamar di tiap villa. Selain itu ada juga ruang olahraga dan kolam renang di dalam ruangan. Peralatan masak juga komplit. Kalau bahan baku makanan pihak sekolah menyediakan tiap hari di kapal pesiar. Namun itu tidak gratis, harus dibayar dengan blue print satu karya, dimana nantinya si pencipta atau pembuatnya akan kehilangan hak ciptanya. Jadi dari mereka lebih baik mencari makan di hutan saja, dari pada harus kehilangan hak cipta karya sendiri.


    Mereka memang sengaja membuat aturan seperti itu. Untuk melihat mana orang-orang yang pantang menyerah dan bekerja keras.


     Langit sengaja memilih kamar yang bersebelahan dengan Almahira. Apalagi balkon mereka juga bersisian. Membuat Langit, kepikiran untuk menyusup ke kamar istrinya itu, setiap malam.

__ADS_1


*******


     Hari pertama mereka sampai di Pulau Mori, adalah mencari bahan makanan. Mau untuk hari ini saja atau sampai beberapa hari kedepannya.


     Keempat murid itu mencari ikan di sungai, dengan kecerdasan otak Langit dan Kawasaki, menggunakan perangkap. Mereka akhirnya mendapatkan banyak ikan, hari itu.


     Almahira dan Daihatsu Sena, juga mencari jenis tanaman yang bisa di makan atau dijadikan obat. Mereka juga mendapatkan beberapa buah yang tumbuh di sana.


"Sepertinya stok bahan makanan selama tiga hari ke depan aman!" kata Kawasaki dengan penuh semangat.


"Alhamdulillah, kita hari ini dimudahkan mendapat bahan makanan." Almahira tersenyum ke arah Langit, dan mendapatkan balasan ciuman jauh, yang membuatnya tersenyum malu-malu.


     Setelah meyakinkan punya stok bahan makanan di kulkas. Kini mereka beristirahat sejenak, sambil melakukan kegiatan sesuai keinginannya masing-masing.


     Langit memanfaatkan waktu luang ini, di perpustakaan. Dia berkencan dengan Almahira, sambil membaca buku. Meski sesekali terjadi pembicaraan di antara mereka. Langit yang sering kambuh sifat jahilnya belakangan ini. Senang sekali menggoda Almahira. Ciuman dan kecupan, entah berapakali mereka lakukan, selama di sana.


*******


Aduh, si Langit ke bawa mesum. Entah kenapa di Bab ini bertebaran adegan kiss. Efek baca komik saat cari referensi 😭😭😭 jadi kebawa-bawa.


Author nya malu sendiri saat baca ulang 🙈🙈🙈


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA MUMPUNG LAGI HARI SENIN.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2