Trio Kancil

Trio Kancil
#Angkasa 38


__ADS_3

     Langit dan Akira berjalan di lorong rahasia. Diikuti oleh Athena dan lima anggota mafia kelompok Alessio. Mereka berjalan sambil memeriksa dinding lorong. Mungkin ada ruang rahasia di sana.


   Hampir setengah jam mereka berjalan di lorong rahasia itu. Tetapi, tidak menemukan apa-apa di sana. Sampai mereka menemukan sebuah dinding di ujung lorong. Ternyata itu adalah pintu keluar.


     Langit mendorong pintu itu dengan kuat. Ternyata, mereka sekarang berada di gazebo di dekat danau yang ada di halaman belakang bangunan markas. Saat menelusuri tempat itu, mereka dikejutkan oleh beberapa orang dari kelompok Roma, yang tadi melarikan diri. Mereka sedang bersembunyi di balik semak-semak di pinggir danau, yang ditumbuhi pohon-pohon yang rindang.


     Melihat ada Roma dan kelompoknya di sana, anggota mafia Alessio langsung menodongkan pistolnya ke arah anggota Roma. Begitu juga sebaliknya dengan kelompok Roma. Kedua kubu itu saling mengacungkan pistol. Melihat itu Athena merentangkan kedua tangannya, di antara kedua kelompok itu.


"Tunggu! Apa yang akan kalian lakukan?" Athena berusaha untuk menghentikan pertempuran kedua kubu itu.


"Maaf Nona Athena ini urusan kelompok kami." Kata salah seorang dari kelompok Alessio sambil berusaha menjauhkan Athena dari sana.


"Angkasa kamu juga bagian dari mereka?" tanya Roma. Dia mengira kalau Langit adalah Angkasa.


"Kamu salah orang!" jawab Langit.


"Apa maksud perkataan kamu? Buktinya sekarang kamu bersama mereka!" Roma menatap Langit.


"Aku bukan Angkasa!" jawab Langit malas.


"Ka–Kamu … Langit?" Roma menatap tidak percaya kalau yang di depannya sekarang itu adalah kembaran Angkasa.


"Iya, baik aku atau Angkasa. Tidak akan pernah terlibat dengan dunia kalain."


    Langit yang tidak mau terlibat perkelahian dua kelompok mafia. Lebih memilih duduk di gazebo dan mengeluarkan laptop untuk mengecek apa ada pesan masuk lewat email. Begitu juga dengan Akira dia tidak mau terlibat dengan mereka. Maka, dia membawa Athena dengannya dan duduk di samping Langit.


    Kedua kubu itu saling baku tembak satu sama lain sampai kehabisan peluru. Kemudian, dilanjutkan dengan pertarungan tangan kosong. Saling pukul, tinju, dan tendang mereka semua lakukan. Bahkan Roma yang menjadi kelompok mereka, berkelahi sambil memberi instruksi kepada anak buahnya.


     Langit yang mengirimkan foto yang di temukan di rumah Caracas, kepada Alex untuk memberitahu keadaan di sini. Juga memberikan informasi kalau yang menjual senjata produksi keluarga Andersson, itu kemungkinan adalah Rio de Janeiro, kembaran Helsinki. Maka Langit, meminta untuk mencari tahu keberadaan Helsinki yang asli dan menangkap Rio de Janeiro yang sedang berada di Jerman.


     Langit baru saja mendapatkan informasi tentang Helsinki. Maka, dia pun memberitahu Angkasa, tentang informasi barusan. Akira dan Athena juga ikutan membaca laporan dan terkejut dengan segala informasi yang diberitahukan oleh Alex.

__ADS_1


    Pertempuran dua kubu sudah selesai. Pertarungan pun dimenangkan oleh kelompok Alessio. Itu dikarenakan kelompok Roma, tidak kompak karena ada sebagian dari mereka yang meremehkan perintah dan petunjuk dari Roma. Mereka tidak percaya pada Roma, yang baru beberapa Minggu memimpin kelompok mereka. Sehingga kelompok Alessio yang hanya lima orang bisa mengalahkan mereka karena kompak satu sama lainnya. Kelompok Roma yang terluka itu pun dibawa oleh kelompok Alessio.


******


    Angkasa pun membawa Paris bersama dengannya. Bintang berjalan di depan mereka, sambil menggendong Chelsea. Angkasa sudah membaca pesan dari Langit. Namun, belum memberitahu Bintang dan Paris. Dia merasa kalau ada sebuah konspirasi dari kejadian ini.


     Rombongan Angkasa bertemu dengan Langit dan yang lainnya. Sementara itu, kelompok Roma juga sudah dibawa oleh kelompok Alessio.


"Sekarang kita akan kemana? Ini sudah mau malam," tanya Langit kepada Angkasa.


"Kita ke rumah Grandfa Jonathan," jawab Angkasa.


******


     Jonathan Green–adik Aurora–adalah salah satu ketua mafia di Italia. Dia mewarisi kelompok mafia itu dari mertuanya. Angkasa ingin malam ini mereka berada dalam pengawasan dari orang-orang yang berniat jahat pada mereka. Akira dan Athena pun ikut serta bersama mereka.


"Selamat datang anak-anak!" Jonathan menyambut anak-anak dan menantunya Alex.


"Uncle Jo!" Panggil Bintang.


"Bintang!" Isabella langsung memeluk Bintang, begitu sampai.


"Isabella. Hati-hati nanti Chelsea ke tekan!" Kata Bintang kepada sepupu Ghazali.


    Isabella pun menguraikan pelukannya. Dia melihat Chelsea yang tertidur pulas di dalam gendongan Bintang.


"Siapa dia?" tanya Isabella sambil melihat wajah Chelsea.


"Dia namanya Chelsea. Anak yatim piatu yang diberikan kepada Kak Angkasa oleh wanita asing," jawab Bintang.


"Kenapa wajahnya tidak terasa asing bagiku?" Jonathan ikut memperhatikan wajah Chelsea.

__ADS_1


"Mungkin Uncle tahu orang tua Chelsea. Karena Ayahnya juga seorang pengusaha dan salah satu petinggi kelompok Red Dragon, Caracas," jawab Bintang.


"Apa!" Jonatan sangat terkejut, "jangan melibatkan diri kalian dengan kelompok mafia itu. Mereka semua gila, memaksa anggotanya untuk menjadikan anak cucu keturunannya untuk mengabdi di kelompok mereka." Jonathan begitu tahu keluarga Caracas.


    Bintang memeluk erat Chelsea, saat Jonathan menatap kearahnya dengan tajam. Dia tahu tatapan itu ditujukan kepada Chelsea. Namun, dia tidak mau kalau gara-gara perbuatan leluhurnya. Chelsea juga harus ikutan menderita.


"Uncle Jo, jangan macam-macam. Papa dan Abang Ghaza sudah tahu tentang Chelsea dan mereka juga pernah bertemu," kata Bintang memberi peringatan untuk Jonathan agar tidak mencelakakan Chelsea. Dia tidak mau kalau bayi satu tahun lebih ini menjadi sasaran balas dendam Jonathan terhadap kelompok Red Dragon.


     Athena sangat takut kepada Jonathan. Bahkan, dia ketakutan akan ketahuan kalau cucunya adalah San Marino. Athena menempelkan tubuhnya kepada Akira. Dia meminta perlindungan untuknya.


    Akira, pun menggenggam tangan Athena. Dia mencoba menenangkan kekasihnya itu. Dia akan melindungi Athena apapun yang terjadi nanti.


"Lalu siapa dua gadis itu?" tunjuk dokyat.


"Ini, istri Angkasa ... Paris, Grandfa Jo. Apa masih ingat, sama Paris?" kata Angkasa sambil tersenyum jahil.


"Jangan bilang ... dia gadis kecil yang selalu ikut bersama kalian dulu! Anaknya Helsinki?"


"Iya, Grandfa akhirnya ingat sama dia!" pekik Angkasa.


"Lalu yang satunya lagi, siapa?" tanya Jonathan penasaran.


******


Akhirnya bisa juga sampai sini. Niatnya semalam mau up 2 bab sekaligus. Naskahnya malah hilang. Pas ngulangi lagi nggak nyampai 1000 kata. Pada lupa ceritanya gimana.


******


Baca juga karya lomba milik author yang baru. NO PELAKOR ... NO POLIHAMI


__ADS_1


__ADS_2