
Ada tiga orang yang berpakaian serba hitam, sedang mengintai villa nomor tiga, yang dihuni oleh Suzuki. Tugas mereka adalah untuk menghabisi guru muda itu.
Tugas mereka harus rapi tanpa meninggalkan jejak. Bisa gawat kalau keluarga Suzuki dan Kishimoto, balik mengincar mereka.
Ketiga orang itu bergerak dengan berpencar ke tiga arah. Mereka masuk lewat belakang dan samping. Serta satu orang lagi masuk ke lantai dua dengan memanjat pohon yang dahannya menjulur ke dekat salah satu balkon kamar.
Langit merasa ada bayangan, yang lewat di dekatnya. Pintu pun dibuka dengan paksa. Begitu masuk, Langit langsung menghajar orang itu. Tanpa memberi kesempatan lawan memberikan kesempatan untuk menyerang balik dirinya.
Mereka pun berkelahi dengan tangan kosong. Lawan Langit memiliki postur tubuh yang tinggi dan kekar. Meski begitu, gerakannya sangat gesit. Perbedaan ukuran berat badan antara Langit dan Lawannya. Membuat Langit memilih berkelahi dengan menggunakan teknik judo. Dimana kita memanfaatkan tenaga lawan dalam bertahan dan menyerang.
Langit yang menahan pukulan lawan, merasakan nyeri di tangan yang dia gunakan. Maka dia pun membalasnya dengan tendangan. Keduanya sama-sama tidak mau kalah. Pukulan dan tendangan saling beradu. Bahkan lawan pun masih saja berdiri tegak, meski sudah tiga kali mendapat tendangan beruntun dari Langit.
Lawan yang melihat Langit, juga sudah kelelahan. Dia melancarkan tinjunya dengan cepat menuju ke ulu hati Langit. Akibatnya Langit terpental ke belakang dan menabrak sofa.
Langit merasa geram kepada lawannya yang kuat itu. Sebab lawannya berhasil melancarkan serangan yang membuatnya hampir tumbang.
Langit merasakan perbedaan ukuran badan dan tingkat kekuatannya dengan lawan. Lawannya itu ternyata kuat sekali. Maka dia memilih untuk menyerangnya menggunakan otak.
Dalam sekejap dia mendapatkan sebuah ide. Langit menarik kain gorden yang ada didekat pintu kaca itu. Kemudian, Langit menutupkan kain gorden itu ke kepala sampai badan si Penyusup A. Langit pun melancarkan serangan bertubi-tubi kepada Penyusup A itu. Pukulan dan tendangan Langit, kembali lancarkan serangan kepada musuhnya.
Langit pun memberikan serangan terakhirnya, dengan menginjak lutut si Penyusup yang sedang bertumpu hendak berdiri. Kemudian Langit menendang dari samping kepalanya. Sehingga si Penyusup A terpelanting badannya sampai tidak sadarkan diri.
Langit pun langsung mengikat kedua tangan dan kakinya. Kemudian didudukan di kursi dan ikat kembali di sana.
Langit pun berlari naik ke lantai atas. Dia tahu kalau ada penyusup yang masuk lewat lantai dua. Langit belum tahu apa kedua teman perempuannya itu bisa berkelahi atau tidak.
*******
Suzuki menghadapi satu orang penyusup yang masuk lewat belakang. Si Penyusup B memiliki gerak tubuh yang sangat gesit. Selain itu kekuatan pukulannya juga sangat kuat.
Si Penyusup B memberikan dua pukulan secara beruntun ke arah perut Suzuki. Kemudian menendangnya sampai Suzuki terlempar ke arah dekat kaca jendela. Darah pun keluar dari mulutnya, menandakan ada orang dalam yang terluka.
Saat si Penyusup B, hendak menembak Suzuki. Kawasaki melemparkan guci yang ada di atas nakas, ke arah tangan si Penyusup B, yang memegang pistol.
__ADS_1
Pistol si Penyusup B, terlempar ke arah kakinya Suzuki. Tidak membuang kesempatan itu, Suzuki mengambil pistol itu dan menembakan pelurunya ke arah kaki dan tangan si Penyusup B. Masing-masing satu peluru yang ditembakkan ke arah paha kanan dan kiri. Serta, kedua tangan kanan dan kirinya.
Kawasaki pun mengikat tangan dan kaki si Penyusup B. Sementara Suzuki beristirahat karena merasa sakit di ulu hati dan dadanya.
"Suzuki sensei, Anda tidak terluka parah?!" Kawasaki sangat terkejut karena Suzuki kembali memuntahkan darahnya kembali.
"Sepertinya, ada racun yang dia masukkan ke dalam tubuhku," kata Suzuki dengan napas yang berat.
Kawasaki panik karena melihat Suzuki mengeluarkan keringat yang sangat banyak. Bajunya pun sampai basah. Dia langsung membaringkan tubuh gurunya itu di sofa yang ada di sisi pojok ruangan.
*******
Almahira dan Daihatsu Sena, kini berhadapan dengan si Penyusup C. Keduanya dalam keadaan siaga. Almahira yang tidak bisa berkelahi, dia memegang pistol pemberian dari Langit. Kemudian dia menyimpan tongkat pemukul di dekatnya.
Si Penyusup C pun langsung melemparkan dua belatinya ke arah Almahira dan Daihatsu Sena. Sehingga pistol di tangan mereka terlepas. Kemudian, si Penyusup C mulai memberikan serangan ke arah Almahira. Dia menganggap kalau Almahira, itu murid yang lemah dan tidak bisa berkelahi.
Akhirnya Si Penyusup C, memberikan satu serangan ke arah Almahira. Namun, serangannya dapat ditangkis oleh Daihatsu Sena, dan memberikan serangan balik. Jadi, Almahira memberikan pukulan bertubi-tubi ke arah si Penyusup C, menggunakan tongkat yang tadi sudah dia siapkan.
Daihatsu Sena, adalah gadis yang pandai memanfaatkan kekuatan lawan. Dia tidak perlu repot-repot banyak mengeluarkan tenaga. Almahira pun melancarkan beberapa serangannya dengan memukulkan tongkat pemukul yang dia pegang.
*******
Langit berlari ke lantai dua, ketika sampai di sana. Dia melihat kedua perempuan itu sedang menghajar habis-habisan lawannya. Langit akhirnya malah menjadi pahlawan kesiangan karena penjahatnya sudah berhasil dikalahkan.
"Kalian hebat! Bisa melawan musuh hanya berdua saja," kata Langit sambil bertepuk tangan.
Kedua perempuan itu hanya bisa tersenyum, bangga. Ternyata kekompakan mereka berdua bisa menghajar musuh sampai tidak berdaya.
Langit pun mengikat kuat tangan dan kaki si Penyusup C. Kemudian dia membawanya ke lantai bawah untuk di interogasi, bersama temannya.
Ternyata di bawah Kawasaki juga, sedang menyeret si Penyusup B. Jadi, ketiga penyusup itu sudah berhasil di kalahkan.
"Langit kun, kita ada masalah. Suzuki sensei, terluka dan muntah darah. Kata dia mungkin kena racun." Kawasaki
__ADS_1
Mendengar itu, Langit langsung melihat kondisi Suzuki. Ternyata kondisinya sudah sangat lemah.
"Suzuki san, sebaiknya kita istirahat di kamar saja!" ajak Langit dan dia membopong gurunya itu ke lantai dua.
Langit memeriksa keadaan Suzuki. Kondisinya lemah dan banyak mengeluarkan keringat. Langit pun berlari ke kamarnya dan mengambil penawar racun pemberian Mazda.
"Suzuki san, aku akan mencoba memberikan penawar racun," kata Langit kemudian dia menyuntikan ke lengan Suzuki.
Langit pun membuka baju Suzuki karena sudah sangat basah oleh keringat. Kemudian menggantikannya dengan baju yang baru, diambil dari lemari pakaiannya.
Langit memantau terus kondisi detak Jantung Suzuki yang sejak tadi berdebar kencang kini sudah stabil. Wajahnya juga tidak sepucat tadi.
Suzuki yang kondisinya mulai normal, bisa kembali membuka matanya. Langit sangat senang akhirnya guru pendamping kelompok mereka, bisa sadar juga.
"Suzuki san, minum madu dulu. Agar stamina tubuh cepat kembali." Langit memberikan satu gelas air madu hangat kepada Suzuki.
Langit pun menyuruh Suzuki untuk istirahat di kamarnya. Setelah memastikan semua jendela terkunci. Langit pun turun ke lantai bawah untuk melihat kondisi ketiga penyusup tadi.
*******
SIAPAKAH PARA PENYUSUP ITU?
APA TUJUAN MEREKA MASUK KE DALAM VILLA?
AKAN ADA KEJADIAN YANG MENGEJUTKAN LAINNYA.
TUNGGU DI BAB SELANJUTNYA YA.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA.
__ADS_1
TERIMA KASIH.