Trio Kancil

Trio Kancil
#BINTANG 48


__ADS_3

Beberapa jam sebelumnya …


     Luna yang hendak berangkat ke pesta pernikahan Bintang. Dia mengendarai mobilnya seorang diri. Dalam perjalanannya Luna merasa ada yang mengikuti mobilnya. Untuk memastikannya dia pura-pura, belanja dulu ke minimarket.


   Luna berkeliling di dalam minimarket sambil mengecek mobil sport yang mengikutinya. Ternyata mobil sport itu sedang parkir di sisi bahu jalan. Luna pun mulai cemas, maka dia mencoba menelepon teman-temannya. Namun tidak ada satu orang pun yang mengangkat panggilannya.


   Akhirnya Luna pun mengirim pesan kepada Bintang. Tentang keadaan dia sekarang.


Bintang sepertinya aku akan terlambat datang ke sana. Ada mobil yang membututiku dari tadi.


    Luna pun kemudian melanjutkan lagi perjalanannya menuju Hotel Artemis. Ternyata mobil itu masih mengikutinya. Luna pun meminta kepada temannya yang seorang hacker untuk melacak pemilik nomor mobil sport yang terus membuntutinya semenjak keluar dari rumahnya.


   Tidak sampai tiga menit, temannya memberitahu nama pemilik mobil itu. Yaitu kakak laki-laki, dari istri muda mantan suaminya.


    Mobil sport itu mengejar mobil Luna, dan beberapa kali menabrakan ke mobil milik Luna. Luna masih bisa menyeimbangkan lajunya.


"Si alan Mak Lampir itu maunya apa!" umpat Luna sambil melajukan mobilnya lebih cepat lagi. Namun mobil itu juga menambahkan kecepatannya. Kemudian menabrak mobil Luna bagian belakang atau sampingnya. Sehingga beberapa kali tabrakan itu membuat mobil Luna penyok-penyok.


    Dengan kecepatan tinggi sesaat sebelum lampu merah, Luna berhasil lolos dari kejaran mobil sport itu. Maka Luna pun memanfaatkan waktu itu, untuk mengirim pesan ke Bintang dan teman-temannya yang lain.


Aku nggak menyangka kalau si Mak Lampir akan berbuat senekat ini kepadaku. Dia benar-benar ingin membunuhku.


    Merasa sudah aman, Luna memutarkan kembali mobilnya menuju ke arah Hotel Artemis. Namun siapa sangka ternyata mobil sport itu sudah menunggunya, tidak jauh dari lokasi yang akan dituju oleh Luna.


    Saat Luna melajukan mobilnya melewati perempatan jalan. Tiba-tiba mobil sport yang mengejarnya tadi, langsung menabrak mobil Luna dengan kecepatan tinggi.


    Mobil Luna terlempar dan berguling dua kali kemudian meluncur dan menabrak tiang listrik. Luna yang masih berada di dalam mobilnya, kesulitan untuk keluar. Karena kakinya terjepit. Darah juga banyak keluar dari kepalanya. Di sisa-sisa kesadarannya dia mengirim pesan kepada Bintang.


Bintang tolong aku!


    Luna merasa bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Meski kini banyak orang yang mengerubungi mobilnya. Serta berusaha mengeluarkan dia dari dalam mobilnya. Luna yakin kalau dia tidak akan bisa menepati janjinya kepada Bintang, yang akan datang ke pesta pernikahan sahabatnya itu. Maka dia kembali mengirim pesan kepada Bintang, sebelum habis kesadarannya.

__ADS_1


Maaf tidak bisa datang ke pestamu.


*******


    Bintang menangis dan meminta Ghazali untuk membantunya. Agar dia mengerahkan tim keamanan keluarga Hakim untuk mencari keberadaan Luna.


    Ghazali pun membawa Bintang ke ruang sebelah ballroom. Karena tidak mau, tamu undangan melihat Bintang yang menangis. 


    Disana Ghazali berusaha menenangkan istrinya itu. Dia juga menghubungi ketua tim keamanan keluarga Hakim untuk mencari keberadaan Luna.


    Bintang juga meminta Michael untuk mencari keberadaan Luna. Lewat sinyal handphone milik Luna. Michael pun menyanggupi keinginan nona mudanya itu.


    Tidak butuh waktu lama, Michael sudah mendapatkan tempat keberadaan Luna, lewat sinyal handphone yang terakhir kali di gunakan olehnya.


"Nona Bintang, tempat Luna tidak jauh dari sini. Saya akan mengecek keberadaannya!" kata Michael sambil menunjukan laptopnya yang menunjukan sinyal handphone milik Luna.


"Baiklah. Tolong dia … Uncle Michael!" pinta Bintang yang masih saja berderai air matanya.


******


    Bintang sungguh tidak menikmati acara pesta pernikahannya. Pikirannya bercabang kepada Luna. Sudah setengah jam, dia belum mendapat kabar tentang temannya itu.


"Tersenyumlah … sejak tadi kamu menunjukan roman sedih di wajahmu. Seakan kamu tidak bahagia dengan pernikahan kita," kata Ghazali setelah memperhatikan wajah Bintang dari tadi.


   Bintang sungguh terkejut mendengar ucapan Ghazali. Dia juga merutuki dirinya karena telah membuat orang lain salah paham.


"Maafkan Bintang, Bang!" Bintang menangkupkan kedua tangannya di depan wajahnya. Kemudian dia tersenyum manis kepada Ghazali.


"Sudah urusan Luna, sudah ada Michael dan ketua tim keamanan. Biarkan mereka yang mengurus segalanya." Ghazali mencubit pipi chubby Bintang.


    Pesta pernikahan Bintang selesai hampir jam satu dini hari. Bintang dan Ghazali mendatangi rumah sakit tempat Luna dirawat. Warga yang berhasil mengeluarkan Luna dari dalam mobil dibantu oleh Michael dan tim media yang membawa ambulan.

__ADS_1


    Luna mengalami gegar otak ringan. Kepalanya juga mendapat beberapa jahitan. Kakinya mengalami patah tulang, dan pahanya mendapat jahitan yang banyak, karena lukanya yang memanjang.


"Uncle bagaimana dengan keadaan Luna sekarang?" tanya Bintang yang napasnya masih ngos-ngosan, karena sudah berlari dari lahan parkir menuju ruang rawat inap Luna.


"Dia masih belum sadarkan diri. Masih dalam pengaruh obat bius," jawab Michael dengan suaranya yang lirih.


"Tapi tidak ada yang bisa membahayakan nyawanya 'kan?" tanya Bintang dengan tatapan khawatirnya.


"Iya, Nona. Semua dalam keadaan baik," Michael tersenyum agar nona mudanya itu tidak cemas dengan keadaan temannya itu.


    Bintang menelepon pengacara keluarga Erlangga. Memintanya untuk mengusut kasus tabrak lari dengan tujuan untuk membunuh temannya, Luna. Dengan barang bukti kamera yang dipasang di mobil Luna, dan tulisan pesan Luna kepada teman-temannya.


    Sebenarnya, Ghazali juga meminta tim keamanan keluarga Hakim untuk menyelidiki tabrak lari ini. Dengan mencari barang bukti baru yang bisa menjerat pelaku ke meja hijau.


    Husna dan Selena juga datang ke rumah sakit. Begitu mendapat kabar dari Bintang. Mereka tidak menyangka kalau istri mantan suaminya itu, berusaha untuk membunuh Luna.


    Bintang dan Ghazali menghabiskan waktu malam pengantinnya di rumah sakit. Apalagi tadi Bintang meminta Luna untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Harapan, milik Ghazali. Karena peralatan di sana lebih lengkap, dan keamanannya bisa terjamin.


    Keesokan harinya Luna baru sadar saat hari menjelang siang. Dia tidak sadarkan diri hampir dua belas jam. Setelah di cek up kembali, keadaan Luna dalam keadaan baik. Dia tidak mengalami trauma atau hilang ingatan. Hanya saja Luna mengalami kesulitan berjalan, karena tulang kakinya patah. Membutuhkan waktu yang cukup lama, agar bisa berjalan normal kembali.


   Berkas pengajuan laporan kasus pembunuhan berencana pun sudah dilayangkan ke kantor polisi. Bintang sangat puas akan kinerja orang-orang yang dimintai tolong, untuk membantu dalam menangani kasus Luna.


    Bintang yang berniat membantu temannya yang sedang mengalami masalah, dan meminta aparat berbuat adil dalam menegakkan hukum. Tanpa sadar sudah menyeret dirinya kembali ke dalam bahaya.


********


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2