Trio Kancil

Trio Kancil
#BINTANG 26


__ADS_3

     Setelah semalam terjadi kekacauan di hari pertunangannya, Bintang menyambut pagi harinya dengan senyum cerah di wajah cantiknya. Hatinya berbunga-bunga efek dari menjadi tunangan Ghazali.


"Assalamu'alaikum, selamat pagi semuanya!" salam dan sapa Bintang kepada semua anggota keluarganya yang kini sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Wa'alaikumsalam," jawab mereka semua dengan kompak.


"Mama, hari ini cantik banget. Pantas saja Papa kesengsem, dan tidak bisa jauh-jauh dari Mama," kata Bintang sambil memeluk tubuh Cantika.


"Hm, yang lagi bahagia. Sekali ngomong yang keluar itu cuma gombalan," kata Langit yang sedang asik mengajak main ketiga adiknya bermain robot buatannya.


"Ih, iri aja kamu jadi orang," balas Bintang sambil meleletkan lidahnya ke arah Langit.


"Bintang, kamu mau apa untuk hadiah pernikahanmu nanti dari ku?" tanya Angkasa yang mengalihkan pandangannya dari laptop yang ada di pangkuannya.


"Hm … apa ya?" Bintang berpikir mau minta apa sama saudara kembarannya itu.


"Minta villa yang ada di Brazil saja!" kata Langit memberikan saran.


"Ah, kalau begitu aku minta villa milik kamu yang di Okinawa sebagai hadiah pernikahan aku nanti," kata Bintang kepada Langit, dan itu sukses membuat Langit tercengang.


"Aku minta dibuatkan rumah di pulau yang akan dihadiahkan untuk Om Ghaza!" kata Bintang kepada Angkasa yang sedang menertawakan wajah Langit yang langsung pucat saat Bintang meminta salah satu rumahnya yang ada di jepang.


"Kalau sama kita bertiga, Kak Bintang mau hadiah apa?" tanya adiknya yang paling bungsu.


"Kalau sama Rain, Kak Bintang minta do'a saja. Biar Kak Bintang bisa hidup bahagia selamanya bersama Om Ghaza," jawab Bintang sambil memangku adik bungsunya itu.


"Kalau begitu sama kami berdua akan memberikan koleksi mainan kami!" kata Shine sambil mengacungkan mainannya.


"Kak Bintang nggak suka mainan yang begitu!" balas Bintang sambil menggoyangkan tangannya ke arah Shine.


"Sky, akan membuat boneka Hello Kitty yang besarnya sama dengan Kak Bintang," kata salah seorang lagi dari adiknya itu.


"Yap, Kak Bintang suka sama kado kamu!" balas Bintang sambil mengacungkan jempolnya.


     Keluarga Alex dan Cantika sering berkumpul bersama jika, mereka sedang bersama di suatu tempat. Tapi si Trio Kancil harus berpencar karena mereka menempuh pendidikan yang berbeda-beda di universitas yang mereka inginkan.

__ADS_1


*******


     Di suatu tempat ada beberapa orang yang sedang mengadakan rapat.


"Jadi target kita kali ini adalah seorang mahasiswa dari universitas XXX bernama Bintang Rofi Abdulmalik," kata seorang laki-laki yang berdiri dan menunjuk sebuah foto yang menempel di sebuah papan yang menampilkan gambar Bintang.


"Kalau cuma seorang perempuan, kenapa kamu mengumpulkan kami semua di sini, Agen Z?!" kata rekannya yang bertubuh banyak tato di tangannya.


"Karena target yang diminta sama klien kita itu bukan orang biasa, Agen X!" jawab Agen Z dengan suaranya yang serak akibat sering minum, minuman keras.


"Siapa sebenarnya identitas target kita kali ini? tanya rekan mereka yang seorang wanita.


"Dia itu tunangan dari putra bungsu Khalid Hakim, sang penguasa tanpa jabatan, Agen V!" jawab Agen Z.


"Oh, aku tidak menyangka kamu berani mengambil resiko dengan melawan seorang Khalid dengan cara seperti ini?" ucap salah seorang pemuda yang sejak tadi memainkan laptopnya.


"Ya, kamu benar Agen Y. Aku rasa si Agen Z sudah menjadi gila. Mau-maunya dia menerima permintaan klien seperti ini," balas gadis mungil yang penampilannya seperti boneka.


"Diamlah Agen J, aku belum selesai menceritakan misi yang diminta klien kita!" ucap Agen Z sambil menggebrak meja.


"Dia ingin, mengucilkan target ke tempat terpencil sampai tidak bisa kembali lagi ke sini. Bayaran yang kita dapatkan dari misi ini sebesar sepuluh milyar. Tapi si klien menginginkan minimal lima tahun si target tidak boleh keluar dari tempat pengasingannya," jelas Agen Z.


     Semua agen yang di sana terperangah saat mendengar nominal uang yang akan didapatkan bila misi ini berhasil. Apalagi tugasnya hanya mengasingkan target ke daerah terpencil minimal selama lima tahun.


"Kalau begitu kita ambil misi ini!" kata Agen V dengan penuh semangat.


"Tunggu! Apa ini tidak terlalu mencurigakan." Agen S berjalan ke arah depan dan mengambil data tentang Bintang.


"Misi semudah ini, tapi bayarannya sungguh boom Bastis," kata Agen S sambil melihat data riwayat tentang Bintang.


"Itu karena klien kita bukan orang yang sembarangan!" Agen Z mengetuk-ngetuk mejanya menggunakan spidol yang tadi dipakainya untuk menulis di papan depan.


*******


      Bintang hari ini pergi ke kampusnya, dan saat dia sampai di fakultasnya ada beberapa teman yang menggunjingkannya.

__ADS_1


"Eh, tahu nggak sich?! Malam Minggu kemarin si Bintang tunangan tapi dia malah kabur dari tempat acara. Sampai dia datang kembali dan membawa laki-laki lain ke hadapan calon tunangannya itu?!" kata mahasiswa berbaju merah.


"Wah yang benar?!" tanya temannya yang berbaju kuning sambil menatap si baju merah.


"Iya, beneran buat apa aku berbohong! berita ini tuh rame banget di beritan di media elektronik dan media sosial saat malam kejadian. Tapi entah kenapa berita itu langsung hilang semuanya," terang si baju merah.


"Emang gantengan mana calon tunangan sama laki-laki yang dibawanya itu?" tanya si baju hijau.


"Dua-duanya juga ganteng mereka cowok lokal sama cowok bule," jawab si baju merah.


"Wah hebat juga si Bintang itu, bisa gaet cowok-cowok cakep!" kata teman mereka yang lainnya yang berbaju biru.


"Iyalah cowok-cowok ganteng suka sama aku, karena selain cantik aku juga tidak suka bergosip ngomongin orang lain. Apalagi yang di omongkan itu tidak tahu cerita yang sebenarnya," kata Bintang yang berdiri di hadapan mereka yang sedang membicarakan dirinya.


    Melihat Bintang yang berdiri di hadapan mereka dan menatapnya dengan mata yang sangat tajam. Membuat mereka semua ketakutan, sehingga membuat mereka semua membubarkan diri.


      Bintang berjalan kembali ke arah ruang kelasnya. Saat masuk ke kelasnya ada Husna yang melambaikan tangan ke arahnya.


"Bintang!" 


     Bintang pun berjalan ke arah sahabatnya itu sambil tersenyum bahagia. Dia juga menyapa beberapa teman yang berpapasan dan beradu pandang dengannya.


"Husna!" balas Bintang begitu sudah dekat dengan temannya itu.


"Bintang, kamu punya hutang penjelasan tentang malam kemarin waktu kamu tunangan itu!" kata Husna sambil memasang wajah galaknya, tapi di mata Bintang malah terlihat lucu.


"Hutang apa? perasaan aku nggak suka ngutang deh!" canda Bintang sambil tersenyum jahil.


"Terserah! yang penting, kamu harus cerita apa yang sudah terjadi pada dirimu. Kenapa kamu sampai nggak jadi tunangan dengan Om Aria-mu itu?!" tanya Husna penuh tekanan.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2