Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 46


__ADS_3

Seperti yang tadi di bicarakan oleh Alex pada Cantika. Kini mereka duduk di ruang tamu. Di sana ada Ja'far, Andi, Alex, Cantika, dan Erlangga.


" Jadi Budiono di bantu oleh Baharudin ?" Andi terkejut mendengar informasi dari Alex.


" Pantas saja setiap barang bukti di TKP selalu berubah dan itu menyulitkan pihak polisi dalam melakukan penyelidikan " Andi memberi tahu mereka kalau polisi selalu merasa kehilangan petunjuk begitu menemukan bukti baru.


" Aku akan mengajak Iwan dalam menyelesaikan kasus ini. Karena adiknya, yang yang seorang polisi juga jadi korban kejahatan Baharudin."


" Yang jadi masalah adalah bukti yang dapat menjerat Baharudin agar tak lepas dari hukumannya." Ja'far memikirkan hal apa saja yang harus mereka lakukan.


" Mengenai itu. Aku akan menyusup ke rumah Baharudin di bantu sama anaknya." Kata Alex dan itu membuat semua orang mengalihkan perhatian padanya.


" Apa itu tidak terlalu beresiko ?" Tanya Cantika.


" Honey, jangan remehkan kemampuan calon suamimu ini !" Kata Alex sambil mengedipkan matanya sebelah pada Cantika. Dan itu membuat perasaan Cantika campur aduk.


" Berhati - hatilah sama Baharudin. Di luar di terlihat hanya seorang Pengusaha, tapi di baliknya ada kekuatan yang selalu membantunya." Andi mewanti - wanti pada Alex.


" Sebelum kamu melakukan aksi itu, pikirkan masak - masak strategi kamu," Ja'far memberi nasihat pada Alex.


" Tenang saja Paman, aku sudah mengantongi denah rumahnya Baharudin. Dan aku akan bergerak bersama tim yang aku bentuk " jelas Alex.


" Kapan kamu akan mulai bergerak ?" Andi bertanya pada Alex yang duduk di depannya.


" Kemungkinan besok lusa. Karena ada beberapa hal yang harus di persiapkan dan itu memakan banyak waktu ", jawab Alex.


" Iwan ingin bertemu dengan kamu. Apa bisa kalian bertemu ?" Tanya Andi saat menerima SMS dari Iwan.


" Kapan ?" 


" Sekarang !"


" Baiklah, aku punya waktu luang sampai siang hari ini," Alex menyetujui pertemuan itu.


" Kalau begitu ayo kita berangkat !" Ajak Andi.


     Akhirnya Alex pergi dengan Andi memakai mobil masing - masing. Kini hanya ada Cantika, Erlangga, dan Ja'far yang berada di ruang tamu.

__ADS_1


" Cantika kamu kenapa ?" Tanya Ja'far saat melihat wajah keponakannya terlihat cemas.


" Cantika takut kalau kali ini juga akan memakan korban jiwa," Cantika mengungkapkan apa yang ada di pikirannya.


" Kakak tenang saja. Percayakan semuanya pada Kak Al," Erlangga memegang tangan Cantika.


" Kakak merasa lebih takut kalau korbannya berada di pihak kita," mata Cantika berkaca - kaca.


" Apa Kakak menghawatirkan Kak Al ?" Tanya Erlangga.


" Tentu saja, Kakak tidak mau lagi kehilangan orang yang Kakak cintai ," Cantika tanpa sadar mengucapkannya.


" Oh, ceritanya sekarang Kakak sudah jatuh cinta sama Kak Al," Erlangga menggoda Kakak perempuannya.


" Eh, kata siapa Kakak telah jatuh cinta padanya ?" Wajah Cantika sekarang berubah merah.


" Barusan Kakak bilang sendiri ," Erlangga dan Ja'far tertawa mentertawakan kelakuan Cantika yang malu - malu.


" Nggak !" Cantika membantahnya.


" Er.... Awas kamu, ya " Cantika mengejar Erlangga yang akan menelepon Alex.


                * * * * * * *


Sehari setelah berita penangkapan Anggit. Kini media berita di hebohkan dengan kabar jatuhnya perusahaan Dijaya menjadi pailit. Karena banyak orang yang menarik sahamnya di perusahaan Dijaya secara bersamaan, dan tidak ada yang mau menjalin kerja sama dengan perusahaan itu.


     Bagi Keluarga Budiono, itu terasa sudah jatuh tertimpa tangga pula. Buntut akibat dari perbuatan putrinya itu Budiono harus kehilangan segalanya. Nama baik dan perusahaannya yang selalu menjadi kebanggaannya. Kini tak bisa dipertahankan lagi. Hubungan pertemanan dengan para pengusaha yang biasanya terjalin erat dahulu, kini hanya jadi kenangan baginya. Saat kemarin Budiono menghubungi mereka satu per satu tak ada satu pun yang mau membantu. Saat dirinya menyinggung masalah pertemanan. Mereka bilang " Bisnis ya bisnis, teman ya teman " Artinya walaupun mereka berteman tapi tidak mau kalau bisnis mereka ikut rugi.


\* \* \* \* \* \* \*


     Anak - anak hari ini mulai masuk sekolah setelah hari kemarin izin sakit. Kali ini Trio Kancil berangkat di antar oleh Mark. Setelah beberapa kejadian yang menimpa anak - anaknya, Alex makin memperketat penjagaan pada mereka.


     Sekali mendayung dua - tiga pulau terlampaui, itu pribahasa yang cocok untuk di sematkan pada Mark. Sambil menjadi pengawal anak Bosnya. Dia juga mengorek informasi mengenai Christina, yang telah menjadi pujaan hatinya. Mark menanyakan banyak hal tentang Christina kepada si Kembar. Dan dengan senang hati mereka memberi tahu.


     Mark menunggu mereka di depan sekolah, agar tidak kecolongan lagi seperti dulu. Tapi nasib berkata lain, Mark yang sedang duduk di trotoar jalan sambil memperhatikan keadaan disana. Tiba - tiba ada yang membekap mulutnya, walau dia sempat berkelahi dahulu. Tapi saat obat bius itu bereaksi pada tubuhnya. Mark langsung jatuh tak sadarkan diri.


     Mark di masukan kedalam mobil dan di ikatnya. Mulutnya juga di tutupi sapu tangan sehingga dia tidak bisa bersuara.

__ADS_1


     Trio Kancil sedang beristirahat bersama teman - temannya. Mereka bermain petak umpet di sekitar halaman sekolah. Bintang yang sedang bersembunyi di balik pohon tiba - tiba dikejutkan oleh orang asing dan membekap mulutnya. Sehingga Bintang tak sadarkan diri.


     Di tempat lain Angkasa yang sedang berjongkok di balik tembok pembatas tak menyadari dengan kedatangan seseorang di belakangnya. Dan dengan mudah orang itu membekap mulut Angkasa, sehingga dia tak sadarkan diri.


     Satu orang lelaki masih mengendap - endap di area sekolah mencari satu orang lagi. Ya, mereka sedang mencari Langit yang sedang bersembunyi entah di mana. Karena waktu yang sudah mepet, akhirnya mereka memutuskan segera pergi dari sana dengan membawa dua anak pergi.


    Saat bel masuk berbunyi, Langit tak mendapati Angkasa dan Bintang. Dia mencari saudara kembarnya itu di bantu teman - teman yang lain. Karena merasa ada yang tidak beres, Langit mendatangi mobil Mark. Dan lagi - lagi Mark juga tidak ada. Langit langsung menghubungi Papanya, menceritakan kalau Mark dan dua saudara kembarnya menghilang.


     Mendengar berita dari Langit, Alex langsung melakukan pencarian. Untungnya Angkasa dan Bintang memakai jam yang telah di pasangi alat pelacak.


" Akira cari lokasi Angkasa, Bintang, dan Mark. Mereka menghilang saat berada di sekolah." Perintah Alex melalui teleponnya.


Alex yang saat itu sedang menyusun strategi bersama timnya untuk penyusupan ke rumah Baharudin, begitu terkejut saat mendengar berita dari Langit. Kali ini Alex akan turun tangan langsung untuk menangani penculikan terhadap anaknya. Alex sudah mengantongi beberapa strategi untuk misi besok.


" Bos, aku sudah menemukan titik lokasi mereka." Akira menghubungi Alex lewat telephone.


" Ayo Alessio kita pergi !" ajak Alex.


" Tunggu Bos, aku juga ingin ikut !" kata lelaki bertubuh tinggi besar yang berdiri di hadapan Alex.


" Tidak. Kamu istirahatlah, persiapkan tubuhmu untuk misi besok !" Perintah Alex.


Alex dan Alessio mengendarai mobil masing - masing. Menuju ke lokasi yang telah dikirimkan oleh Akira.


Dengan perasaan gusar Alex mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Untungnya keadaan jalan sedang lenggang. Karena bukan waktunya jam istirahat makan siang atau jam pulang kerja.


Alessio yang melihat Alex dalam keadaan marah, sangat takut kalau nanti Alex akan kehilangan kendali.


* * * * * * *


Jangan lupa kasih like, hadiah, sama vote.


Terima Kasih.


Hai sahabatQ mampir ke karya aku yang lainnya, ya.


__ADS_1


__ADS_2