Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 89


__ADS_3

Siang harinya mereka berencana akan mengadakan barbeque, di dekat barisan pohon bakau yang berada di dekat sisi pantai. Mereka meminta kepada pihak pengelola resort untuk menyiapkan peralatan pembakarannya. Dan mereka juga membawa kursi dan beberapa meja kayu kesana.


" Ayo Akira kamu bagian pembakaran bersama Mark. Dan Kak Arga bersama Michael bagian memotong bahan - bahannya. Kak Gaya dan Kak Christina bagian membumbui makannya." Ghazali memberi perintah pada orang - orang disana. Dan hebatnya mereka menurutinya tanpa protes.


" Terus tugas kamu ngapain?" Tanya Alex pada Ghazali.


" Ya, tentu saja sebagai mandor mereka!" Ghazali tertawa puas saat melihat wajah cengo milik Alex.


" Kamu ini!" Alex melemparkan satu potongan bawang pada Ghazali.


     Fatih dan Zahra baru ikut bergabung saat ditengah - tengah acara mereka. Sedangkan Willian dan Mentari baru ikut bergabung hampir berbarengan dengan Fatih.


Saat mereka semua menikmati barbeque, duduk berkumpul ada yang di kursi atau di tikar piknik. Mereka bersenda gurau satu sama lain. Saat Ghazali duduk di kursi kayu dan menikmati barbeque-nya yang tinggal sedikit lagi. Bintang datang dan duduk di pangkuannya. 


" Om, Bintang ingin duduk dipangkuan Om!" Ghazali pun membenarkan posisi duduknya. Kemudian menghabiskan sisa barbeque miliknya.


" Bintang pingin dagingnya Om!" Pinta Bintang pada Ghazali yang sedang memakan potongan dagingnya yang masih tersisa dua potong.


" Ini bekas Om. Minta aja lagi sama Akira atau Kak Arga sana!" Suruh Ghazali.


" Nggak mau, pinginnya punya Om!" Rengek Bintang.


" Nih, padahal tinggal dua potong, lagi - lagi enaknya makan juga." Omel Ghazali sambil menyerahkan tusuk kayu yang berisi dua potong daging.


" Nggak jadi deh. Om-nya nggak ikhlas ngasihnya." Kata Bintang terus turun dari pangkuan Ghazali.


     Melihat Bintang yang ngambek dan pergi meninggalkan dirinya. Ghazali merasa bersalah, dan akhirnya kembali menarik Bintang dan mendudukkannya di pangkuannya kembali.


" Bintang yang cantik jangan marah dong sama Om."


" Om ikhlas kok ngasihnya." Kata Ghazali mencoba merayu Bintang agar ceria kembali.


" Bintang nggak marah sama Om. Jadi sekarang turunkan Bintang Om." Kata Bintang sambil berusaha turun dipangkuan Ghazali.


" Nggak, Bintang pasti sedang marah sama Om!" Kata Ghazali sambil merubah posisi duduk Bintang menjadi berhadap - hadapan dengannya.


" Bintang beneran nggak marah sama Om!"


" Bohong!" Ghazali melihat wajah Bintang yang menggemaskan.


" Bintang nggak bohong!" Bintang malah cemberut jadinya.


" Kalau begitu cium Om dulu!" Kata Ghazali sambil menyodorkan pipi sebelah kanannya.


     Tapi Bintang malah memegang kedua pipi Ghazali dan menghadapkan wajahnya saling berhadapan.


CUP


CUP

__ADS_1


CUP


     Bintang malah mencium bibir Ghazali, bahkan tiga kali. Dan itu membuat Ghazali sangat terkejut.


" Ghazali....!" Teriak Alex tak jauh dari tempat Ghazali dan Bintang duduk.


     Ghazali yang terkejut oleh teriakan Alex, mengalihkan pandangannya pada sumber suara. Dan terlihat kalau Alex mulai beranjak dari kursinya dan berjalan kearahnya. Ghazali langsung berlari sambil menggendong Bintang menghindari amukan Alex.


" Kalian berdua tunggu....!" Teriak Alex sambil mengejar Ghazali.


" Nggak mau. Kak Al pasti akan memukul aku. Padahal aku tidak bersalah!" Teriak Ghazali membalas teriakan Alex.


" Awas saja Ghaza, Kakak nggak akan melepaskan mu....!" Alex masih berlari mengejar Ghazali. Dan semua yang disana hanya melihat aksi kejar-kejaran antara Alex dan Ghazali.


" Kak Cantika tolong aku....!" Ghazali mencoba meminta bantuan Cantika untuk menjinakkan Alex.


" Sayang sudah. Kenapa kamu mengejar - ngejar Ghazali?" Teriak Cantika supaya didengar oleh Alex.


" Tidak Honey. Ghazali harus mendapatkan hukumannya karena telah berani mencium anak gadis orang!" Teriak Alex masih saja mengejar Ghazali.


     Semua yang ada disana mengerutkan kening mereka nggak mengerti perkataan Alex. Anak gadis siapa yang telah dicium oleh Ghazali. Karena tidak ada gadis belia disana.


Setelah berlari kejar - kejaran dengan Alex selama hampir sepuluh menit, Ghazali sudah ingin menyerah. Napasnya sudah putus - putus.


" Kakak Al. Ghaza menyerah sudah nggak kuat lagi!" Teriaknya pada Alex, berlari sambil menggendong Bintang membuatnya cepat lelah.


      Beruntung sesaat sebelum Alex mengcekram baju Ghazali, Cantika terlebih dahulu menghalanginya. Sehingga Alex mengurungkan niatnya.


" Sayang, kamu ini kenapa marah sama Ghazali?" Tanya Cantika sambil mengelus dada Alex mencoba meredam amarah suaminya.


" Itu Ghazali mencium bibirnya Bintang. Itu namanya pelecehan seksual pada anak dibawah umur!" Kata Alex. Cantika yang mendengar perkataan suaminya itu sangat terkejut sekaligus geli.


" Masa Ghazali melakukan pelecehan seksual pada Bintang?" Cantika tidak percaya.


" Bohong itu! Aku nggak melakukan apa yang Kak Al tuduhkan padaku."


" Justru Bintang yang mencium bibir aku terlebih dahulu." Bela Ghazali pada dirinya sendiri.


     Tentu saja semua orang yang ada disana tidak menyalahkan Ghazali, mereka berpikir kalau itu hanya ciuman anak kecil kepada orang yang disayanginya. Justru Alex yang terlalu over posesif terhadap anaknya.


" Tidak bagaimana pun kamu itu orang dewasa dan Bintang masih kecil. Kalau dibiarkan nanti jadi kebiasaan." Kata Alex.


" Haah, Kak Al. Aku ini masih remaja belum dewasa. Kesannya aku kayak pedofil." Ghazali tidak terima tuduhannya.


" Bintang lagian kenapa mencium bibir Om Ghaza, itu ciuman pertama Om. Dan kamu sudah mencurinya."


" Padahal Om sama pacar Om belum pernah ciuman." Ghazali merasa ngenes banget.


     Mendengar curahan hati Ghazali, semua orang yang ada disana malah tertawa.

__ADS_1


" Om Ghazali. Kalau Papa atau Mama lagi ngambek, maka mereka akan menciumnya seperti ini."


Cup,


Cup,


Cup.


" Biar marahnya hilang."


     Bintang malah mengulangi lagi perbuatannya. Dan kali ini bukan hanya Alex yang melihatnya. Tetapi semua orang yang ada disana melihatnya dengan pandangan terkejut awalnya, kemudian mereka tertawa terbahak - bahak.


" Ghazali....!" Teriak Alex.


" Sudah kamu jangan marah lagi Al. Lagian Bintang itu meniru kamu." Kata Fatih sambil menahan tawanya.


" Wah ternyata begitu cara Alex merayu supaya dimaafkan sama Cantika," kata Gaya sambil tertawa.


     Cantika sekarang yang malah menjadi malu. Karena secara tidak langsung Bintang telah membongkar kebiasaan Alex saat merayunya.


Akhirnya drama kejar - kejaran itu berakhir dengan damai. Apalagi Cantika malah menyalahkan Alex karena kebiasaanya itu. Alex selalu menciumnya dimana pun dan kapanpun saat dirinya ingin. Bahkan didepan anak - anaknya. Dan dia berdalih kalau itu ungkapan cinta dan kasih sayang sesama orang yang mencintai dan menyayangi.



\* \* \* \* \* \* \*


Season pertama selesai sudah.


Karena masalah kematian orang tuanya Cantika juga sudah terbongkar. Siapa pelakunya dan apa motifnya.


Cantika juga sudah bersatu dengan Alex dan menjalani hidup bahagia sebagai pasangan.


Selanjutnya memasuki season kedua.


Akan membongkar masa lalu siapa keluarga Yusuf. Dan di season ini Si Trio Kancil akan mendapatkan porsi yang lebih banyak.


\* \* \* \* \* \* \*


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA.


KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS YA.


TERIMA KASIH.


Kunjungi juga karya aku yang lainya,


__ADS_1



__ADS_2