Trio Kancil

Trio Kancil
Season 2 #Chapter 17


__ADS_3

Ruang keluarga itu begitu hening, karena mereka sedang khusyuk mendengarkan cerita dari Kakek Lukman.


" Terus apa Kakek tahu dimana tempat tinggal Kakek Lazuardi?" Tanya Cantika.


" Tidak, saat itu Kakek lupa menanyakannya kepada dia. Karena saat aku berbincang bersama dengannya. Anak sulungnya, kalau nggak salah namanya Langit. Dia memanggil Lazuardi dan dia pun cepat - cepat pergi."


" Padahal aku sudah berkeliling mencari dia. Bahkan tempatnya bekerja pun aku tidak tahu." Lanjut Lukman.


" Kami menemukan foto ini. Dan kami rasa itu adalah rumah tempat tinggal mereka!" Cantika mengeluarkan selembar foto dari tas jinjingnya.


    Lukman pun melihat foto itu, seulas senyum dari bibirnya ketika dia melihat foto sebuah keluarga dari temannya itu.


" Kakek juga tidak tahu kira - kira rumah itu berada di mana?" Lukman menjawab dengan nada merasa bersalah karena tidak bisa memberi jawaban yang akan membuat puas Cantika.


" Tidak apa, Kek." Kata Cantika mencoba menenangkan Lukman.


********


" Akira coba kamu rentas komputer milik universitas ini. Dan cari data tentang mahasiswa bernama Langit yang lulus angkatan tahun 72/73." Perintah Alex. Dan dengan cepat Akira menggerakan jari jemarinya di laptop kesayangannya itu.


    Hampir setengah jam Akira berselancar dan hasilnya, nihil.


" Bos sepertinya data mahasiswa angkatan ayahnya Nyonya Cantika belum dimasukkan ke dalam data komputer milik universitas." Kata Akira.


" Sebaiknya langsung saja datang ke universitasnya." Saran Akira.


" Baiklah," Alex pun beranjak dari kursinya.


" Akira, apa kamu masih belum punya rencana pulang ke Jepang?" Tanya Alex pada Akira yang kali ini betah mengikutinya.


" Ya, sepertinya aku masih betah di sampingmu Bos." Jawab Akira sambil tersenyum lebar.


" Apalagi sekarang kan aku jadi gurunya Si Kembar." 


     Alasan Akira, yang sekarang sedang mengajarkan ilmu teknologi miliknya pada Si Kembar. Apalagi Langit sangat antusias mempelajari segala sesuatu tentang mesin dan sistem komputer. Dan Akira juga ingin menjadikan ketiga bocah kembar itu seorang hacker hebat.


" Aku hanya mengingatkanmu saja. Jangan sampai nanti Shin marah sama aku karena tidak memulangkan kamu!" Kata Alex.


" Tenang, Kak Shin sudah tahu. Bahkan dia meminta salah satu dari Si Kembar nantinya dijadikan rekan. Hehehe…." Ucap Akira.


" Jangan macam - macam kalian, terhadap keluargaku!" Alex memberi peringatan.


" Mana mungkin kami berani macam - macam kepada keluargamu, Bos!" Akira mengangkat kedua tangannya.


" Kamu tahukan, aku bisa saja menghancurkan klan Yakuza Kishimoto!" Alex melihat ke arah Akira dengan tatapan mata tajamnya.

__ADS_1


" Iya aku tahu Bos. Kak Shin kan hanya bercanda." Akira mulai merasakan hawa mencekam yang menekannya.


*******


Alex mendatangi Cantika yang sedang duduk di kursi panjang, sambil mengawasi anak - anaknya yang bermain di teras samping rumahnya.


" Honey, mengenai alamat rumah Ayah Yusuf. Sebaiknya kita besok datang langsung ke universitas tempat dia sekolah dulu." Alex datang dan memeluk pinggang Cantika yang duduk disampingnya dan di cium sekilas bibir ranum milik istrinya itu.


" Baiklah." Cantika pun menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Alex.


" Apa anak kita, tidak membuatmu kesulitan?" Tanya Alex sambil mengelus lembut perut Cantika.


" Alhamdulillah tidak. Aku dan dia baik - baik saja." Cantika pun ikut memegang tangan Alex yang sedang berada di perutnya.


" Aku tidak ingin kamu terlalu banyak pikiran."


" Biar aku saja yang mencari keluarga Ayah Yusuf. Kamu diam dirumah saja bersama anak - anak." Alex memeluk Cantika dengan kedua tangannya.


" Tidak, izinkan aku ikut mencari keluarga Ayahku." Cantika mendongakkan kepalanya dan melihat wajah Alex.


     Alex yang melihat wajah memohon milik Cantika, merasa tidak tega. Tapi dia juga tidak mau terjadi apa - apa pada istrinya itu.


" Tidak Honey…." Tolak Alex.


    Cantika yang tidak ingin mendengar penolakan dari Alex, langsung mencium bibir suaminya itu.


" Ya, baiklah." Alex seolah telah terhipnotis oleh mata Cantika, akhirnya memberi izin.


" Tapi, jangan memaksakan diri." Nasehat Alex.


" Iya, Sayang." Cantika tersenyum menawan. Dan itu membuat Alex gemas.


*******


Besoknya Alex dan Cantika mendatangi universitas tempat Ayahnya sekolah.


" Selamat Pagi. Apakah anda yang telah menelepon tadi pagi dan ingin membuat janji dengan saya." Sapa lelaki paruh baya yang baru masuk keruangannya.


" Iya benar. Itu saya, Pak!" Jawab Alex.


" Apa ada yang saya bisa bantu untuk Tuan?" Kata pria paruh baya yang menjabat sebagai rektor itu.


" Saya sedang mencari alamat tempat tinggal Ayah kami dahulu?" Kata Alex.


" Oh, jadi Tuan ingin mengetahuinya lewat data mahasiswa kami disini?" Rektor itu mengangguk - anggukan kepalanya.

__ADS_1


" Iya, benar. Pak!"


" Siapa namanya? Biar bagian Tata usaha yang mencarikan datanya." Rektor itu mengambil kertas memo yang ada di atas meja kerjanya.


" Namanya Langit Rafi Putra Lazuardi, putra sulung dari Dokter Lazuardi. Lulusan angkatan 72/73." Alex memberitahu identitas ayah mertuanya itu.


" Baiklah, tunggu sebentar." Rektor itu pun memanggil bagian Tata Usaha.


    Sambil menunggu hasilnya, mereka bertiga berbincang - bincang. Banyak hal yang mereka bicarakan. Hampir satu jam mereka menunggu, dan hasilnya baru bisa didapatkan.


" Ini Tuan, semoga cepat bisa bertemu kembali dengan keluarga kalian." Kata Rektor itu sambil berdiri.


" Terima kasih, Pak." Kata Alex dan Cantika bersamaan.


    Saat Alex dan Cantika hendak membuka pintu. Ternyata pintu itu lebih dahulu di dorong dari luar. Dan mereka berpapasan dengan seorang dosen lelaki yang berbadan tegap.


" Maaf," katanya saat melihat Alex langsung memeluk Cantika yang hampir kehilangan keseimbangannya, karena terkejut saat akan membuka pintu.


" Tidak apa - apa, saya baik - baik saja. Permisi!" Jawab Cantika cepat, karena tidak mau kalau Alex jadi mempermasalahkan hal ini. Cantika pun langsung menarik tangan Alex keluar dari ruangan itu.


" Siapa mereka, Pah?" Tanya dosen itu.


" Mereka mencari alamat Ayahnya yang dulu pernah menjadi mahasiswa disini." Jawab Rektor itu yang merupakan ayah dari dosen itu.


" Memangnya siapa nama ayah mereka?" Dosen itu duduk di kursi yang tadi di duduki oleh Alex.


" Namanya Langit anak sulung dari Dokter Lazuardi!" Rektor itu memegang kertas yang tadi diberikan oleh pegawai Tata Usaha.


" Apa! Papa yakin mereka sedang mencari ayah mereka?" Dosen itu begitu terkejut saat mendengar nama Ayah dari orang yang berpapasan barusan dengannya.


" Iya, dan mereka sedang mencari keluarga ayahnya." Jawab Rektor itu.


" Kenapa reaksi kamu seperti itu?" Rektor itu balik bertanya kepada anaknya.


" Aku harus memberitahukan ini kepada Bintang!" Dosen itu pun beranjak dari kursinya.


    Dan baru beberapa melangkah, dia kembali lagi. " Pah, siapa nama orang barusan yang mencari alamat Ayahnya itu?" Tanya dosen itu.


" Tadi dia memperkenalkan dirinya bernama Cantika. Dan suami bulenya bernama Alexander." Jawab sang rektor.


*********


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


KASIH BINTANG LIMA DAN JEMPOL YANG BANYAK YA.

__ADS_1


DUKUNG AKU TERUS.


TERIMA KASIH.


__ADS_2