Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 64


__ADS_3

Cantika dan anak - anaknya menempati kamar yang biasa Alex tempati, ketika tinggal disana. Di sana banyak barang - barang Alex dan juga foto Alex saat masih kecil hingga remaja. Cantika malah membuka Album foto milik Alex. Cantika kadang tersenyum atau tertawa kecil melihat tingkah laku Alex dan saudara - saudaranya di foto itu. Sampai ketika Cantika melihat foto Alex, William dan Fatih yang masih kecil berfoto bersama dengan seorang perempuan muda yang memakai gelang yang sama dengan gelang peninggalan Ayahnya.


    Difoto itu terlihat jelas kalau seorang perempuan muda yang tengah merangkul tiga bocah kecil itu, memakai gelang dipergelangan tangan kirinya yang sama persis dengan gelang yang disimpan di kotak barang peninggalan orang tuanya. Alice memandangi wajah cantik perempuan itu. Tapi tidak ada kemiripan dengan wajah ayahnya.


" Siapa perempuan ini, ya ?"


" Apa dia punya hubungan dengan ayah ?"


" Tapi wajah mereka nggak mirip satu sama lainnya !"


     Cantika terus bergumam dalam hatinya sambil melihat foto itu. Cantika mengalihkan perhatiannya kepada tiga anaknya yang sedang tertidur pulas di atas kasur. Kemudian Cantika pun beranjak keluar kamar, ingin bertanya pada Aurora mengenai perempuan yang ada di dalam foto itu. Karena mau bertanya pada Alex, dianya sudah pergi tadi pagi entah kemana.


    Cantika berjalan menuruni anak tangga, dan suasana mention sangat sepi, tidak ada orang. Cantika pun berjalan ke arah dapur, mencari Aurora yang kemungkinan besar ada di sana. Tapi saat sampai di dapur, Cantika tidak menemukannya. Di sana hanya ada koki dan para pelayan yang sedang bekerja.


" Maaf mau tanya. Mama Aurora ada dimana, ya ?" Tanya Cantika pada orang - orang yang ada di dapur.


" Nyonya Aurora sepertinya masih dikamar !" Jawab salah seorang pelayan disana.


" Apa ada yang bisa kami bantu, Nona ?" Tanya seorang pelayan lainnya.


" Tidak. Terima kasih."


     Cantika pun kembali ke kamarnya, dan membaringkan tubuhnya di samping Langit yang kebetulan tidur paling pinggir. Cantika pun tak sadar dan tertidur.


     Cantika merasakan ada yang menciumi wajahnya. Saat dia membuka matanya, ada Langit yang duduk disisinya sambil menciumi wajahnya.


" Ada apa sayang ?" Cantika bertanya pada Langit dengan suara parau karena baru bangun tidur.


" Mama di bangunin sama Langit, tapi nggak bangun - bangun." Langit memanyunkan bibirnya dan terlihat sangat menggemaskan.


" Jam berapa sekarang ?" 


     Cantika mencari keberadaan jam di kamar itu tapi tak menemukannya. Akhirnya dia bangun dan melihat waktu di telepon genggamnya yang di simpan di atas meja belajar. Jam sudah menunjukan pukul delapan pagi, berarti dirinya sudah tertidur sekitar dua jam.


     Cantika mengalihkan perhatiannya kepada Angkasa dan Bintang yang masih tertidur lelap. Cantika merasa kasihan kalau harus membangunkan mereka. 


" Langit apa mau tidur lagi ?" Tanya Cantika, tapi di jawab dengan gelengan oleh Langit.


" Kalau begitu Langit mandi dulu, ya !" Ajak Cantika.


" Tapi, Ma. Pakaian gantinya gimana ?" Tanya Langit.


     Cantika baru tersadar kalau semalam mereka tak membawa barang apapun, kecuali telepon genggamnya yang berada di dalam saku daster abaya-nya.


" Kalau gitu Mama akan pulang dulu untuk ambil baju ganti, ya !" Kata Cantika.

__ADS_1


" Jangan, Ma !!!"


" Gimana kalau masih ada penjahat di dalam rumah !" Langit tidak mau kalau Cantika pulang kerumahnya.


" Tapikan kita tidak punya baju untuk ganti ?"


     Langit terdiam dengan wajah yang memperlihatkan mimik sedih. Langit membenarkan kata Mamanya, tapi dia tidak mau Mamanya dalam bahaya.


" Tok !!!"


" Tok !!!"


      Terdengar suara pintu kamar diketuk dari luar. Dan saat Cantika membuka pintu ada Alex sedang berdiri dengan membawa dua koper besar.


" Ini aku bawakan barang milik anak - anak dan milikmu, Honey." Alex menyerahkan dua koper yang tadi dia bawa.


" Papa !" Langit berlari kearah Alex, dan Alex pun menyambut pelukan Langit.


" Jagoan Papa, sudah bangun," kata Alex sambil mencium pipi Langit, dan dilihatnya dua anak yang lainya baru bangun.


" Pah, ayo kita mandi bersama !" Ajak Langit.


     Alex pun melihat kearah Cantika, dan tersenyum manis.


" Mau !!!" Jawab mereka kompak.


     Akhirnya mereka mandi bersama, dan Cantika menyiapkan baju untuk mereka. Mereka mandi hampir setengah jam lamanya. Dan Cantika bagian mendandani anaknya. 


" Sayang ada yang mau aku tanyakan ?" Tanya Cantika, ketika Alex duduk di sampingnya bersama dengan anak - anaknya.


" Apa itu, Honey." 


" Apa kamu mengenal perempuan di foto ini ?"


     Cantika memperlihatkan foto yang ada di album tadi. Dan Alex pun mengamati wajah perempuan muda di foto itu.


" Entahlah, sepertinya aku lupa. Mungkin Fatih masih ingat, kita tanya saja sama dia ?"


" Memangnya kenapa, Honey ?"


" Kenapa kamu ingin tahu siapa perempuan itu ?" Alex malah di buat penasaran.


" Perempuan di foto itu memakai gelang yang sama dengan gelang peninggalan ayahku." Jawab Cantika, dan Alex jadinya memperhatikan gambar gelang yang di pakai perempuan di dalam foto.


" Gelang ini maksudnya ?" Alex menunjuk foto bagian gelangnya.

__ADS_1


" Iya. Milik ayahku, dibalik permata - permata itu ada tulisan LANGIT, ANGKASA, BINTANG."


" Apa mungkin dia salah satu kerabat ayahmu, Honey ?"


" Aku tidak tahu. Makanya saat melihat foto itu, aku ingin cepat - cepat bertanya padamu. Tapi tadi sulit sekali di hubungi." Jawab Cantika.


" Ayo kita pergi sarapan ! Kalian sudah selesaikan ?" Tanya Alex.


" Sudah !" Jawab Ketiganya kompak.


     Saat mereka sampai di ruang makan ternyata yang lainnya pun baru akan memulai sarapan yang kesiangan itu. Karena jam telah menujukan pukul setengah sepuluh pagi.


" Assalammu'alaikum " jawab mereka kompak saat masuk ruang makan.


" Wa'alaikumsalam " Jawab mereka yang ada di sana.


" Anak - anak ayo kenalan dulu sama Kakek Lukman dan Nenek Gendis." Perintah Alex pada si Kembar.


" Kakek.... Nenek.... Kenalkan aku Angkasa," Angkasa mencium tangan Lukman dan Gendis secara bergantian.


" Kalau saya Langit," Langit pun melakukan hal yang sama.


" Kenalkan aku Bintang. Senang bertemu dengan Kakek dan Nenek." Bintang pun mengikuti hal yang sama dengan kedua saudaranya.


     Lukman dan Gendis terkejut saat melihat ketiga wajah anak kecil yang berdiri didekatnya itu. Semalam mereka tidak memperhatikan wajah anak - anak yang tertidur, karena mereka berada dalam gendongan.


" Al... Kamu ?!!!"


" Itu.... Kek. Al, nggak sengaja dan tanpa sadar waktu itu." Alex tersenyum bersalah.


" Kakek dan Nenek selalu mendidik kalian, jangan pernah berbuat hal yang bisa menjadi dosa buat kalian !" Suara tegas Lukman memenuhi seluruh ruangan. Membuat semua orang yang ada di ruangan itu terdiam. Terutama ketiga bocah itu langsung merapat pada Alex.


" Ayah, saat itu Alex dijebak seseorang. Dan Cantika sedang tak sadarkan diri," Kata Khalid menengahi.


" Benar, Ayah. Itu terjadi bukan keinginan mereka." Aurora ikut membantu suami dan keponakannya itu dari amukan Ayah Mertuanya.


" Apa alasan kalian untuk menikah ?!" Tanya Lukman pada Alex dan Cantika.


\* \* \* \* \* \* \*


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE.


KASIH BINTANG LIMA JUGA, YA.


DUKUNG AKU TERUS.

__ADS_1


__ADS_2