Trio Kancil

Trio Kancil
#BINTANG 31


__ADS_3

     Bintang pulang diantar oleh Ghazali, sedangkan mobilnya sendiri dibawa oleh sopir yang mengikutinya di belakang. Ini sudah biasa mereka lakukan sejak dulu atau sejak si Trio Kancil masih bayi. Ghazali sangat suka sama ketiga anak Cantika, bahkan dia sengaja mengantar jemput mereka kalau lagi libur dan diam di rumah.


     Sekarang ini Ghazali dan Bintang masih duduk di dalam mobil, meski mereka sudah sampai di halaman rumah Bintang. Tangan keduanya masih saling menggenggam satu sama lain. Seolah tidak ingin berpisah.


"Om, ini sudah sampai aku harus masuk ke rumah. Nanti Mama sama Papa nanyain kenapa nggak masuk-masuk," kata Bintang sambil menatap wajah Ghazali.


"Sebentar lagi, ya. Ini pertemuan terakhir kita, dan kita bisa bertemu lagi saat di hari pernikahan kita," kata Ghazali sambil mengelus pipi Bintang.


"Sudah ah. Nanti ujung-ujungnya Om berbuat dosa lagi," kata Bintang sambil manyun.


"Berbuat dosa, apa?" tanya Ghazali dengan nada jahilnya sambil tersenyum nakal sama Bintang.


"Sudah ah. Bintang mau masuk, nanti malah tergoda," balas Bintang sambil membuka sabuk pengamannya.


"Tergoda sama apa?" tanya Ghazali lagi dengan godaan mautnya. Sambil memasang senyuman menggoda miliknya.


"Om itu tidak sadar, apa? Kalau suka menggoda aku!" Bintang yang hendak membuka pintu mobil, malah terhenti saat ada tangan Ghazali yang menghentikannya.


"Dua menit … tidak, tiga menit lagi. Aku masih ingin bersamamu, Bintang."


      Suara Ghazali yang tepat ditelinga Bintang, membuat jantungnya berdetak dengan cepat. Bila sudah begini, bisa dipastikan selanjutnya mereka akan melakukan apa.


"Om," bisik Bintang dengan suaranya yang bergetar.


"Hm," Ghazali memeluk Bintang dari belakang.


"Aku mau turun," kata Bintang dengan suaranya yang pelan, dan mengarahkan wajahnya ke belakang. Sehingga kejadian siang terulang kembali.


    Bintang cepat-cepat turun begitu pagutan mereka terlepas. Dia berlari masuk ke dalam rumah, tanpa menghiraukan Ghazali yang ikut berlari di belakangnya.


"Bintang, baru pulang?" tanya Cantika yang kebetulan sedang berada di ruang keluarga berduaan bersama Alex.


"Iya, Ma." Bintang menundukan kepalanya karena wajahnya yang masih sangat merah, gara-gara Ghazali.


"Assalamu'alaikum, Kak Cantika! Eh, calon mertua," kata Ghazali begitu masuk disana.


"Ini sudah malam, kamu cepat pulang!" usir Alex kepada Ghazali.


"Apaan sich, Kak Al. Ngusir Ghaza, baru saja sampai," balas Ghazali tak terima.


"Aku hanya mengingatkan kamu saja, kalau ini sudah malam. Tidak pantas bertamu malam-malam, apalagi ke rumah seorang gadis," ucap Alex.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu. Kak Al, aku mau menginap di sini ya, sebagai sepupu Kakak!" pinta Ghazali.


"Kamu ini! bisa-bisanya berpikiran seperti itu. Sana pulang! atau kamu nggak akan jadi menikah dengan Bintang bulan depan!" ancam Alex.


"Nggak bisa begitu dong! Kak Al. Kakak jangan melanggar kesepakatan yang sudah dibuat," Ghazali sewot karena tidak terima.


"Itu tergantung pilihan kamu. Kalau kamu mau nikah bulan depan harus tahan diri, sampai hari pernikahan kalian. Atau kamu akan menunggu dua tahun lagi untuk bisa menikahi Bintang, kalau maksa ingin menginap di rumahku," kata Alex sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Iya, Ghaza akan pulang!" Ghazali pun pamitan kepada Cantika dan Bintang.


*******


Dua Minggu kemudian ...


     Bintang dan bersama Husna sedang berada di ruang kelasnya, meski jadwal mata kuliah sudah habis sejak dua jam yang lalu. Mereka berdua sedang menunggu Luna yang berbeda kelas meski masih satu fakultas. Sedangkan Selena hari ini tidak ada jadwal kuliah.


"Bintang apa persiapan pernikahan kamu sudah selesai?" tanya Husna sambil membuka-buka buku catatannya.


"Sudah sembilan puluh persen, mungkin tinggal sebar undangan, yang bisa aku lakukan. Sisanya sudah selesai oleh Mama sama Oma, terus Oma Venus dan Oma Bintang," jawab Bintang sambil mencoret-coret kertas.


"Hai, kalian. Jadi nggak kita pergi ke Mall Mega?!" teriak Luna di depan pintu.


"Lihat tuh Luna senang banget mau ketemu sama Hot Daddy," bisik Husna sambil tertawa terkikik.


     Bintang merasa sedang diikuti oleh seseorang. Maka dia waspada mengawasi sekelilingnya. Apalagi hari ini Michael tidak menjaganya, karena ada tugas dari papanya,Alex.


     Pengawalnya hari ini adalah A, yang selalu menjaga Bintang kalau Michael tidak bisa menjaga Bintang. A sudah menikah dengan karyawan cafe Cantika. Jadi dia sudah lama tinggal dan menetap di Indonesia.


"Uncle A, dimana ya?" gumam Bintang sambil melihat sekeliling.


"Bintang lihat kemeja ini bagus nggak buat aku?" tanya Luna sambil memasangkan kemejanya di tangan kanan dan kiri secara bergantian.


"Oh, ya bagus!" jawab Bintang sambil mengacungkan jempolnya ke arah Luna.


"Sudah belum Luna? lapar nih!" kata Husna sambil memegang perutnya yang terasa sangat lapar.


"Iya, ini mau bayar dulu," balas Luna sambil berjalan ke arah kasir.


      Saat Bintang menunggu Luna membayar belanjaannya, di depan pintu masuk toko itu tiba-tiba ada seseorang yang berlari ke arahnya Bintang yang sedang berdiri sambil menunduk di depan Husna. Orang itu menabrak Bintang sampai Bintang juga ikut terjatuh ke lantai. Posisinya yang tidak dalam keadaan siap menerima serangan mendadak, membuatnya terjatuh. Kaki kanannya terkilir dan telapak tangannya terluka lecet-lecet.


"Maaf Nona! Aku sedang terburu-buru," kata orang itu kemudian kembali berlari.

__ADS_1


"Nona Bintang anda tidak apa-apa?" tanya A, yang datang tiba-tiba dan membantu Bintang berdiri.


"Apa aku perlu mengejarnya?!" tanya A kepada Bintang.


"Tidak perlu, sebaiknya kita ke cafe Mama." Ajak Bintang sambil menggoyang-goyangkan kakinya yang sakit karena terkilir.


*******


      Bintang, menelpon Langit dan Angkasa agar datang ke cafe Cantika. Bintang duduk di meja kerja lantai tiga, yang merupakan tempat kantornya cafe Cantika. Bintang yang masih memeriksa CCTV di Mall Mega. Tadi dia meminta kepada tim keamanan dan pengawasan mall untuk menyalin rekaman CCTV tempat-tempat yang didatangi dan dilalui olehnya.


      Ini sudah kedua kalinya Bintang memeriksa CCTV itu. Kali ini bukan dirinya yang jadi prioritas pengamatannya. Tapi orang yang menabraknya tadi.


"Bintang ada apa?" tanya Angkasa saat masuk ke ruang kantor cafe bersama dengan Langit.


"Duduklah, ada yang mau aku bicarakan dengan kalian," kata Bintang sambil berdiri dan membawa laptopnya.


     Kini ketiga anak kembar itu, duduk di sofa dan laptopnya disimpan di atas meja. Ketiganya mengamati rekaman CCTV, dan mengamatinya dengan seksama dan diam karena masing-masing sedang fokus akan pengamatannya.


"Kalian ingat, aku pernah cerita sekitar dua Minggu yang lalu, kalau aku merasa sedang ada yang mengawasi?!" kata Bintang kepada saudara-saudaranya.


"Oh, yang waktu kamu akan dibegal itu?" tanya Langit coba mengingat cerita kejadian itu.


"Ya. Entah kenapa aku merasa tiap hari dan setiap saat. Ada yang mengawasi aku terus. Mau di kampus atau tempat bermain bersama dengan temanku. Bahkan saat aku pulang kerumah," jelas Bintang sambil menggosok-gosok lengannya karena merinding.


"Apa kamu tahu siapa mereka?" tanya Angkasa sambil mengulang kembali rekaman CCTV itu.


"Tidak. Hanya saja aku merasa tidak asing sama aroma tubuh laki-laki yang menabrak aku tadi," jawab Bintang sambil menunjuk pada rekaman yang sedang berjalan di layar laptop miliknya.


"Akan aku cari wajah laki-laki ini!" kata Langit sambil mengeluarkan laptop miliknya.


"Kamu mau apa?" tanya Bintang pada Langit.


"Meretas CCTV yang ada di setiap jalan dan tempat yang sering kamu lalui selama sebulan ini! Jadi jangan ganggu aku!" jawab Langit sambil pindah tempat duduknya ke meja kerja.


"Ya, aku juga akan mencari tahu kendaraan milik laki-laki itu. Siapa tahu dari sana akan ketahuan identitasnya," kata Angkasa yang mengutak atik laptop milik Bintang.


"Lalu aku ngapain?!" tanya Bintang tapi tidak ada yang menjawabnya. Kedua saudara kembarnya malah fokus sama laptop masing-masing.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.

__ADS_1


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.


__ADS_2