
" Ghaza buka pintunya ! Ini Papa !" Khalid mengetuk pintu kamar Erlangga yang di kunci dari dalam.
" Sebutkan dulu password nya !" Teriak Ghazali dari dalam.
" Ini anak apa tidak mengenali suara Papanya sendiri," gerutu Khalid.
" Ghaza anak yang tampan dan baik hati, putra kesayangannya Papa Khalid !" Khalid meneriakkan password yang diberikan Ghazali khusus untuknya.
Mendengar kata - kata password yang diteriakkan orang di balik pintu. Ghazali pun memberanikan diri membuka kunci pintu itu. Dan ketika pintu terbuka, Ghazali senang sekali melihat Papanya berdiri disana. Khalid pun merentangkan kedua tangannya, dan disambut oleh Ghazali.
" Papa, Kak Al sadis. Masa aku disuruh melindungi mereka semua sendirian," adu Ghazali dalam pelukan Khalid.
Alex yang mendengar itu langsung protes.
" Apanya yang sadis ?"
" Justru aku berbaik hati padamu dengan tidak menerjunkan langsung kamu ke hadapan musuh," Alex menjitak kepala Ghazali yang masih memeluk Khalid.
" Sakit....!!! Kak Al !!!" Teriak Ghazali.
Alex hanya tersenyum lebar meninggalkan Ghazali dan berjalan menuju Cantika dan anak - anaknya.
" Kalian tidak apa - apakan ?" Tanya Alex begitu berhadapan dengan Cantika dan ketiga anaknya yang masih sembunyi di balik sofa.
Terlihat jelas rasa khawatir di wajahnya yang tampan, untuk orang - orang yang dicintainya itu. Ketiga anaknya langsung memeluk Alex dengan erat. Dan Alex hampir kewalahan saat ketiga jagoannya menerjang dirinya secara bersamaan.
" Papa kami takut !" Teriak ketiga anaknya dalam pelukan Alex.
" Tenang semuanya sudah beres. Semua musuhnya sudah tidak ada lagi. Di bawa pergi jauh dan dipulangkan ke rumahnya." Kata Alex mencoba menenangkan anak - anaknya.
" Beneran, Pa ?" Tanya Bintang dengan mata sembabnya karena barusan menangis.
" Beneran, tanya saja sama Opa Khalid."
" Iya Sayang musuhnya sudah di bawa pergi jauh. Sekarang pakai kacamata ini dulu ya. Karena lampu di bawah mati jadinya gelap. Untuk membantu penglihatan, kita pakai kacamata ini." Khalid membagikannya pada semua orang yang ada di ruangan sana.
" Cantika kalian akan tinggal di rumah Papa, dulu ya."
" Biar nanti Fatih menyuruh Dimas memperbaiki rumah kamu !" Kata Khalid pada Cantika yang berdiri di depannya.
__ADS_1
Saat Cantika dan lainya turun di lantai bawah, mereka dapat melihat dalam kegelapan. Dan keadaan rumah benar - benar hancur berantakan. Rumah yang biasanya rapi dan bersih kini keadaannya porak - poranda. Ternyata bukan hanya di dalam rumah saja yang hancur, halaman rumah yang tertata dengan taman - taman bunga dan pohon rindang kini keadaanya rusak parah.
" Ayo kalian naik mobil ini." Kata Fatih memberi arahan pada orang - orang yang ada disana.
" Cantika dan anak - anak ikut mobil Al, aja ya !" Kata Fatih saat Cantika akan ikut naik.
" Honey, kamu naik mobil aku. Biar nggak berdesakkan." Kata Alex dan dituruti oleh Cantika dan si Kembar.
Saat Cantika berdiri di dekat mobil Alex. Ada peluru yang ditembakkan kearah kepalanya. Dan di saat bersamaan Alex melangkah maju untuk membukakan pintu mobilnya untuk Cantika.
" Akh....!!!" Alex berteriak saat peluru mengenai punggungnya.
Khalid yang melihat datangnya arah peluru, langsung saja mengarahkan moncong pistol Laras Panjangnya ke arah gedung, yang diduga ada penembak jitu disana. Dengan kemampuannya Khalid dengan mudah dapat membalas tembakan orang yang sedang berada di atas gedung yang lumayan jauh jaraknya dari rumah Cantika.
" Andri tangkap orang yang sedang berada di atas gedung XY !" perintah Khalid pada asistennya.
" Al kamu tidak apa - apa ?" Khalid tahu kalau Alex pake baju pelindung, dan kemungkinan peluru tembus itu tidak akan terjadi.
" Tidak apa - apa kok, Pah."
" Tapi siapa orang yang bisa menembak dengan jarak yang lumayan jauh itu ?" Tanya Alex.
Dan semua orang pergi dari rumah Cantika yang telah rusak menuju ke mentions keluarga HAKIM. Khalid dan keluarga lebih suka tinggal di rumah yang di rancang sendiri oleh Aurora, dari pada di mention peninggalan keluarganya. Sedangkan di mention itu masih di tinggali oleh orang tua Khalid yang sudah berusia lanjut.
" Mama....!" Teriak Ghazali saat dirinya melihat Mamanya berdiri di depan pintu.
" Syukurlah Anak kesayangan Mama bisa selamat." Aurora memeluk dan menciumi wajah anak bungsunya itu.
" Cantika bagaimana keadaanmu dan anak - anak ?" Tanya Aurora begitu melihat Cantika yang sedang berdiri di samping Alex sambil menggendong Langit yang sudah jatuh tertidur sejak dalam perjalanan.
" Alhamdulillah kami semua selamat tak kekurangan apapun." Jawab Cantika sambil tersenyum lembut.
" Syukurlah. Ayo semuanya masuk !" Ajak Aurora.
Di ruang tamu sudah ada Ayahnya dan mamanya Khalid, sedang duduk di sana.
" Assalammu'alaikum Kakek !!! Nenek !!!" Alex dan Ghazali bersamaan memberi salam pada dua orang tua manula yang masih terlihat sehat.
" Wa'alaikumsalam, " jawab keduanya.
__ADS_1
" Kalian semua selamatkan ?" Tanya Kakek Lukman ayahnya Khalid.
" Alhamdulillah, Kek. Kita semua selamat dan baik - baik saja." Jawab Ghazali sambil memeluk sayang neneknya.
" Ini cucu Nenek, masih suka bermanja, malu sama umur." Kata Nenek Gendis, ibunya Khalid.
" Biarin Nek, Ghaza kan masih kecil."
" Pletak....!" Alex menjitak kepala Ghazali saat lewatinya ketika akan masuk ke kamarnya.
" Sakit, Kak Al !" Teriak Ghazali.
" Kakek, Nenek ini Cantika calon istri Al. Dan mereka semuanya adalah keluarganya Cantika."
" Mungkin mereka akan tinggal beberapa waktu di sini. Bolehkan Kek ?" Tanya Alex pada Lukman.
" Tentu saja boleh. Kakek senang kalau kalian mau tinggal di sininya cukup lama. Biar kita nggak kesepian. Benarkan Nek ?" Lukman bertanya pada Gendis, istrinya.
" Benar, Al. Kalian sekarang jarang main kesini. Kakek dan Nenek merasa sedih. Suasana rumah sangat sepi. Nggak ada canda tawa suara kalian." Kata Gendis sedih mengingat sekarang cucunya sudah dewasa dan jarang kumpul bersama seperti dulu.
" Tenang Nek. Nanti Fatih akan buat cicit yang banyak dan akan tinggal disini dengan Nenek." Kata Alex sambil tersenyum jail pada Fatih, yang dibalas sama tatapan tajam Fatih.
" Nggak Nek. Fatih sudah punya rumah sendiri. Nanti Ghaza yang akan tinggal disini sama istri dan anak - anaknya." Fatih malah melemparkan tuduhan kepada Ghazali yang sedang rebahan di pangkuan neneknya.
" Ya nggak apa - apa, asal seluruh aset keluarga besar HAKIM menjadi miliki Ghaza." Jawan Ghazali dengan mata terpejam.
Semua orang yang disana pandangannya teralihkan pada Ghazali yang sedang tidur dipangkuan Neneknya. Ghazali entah sadar atau tidak dengan ucapannya itu.
Karena hari sudah hampir menjelang subuh mereka memutuskan untuk istirahat setelah shalat subuh berjamaah.
Cantika dan anak - anaknya menempati kamar yang biasa Alex tempati, ketika tinggal disana. Di sana banyak barang - barang Alex dan juga foto Alex saat masih kecil hingga remaja. Cantika malah membuka Album foto milik Alex. Cantika kadang tersenyum atau tertawa kecil melihat tingkah laku Alex dan saudara - saudaranya di foto itu. Sampai ketika Cantika melihat foto Alex, William dan Fatih yang masih kecil berfoto bersama dengan seorang wanita yang memakai gelang yang sama dengan gelang peninggalan Ayahnya.
" Siapa wanita ini ?"
* * * * * * *
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH ( BUNGA/KOPI/DLL), VOTE.
KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.
__ADS_1
AYO DUKUNG AKU TERUS.