Trio Kancil

Trio Kancil
#LANGIT 53


__ADS_3

     Langit dan Toyota Eiji saling berbicara, tetapi tangan keduanya memegang pistol yang siap di tembakan. Toyota Eiji yang kesal kepada Langit karena sudah berani mengungkap kasus yang terjadi di laboratorium. Membuatnya harus menyingkirkan Langit juga.


     Langit dalam posisi siap menembak, untuk mempertahankan hidupnya. Dia juga tidak mau mati muda. Masih mau menjalani kehidupan rumah tangga yang normal dengan Almahira.


"Hm ... apakah wanita cantik itu bernama Bintang?" tanya Toyota Eiji kepada Langit, dengan isyarat lirikan mata kepada Bintang.


"Untuk apa kamu bertanya?" tanya Langit dengan ketus.


"Aku hanya ingin tahu saja, wanita yang sudah membuat Big Bos tergila-gila, walau hanya baru melihat foto dan videonya, saja." 


     Bintang yang sedang jadi objek pembicaraan kedua orang itu, malah mendengus. Dia tidak tahu, siapa Big Bos? Dari dulu orang-orang yang selalu mengincarnya, bilang Big Bos menginginkan dirinya. Sedangkan dia, tidak tahu siapa itu Big Bos? Bagaimana wajahnya? 


"Big Bos itu siapa, sih?" tanya Bintang.


"Pemimpin kelompok Yakuza Taiga," jawab Langit.


"A-Apa?! Pemimpin Yakuza? Gila, yang benar saja. Kenapa aku jadi kebawa-bawa?!" Bintang tidak tahu kenapa dia bisa menjadi wanita yang di sukai oleh pemimpin kelompok Yakuza.


"Kamu ingat kelompok Agen ALFABET?" tanya Langit.


"Iya, yang mau menculik dan ingin membuang aku ke pulau terpencil!" Bintang menjawab dengan nada kesal karena dia kembali mengingat kelompok penjahat yang dulu sering membuatnya kesusahan.


"Mereka itu berada di bawah naungan kelompok Yakuza Taiga. Makanya, Big Bos mengenal kamu karena saat kelompok Agen Alfabet mengincar kamu, mereka juga meminta bantuan kepada Big Bos. Atau mungkin lebih tepatnya Papanya Amara yang kenal sama Big Bos, minta untuk menangani kamu. Selain menyewa Agen ALFABET dia juga minta bantuan kepadanya."


"Ah, begitu. Pantas saja pas terakhir uang pembayaran untuk menculik aku akan dibayar mahal sama Big Bos." Bintang manggut-manggut saat mengingat kembali kejadian dulu.


"Lalu kamu Lovely, ada hubungan apa?" tanya Bintang.


"Kenapa kamu ingin tahu urusanku?" Lovely malah berbalik bertanya.


"Kalau kamu itu tidak ada sangkutnya dengan kasus sekarang, mana mungkin ada di sini?!" tanya Bintang dengan nada nyolot.

__ADS_1


"Kalau tebakan aku benar, kamu ikut terlibat di sini karena Toyota Mayumi adalah sahabat baik ibu kamu yang merupakan seorang dokter anak. Ibu Lovely adalah dokter yang juga ikut menangani adik Toyota Eiji, saat dulu. Ibu dia juga ikut merasa bersalah, maka untuk menebus rasa bersalahnya. Ibu kamu menyuruh untuk ikut menyelidiki kematian anak Mayumi Toyota. Kamu dan Toyota Eiji bekerja sama untuk membalas dendam kepada dokter yang salah memberikan obat kepada bayi malang itu. Dokter itu adalah sahabat ayah Rafli. Almahira juga menyelidiki siapa pembunuh sahabat ayahnya itu. Dari data yang berhasil Almahira kumpulkan aku tahu semua ini." Jelas Langit panjang lebar.


"Ya, apa yang kamu katakan itu benar. Ibuku yang bersahabat dengan Mayumi Toyota. Meminta aku, untuk membalaskan rasa sakitnya kepada orang-orang yang dulu membuat hidup sahabatnya hancur." Lovely berkata jujur.


"Ya, seharusnya ini adalah ajang balas dendam yang sempurna. Seandainya kamu dan Almahira tidak ikut campur. Maka, semuanya tidak akan melebar kemana-mana." Toyota Eiji menatap tajam kepada Langit.


     Bintang yang tadinya tahu apa-apa, kini mulai paham dengan apa yang menjadi masalah dari kasus yang ditangani oleh Langit. Dia juga merasa simpatik kepada Toyota Mayumi. Bintang sangat memahami bagaimana perasaan Mayumi Toyota, yang berjuang demi anaknya, tapi dia tidak bisa menyelamatkan orang yang berharga baginya.


"Bukannya balas dendam kalian sudah tercapai. Kenapa kamu malah menculik Almahira dan Hikari?" tanya Langit dengan geram.


"Itu untuk di tukar atau barter dengan blue print, karya Mazda, yang dimiliki oleh Shin Kishimoto." Toyota Eiji menjawab dengan jujur.


     Langit mengerutkan keningnya, karya Mazda nama yang dimiliki oleh Shin Kishimoto. Baik Shin Kishimoto maupun Mazda, tidak ada yang pernah bilang tentang blue print yang dimaksud oleh Toyota Eiji.


     Langit ingin menyelesaikan semua ini dengan cepat dan tidak akan berimbas apa-apa ke kehidupan dia depannya. Langit merasa sudah terjerat masuk ke dalam arus yang sebenarnya tidak pernah dia inginkan. Terlibat dengan para kelompok Yakuza dan mafia, atau apapun itu.


    Langit mulai merutuki keegoisannya, bila dia dulu menuruti kata mamanya, untuk kuliah di Amerika atau Indonesia. Maka, semua ini tidak akan terjadi padanya.


     Mungkin dari semua kejadian ini ada beberapa keuntungan yang Langit dapat. Dia bisa menemukan belahan jiwanya. Bertemu teman yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Bertemu dengan orang-orang jenius yang bekerja di Laboratorium Matsumoto, dan Academy Matsumoto.


     Langit juga senang bisa bertemu dengan Mazda. Dia bisa mengetahui hasil karya orang yang disebut-sebut sebagai profesor terjenius abad ini. Mempelajari hasil karya dia, dan mendapatkan beberapa hasil karya dari teman papanya itu.


*******


"Aku tidak tahu blue print yang kamu maksud. Tapi, aku tidak akan melepaskan kamu yang sudah membawa kedua gadis itu!" 


     Langit yang marah akhirnya menembakan pelurunya ke arah, Toyota Eiji. Begitu juga sebaliknya, di waktu yang bersamaan, Toyota Eiji juga melesatkan pelurunya ke arah, Langit.


     Namun, Langit yang selalu fokus pada arah moncong pistol. Dia bisa menghindari peluru yang meluncur dari pistol Toyota Eiji. Berbeda dengan Toyota Eiji, yang tidak sempat menghindar dari tembakan, Langit. Akhirnya, peluru itu bersarang di perutnya.


     Lovely yang melihat kejadian itu. Langsung ikut menembakan pelurunya ke arah, Bintang. Sayangnya, di waktu yang bersamaan, ada Suzuki Hoshi yang baru datang, langsung menembak tangan Lovely. Sehingga, peluru yang keluar dari pistolnya melesat ke sembarang arah.

__ADS_1


     Kini Toyota Eiji dan Lovely mulai terdesak. Dimana keadaan mereka berdua sudah terluka kena tembakan. Jumlah lawan pun tidak imbang.


"Langit, cepat selamatkan Almahira. Biarkan kami yang mengurus di sini!" perintah Bintang.


"Baik! Kak Bintang juga hati-hati! Jangan memaksakan diri," kata Langit.


     Langit pun menuruti perintah Bintang, dan dia merasakan jantungnya yang bergemuruh, pikirannya kini hanya ada Almahira. Langit pun berlari menaiki anak tangga dengan sekuat tenaga, menuju ke lantai lima.


"Almahira ... Hikari! Tunggu aku!" gumam Langit.


     Langit rasanya ingin kembali lagi ke tempat Bintang. Saat terdengar bunyi pistol saling bersahutan di bawah tangga. Namun, bila dia kembali, pastinya nanti Bintang akan marah padanya. Maka, cara yang terbaik adalah tetap pada tujuan utama, menyelamatkan Almahira dan Hikari. Setelah keduanya selamat dan aman, dia bisa kembali ke tempat Bintang.


*******


Bagaimana nasib Almahira dan Hikari?


Apa Bintang dan Suzuki bisa mengalahkan Toyota Eiji dan Lovely?


Angkasa kemana?


Tunggu kelanjutannya ya.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.


  

__ADS_1


  


__ADS_2