
Mark meminta Akira melacak plat mobil yang tadi berusaha menabrak mobil Mentari. Dan menyuruh Alessio bersiap - siap bila target adalah orang yang berbahaya. Tidak sampai setengah jam Akira sudah dapat lokasi mobil itu berada.
" Mark mobil itu sekarang sedang berada di Hotel Artemis " Akira memberi tahu.
" Oke. Apa Alessio sudah berangkat ke lokasi ?" Mark yang sedang mengemudi langsung menambah kecepatan laju mobilnya.
" Ya, dia sudah berangkat barusan ", Akira pun menyusul mereka mendatangi Hotel Artemis.
Begitu Mark sampai Hotel dia meminta petugas untuk memberi tahu siapa pemilik mobil berwarna merah itu. Tapi petugas tidak mau memberi tahu dengan alasan menjaga privasi pengunjung Hotel. Walau Mark sudah menjelaskan kalau pemilik mobil itu sudah melakukan percobaan penabrakan terhadap anak Bosnya. Petugas itu tetap teguh pada pendiriannya, karena Mark tidak membawa polisi yang punya hak bisa melakukan penyelidikan dan penggeledahan terhadap tamu Hotel.Mendengar itu Mark ingin sekali memukul petugas itu.
Tak lama kemudian Alessio datang, dan mendengarkan cerita Mark yang tidak di ijinkan mengetahui pemilik mobil merah itu.
" Pak bisa panggil manager Hotel ini ?" tanya Alessio.
" Maaf Tuan, tidak sembarang orang yang dapat dia temui ", kata petugas itu lagi.
Mendengar itu Alessio jadi geram sendiri. Dirinya yang seorang CEO perusahaan otomotif terkenal di Italia, yang banyak dicari orang dan sulit untuk ditemui. Kalau ingin bertemu harus membuat janji terlebih dahulu. Sekarang hanya ingin bertemu dengan seorang manager Hotel saja tidak bisa. Walau di Italia dirinya di kenal banyak orang, tapi di Indonesia dia tidak dianggap siapa - siapa.
" Ada apa ini ?" Akira yang baru datang menghampiri mereka.
" Apa pelakunya sudah ditahan ?" Tanyanya lagi.
" Petugas Hotel tidak mau memberi tahu pemilik mobil itu ", terdengar suara Mark yang sedang dongkol.
" Kita minta bertemu dengan managernya pun tidak bisa " Alessio nggak kalah dongkolnya.
" Kalian ini bodoh, apa tidak tahu caranya jalan pintas !?", Kata Akira.
" Maaf tuan anda dilarang membuat keributan disini ", tegas petugas itu.
" Kita tidak akan membuat keributan. Tapi yang akan membuat keributan adalah Si Pemilik Hotel sendiri ", Akira tersenyum licik.
Ketiga orang itu hanya bisa melongo mendengar omongan Akira. Dan Akira pun melakukan panggilan lewat phone cell-nya.
" Maaf Bos pelaku penabrakan mobil sekarang sedang berada di Hotel Artemis, tapi kami tidak bisa menggelandangnya. Karena petugas disini tidak mau di ajak bekerja sama ", Akira memberi laporan pada orang yang sedang dihubunginya itu.
" ..... "
__ADS_1
" Oh, bahkan kami tidak di izinkan bertemu dengan manager Hotel ", jawab Akira lagi.
" ..... "
" Baiklah kami akan tunggu, karena dari tadi kami sudah siap - siap " Akira mengakhiri pembicaraannya.
Tak lama terlihat seorang laki - laki berlari kearahnya.
" Maaf tuan, saya tidak tahu kalau ada penjahat yang sedang bersembunyi di Hotel ini ", kata laki - laki itu dengan nafas yang terputus - putus karena berlari.
" Mari kita keruang kontrol, untuk memeriksa CCTV ", katanya lagi.
Laki - laki yang baru saja datang adalah manager Hotel. Dan sekarang dia mengajak Akira, Mark, dan Alessio menuju ruang kontrol dimana tempat pengawasan seluruh area Hotel.
Kini keempat orang itu sedang memeriksa rekaman CCTV yang ada di area parkir mobil. Saat mendapatkan gambar wajah pelaku, mempermudah mereka untuk mengetahui orang itu pesan di kamar mana. Rekaman sekarang di bagian lobi Hotel dan memperlihatkan kalau laki - laki itu menghampiri seorang wanita. Kemudian mereka memesan kamar dan masuk ke dalam lift.
Manager itu kemudian menanyakan nomor kamar yang dipesan oleh laki - laki itu. Kemudian mereka semua mendatangi kamarnya. Saat pintu kamar dibuka, terlihat laki - laki itu dan wanitanya sedang bercumbu. Tentu saja keduanya terkejut karena tiba - tiba di geledah.
Alessio langsung menarik laki - laki itu, dan menyeretnya keluar. Akira dan Mark mengikutinya dari belakang. Mereka semua masuk ke dalam mobil Mark. Sedangkan mobil yang di bawa Alessio dan Akira di biarkan saja di Hotel.
Kini ke empat orang itu berada di bangunan yang sudah tua tapi masih terawat. Mereka akan melakukan interogasi pada Si Pelaku itu.
" Katakan kenapa kamu berusaha menabrak mobil yang ditumpangi anak - anak itu ?" tanya Alessio dengan suara dinginnya.
Alessio selain dirinya seorang pengusaha otomotif, dia juga seorang mafia. Jadi menginterogasi seseorang mudah bagi dirinya.
" Tidak ada, itu murni hanya kecelakaan ", katanya dengan nada santai.
Mendengar itu, Alessio memukul wajah Si pelaku itu.
" Jawab dengan jujur !!! ", suara Alessio meninggi.
" Beneran, sumpah aku tidak sengaja " katanya bersikukuh.
Sama seperti tadi, Alessio memukul kembali wajahnya, dan kini keluar darah dari mulutnya.
" Katakan yang sesungguhnya !!! ", Mata Alessio mulai memerah menandakan kalau dia sangat marah.
__ADS_1
" Harus ku katakan berapa kali kalau aku nggak sengaja. Karena sedang terburu - buru ", Si Pelaku itu malah balik marah.
" Buru - buru untuk apa, hm ?" Alessio menepuk - nepuk wajah Si pelaku itu.
" Aku sudah punya janji dengan wanita tadi untuk bertemu di Hotel ", kini suaranya agak melunak karena merasa takut dengan tatapan mata Alessio.
" Kamu nggak bisa bohongi aku !!! " Alessio mecekram rahang si pelaku itu.
" Ayo jawab dengan jujur, siapa yang menyuruhmu untuk melukai mereka !!! ",
" Aku kasih sekali lagi jawaban untukmu !!! ",
Alessio mulai bosan dengannya, dan ingin segera mengakhirinya.
" Jawaban ku tetap sama. Aku tidak sengaja melakukannya ", jawabnya dengan tegas.
Buuuug !!!
Praaak !!!
Alessio menendang laki - laki itu sampai terjatuh beberapa meter ke belakang. Karena dirinya yang terikat kuat dengan kursi, dia tidak bisa bangun. Dan sekarang dia terbaring di lantai sambil mengeram menahan rasa sakit akibat tendangan Alessio.
Mark dan Akira yang dari tadi cuma diam menyaksikan. Kini Mark berjalan ke arah si pelaku. Kemudian di dirikan nya kursi itu dan di pegang kuat - kuat oleh Mark. Alessio lagi - lagi menendang Si Pelaku, tapi kini yang ditendangnya adalah tulang kering kaki kanannya.
" AAAAAAAH.....!!!!! "
Si pelaku berteriak sangat keras menandakan dia sangat kesakitan akibat dari tendangan Alessio. Air matanya keluar membanjiri pipinya yang telah bengkak akibat pukulan tadi yang di layangkan oleh Alessio.
" Ayo pilih, katakan yang sebenarnya ?!. Atau kau akan merasakannya lagi belaian kakiku yang kali ini akan kau rasakan di kaki kiri mu ?! ", Alessio mendesis di depan wajah Si Pelaku.
" Harus berapa kali aku katakan. Aku tidak sengaja tadi melakukannya ", suaranya sudah lemah dengan nafas yang terputus - putus.
" Oke "
" AAAAAAAH....!!!!! "
" PRAAAAAK....!!!!! "
__ADS_1
Alessio menendang tulang kering kaki kirinya lebih kuat dibanding dengan yang tadi. Dan Mark sesaat sebelumnya melepaskan pegangan di kursi itu. Sehingga kini Si Pelaku terlempar jauh hingga menabrak dinding tembok di belakangnya.
* * * * * * *