
Langit yang berjalan kembali ke kelasnya dikejutkan dengan pemandangan di depannya lagi, saat dia membuka pintu lift. Yamaha Ryu dan Hino Rey sedang berciuman mesra. Terlihat jelas apa yang sedang mereka lakukan di dalam sana dengan penampilan Hino Rey yang agak berantakan.
"Maaf," kata Langit sambil tersenyum kaku.
"Tidak apa-apa, Langit kun. Masuklah!" ajak Yamaha Ryu.
Setelah tadi Langit melihat Lovely dan Mitsubishi Akai--kembaran Mitsubishi Dai--di perpustakaan sedang melakukan hal yang tabu. Kini dia juga harus melihat lagi sesuatu yang tidak sepantasnya dilakukan di tempat umum.
Langit pun ikut masuk ke dalam lift. Dia melihat keduanya merasa biasa saja, tidak ada rasa malu kepadanya. Mereka pun berbincang dengan biasa. Apalagi saat banyak murid-murid lainnya yang ikut masuk di lantai dua. Mereka berdua malah semakin menempel.
Langit merasa tidak asing dengan wajah Hino Rey, gadis imut yang memiliki tubuh seksi dan berotak cerdas. Tunangan dari Yamaha Ryu, pemuda yang pendiam tapi mesum, otaknya juga memiliki IQ yang tinggi.
"Di mana, ya. Aku pernah melihat Hino Rey?" gumam Langit sambil mencoba mengingat-ingat kembali.
*******
Langit dan Kawasaki serta beberapa murid seangkatannya, sedang membicarakan ujian karya cipta yang akan di adakan di lima pulau terpencil, bersama beberapa murid senior Academy Matsumoto. Ternyata banyak murid yang sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Langit tidak menyangka kalau kegiatan ini sangat di nanti-nanti oleh para murid Academy Matsumoto.
Ternyata tidak sesuai dengan apa yang di pikirkan oleh Langit. Dia menyangka di pulau itu tidak akan ada fasilitas apapun. Ternyata pihak Academy Matsumoto, menyediakan semua kebutuhan para murid dan guru, selama menjalani kegiatan ini. Bahkan ada enam villa, untuk di tinggali oleh mereka. Satu gudang kebutuhan bahan baku atau bahan dasar untuk membuat suatu karya cipta. Hanya saja semua murid tidak bisa keluar pulau saja selama dua Minggu. Mereka ada berada di sana.
Para murid hanya perlu menyiapkan diri dan otak mereka. Serta membuat blue print karya yang akan di buat di sana. Mereka membuat karya secara berkelompok. Satu kelompok terdiri dari lima orang. Nanti sebelum berangkat di pulau itu, tiap kelompok akan mengambil undian. Pulau manakah yang akan mereka tempati selama menjalankan kegiatan itu. Jadi satu pulau terdiri dari lima kelompok dengan kelas yang berbeda.
Sementara akan ada pihak pengawas yang berada di pulau terpisah lagi yang dekat jaraknya dari pulau-pulau kecil itu. Mereka akan memberikan bantuan jika ada yang membutuhkan. Tim medis juga ada di sediakan di sana. Ada klinik berukuran sedang dengan fasilitas komplit di sana. Jika ada yang sakit, tinggal di bawa ke pulau itu.
Langit juga menjadi sangat antusias setelah mendengar pembicaraan murid senior yang pernah ikut kegiatan itu. Dia jadi tidak sabar ingin segera mengikuti kegiatannya.
"Langit kun, kita harus mulai mengumpulkan empat anggota, untuk kelompok kita. Kemudian kita buat kerangka karya yang akan kita buat nanti." Kawasaki juga begitu semangat untuk mengikuti kegiatan ini.
"Kita satu kelompok bebas menentukan siapa saja anggotanya 'kan?" tanya Langit kepada para senior itu.
"Iya bebas, asal masih satu kelas," jawab salah satu senior.
__ADS_1
"Langit kun, kita satu kelompok, ya!" kata Kawasaki dengan penuh harap bisa dikabulkan keinginannya.
"Iya, aku tidak masalah. Hanya saja aku minta masukan Almahira, ke dalam kelompok kita." Langit membisikan itu pada Kawasaki, dan itu membuat si ketua kelas senang mendengarnya.
"Ya, tentu saja. Tapi, apa Alma san, mau ikut bergabung dengan kelompok kita?" tanya Kawasaki menjadi ragu karena dia ingat kalau Almahira sudah punya tunangan, dan mungkin saja tidak mau ikut gabung dengan kelompok yang ada laki-lakinya.
"Tentu saja dia mau ikut bergabung dengan kelompok kita. Tadi aku berbicara dengannya, dan dia ingin bergabung dengan kelompokku," jawab Langit dengan yakin.
'Mau nggak mau, Alma akan ikut satu kelompok denganku,' gumam Langit.
"Benarkah!" seru Kawasaki dengan senyum lebar di wajahnya. Terlihat sangat jelas kalau dia sangat senang karena Almahira akan satu kelompok dengannya.
"Ya. Kita tinggal cari satu orang lagi. Lebih baik murid perempuan, agar Almahira tidak canggung dengan kita," kata Langit memberi alasan agar Almahira punya teman nantinya.
"Baik. Akan aku carikan teman sekelas yang mau bergabung dengan kelompok kita!" Kawasaki berkata dengan penuh semangat.
*******
"Kawasaki kun, siapa satu orang lagi itu?" tanya Langit saat dia mulai memulai membuka buku.
"Daihatsu Sena," jawab Kawasaki singkat.
"Bukannya dia murid pendiam dan tidak suka bergaul itu?" tanya Almahira penasaran karena murid yang seperti anti bersosialisasi mau ikut kelompoknya.
"Iya, dia tadi mendatangiku. Saat masuk kelas setelah jam istirahat berakhir," jawab Kawasaki.
"Kalau yang kita tunggu adalah Daihatsu Sena, dia sudah ada sejak tadi di sana!" Almahira menunjuk ke arah pojok ruangan perpustakaan.
Saat bersamaan mereka semua beradu pandang. Kemudian Kawasaki melambaikan tangannya ke arah Daihatsu Sena. Agar dia juga ikut bergabung dengan mereka.
Sore itu kita berempat membicarakan akan membuat karya apa yang akan di ciptakan di pulau nanti. Terjadi perdebatan antara Langit dan Kawasaki.
__ADS_1
Kawasaki ingin membuat suatu karya cipta yang spektakuler. Sementara Langit ingin membuat karya cipta yang bermanfaat bagi masyarakat, dan waktu pembuatannya tidak memakan waktu yang lama. Sebab waktu yang di butuhkan hanya dua Minggu.
Almahira sudah pasti akan ikut apa kata Langit. Begitu juga dengan Daihatsu Sena.
"Ternyata Sena chan, pintar juga ya, saat berdebat," kata Almahira sambil tersenyum terkekeh saat mengingat kembali perdebatannya dengan Kawasaki, tadi.
"Itu karena aku tidak suka dengan orang yang tidak bisa memanfaatkan waktu dan peluang yang kita punya," jawab Daihatsu Sena malu-malu.
"Kalau boleh tahu. Apa hubungan kamu dengan Daihatsu Yosuke?" tanya Langit penasaran.
"Kita saudara tiri. Hm, atau lebih tepatnya aku anak yang lahir dari seorang pelayan yang di perkosa oleh Tuannya yang sedang mabuk," jawab Daihatsu Sena.
"Maaf, bukan maksud aku mau mengorek masalah pribadi kamu," lanjut Langit sambil menangkupkan kedua tangannya sebagai tanda meminta maaf.
"Tidak apa-apa, ini sudah menjadi rahasia umum. Bahkan aku juga sering mendapatkan julukan anak haram, dari keluarga ayahku," kata Daihatsu Sena dengan raut wajah yang tiba-tiba berubah sendu.
*******
SEPERTI APAKAH UJIAN KARYA CIPTA YANG DI IKUTI OLEH LANGIT.
SIAPA SAJA 'KAH YANG SATU PULAU SAMA LANGIT?
AKAN ADA KEJADIAN APA SAJA DI SANA?
TUNGGU BAB-BAB SELANJUTNYA PETUALANGAN LANGIT DI PULAU TERPENCIL.
*******
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA. JANGAN JEMPOL YANG BANYAK YA.
TERIMA KASIH.
__ADS_1