
Alex senang sekali saat koki membuatkan es krim coklat untuknya. Pelayan membawakan satu mangkuk penuh es krim untuk Alex.
" Tuan Alex duduk di sini saja, ya ?" Pelayan menggeserkan kursi di meja makan.
" Tidak. Aku mau makan es krim di kamar saja." Kata Alex sambil membawa mangkuk es krimnya.
Saat Alex akan naik tangga, dari atas Irene menuruni anak tangga dengan tergesah - gesah. Dan tabrakan keduanya tak bisa dihindari.
" Brug...."
Es krim yang di bawa oleh Alex jatuh di tubuh Irene dan mengotori gaun indah dan tentunya mahal milik Irene.
" Alex, kau !!!" Amarah Irene langsung memuncak saat melihat gaun baru yang dipakainya kotor oleh es krim milik Alex.
" Maaf Irene.... Itu karena kamu berlari saat menuruni tangga. Dan tak melihat aku membawa mangkuk es krim." Alex mencoba membela dirinya karena merasa tak bersalah.
" Oh, jadi kamu mau menyalahkan aku atas kejadian ini !"
" Begitu. HAH !"
" JAWAB !" Irene berteriak melampiaskan amarahnya.
Alex hanya diam dan menunduk melihat Irene marah seperti itu.
" Oh, bagus....! Sepertinya semua hukuman yang aku berikan padamu itu tidak ada artinya."
" Baiklah, sepertinya aku tahu hukuman yang akan membuatmu jera kali ini !" Kata Irene sambil menarik Alex masuk ke kamarnya.
Irene mengambil satu kotak berukuran agak besar yang di tutupi oleh kain. Dan saat kain itu di buka, Alex menjerit ketakutan.
" Kyaaak.... Irene jauhkan itu dari ku !!!" Teriak Alex saat melihat satu box yang terbuat dari kaca mika yang isinya banyak sekali ulat - ulat bulu.
" Kenapa, ini hewan yang menggemaskan. Apalagi saat berjalan menggerakan badannya, lucu sekali."
" Lihatlah," Kata Irene dengan suara rendahnya.
" Hiks.... Hiks.... Irene jauhkan itu...!!!" Alex mulai menangis.
" Inilah hukuman yang akan membuatmu jera !"
Irene mengambil beberapa ulat dalam genggamannya, dan melemparkannya ke tubuh Alex. Alex yang fobia ulat langsung menjerit - jerit ketakutan sambil melompat - lompat berusaha menjatuhkan ulat yang menempel di bajunya.
" Kyaaak.... Kyaaak....!!!"
" Irene kamu jahat !!!" Alex berteriak dan menangis ketakutan.
Melihat Alex seperti itu, membuat Irene tertawa bahagia.
__ADS_1
" Hahaha.... Rasakan hukuman yang aku berikan !!"
" Apa kamu tahu Alex. Melihatmu seperti ini sungguh sangat menyenangkan !"
" Kyaaak.... Akan aku adukan pada Daddy !" Alex masih berusaha membuat ulat - ulat yang ada di bajunya memakai buku cerita yang ada di atas lemari nakasnya.
" Oh. Kamu berani mengancam ku !" Irene mengcekram kedua lengan Alex yang sangat kecil. Dengan matanya yang membelalak tajam.
" Rasakan hukuman tambahan untukmu !!!"
Irene mengambil satu genggam lagi ulat bulu di dalam box kaca itu, dan memasukan ulat - ulat bulu itu ke dalam kaos Alex. Sehingga Alex bisa merasakan langsung ulat - ulat itu merayap di kulit badannya. Dan seketika Alex merasakan sesak dan pusing. Akhirnya Alex jatuh pingsan.
" Ternyata hukuman seperti ini akan ampuh untuk bocah nakal sepeti mu." Kata Irene sambil melihat Alex yang tergeletak di lantai.
Irene membereskan kembali ulat - ulat bulu miliknya. Dan pergi meninggalkan Alex yang pingsan di dalam kamar.
\* \* \* \* \* \* \*
Alex sangat senang karena Arthur akan pulang hari ini dari perjalanan dinasnya ke Eropa. Saat sarapan, Kepala Pelayan mendapatkan telepon dari Arthur, dan ingin berbicara dengan Alex.
" Daddy.... Kapan akan pulang ?"
" Alex rindu sama Daddy,"
" Daddy juga rindu padamu, Al."
" Dan hari ini Daddy akan pulang. Al, tunggu Daddy dirumah ya ?!" Kata Arthur.
" Beneran Daddy hari ini akan pulang !" Alex senang sekali mendengar berita itu.
" Iya, Daddy juga bawa oleh - oleh yang banyak buat Al. Buat Fatih sama Willi juga ada."
" Daddy, Al ingin main sama Fatih dan Willi ," Alex berkata lirih, tapi masih bisa didengar oleh Arthur di sebrang sana.
" Kenapa. Apa kalian tidak main bersama ?" Tanya Arthur.
Alex diam tak menjawab karena saat ini Irene sedang memperhatikannya. Alex sangat takut saat mata Irene menatapnya tajam. Seolah berkata, ' jangan ceritakan apapun atau kamu akan aku hukum.'
" Halo, Al. Kamu masih disana ?"
" Iya, Dad. Al, tunggu di rumah."
" Bye.... Bye.... Dad." Alex cepat - cepat mengakhiri pembicaraannya dengan Arthur.
__ADS_1
Alex ditarik oleh Irene dan memasukannya ke dalam kamar.
" Apa kamu tadi mengadu pada Daddy mu !" Tanya Irene penuh penekanan.
" Tidak. Aku tidak bicara apapun." Alex sudah merasa ketakutan.
" Bohong !" Teriak Irene tepat di depan muka Alex. Karena Irene sedang berjongkok dan mencekam kedua bahu kecil milik Alex.
" Ingat aku masih menyimpan ulat - ulat itu untukmu. Kalau kamu berbuat macam - macam kayak kemarin. Maka akan aku tempelkan ulat - ulat bulu itu di seluruh tubuh mu." Ancam Irene.
Alex yang mendengar ucapan Irene itu, langsung bergetar seluruh tubuhnya. Dia teringat kejadian kemarin. Saat Alex tanpa sengaja menjatuhkan satu mangkuk penuh es krim ke gaun milik Irene.
\* \* \* \* \* \* \*
Arthur pulang dari perjalanannya dari Eropa, dengan perasaan bahagia. Karena dirinya akan bertemu lagi dengan anak semata wayangnya. Saat di Eropa Arthur sangat sibuk, sehingga jarang menghubungi Alex.
" Al, Daddy pulang....!" Teriak Arthur saat masuk ke dalam mansionnya.
" Arthur selamat datang kembali," Irene menyambut kedatangan Arthur.
" Alex dimana ?" Tanya Arthur saat dirinya tak melihat Alex menyambut kedatangannya.
" Sepertinya dia ketiduran dikamarnya." Kata Irene.
Arthur pun naik ke lantai atas menuju kamar Alex. Saat masuk kedalam kamarnya Alex, dilihat anak kesayangannya itu sedang tertidur. Arthur pun menghampirinya, dan membenarkan posisi tidur Alex. Dilihatnya wajah sembab Alex, dan bulu matanya masih basah. Arthur merasa aneh, apa Alex menangis sebelum tidur. Tapi saat di sentuh badannya, bajunya basah oleh keringat. Karena takut terjadi sesuatu pada Alex, akhirnya Arthur memanggil dokter pribadinya.
" Lee, bisakah kamu datang sekarang ke rumah ku. Sepertinya Alex sedang sakit," Kata Arthur pada teman sekaligus dokter pribadi keluarganya.
" Alex sakit apa ? Biasanya dia anak yang jarang sakit." tanya Lee di seberang telepon.
" Aku tidak tahu, karena baru pulang dari Eropa. Saat sampai rumah, Alex tidak menyambut ku. Jadi kuputuskan menemuinya di kamar. Dan saat aku melihatnya, seluruh badannya basah oleh keringat. Dan saat aku mencoba membangunkannya, dia tidak bangun - bangun. Aku takut sekali kalau terjadi sesuatu pada Alex. Karena sekarang hanya dia satu - satunya orang yang berharga bagi ku."
" Tunggu aku sudah mau sampai ke mansion mu." Kata Lee dan mematikan panggilannya.
Irene yang melihat itu sangat ketakutan kalau perbuatannya ke bongkar. Karena tadi sebelum Arthur datang. Irene menghukum kembali Alex dengan ulat - ulat bulu miliknya. Dan mengancam Alex jangan mengadu pada Arthur.
\* \* \* \* \* \* \*
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE.
KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.
__ADS_1
DUKUNG AKU TERUS.
TERIMA KASIH.