
Setelah Bintang dan Satria mendapatkan foto Cantika, mereka kembali lagi ke hotel. Disana mereka menanyakan tentang Cantika ke bagian resepsionis, tentang tamu hotel yang bernama Cantika.
" Permisi bisa tolong kami?" Kata Bintang kepada pegawai Hotel Artemis.
" Ada yang bisa kami bantu?" Pegawai hotel memasang wajah yang ramah dan tersenyum hangat.
" Saya sedang mencari saudara yang kebetulan kemarin tak sengaja bertemu disini. Ini orangnya, namanya Cantika." Kata Bintang sambil menyodorkan foto berwajah Cantika dan Alex.
" Oh, apa yang anda maksud adalah Nyonya Cantika istrinya Tuan Alex?" Tanya pegawai hotel lagi.
" Iya, nama suaminya Alex!" Seru Bintang saat mengingat nama laki-laki berwajah bule itu.
" Oh, mereka itu bukan tamupog hotel. Tetapi pemilik hotel ini!" Ucap pegawai hotel sambil tersenyum ramah.
" Jadi keponakanku itu pemilik hotel ini?" Tanya Bintang tak percaya. Dirinya sering menginap di Hotel Artemis jika sedang ke Jakarta.
" Kalau boleh, saya minta alamat rumahnya. Karena dia adalah anak saudara yang sudah lama saya cari." Kata Bintang.
" Boleh, tunggu sebentar." Pegawai hotel itu menghubungi telepon genggam milik Alex, tapi dia tak mengangkatnya.
" Ini alamat rumah Tuan Alex!" Pegawai itu menyerahkan selembar kertas memo, kepada Bintang.
" Saya ucapkan terima kasih untuk segala informasinya." Bintang dan Satria pun beranjak dari sana dan akan menuju ke rumah Alex.
*******
" Apa benar ini rumahnya?" Tanya Satria saat melihat rumah mewah dan megah milik Alex.
" Sepertinya ini, karena alamat nomor rumahnya sama dengan yang tertulis di kertas ini!" Bintang mencocokan alamat rumah itu.
" Rumahnya mewah dan megah ya?" Tanya Satria sambil mengamati rumah yang ada di depannya.
" Ya, wajarlah. Diakan pemilik Hotel Artemis yang sangat terkenal itu!" Ucap Bintang.
Bintang pun turun dari mobil dan memencet tombol bell. Sementara Satria masih di dalam mobil rentalnya. Walau sudah beberapa kali memencet bel itu. Tapi belum ada respon dari pemilik rumah.
" Gimana?" Tanya Satria pada Bintang.
" Tidak ada orang. Mungkin mereka sedang keluar rumah?" Bintang kembali memandang rumah Alex.
" Apa kita tunggu disini saja?" Tanya Satria.
" Kita tunggu sampai tengah hari kalau begitu." Jawab Bintang.
Hampir satu jam lebih mereka menunggu di dalam mobil yang sengaja di parkir depan rumah Alex. Kemudian terlihat sebuah mobil putih yang akan memasuki rumah, dan seorang wanita membukakan pintu gerbang pagar rumah Alex.
" Oh, sepertinya ada orang yang masuk ke rumah itu!" Bintang cepat-cepat turun dari mobilnya, dan menghampiri wanita tadi.
" Selamat siang." Sapa Bintang.
__ADS_1
" Selamat siang." Jawab Lastri
" Apa benar ini rumah Tuan Alex pemilik Hotel Artemis?" Tanya Bintang dengan ramah.
" Maaf, kalau boleh tahu anda ini siapa?" Tanya Lastri balik, karena merasa tidak mengenal wanita di depannya itu.
" Saya Bintang. Kemari ingin bertemu dengan Cantika istrinya Tuan Alex." Jawab Bintang.
" Tapi saat ini Tuan dan Nyonya tidak ada di rumah" kata Lastri.
" Mereka sedang pergi kemana?" Tanya Bintang lagi, ada rasa kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Cantika.
" Maaf ada apa ini?" Tiba-tiba Danang datang menghampiri mereka berdua.
" Ini Pak. Ibu ini sedang mencari Nyonya sama Tuan." Jawab Lastri kepada suaminya.
" Kalau boleh tahu, Ibu ini siapa?" Tanya Danang kepada Bintang.
" Saya Bintang dan ini suami saya Satria. Kami ingin bertemu dengan Cantika." Jawab Bintang sambil menarik lengan Satria.
" Tuan dan semua keluarganya sedang pergi berkunjung ke rumah sanak kerabatnya. Sebelum mereka akan pergi ke Amerika." Kata Danang.
" Kapan mereka akan pergi ke Amerika?" Tanya Bintang dengan nada agak panik.
" Kalau nggak ada halangan lusa mereka akan pergi ke Amerika." Jawab Danang sambil melihat wajah Bintang yang dirasa tidak asing baginya.
" Kalau boleh tahu, berapa lama mereka akan pergi ke Amerika?" Tanya Satria yang sejak tadi hanya mendengarkan mereka berbicara.
" Apa hari ini mereka akan pulang terlambat?" Tanya Bintang dengan cemas karena takut tidak sempat bertemu dengan Cantika.
" Soal itu saya tidak tahu. Karena Tuan dan Nyonya tidak bilang jam berapa mereka akan pulang!" Lanjut Danang.
" Kalau begitu, tolong sampaikan kepada Cantika. Besok saya dan suami saya akan datang lagi kesini." Kata Bintang penuh harap bisa bertemu dengan Cantika.
" Baiklah akan kami sampaikan kalau Tuan dan Nyonya sudah pulang." Kata Lastri sambil tersenyum ramah kepada Bintang dan Satria.
" Kalau begitu kami permisi." Bintang dan Satria pamit kepada Danang dan Lastri.
Saat mereka memasuki mobil, dari arah pintu gerbang rumah di depan Alex terbuka. Erlangga melajukan mobilnya keluar rumahnya.
" Pak Danang, apa Kak Cantika sudah pulang?" Tanya Erlangga di balik kaca mobilnya yang di buka.
" Belum, Den Erlangga." Jawab Danang sambil tersenyum.
" Kalau begitu Er, pergi dulu ya!" Erlangga pamit kepada Danang dan Lastri.
Seandainya Bintang memalingkan wajah ke samping dia akan melihat wajah Erlangga yang memiliki rupa yang sama dengan Kakaknya, Langit. Namun sayang saat itu Bintang malah menghadapkan wajahnya ke depan.
*******
__ADS_1
Cantika yang mendengar kabar dari Danang dan Lastri, akan kedatangan Bintang dan Satria merasa sangat bahagia. Ternyata Tantenya masih hidup.
" Apa Pak Danang tadi meminta nomor kontak yang bisa dihubungi, kepada Tante Bintang?" Tanya Cantika.
" Aduh, Nyonya kita lupa meminta nomor telepon yang bisa dihubungi." Jawan Danang dengan nada menyesal.
" Ya sudah tidak apa-apa. Katanya besok mau datang kesini jam berapa?" Tanya Cantika lagi.
Danang dan Lastri saling pandang, sepertinya tadi mereka tidak membicarakan waktu kedatangan untuk besok. Dengan senyum merasa bersalah Danang dan Lastri meminta maaf kepada Cantika.
" Maaf Nyonya, tadi kita membuat janji jam berapa akan bertamu." Kata Lastri.
" Nggak apa-apa, lagian besok saya tidak punya janji. Jadi bisa menunggu kapan pun mereka datang." Kata Cantika sambil tersenyum, merasa tidak enak kepada Danang dan Lastri yang memperlihatkan wajah merasa bersalah.
" Sayang, aku akan pergi ke rumah Erlangga dulu. Mau ngabarin berita ini!" Kata Cantika kepada Alex.
" Mau aku antar?" Tanya Alex sambil memegang wajah Cantika.
" Nggak perlu, lagian rumahnya ada di depan!" Cantika tersenyum geli.
" Siapa tahu, istriku yang cantik ini ingin diantar oleh suaminya yang tampan dan rupawan." Goda Alex, dan Cantika malah mencubit perut Alex yang berotot.
" Senang banget ngegoda aku!" Cantika cepat berlari ke arah pintu gerbang setelah memberikan ciuman singkatnya di pipi Alex.
" Honey…. Tunggu!" Alex pun berlari menyusul Cantika.
*******
" Halo, Assalmmu'alaikum." Salam Cantika saat Sakti mengangkat teleponnya.
" Wa'alaikumsalam." Jawab Sakti di seberang telepon. " Ada apa Cantika? Tumben menelpon Om!"
" Om, maaf malam-malam mengganggu. Cantika mau memberitahu kalau tadi siang, katanya ada yang kerumah dan meminta bertemu dengan Cantika. Orang itu mengenalkan dirinya dengan nama Bintang."
" Cantika merasa dia itu adalah Bintang adiknya ayah." Cantika memberitahu Sakti.
" Benarkah itu Cantika!" Terdengar suara Sakti yang terkejut dengan kabar berita yang diberitahu oleh Cantika.
" Iya,Om. Karena tadi siang tidak bisa bertemu. Besok katanya akan kembali lagi ke rumah." Kata Cantika.
" Kalau begitu, beritahu Om. Kalau orang yang mengaku Bintang itu sudah datang, ya!" Pinta Satria.
" Iya Om. Itu yang tadi mau Cantika niatkan, memberitahu Om!" Ucap Cantika.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL, BUNGA, ATAU KOPI YANG BANYAK.
__ADS_1
TERIMA KASIH.