Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 58


__ADS_3

Seperti yang telah mereka sepakati tadi siang, malam ini Michael akan pergi menyusup ke rumah Baharudin, seorang diri. Karena Alex tidak bisa ikut karena kondisinya belum benar - benar baik, akibat luka tembak di bagian dada atasnya. Takutnya malah menghambat pergerakan Michael.


     Alex memberikan beberapa alat yang akan di pakai oleh Michael. Kaca mata yang sudah terpasang kamera pengawas yang tersambung dengan laptopnya. Kaca mata itu juga bisa melihat dalam kegelapan. Earphone kecil untuk dipasang di telinganya. Kamera berbentuk Bros yang di sematkan di jaket anti peluru, dan di bagian punggungnya juga terpasang kamera untuk mengawasi bagian belakangnya. Tongkat kecil yang bisa diatur panjang pendeknya, bisa mengeluarkan aliran listrik dengan tegangan tinggi. Sepatu boots yang sangat ringan sehingga tidak menimbulkan suara meski berlari saat menuruni tangga. Dua Pistol yang sudah pakai peredam. Satu kodi belati kecil yang di pasang di saku pahanya. 


" Apakah semuanya sudah terpasang dengan baik dan lengkap ?" Tanya Alex pada Michael.


" Sudah siap semua Bos."


" Kamu akan pergi dengan mengendarai motor milik Fatih."


" Tenang saja, motor itu sama modelnya seperti punya ku." Kata Alex lagi begitu melihat raut wajah Michael.


    Motor milik Fatih sama dengan milik Alex. Cuma ada dua di dunia ini. Motor itu adalah rancangan asistennya Arthur, khusus untuk Alex dan Fatih. Motor itu sangat bagus untuk di gunakan saat berpetualang. Karena memiliki banyak kelebihan fungsi, dan senjata.


     Di kamar inap yang di huni oleh Januari dan Arga, kini di isi banyak orang. Alex duduk di kursi bersama Januari dan di hadapan mereka ada tiga buah laptop. Tapi yang digunakan satu laptop yang sudah tersambung dengan kamera yang ada pada tubuh Michael.


     Alex dan Januari di kelilingi oleh Fatih, Arga, Alessio, A, dan B. Sedangkan Akira dan Mark, mereka sedang mempersiapkan diri bila Michael butuh bantuan.


    Michael sudah sampai di dekat area rumah Baharudin. Dia menyelinap masuk lewat tembok benteng dengan mudahnya. Kalau A dan B adalah Pasukan Tentara Bayaran, Michael adalah Pasukan Tentara Bayangan. Yang saat kerja menjalankan misi bergerak seorang diri. Kekuatan Pasukan Tentara Bayangan setara sepuluh orang Pasukan Tentara Bayaran.


Alex dan Januari dapat melihat dengan jelas area yang terekam oleh kamera sembunyi. Michael mengikuti instruksi dari Alex dan Januari yang memberitahunya lewat earphone.


" Michael tunggu... !! Ada orang di belakang mu, jangan dulu bergerak." Perintah Alex.


     Karena Alex menangkap adanya pergerakan lewat kamera pengawas yang terpasang di punggung jaket yang dipakai oleh Michael. Dan benar saja begitu Michael menyembunyikan dirinya terdengar orang yang sedang berbicara lewat di hadapannya.


     Michael melanjutkan perjalanannya menuju ruang kerja sesuai intruksi dari Januari. Dan kini Michael telah masuk kedalam ruangan itu. Michael mulai mencari di meja kerja Baharudin. Tapi semua pintu laci dalam keadaan terkunci.


    Terdengar suara langkah orang yang mendekat ke ruangan itu, Michael cepat - cepat bersembunyi di balik meja. Terdengar pintu di buka dan langkah seseorang mendekat ke arah meja. Orang itu mengambil sesuatu di atas meja, kemudian dia duduk di sofa yang berada di ruangan itu. 


" Halo, apa kabar kawan sudah lama tidak terdengar kabarnya ?" Suara orang yang baru saja masuk ke ruangan itu, sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Dan pemilik suara itu adalah Baharudin Mangkubumi.


" Kurang baik setelah tahu apa yang telah terjadi pada putra ku." 

__ADS_1


    Ternyata handphonenya dalam mode loadspiker jadi Michael bahkan Alex dan teman - temannya yang berada di sebrang sana bisa mendengar dengan jelas percakapan antara kedua orang itu.


" Iya, aku turut prihatin atas apa yang menimpa putra semata wayang mu ?!"


" Apa kau tahu kalau anak - anak yang di culik oleh Bagas itu adalah cucu dari Yusuf Abdulmalik." Beber Baharudin.


" Siapa dia?"


" Aku merasa itu nama yang tak asing."


     Suara lelaki di sebrang sana makin terdengar jelas.


" Tentu saja, Yusuf Abdulmalik adalah orang yang sering kita buntuti dahulu. Karena masalah yang di timbulkan oleh kakak mu itu." Jelas Baharudin kepada lawan bicaranya.


" Oh. Lelaki yang kita tabrak mobilnya hingga menabrak pembatas jalan itu ?" Si lawan bicara sudah mengingat seseorang dengan nama Yusuf Abdulmalik.


" Iya kamu benar. Yusuf Abdulmalik Pemilik Mega dept.store yang kita celakakan saat dia sedang pergi ke Surabaya."


" Kenapa ? Apa anaknya mau balas dendam atas kematian orang tuanya ?"


" Siapa lagi itu si Awan ?"


" Dia polisi yang dulu sering mengawal Yusuf saat bepergian jauh. Dan Kamu bunuh saat dalam perjalanan pulang setelah selesai mengantarkan Yusuf pergi."


" Oh Polisi yang dulu kamu katakan telah mencurigai Kak Budiono atas kematian Damar yang mati di tangga darurat Hotel Matahari. Bukannya itu dulu sudah diberitakan kematiannya akibat di begal para pencuri sepeda motor ?"


" Iya benar dia. Kakaknya curiga dan mulai melakukan penyelidikan atas kematian adiknya yang telah bertahun - tahun berlalu."


" Apa dulu kamu sudah menghancurkan semua barang bukti yang melibatkan kita ?"


" Sudah aku hancurkan semua barang bukti mau itu rekaman mobil milik Yusuf atau motor milik Awan."


" Kalau gitu kamu bisa tenang, karena semua bukti yang mengarah pada kamu telah musnah."

__ADS_1


" Ya, dan yang jadi masalahnya sekarang adalah orang - orang yang berada di sekitar cucu - cucunya si Yusuf."


" Memang siapa mereka ?"


" Kemarin aku menyelidiki tentang anak - anak yang di culik Bagas. Awalnya aku mendengar kalau Bagas menculik anak seorang wanita yang telah menjebloskan Anggit ke penjara, dan nanti akan ditukar dengan kebebasan Anggit." 


" Ternyata orang - orangnya Khalid yang kemarin membebaskan para sandera !"


" Jadi maksud mu, kalau bocah - bocah yang kemarin di culik Bagas ada hubungannya dengan keluarga Khalid ?!".


" Ya aku rasa begitu. Karena anak - anak yang diculik itu berwajah bule."


" Tapi informasi yang aku dapatkan kalau wanita berjilbab yang telah melaporkan Anggit ?"


" Iya, si wanita berjilbab itu adalah ibu dari anak - anak yang di culik kemarin."


" Oh. Tadinya aku menghubungi kamu ingin tahu keadaan Kakak ku karena dia sulit sekali di hubungi."


" Haaah.... Budiono sedang dalam keadaan hancur sekarang. Setelah putrinya masuk penjara, harga saham perusahaan miliknya menurun tajam. Di tambah berita kalau keponakannya seorang Mafia yang telah menculik dua bocah tak bersalah."


" Kalau begitu aku juga punya alasan untuk membalas mereka semua kan ?"


" Maksudnya kamu mau menyingkirkan orang - orang itu ?!"


" Ya !!! Tunggu saja pembalasan ku ?"


     Pembicaraan lewat telephone pun berakhir. Tapi Baharudin tidak beranjak dari ruangan itu sampai pagi. Dan membuat Michael terjebak di sana.


\* \* \* \* \* \* \*


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, SAMA VOTE.


DUKUNG AKU TERUS, YA.

__ADS_1


     


__ADS_2