
Alex duduk di sofa sambil memangku Cantika. Dilihatnya wajah istrinya yang selalu membuatnya tenang.
" Honey, aku ingin secepatnya kita semua bisa pergi ke Amerika!" Kata Alex dengan sorot mata yang sangat dalam.
" Iya, Sayang. Bukannya tinggal beberapa hari lagi, keberangkatan kita ke Amerika?" Tanya Cantika sambil mengelus rahang Alex dengan lembut.
" Kalau bisa, aku ingin besok juga berangkat ke Amerika!" Alex berkata dengan suaranya yang rendah.
" Apa keadaan di Amerika ada yang gawat?" Tanya Cantika berubah cemas.
" Tidak!" Jawab Alex dengan cepat.
" Justru keadan disini yang gawat!" Gumam Alex dalam hatinya.
" Terus kenapa, Sayangku yang tampan ini ingin cepat-cepat kembali ke Amerika?" Tanya Cantik sambil mencium pipi Alex.
" Hanya ingin secepatnya mengajak kalian jalan-jalan disana!" Jawab Alex sambil tersenyum.
" Hm, pasti ada sesuatu yang lain?" Goda Cantika dengan senyuman manis di bibirnya yang ranum itu. Dan Alex hanya tersenyum menanggapinya.
" Mana mungkin aku bilang, keadaan yang sebenarnya kepadamu." Kata Alex dalam hatinya.
" Sayang, cepat mandi sebentar lagi waktunya Magrib." Perintah Cantika kepada Alex. Dan Alex melihat ke arah jam dinding yang ada di atasnya tempat dia duduk.
" Honey, nanti malam aku akan menagih ucapan kamu tadi!" Bisik Alex, dan itu membuat wajah Cantika memerah seperti tomat yang sudah masak.
" Sepertinya itu tidak jadi deh." Kata Cantika dengan senyuman menggoda Alex.
" Awas saja kalau sampai batal!" Alex menyerang Cantika dengan mencium seluruh wajahnya. Dan Cantika hanya bisa tertawa sambil meminta ampun.
__ADS_1
*******
Alex membaca semua laporan yang didapatnya dari Michael dan Akira, lewat email. Alex sengaja membuka file kasus itu tengah malam. Saat Cantika sudah tertidur pulas karena kelelahan.
File pertama yang dibuka adalah tragedi yang menimpa keluarga purnawirawan Harun yang seorang pensiunan tentara. Punya Istri yang berprofesi sebagai seorang guru. Dan memiliki lima orang anak, satu menantu dan dua cucunya, baru berusia tiga tahun dan lima bulan. Pembantu rumah tangga dua orang. Kejadian kebakaran rumah adalah tanggal xx, bulan xx, tahun xxxx. Semua keluarga meninggal terbakar di dalam rumah.
" Ini kejadiannya dua bulan sebelum tragedi yang menimpa keluarga Dokter Lazuardi!" Alex memijat keningnya.
Alex melanjutkan ke file kedua. Keluarga Matius, seorang pengusaha batu bara. Yang tinggal di Jakarta. Penghuni rumahnya adalah ibunya yang sudah berusia lanjut, Matius dan istrinya, serta tiga orang anaknya yang kembar. Dan pembantu rumah tangga sebanyak tiga orang. Waktu kejadian kebakaran itu, adik Matius beserta keluarganya yang berjumlah lima orang pun turut jadi korban. Kebakaran terjadi pada tanggal xy, bulan xx, tahun xxxx. Semua korban ditemukan dalam satu ruangan, yaitu ruang keluarga.
" Kejadian ini satu Minggu setelah kasus yang pertama." Alex berpikir keras apa yang menjadi penghubung kedua orang itu dengan Dokter Lazuardi.
File ketiga berisi tentang keluarga Jendral Haris dan kedua belas sanak keluarganya. Semua korban tergantung di sebuah pohon di halaman belakang rumahnya. Dalam keadaan banyak luka di seluruh tubuhnya. Dan rumah mereka habis terbakar. Diduga ini kasus pembunuhan karena balas dendam terhadap keluarga korban. Kejadian ini terjadi pada tanggal zx, bulan xx, tahun xxxx.
" Astagfirullah, Ya Allah. Mereka sadis sekali!" Alex ngeri membayangkan saat orang yang kita sayangi harus mati di hadapannya.
" Ini lima hari setelah kejadian kedua, ya!" Kata Alex saat melihat tanggal kasus itu terjadi.
" Tidak! Tidak! Lupakan itu Alex! Lupakan!" Alex menepuk-nepuk pipinya dengan kedua tangannya.
Alex pun kembali membaca file ke empat. Keluarga David, seorang dosen di universitas swasta dan pemilik hotel Melati Putih. Mempunyai istri seorang dokter dan tiga orang anak. Pembantu rumah tangga dua orang satpam dua orang dan satu orang sopir. Semuanya meninggal di dalam rumah yang terbakar. Kejadian itu terjadi pada tanggal zz, bulan xx, dan tahun xxxx.
" Kejadian ini dua hari setelah kasus ketiga,ya?" Alex mengurutkan kejadian itu berdasar tanggalnya.
" Berarti jarak kasus keempat dengan kasus Dokter Lazuardi terpaut enam Minggu. Ini lebih lama dibanding dengan kejadian-kejadian sebelumnya." Alex mengetuk-ngetukkan jarinya.
" Apa hubungan kelima orang ini, ya?"
" Aku yakin pasti ada benang merah yang menjadi penghubung mereka berlima. Tapi apa?!" Alex merasa frustasi sejak tadi sore memikirkan hubungan kejadian pembakaran rumah itu.
__ADS_1
" Sekarang kita lihat laporan dari Akira!" Alex membuka email yang dikirim oleh Akira. Hasil meretas dokumen milik tim otopsi yang memeriksa keadaan para korban kebakaran.
Hasil otopsi milik keluarga Harun. Hasil untuk Harun, tubuh hangusnya memiliki sekitar lima bekas tembakan yang bersarang di seluruh tubuhnya. Satu di paha kanan, dua di perutnya satu di dadanya, satu di lengannya, dan terakhir satu tembakan di kepalanya. Sedangkan semua korban lainya ada yang satu atau dua tembakan yang bersarang di tubuh atau kepala mereka.
" Mereka terlalu kejam, bahkan kepada bayi sekali pun!" Alex sangat marah saat membaca secara terperinci keadaan korban-korban di keluarga Harun.
Kini Alex membaca hasil otopsi milik keluarga Matius. Di dalam tubuh Matius, bersarang empat peluru di dada dan perutnya, dua peluru di kedua pahanya. Satu di lengan kiri dan satu di punggung tangan kanannya. Dan satu peluru di kepalanya. Begitu juga dengan korbannya yang lain. Semua terkena tembakan dengan jumlah bervariasi. Rata-rata luka tembak mereka dua atau tiga tembakan di tubuhnya.
" Korban sudah mati ditembak. Bahkan harus sampai di bakar lagi! Benar-benar tidak waras mereka!" Alex geram sendiri saat membaca hasil laporan keluarga Matius.
Alex membaca otopsi keluarga Haris. Satu-satunya keluarga yang semua korban, mayatnya digantung di atas pohon. Mayat Haris memiliki dua puluh satu tembakan di seluruh tubuhnya. Dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. Terdapat banyak tulang yang patah di tubuhnya. Diduga korban disiksa terlebih dahulu. Korban lainnya juga mengalami luka yang parah. Para korban mengalami penyiksaan terlebih dahulu. Sebelum ditembak dan digantung.
" Astagfirullah, mereka kejamnya kebangetan." Alex memejamkan matanya. Bisa dibayangkan bagaimana ngerinya malam itu di kediaman Haris.
Alex membaca hasil otopsi keluarga David, tak jauh dari keluarga Matius dan Harun. Semua korban mati di tembak. Dan dapat dipastikan semua kepala korban mendapat satu peluru yang bersarang di kepalanya.
" Aku yakin kalau pelaku dari semua ini adalah kelompok Chernny Drakon."
" Ya benang merah penghubung dari pelaku ini adalah Chernyy Drakon."
" Sekarang tinggal benang merah para korbannya itu!" Alex melihat hasil coretan catatannya sendiri.
" Tunggu apa ini?"
" Hasil otopsi keluarga Lazuardi!" Mata Alex terbelalak saat ada satu pesan susulan yang masuk ke email miliknya.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
__ADS_1
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK, BUNGA ATAU KOPINYA JUGA NGGAK APA-APA.
TERIMA KASIH.