Trio Kancil

Trio Kancil
Season 2 #Chapter 2


__ADS_3

Bus yang ditumpangi oleh murid-murid sekolah dasar itu, jatuh ke dalam jurang. Bus terjun bebas kemudian terguling sampai dua kali. Kedalaman jurang lumayan jauh dari bibir bahu jalan. Banyak murid yang terluka parah. Dari mereka banyak yang tidak sadarkan diri. Dan sebagian yang masih sadar, menangis histeris.


    Angkasa yang memeluk Bintang, hanya mengalami luka ringan. Cuma tergores pecahan kaca. Sedangkan Bintang tidak mengalami cedera apapun karena tubuhnya terlindungi oleh tubuh Angkasa.


     Semua murid yang masih memiliki kesadaran, keluar dari bus. Dan mereka semua berkumpul di dekat pohon besar yang agak jauh dari dari bus. Angkasa dan Bintang membantu evakuasi teman-temannya ke tempat yang lebih aman. Dan para Guru menggotong murid-murid yang sudah tidak sadarkan diri.


" Langit….!" Teriak Bintang.


     Angkasa yang mendengar teriakan Bintang, berlari menghampiri kembarannya itu.


"Kenapa Bintang?"


" Ada apa dengan Langit!" Angkasa panik saat melihat Bintang menangis tersedu-sedu.


" Langit nggak ada!" Bintang terus menangis.


" Apa!"


" Bagaimana bisa?" Angkasa masuk ke dalam bus dan Langit tidak ada disana.


" Kita cari dulu. Siapa tahu tadi sudah dievakuasi oleh guru." Kata Angkasa mencoba menenangkan Bintang.


    Angkasa dan Bintang menanyakan keberadaan Langit. Dan memeriksa murid-murid yang tidak sadarkan diri.


" Pak guru, Langit menghilang!" Kata Angkasa memberitahu guru pembimbingnya.


" Apa! Bagaimana bisa." Gurunya sangat terkejut saat diberitahu ada muridnya yang hilang keberadaannya.


" Kita akan cari dulu di sekitar sini!" Kata Angkasa pada gurunya itu.


" Baiklah, jangan jauh-jauh. Karena kita akan sedang menunggu bantuan datang." Kata gurunya itu.


     Angkasa dan Bintang berjalan menyusuri tempat yang kira-kira Langit terlempar keluar dari Bus. Hampir setengah jam keduanya berputar-putar sekitar sana.


" Kak, kayaknya Langit jatuhnya bukan daerah sini, deh." Bintang menduga-duga.


" Baiklah kita mencari lebih jauh lagi ke dalam lembah saja." Ajak Angkasa.


" Kak dengar suara nggak?" Tanya Bintang sambil menajamkan pendengarannya.


    Angkasa pun mengikuti Bintang yang memejamkan matanya dan fokus pada pendengarannya. Dan dia juga samar-samar mendengar suara.

__ADS_1


" Langit….!!!" Teriak Angkasa. Tapi tidak ada sahutan darinya.


" Langit! Jawablah! Beri kami respon, apapun itu!" Teriak Angkasa, yang suaranya dapat mengganggu hewan-hewan disana.


" Kakak….!!!" Teriaknya.


" Langit!" Teriak Bintang dan Angkasa saat melihat saudara kembar mereka berada di dataran lembah yang cukup jauh dari mereka.


" Bagaimana keadaan kamu?" Tanya Angkasa sambil teriak agar terdengar sampai ke Langit.


" Hanya luka-luka gores dan memar-memar!" Balasnya dengan berteriak.


" Tunggu aku kesana!" Teriak Bintang dan berlari menuruni tanah terjal dan beberapa kali dia terjatuh dan berguling.


" Bintang tunggu! Kita harus mencari bantuan terlebih dahulu!" Angkasa memberitahu Bintang, tapi sekarang percuma karena saudara perempuannya itu malah ikut turun ke bawah lembah.


" Hei Bintang, kamu itu…. Terus cara kalian naik bagaimana?" Angkasa mulai gusar karena kini bukan hanya satu, adik kembaranya yang terjatuh ke bawah. Tapi malah bertambah menjadi dua.


" Bintang kamu itu seharusnya tidak boleh bertindak gegabah." Kata Angkasa.


Bintang yang baru sadar kalau dia sudah berada turun di bawah bersama Langit, saat dia memeluk tubuh saudara kembarnya itu.


" Langit syukurlah kamu selamat!"


    Saat Bintang membalikkan tubuhnya, dan melihat Angkasa yang masih diatas sana. Bintang mulai berpikir, tentang kondisinya sekarang.


" Aaaaaakh, bagaimana cara kita naik ke atas!" Teriak Bintang histeris.


" Ah, kamu ini kenapa selalu sembrono." Kata Langit melihat kelakuan saudara perempuannya itu.


" Kak Angkasa…. Tolong bantu kami, naik ke atas!" Teriak Bintang dan malah membuat para burung disana berterbangan karena terkejut mendengar suaranya.


" Kalian tunggu di sana dulu. Aku akan mencari bantuan!" Teriak Angkasa dari atas.


" Kak Bintang itu, kalau bertindak seharusnya dipikirkan terlebih dahulu." Kata Langit sambil duduk dibawah pohon yang tinggi.


" Langit kamu tidak apa-apakan?" Bintang memeriksa kondisi tubuh saudaranya yang kotor oleh tanah dan beberapa bagian tubuhnya yang berdarah akibat dari luka yang didapatnya saat terlempar dari bus dan jatuh berguling dari atas sampai kebawah ini.


" Aku masih bisa menahannya kalau sakit yang seperti ini!" Langit meringis saat Bintang menyentuh lukanya.


" Kak Angkasa lama, ya." Kata Bintang sambil memandang ke atas tempat tadi Angkasa berada.

__ADS_1


     Sementara itu Angkasa berjalan tak tentu arah, karena saat tadi mencari Langit bersama Bintang. Mereka berdua tidak menandai pohon - pohon yang telah mereka lewati. Sehingga kini dirinya tidak tahu harus berjalan ke arah mana.


" Aaaaaakh…. Bagaimana ini sepertinya aku tersesat!" Teriak Angkasa frustasi.


*****


     Sehabis mengantarkan anak - anaknya, Cantika duduk di balkon kamarnya sambil menikmati hangatnya sinar matahari. Namun dia merasa gelisah terus, dan tidak tenang pikirannya.


" Honey, ada apa?" Alex duduk disamping Cantika dan merangkul istrinya itu ke dalam pelukannya.


" Sayang aku kepikiran terus anak - anak." Jawab Cantika sambil balas memeluk Alex dan menghirup wangi tubuh suaminya itu. Biasanya dengan menghirup tubuh Alex, dia selalu merasa lebih senang dan tenang.


" Kita harus berpikiran positif, kalau sekarang mereka sedang bersenang - senang dengan teman - temannya itu." Kata Alex memberikan sugesti pada istrinya itu.


    Alex berpikir kalau Cantika yang sering sensitif karena efek dari hormon kehamilannya. Jadi dirinya harus ekstra sabar dalam menghadapi mood istrinya itu.


" Gimana kalau kita hubungi guru mereka biar kamu merasa tenang?" Alex berusaha ingin membuat Cantika senang.


" Ah, kamu benar Sayang. Cepat hubungi guru mereka!" Cantika terlihat semangat saat mendengar ide dari suaminya itu.


     Alex pun menghubungi guru anaknya. Dan guru itu memberitahu kalau anak - anaknya baik - baik saja. Cantika juga sempat berbicara dengan Langit. Dan terdengar jelas suara anak - anak yang tertawa dan bernyanyi riang diseberang telepon sana.


    Setelah Alex menutup teleponnya, terjadilah kecelakaan yang menimpa bus wisata yang dinaiki oleh anak - anaknya.


*******


Saat Angkasa dan Bintang mencari Langit. Teman - teman dan guru - gurunya mulai mendapatkan pertolongan dari tim penyelamat yang langsung turun kebawah. Karena kondisi medan yang sulit dilalui oleh kendaraan tim SAR, jadinya tim penolong menggendong satu persatu korban kecelakaan itu untuk dibawa naik keatas.


     Karena banyaknya korban yang berada di bawah jurang, dan hanya bisa dievakuasi satu persatu secara manual, jadi memakan waktu yang sangat lama.


" Pak, tolong masih ada tiga anak yang hilang. Mereka saudara kembar, tadi salah satunya hilang. Kemudian dua saudaranya mencari kembarannya itu." Kata guru pendamping Si Trio Kancil.


" Baiklah, kita akan menambah lagi personil untuk mencari ketiga anak itu!" Kata ketua tim penyelamat.


" Terima kasih, Pak!" kata guru itu dengan sangat senang.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA.


KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.

__ADS_1


DUKUNG AKU TERUS YA.


TERIMA KASIH.


__ADS_2