
Langit, memulai penyelidikannya di ruang kerja milik Honda Hiruma. Langit bahkan memeriksa laptop miliknya dan meng-copy isinya. Langit juga banyak menemukan sesuatu yang membuatnya terkejut saat membuka file-file yang ada di dalam laptop peninggalan Honda Hiruma.
Langit seharian tinggal di rumahnya Honda Hiruma. Dia mengumpulkan bukti data-data karya yang sudah dibuat oleh kakak kandung si kepala sekolah. Selain itu buku catatan harian, dan album foto. Hampir satu koper besar, Langit mengumpulkan catatan milik sang ilmuwan itu. Langit dan Almahira makan juga di rumah itu karena Honda Akihito meminta kepala pelayan di rumah itu untuk menjamu tamunya dengan baik.
Para pelayan di sana sangat ramah kepada Langit dan Almahira. Apalagi mereka sangat senang kalau Langit akan mengungkap kematian tuan mereka.
*******
Saat malam hari kepala pelayan juga sudah menyiapkan kamar untuk Langit dan Almahira. Namun, meraka lebih memilih tidur di hotel. Langit tinggal di salah satu hotel berbintang lima, milik papanya yang ada di Tokyo. Kamar presidential suite yang selalu menjadi kamar keluarga mereka kalau lagi berkunjung ke Tokyo.
Almahira begitu takjub akan kemewahan kamar itu. Seumur-umur dia baru merasakan tidur di hotel super mewah.
"Sayang, kamu suka?"
"Iya! Kamar yang memiliki fasilitas komplit dan mewah. Bisa melihat pemandangan yang indah. Sangat cocok buat bulan madu."
Langit langsung memerah kupingnya saat mendengar Almahira berkata bulan madu. Langit selama ini menahan dirinya agar jangan menyentuh Almahira, dulu. Apalagi sampai melebihi batas karena saat ini status mereka adalah mahasiswa dan siswi menengah atas.
Langit juga sudah berkata kepada Almahira, akan bersabar sampai dia lulus sekolah. Almahira sendiri tidak keberatan kalau Langit meminta haknya.
Malam itu Langit dan Almahira menikmati malam ala pacaran anak muda, yaitu ngobrol dan makan, sambil melihat pemandangan kota di malam hari. Walau kadang cumbuan mereka lakukan, di sela obrolan mereka.
*******
Pagi-pagi sekali Langit dan Almahira, kembali ke Osaka. Untuk mendiskusikan temuan catatan milik Honda Hiruma.
Langit dan kepala intelijen dan Komisaris kepala kepolisian berkumpul di markas milik keluarga Matsumoto. Langit membawa satu koper berukuran besar ternyata isinya cuma tumpukan kertas yang menggunung itu. Ada juga beberapa Album foto.
Kepala intelijen sangat senang melihat ada banyak data baru di hadapannya kini. Dia dengan semangat membaca semua data dan catatan hasil karya milik Honda Hiruma. Dari pagi sampai malam mereka membaca dan memisahkan catatan yang memiliki hubungan dengan kasusnya.
"Aku tidak menyangka kalau Hiruma itu berteman dengan Mayumi Toyota."
__ADS_1
"Siapa dia?" tanya Komisaris Kepala Kepolisian.
"Dia adalah salah seorang ilmuwan genius yang meninggal di usia mudanya."
Langit diam memperhatikan kedua lelaki tua itu berbicara. Langit memiliki kemampuan membaca dengan sangat cepat, sehingga catatan dan laporan hasil riset dan karya Honda Hiruma, dengan cepat dibabat habis di baca.
"Jadi, apa karena masalah penemuan karya mereka ini yang menjadi pemicu pembunuhan berantai di Laboratorium Matsumoto?" tanya Komisaris Kepala Kepolisian lagi.
"Sungguh menggelikan kalau beneran gara-gara ini mereka mati di bunuh," jawab Kepala Intelijen.
Kedua lelaki tua itu tertawa karena hal yang menurut mereka menggelikan. Namun, bagi Langit, setelah mendengar ucapan mamanya, tadi. Dia juga jadi berpikir apa yang kita anggap sepele itu belum tentu sepele bagi orang lain. Atau sebaliknya, apa yang kita anggap berarti itu bisa di anggap sampah atau tidak ada gunanya bagi orang lain.
Mungkin saja karya dan ucapan yang di anggap sepele oleh mereka, itu sangat berarti bagi si pelaku. Salahnya, si pelaku malah melakukan kejahatan demi membalaskan rasa sakit hatinya.
Langit pun akhirnya angkat bicara mengeni masalah ini. Dia sendiri juga tidak suka bila ada orang yang meremehkan atau merendahkan karyanya sendiri.
"Maaf, bila aku menyela pembicaraan Anda berdua. Saya akan berbicara dari sudut pandang si pelaku. Jika sesuatu yang kita anggap berharga, apakah sesuatu itu juga dianggap berharga oleh orang lain?" tanya Langit.
" Ya, itu benar. Hal yang berharga bagimu. Belum tentu hal itu berharga bagiku." Komisaris Kepala Kepolisian itu membalas.
"Ya, dalam kasus sekarang hal ini 'lah yang menjadi pemicunya," kata Langit dengan serius. Kedua orang itu terdiam mendengarkan Langit.
"Mayumi Toyota, dia merasa sakit hatinya saat dia akan membuat sebuah formula untuk bayinya yang kulitnya bersisik. Tetapi saat ada perkumpulan para ilmuwan dari seluruh wilayah Jepang, mereka bertiga malah bersenda gurau akan hasil karya yang akan dibuat olehnya. Dia tidak terima, kemudian memutuskan hubungan dengan mereka. Ternyata formula hasil karyanya memang kurang sempurna kalau dipakaikan untuk bayi. Makanya bayi dia meninggal dunia. Mayumi Toyota menjadi stress dan dunia sains mencap dia gagal dalam membuat suatu karya. Jadinya dia bunuh diri." Langit mengetahui ini setelah mempelajari informasi yang dimiliki oleh Almahira, dari hasil penyelidikannya.
"Dan ada salah seorang yang ingin membalaskan dendam itu, kepada orang yang sudah membuat hancur Mayumi Toyota." Lanjut Langit lagi, sambil menarik napas kemudian mengeluarkan lewat mulutnya.
Kedua pria berumur itu, terdiam mendengarkan apa yang di katakan oleh Langit. Ternyata kejadian yang pernah heboh dahulu itu, ada hubungannya dengan kasus yang dianggap rumit.
"Masalah utamanya adalah bukti yang bisa menjerat si pelaku pembunuhan para ilmuwan ini."
"Aku yakin dia bukan orang biasa!" Kepala Intelijen manggut-manggut.
__ADS_1
"Apa dia dibantu oleh penguasa, sehingga dia berani melakukan ini!" Komisaris Kepala Kepolisian menatap Langit.
"Mau ada penguasa atau tidak. Kita harus bisa memecahkan masalah ini dan menangkap pelakunya!" kata Langit dengan jelas.
"Jadi asal-muasal kasus ini adalah hasil karya Mayumi Toyota yang diremehkan oleh Honda Hiruma, Lexus Hayato, dan Acura Baku." Lanjut Langit dan didengarkan oleh kedua orang itu.
"Tunggu Langit sama, apa Anda tahu kalau Mayumi Toyota, itu punya anak lebih dari satu?" tanya Komisaris Kepala Kepolisian.
"Iya, dia punya dua orang putra dari suaminya yang sudah meninggal itu?!" tanya Kepala Intelijen yang membaca hasil laporan milik Langit.
"Jadi, siapa anak Mayumi Toyota yang satu orang lagi itu?" tanya Komisaris Kepala Kepolisian.
******
Waktu yang bersamaan di suatu tempat ruang bawah tanah. Seorang laki-laki yang membelakangi papan yang menempelkan banyak foto di sana, dan Langit sala satunya. Laki-laki itu kemudian memberi tanda silang pada foto Almahira dan Hikari.
******
Siapakah laki-laki yang sedang berada di dalam ruang bawah tanah.
Kenapa foto Almahira dan Hikari di beri tanda silang olehnya.
Tunggu kelanjutan ceritanya di BAB selanjutnya.
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.
__ADS_1