
Hari itu Alex dan kedua orang tuanya, beserta Willi, pergi ke Kebun Binatang Ragunan. Di sama mereka bersenang - senang melihat banyak hewan, yang tidak biasa di jumpai di lingkungannya. Sudah hampir tiga jam mereka berjalan menyusuri tempat - tempat disana. Saat mereka sedang duduk di dekat kandang Orang Utan yang menjadi hewan ciri khas Indonesia. Alex melihat bayi perempuan yang lucu. Alex sangat gemas padanya, jadi dia pegang - pegang tangan bayi perempuan itu. Ibu Si bayi yang tahu kelakuan Alex hanya tersenyum.
" Halo !" Kata Ibu Si bayi.
" Halo juga. Siapa nama bayi ini ?" Tanya Alex.
Ibu Si bayi terkejut, karena bocah bule yang sedang memainkan tangan anaknya, ternyata bisa bahasa Indonesia. Dia berpikir, kalau orang tuanya adalah blasteran Indonesia.
" Nama Dede bayi ini Cantika " Jawab Ibu Si bayi.
" Halo Cantika. Kenalkan namaku Alex." Kata Alex sambil tersenyum manis dan di Cantika bayi pun tertawa senang sambil menggerakkan tangannya yang sedang di pegang oleh Alex.
" Kyaa.... Kyaa....!" Cantika bayi tertawa menggemaskan.
Melihat itu Alex sungguh gemas pada bayi montok yang ada di pangkuan Ibunya. Alex pun mencium pipi Cantika bayi, di pipi kanan dan kirinya.
" Cantika sangat cantik, Aunty," kata Alex pada ibunya Cantika.
" Nama Aunty siapa ?"
" Nama Aunty Khadijah," jawab Ibunya Cantika.
" Alex !" Anatasya mencarinya sambil berlari - lari bersama Arthur dan Willi.
" Mommy, Alex disini !" Alex melambaikan tangannya ke arah orang tua dan saudaranya.
" Oh, Alex. Kenapa kamu pergi nggak bilang - bilang." Anatasya memeluk dan menciumi wajah Alex.
" Alex mau main sama bayi cantik ini." Katanya sambil mengayun - ayunkan tangan Cantika yang ada dipegangnya.
" Tapi Alex, bagaimana pun kamu harus bilang dulu kalau mau pergi." Nasehat Arthur.
* Nyonya terima kasih sudah menjaga anak kami." Kata Anatasya pada Khadijah.
Kemudian datang ayahnya Cantika yang habis dari mushola.
" Wah ada apa ini ? Ramai sekali." Tanya Yusuf pada istrinya.
__ADS_1
Mereka pun berkenalan dan makan siang bersama. Mereka juga berfoto bersama untuk kenang - kenangan. Dari sanalah pertemanan Yusuf dan Arthur berawal.
\* \* \* \* \* \* \*
Ke esokan harinya Alex dan kedua orangtuanya, serta Willi. Datang ke pesantren milik Kakek buyutnya Khalid. Keluarga Arthur sudah tak asing mengunjungi pesantren itu. Karena Aurora kadang tinggal disana, dan Anatasya pun akan ikut kesana. Di pesantren akan diadakan sunatan masal untuk warga sekitar. Khalid dan Aurora akan memberikan bingkisan untuk anak - anak yang disunat. Kebanyakan usia mereka tujuh sampai dua belas tahun.
" Apa mereka nggak apa - apa ?" Tanya Alex.
" Burung mereka dipotong, ya ?" Tanya Willi.
" Nggak Sayang. Mereka hanya membuang sedikit. Agar burungnya jauh dari penyakit." Kata Aurora pada Alex dan Willi.
" Punya Fatih juga sudah disunat," kata Fatih.
" Beneran ?" Tanya kedua bocah itu pada saudaranya.
" Iya, burung punya Fatih sudah di sunat." Aurora tersenyum dan mencium sayang pipi anaknya.
" Mommy, Alex juga mau di sunat !" Pinta Alex.
" Willi juga mau, Ana."
Anatasya yang mendengar permintaan kedua anak itu, bingung harus jawab apa.
" Kalau Alex mau di sunat, sunat aja nggak apa - apa." Kata Arthur, karena dia sudah tahu manfaat dari di sunat.
" Willi juga mau !"
" Ya kalau kamu mau juga boleh." Kata Arthur.
Akhirnya Alex dan Willi pun di sunat. Dan mereka jadinya tinggal beberapa hari di pesantren, sambil mengobati Aalex dan Willi bekas disunat. Awalnya kedua anak itu rewel terus tapi ke esokan harinya, setelah Mbah Uti memberi ramuan di air rendaman. Mereka berdua jadi lebih baik. Tiap hari mereka akan berendam, dan bekas sunatnya cepat kering dan sembuh. Tiga hari mereka tinggal di sana, dan akan pulang lagi ke Amerika. Bagi Alex dan Willi pulang pergi Indonesia - Amerika adalah hal biasa. Begitu juga dengan Fatih. Di saat mereka ingin bertemu, maka pada saat itu juga mereka akan berangkat menggunakan pesawat pribadi milik keluarga mereka. Khalid yang sering kelimpungan kalau Fatih tiba - tiba ingin pergi ke Amerika. Karena dia tidak punya pesawat pribadi. Bagi warga Indonesia saat itu belum ada yang punya pesawat pribadi. Berbeda dengan di Amerika, para pengusaha kaya punya pesawat pribadi itu tidak aneh. Apalagi sekelas keluarga Green dan Anderrson, yang hartanya melimpah ruah.
" Aurora aku pergi, ya !" Kata Anatasya sambil memeluk sepupunya itu.
__ADS_1
" Hati - hati dan jaga dirimu baik - baik." Balas Aurora.
" Aku akan selau merindukan mu dan Fatih."
" Ya, aku juga akan selalu merindukan kalian semua." Kata Aurora sambil mengusap air matanya.
" Besok giliran mu yang berkunjung ke Amerika," pinta Anatasya.
" Iya, tunggu aku dan Fatih, disana."
" Akan aku tunggu kedatangan kalian."
" Ah aku yakin sebentar lagi mereka akan merengek ingin bertemu dan bermain bersama," Kata Aurora saat melihat ketiga bocah itu tertawa bersama.
Mereka mengantar keluarga Alex ke bandara. Aurora begitu berat untuk melepas kepergian mereka kali ini. Dia selalu meminta Ana dan Alex untuk tinggal lebih lama. Aurora yang biasanya tidak menangis saat mengantar kepergian mereka, kini menangis tersedu - sedu. Khalid memeluk istrinya mencoba menenangkannya. Dan benar itu adalah hari terakhir Aurora bertemu dengan Anatasya. Karena satu Minggu setelah kepulangan mereka ke Amerika. Aurora mendapat kabar kematian Anatasya. Padahal dirinya dan Fatih mau giliran main ke Amerika.
Kematian Anatasya yang mendadak, karena kecelakaan setelah mengunjungi Yayasan miliknya. Membuat semua orang yang menyayanginya shock. Terutama Christopher, yang harus kembali kehilangan orang yang disayanginya. Dia sampai jatuh sakit parah dan kepemimpinan di perusahaannya, sementara di ambil alih oleh Khalid. Aurora dan keluarganya pindah sementara waktu di Amerika. Dia juga yang mengurus Alex.
Arthur yang kehilangan Anatasya seperti orang yang kehilangan semangat hidupnya. Dia hanya berbaring di tempat tidur miliknya dan Anatasya, lupa pada Alex yang masih membutuhkan perhatiannya. Karena itu Aurora meminta Alex, diurus olehnya. Aurora di Amerika mengurus tiga bocah sekaligus. Fatih, Alex, dan Willi, karena Jenifer harus membantu Khalid menjalankan perusahaan milik suaminya.
Selain membantu perusahaan milik Christhopher, Khalid juga ikut mengawasi perusahaan milik Arthur. Dia juga selalu menyemangati Arthur untuk bangkit kembali. Dan setelah tiga bulan kematian Ana, Arthur sudah bisa beraktivitas seperti biasa lagi, walau kini wajahnya kehilangan cahayanya. Arthur sering di bantu oleh Irene, sekretarisnya dalam segala hal. Bahkan Irene juga meminta izin Arthur untuk mengurus Alex. Dengan alasan kasihan melihat Aurora membesarkan tiga anak kecil sekaligus. Dan Arthur pun mengizinkannya. Alex sering dibawanya kekantor dan Irene akan mengurusnya dengan telaten. Melihat Irene yang sayang sama Alex, Arthur pun mempercayakan pengasuhan Alex padanya. Dan Arthur menikahi Irene saat wanita itu bilang ingin menjadi ibu bagi Alex. Arthur menikahi Irene, Eman bulan setelah kematian Anatasya. Dan itu membuat Aurora kecewa. Disanalah awal mula kemalangan hidup Alex di mulai.
\* \* \* \* \* \* \*
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA.
KASIH BINTANG LIMA JUGA.
DUKUNG AKU TERUS YA.
__ADS_1