
Langit terdiam mendengar cerita bagaimana ketiga orang itu selamat. Ada rasa kagum dan tak percaya. Kalau ketiganya bisa selamat di detik-detik terakhir. Padahal dia mengira kalau mereka tidak selamat dari ledakan itu.
"Kalian tidak terluka 'kan?" tanya Langit.
"Aku dan Hikari tidak terluka, tapi Otou san, dia mengalami patah tulang kaki," jawab Suzuki Hoshi.
"Shin Ojii san? Dia terlihat baik-baik saja," kata Langit dan memperhatikan keadaan Shin Kishimoto.
"Itu lihat Kakinya!" Tunjuk Hikari pada kaki kanan ayahnya.
Langit pun melihat kaki Shin Kishimoto, memakai alat bantu. Langit mengerutkan keningnya karena alat bantu yang dipakai menyatu dengan sepatu yang dipakainya.
"Alat bantu apa yang Shin Ojii san, pakai? Kenapa alatnya seperti itu?" tanya Langit penasaran.
"Ini agar aku tidak perlu menggerakkan kakiku kalau bergerak cukup aku tekan tombol ini, maka rodanya akan bergerak," jawab Shin sambil memeragakan.
Langit manggut-manggut, mengerti dan tidak merasa aneh dengan karya ciptaan keluarga Kishimoto, hampir semua barang yang mereka buat itu aneh-aneh.
Pertemuan mereka pun membahasa dua kelompok besar Yakuza, yaitu Taiga dan Inu, kini keduanya dinyatakan bubar. Kedua pimpinan kelompok ini sudah mati. Begitu juga dengan orang-orang yang dianggap tokoh penting dari dua kelompok itu. Sisanya para anggota dari dua kelompok itu masuk penjara.
Malam itu bisa dikatakan seperti perang saudara. Para pasukan militer dan kelompok Tora, melawan kelompok Taiga dan Inu. Pemimpin Kelompok Ini, memimpin perlawanan, sedangkan Big Bos dan beberapa orang kepercayaannya, beraksi di Laboratorium Matsumoto.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan blue print dari karya-karya Mazda. Sekaligus menghancurkan gedung Laboratorium Matsumoto. Ternyata ada salah satu orang kepercayaan Big Bos yang lulusan Academy Matsumoto, yang mampu membuat bom sesuai dengan petunjuk dari coretan-coretan yang ditinggalkan oleh Takagi saat dia mencoba membuat Bom, dari blue print milik Mazda.
Langit yakin orang itu melewatkan atau perbandingan komponen untuk membuat bom, tidak sesuai dengan apa yang di catat oleh Mazda. Jika, sesuai dengan apa yang ditulis oleh Mazda. Hasilnya akan seperti yang ada di Pulau Hi.
Namun, Langit bersyukur orang itu membuatnya tidak sesuai dengan catatan Mazda. Entah apa yang akan terjadi, jika ada empat bom yang diledakan hampir dalam bersamaan, di kota Osaka ini.
*******
Tidak terasa waktu berlalu, sudah satu Minggu. Berita tentang Laboratorium Matsumoto, masih jadi topik pembicaraan orang banyak. Bagusnya mereka tidak tahun, akan keterlibatan kelompok Yakuza dan warga asing di sana. Kabar yang beredar di masa adalah ada hasil karya yang gagal dan mengakibatkan ledakan, sehingga memicu ledakan lainnya.
__ADS_1
Berita itu banyak memberikan keuntungan bagi pihak para petinggi Matsumoto Group. Kejahatan mereka tidak diekspose oleh media masa. Mereka menjalani hukuman sesuai dengan kejahatan yang mereka lakukan. Ada yang dihukum mati, seumur hidup, dan puluhan tahun penjara. Sehingga keluarga pelaku tidak menanggung malu atas kejahatan salah satu anggota keluarga mereka.
Keluarga korban Pulau Hi, merasa sangat senang. Saat ada beberapa orang yang berada di balik layar. Mendapat hukuman atas kejahatan mereka. Matsumoto Group pun memberikan uang tunjangan bagi semua keluarga yang menjadi korban dahulu, termasuk orang-orang yang tidak tertulis di batu monumen.
*******
Kondisi Langit pun sudah pulih. Maka sesuai janjinya dia akan mengajak Almahira berbulan madu. Dia juga mendapatkan tiket honeymoon dari Kawasaki Kenzo, secara cuma-cuma. Setelah tahu kalau Langit dan Almahira adalah pasang suami istri.
Langit dan Almahira akan menghabiskan waktu satu Minggu ke depan di Area Wahana Taman Hiburan milik Kawasaki Group. Hotel berbintang lima dengan layanan presidential suite room. Kamar yang cocok untuk acara bulan madu yang tertunda.
Langit dan Almahira baru selesai shalat sunat. Langit dan Almahira sudah membicarakan, kalau untuk punya anak, mereka akan menunggu sampai usia Almahira, 20 tahun. Langit takut kalau hamil di usia belia, sesuatu akan terjadi kepada istri dan bayi yang dikandungnya.
Malam itu untuk pertama kali bagi keduanya, melakukan ibadah sunah malam yang membuat mereka tahu indahnya surga dunia. Langit sekarang baru tahu yang dimaksudkan oleh Ghazali dahulu. Ternyata memang sangat menyenangkan dan membuatnya ketagihan.
*******
Selama satu Minggu Langit dan Almahira benar-benar menghabiskan waktu mereka hanya berdua saja. Tanpa gangguan orang lain. Bahkan handphone milik mereka di nonaktifkan. Tidak peduli dengan mereka yang mengganggu kesenangannya. Sampai-sampai Bintang dan Ghazali ikut mendatangi tempat Langit berbulan madu karena khawatir.
"Kenapa Om Ghaza datang ke Jepang?" tanya Langit begitu mereka bertemu saat makan siang.
"Ya, tentu saja mau menjemput istriku yang cantik jelita ini!" jawab Ghazali sambil mencium pipi Bintang.
"Ishhh … kalian itu, bisa tidak melakukan hal itu jangan di depan kami!" Langit kesal pada pasangan yang selalu dimabuk cinta itu.
"Kenapa iri begitu! Kalau kamu mau, tinggal lakukan saja sama istri kamu!" balas Ghazali dengan sewot.
Bintang diam saja tidak mau menanggapi obrolan adik sama suaminya. Dia lebih memilih menikmati makanan yang tersaji di meja. Sementara, Almahira dia mukanya sudah merah seperti tomat karena malu. Dia masih belum terbiasa melakukan hal itu di depan umum.
"Abang, aku mau juga menginap di sini!" pinta Bintang kepada suaminya. Tentu saja dengan tatapan memohon jurus ala Bintang, agar dikabulkan oleh Ghazali.
"Boleh, Baby. Apapun yang kamu mau akan aku penuhi." Ghazali lagi-lagi mencium Bintang, kali ini di keningnya.
__ADS_1
"Terima kasih. Ah, makin cinta deh aku sama Abang." Rayu Bintang kepada Ghazali, sambil bergelanyut mesra tangan suaminya.
******"
Bintang yang akan ikut menghabiskan waktu seharian di sana. Mengajak Almahira untuk bermain bersama menaiki wahana yang menjadi favorit para pengunjung. Kedua wanita itu tampak bahagia bisa menghabiskan waktu bersama.
"Eh, Alma tahu tidak nanti jam sepuluh malam akan ada pesta kembang api di dekat area taman bunga. Kita lihat, yuk!" Ajak Bintang.
"Ayo, aku sangat suka melihat perta kembang api." Almahira merasa sangat senang saat mendengar akan ada acara itu.
Mendengar perkataan istrinya barusan. Membuat Langit kalang kabut, karena hari ini adalah malam terakhir mereka di sana. Dia maunya menghabiskan malam di sana dengan membuat kenangan indah berdua saja.
"Ta-Tapi Sayang … malam ini 'kan …." Langit sungguh kesal kenapa acara bulan madunya malah ada yang menganggu. Langit tidak akan tinggal diam. Pokoknya malam ini dia tidak mau langsung tidur, dengan alasan kelelahan.
*******
Season Langit sudah TAMAT.
Selanjutnya Season Angkasa.
Maaf aku ngetik ini dari magrib tapi ketiduran. Tengah malam mau up karena ada kesalahan naskah jadi amuradul. aku harus mengetik ulang lagi.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH, DAN VOTE NYA MUMPUNG HARI SENIN.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA.
TERIMA KASIH.
Mampir juga ke karya teman aku. Baca kasih like dan komen
__ADS_1