
Alex kini sudah berada di rumah Cantika, mengantar mereka pulang. Sedangkan Mentari tadi di jemput Ayahnya yang datang ke Rumah Sakit setelah mendengar tentang kecelakaan putrinya dan cucunya itu sewaktu menjemput mereka pulang sekolah.
" Anak - anak kalian harus istirahat, ya ! " Alex meminta ketiga anaknya pergi tidur siang, walau sebentar lagi waktu ashar.
" Kita nggak apa - apa kok, Pah ".
Bintang meyakinkan Papanya, kalau mereka baik - baik saja. Sebenarnya mereka ingin bermain dengan Papanya dan Grandpa-nya. Karena mereka tahu kalau Papa dan Grandpa-nya akan kembali lagi ke Amerika besok malam.
" Nggak, pokoknya kalian harus istirahat ! " perintah Alex.
" Papa, kita ingin terus bermain bersama Papa dan Grandpa ! " Kali ini Langit yang bicara dengan tegas, menolak perintah Papanya.
" Kita bisa main lagi besok ".
Alex berjongkok di hadapan ketiga anaknya. Ditatapnya mereka dengan pandangan penuh kasih sayang.
" Kalau kalian langsung bermain bersama Papa sekarang. Besok Papa nggak akan ngajak kalian pergi liburan ", Alex ngajak nego ketiga anaknya.
Ketiga bocah itu saling pandang. Seolah mereka sedang bicara lewat pandangan mereka. Dan hanya mereka bertiga saja yang mengerti arti dari tatapan saudaranya.
" Gimana, hm ? Udah rapatnya ? gimana hasilnya ?" Tanya Alex yang sejak tadi memperhatikan gerak mata dari ketiganya.
" Oke. Kita hari ini akan istirahat. Tapi besok kita ingin pergi berenang dengan Papa ", Angkasa berbicara memberi tahu Papanya akan hasil keputusan mereka bertiga.
" Oke. Besok kita akan pergi berenang " Alex tersenyum kemudian mencium kening anaknya satu per satu.
* * * * * * *
Kini Alex, Arthur, Cantika, dan Erlangga berkumpul di ruang keluarga. Alex memutuskan untuk memberitahu Cantika dan Erlangga tentang pembicaraannya tadi bersama Andi, Papinya Arga. Karena bagaimana pun mereka berdua berhak tahu kebenaran tentang kematian kedua orang tuanya.
" Cantika dan Erlangga ada yang harus aku ceritakan kepada kalian ",
" Ini mengenai kematian yang di alami oleh kedua orang tua kalian ",
" Kemungkinan mereka meninggal bukan karena kecelakaan, tetapi mereka di bunuh ",
Mendengar itu Cantika dan Erlangga sangat terkejut. Mereka tidak menyangka kalau kedua orang tuanya meninggal karena di bunuh. Cantika sangat shock sampai - sampai wajahnya langsung terlihat pucat.
__ADS_1
" Akan aku ceritakan hasil penyelidikan yang di lakukan oleh Pak Andi, Papinya Arga ".
Alek pun menceritakan semua yang tadi di bicarakan di kantor Ja'far. Mendengar apa yang di ceritakan oleh Alex, Cantika terus menangis. Betapa dia sangat terluka akan kenyataan itu. Memori akan kenangan bersama kedua orang tuanya terus datang silih berganti ketika Alex bercerita. Dan Erlangga memeluk kakaknya berusaha menenangkannya. Erlangga yang waktu itu masih sangat kecil dan samar - samar akan ingatannya tentang kedua orang tuanya. Sehingga Erlangga tidak punya banyak ingatan tentang kenangannya bersama kedua orang tuanya.
" Apa sebaiknya Erlangga nggak kembali lagi ke pondok, Kak ? ", Erlangga meminta saran sama Kakaknya.
" Nggak, Er. Kamu selesaikan dulu mondok di sana. Tinggal beberapa bulan lagi ", saran Cantika.
" Kalau begitu, Er akan kuliah di Indonesia saja ", kata Erlangga.
Erlangga tadinya punya niatan mau kuliah di Madinah, Arab Saudi. Mengikuti jejak Fajar yang tahun lalu masuk kuliah disana. Tapi sekarang dia memutuskan akan kuliah di dalam negeri. Agar bisa menjaga Kakak dan ketiga keponakannya. Erlangga adalah pemuda yang tegas dan baik hati. Walau Erlangga tinggal di pondok pesantren tapi dia selalu memantau keadaan keluarganya. Setiap hari dia selalu telepon Cantika dan ketiga ponakannya. Terkadang sekali - kali dia pulang ke rumah walau hanya sehari atau dua hari.
" Ya, Kakak setuju kalau Er mau kuliah disini. Jadi Kakak nggak akan khawatir memikirkan Er yang jauh dari Kakak ", Cantika menatap adik semata wayangnya penuh rasa sayang.
" Er di minta Paman Ja'far untuk belajar mengelola MEGA Mall. Karena Pak Ramlan juga sudah minta pensiun ",
" Mungkin Er akan kuliah sambil bekerja ", jelas Erlangga.
" Ya, aku setuju denganmu Er. Aku yakin kamu akan bisa menjalankannya, apalagi di bantu Paman Ja'far ", Alex mendukung keputusan Erlangga.
" Daddy juga yakin, kalau kamu bisa seperti Ayahmu ", Arthur memberi semangat.
* * * * * * *
Sesuai janji Alex pada ketiga anaknya, rencananya hari ini mereka mau pergi ke Wisata Taman Air yang punya banyak kolam renang dan jenis wahana permainannya. Pagi - pagi Alex dan Arthur sudah datang mau menjemput anak - anak. Ternyata ketiga bocah itu sudah bersiap dan menunggu Papanya dengan segala persiapan bekal untuk disana.
" Anak - anak semua persiapannya sudah di bawa semua ? Nggak ada yang tertinggal ?" Tanya Alex.
" Sudah.... !!!! " jawab mereka kompak.
" Wishhh.... Semangat amat yang mau pergi berenang ", canda Erlangga kepada tiga ponakannya.
" Om Er, mau ikut ? " Ajak Bintang.
" Nggak ahh, nanti disana disuruh tungguin barang kalian ", Erlangga senang menggoda Bintang.
" Ya, enggaklah Om, kan ada penitipan barang ", Langit memberi tahu Erlangga.
__ADS_1
" Terus yang dulu - dulu suruh jaga tas makanan itu siapa ?" , Erlangga mengingatkan ponakannya.
" Hehehe.... Itu kan kita mau main sambil makan ", Langit beralasan.
" Ayo ikutlah Er, ajak Cantika sama Gaya. Biar rame suasana liburannya ", kata Arthur.
" Maaf Dad, kayaknya Cantika nggak bisa ikut ", tolak Cantika secara halus.
" Beb, yuk kita juga ikut liburan sama mereka !? " Gaya setuju sama ajakan Arthur.
" Honey lebih baik kamu ikut juga, biar anak - anak senang karena pergi liburan sama Papa Mamanya ", bisik Alex pada Cantika. Dan itu membuat Cantika meremang, apalagi panggil Sayangnya tadi membuat jantungnya berdetak sangat kencang. Semenjak Cantika dan Alex bertunangan, Alex merubah pangilannya untuk Cantika dengan sebutan Honey.
" Ayo Ma, kita pergi sama - sama ", Langit mengayun - ayunkan tangan Cantika.
" Mama juga ikut, ya !" Angkasa mengajaknya juga.
" Iya, Ma. Nanti fotoin Bintang lagi berenang " gadis kecilnya menatapnya dengan tatapan memohon jurus andalannya.
" Baiklah Mama ikut. Tapi nggak akan ikut berenang sama kalian !", Cantika menyetujui ajakan anak - anaknya.
" Hey, asik... akhirnya Mama mau ikut " teriak ketiga bocah itu riang sambil lompat - lompat.
" Er, kamu juga ikut. Ayo siap - siap ", ajak Cantika pada adiknya.
" Oke, Boss...!!! " kata Erlangga.
" Christina juga di ajak ,ya ?! ", Sekarang mumpung lagi libur, dia ", Gaya mentelpon Christina.
" Beb, kita mau liburan ke Wisata Taman Air. Mau ikut nggak " ajak Gaya pada Christina.
" Iya, sekarang kita tunggu di sini. Cepatan, ya nanti ditinggal kalau kelamaan " Gaya pun mengakhiri pembicaraannya.
" Mister, Christina katanya mau ikut juga ", kata Gaya pada Arthur.
" Iya ajak juga, kita senang - senang hari ini !!! " kata Arthur.
" Alex ajak juga mereka bertiga !" pinta Arthur pada Alex untuk mengajak Akira, Alessio, dan Mark berlibur bersama.
__ADS_1
" Ok, Dad. Al coba hubungi mereka. Apa mereka mau ikut !" kata Alex sambil menghubungi bawahannya.
* * * * * * *