Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 44


__ADS_3

Sehabis Alex mengantarkan Daddy-nya, dia mendatangi markas tempat mereka menyekap si Pelaku.


" Bagaimana ? Apa dia sudah mengaku ?" Tanya Alex pada Mark dan Alessio yang sedang berada di dalam ruangan itu.


" Belum " jawan Mark.


     Alex pun berdiri di depan si Pelaku, diangkatnya wajah yang sudah bengkak dan memar itu.


" Wah, lihat wajahmu sudah nggak karuan bentuknya. Tapi kamu masih tetap bertahan diam " Alex kemudian melepaskan dengan cara kasar sehingga muka si Pelaku terbanting ke arah kiri.


" Akira, laporkan hasil penyelidikan mu !" Pinta Alex sambil duduk di sofa.


     Alex pun menerima laptop yang diberikan Akira. Dilihatnya laporan yang tertera disana.


" Nama Januari Putra Mangkubumi, usia tiga puluh satu tahun, pekerjaan karyawan di perusahaan MANGKUBUMI GROUP, istri Aprilia Puspa Sari, anak perempuan Meisya Putri Mangkubumi, anak laki - laki Septian Putra Mangkubumi " Alex kemudian melihat si Pelaku dan tersenyum kecut.


" Januari anak haram dari Baharudin Mangkubumi, yang tidak diakui keberadaannya oleh keluarga besarnya " Alex masih membaca laporan itu. Kemudian Alex terdiam saat melihat Vidio kamera CCTV.


" Hasil CCTV memperlihatkan kamu disuruh oleh siapa ini.... Wah CEO MANGKUBUMI Group yang menyuruhmu, ya ?" Alex kembali melihat kearah si Pelaku.


" Apa alasan dia menyuruhmu untuk mencelakai anak - anakku ?" Alex menatap tajam si Pelaku.


" Jawab !" Teriak Alex.


" Oke. Kamu tidak mau menjawab maka istri dan kedua anakmu yang akan menjawabnya !" Gusar Alex menghadapi orang yang terus diam saja saat ditanya, apalagi Alex dalam kondisi lelah seharian ini.


" Alessio !" Teriak Alex, dan Alessio pun berjalan ke hadapan Alex.


" Singkirkan semua keluarga laki - laki ini !" Perintahnya.


" Baik, Bos " Alessio menerima titah dari Alex.


" Tunggu !" Teriak si Pelaku saat Alessio akan ke luar ruangan interogasi.


     Melihat itu Alex tersenyum senang. Dan meminta Alessio kembali lagi.


" Akan ku ceritakan semua yang aku tahu. Tapi apa kalian bisa menjamin keselamatan nyawa istri dan anak - anakku ?" Tanya Januari pada Alex.

__ADS_1


" Kau meremehkan ku ?" Alex tersenyum mengejek.


" Baik dengarkan cerita ku tanpa kalian sela !" Pinta Januari.


                 * * * * * * *


     Januari pun bercerita, kalau dirinya adalah anak dari pembantu Baharudin yang dulu saat bekerja di rumahnya. Baharudin kerap memperkosa ibunya itu, bahkan sampai dia hamil. Kemudian dia diusir dari rumah Baharudin. Tapi kemudian sekitar tujuh belas tahun yang lalu Baharudin bertemu kembali dengan ibunya. Karena sejak dulu Baharudin sudah jatuh cinta ibunya, dia menikahi ibunya agar Januari punya status ayah yang jelas. Akhirnya mereka menikah diam - diam. Januari pun mendapat semua pasilitas kelas atas.


     Waktu Januari remaja dia tidak sengaja mendengar Baharudin berbicara dengan temannya. Kalau temannya telah membunuh seseorang, dan ada saksi yang melihatnya. Maka Baharudin menyarankan untuk membunuh juga si Saksi Mata itu. Temannya berkata meski ada berita tentang kematian si Korban, tapi belum ada yang melaporkannya ke polisi. Kemudian Baharudin menyuruh temannya itu untuk membuntuti si Saksi Mata. Karena mereka tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh si saksi mata.


     Hampir setiap hari Baharudin berbicara dengan temannya baik bertemu secara langsung dirumahnya atau melalui telepon rumah. Saat mendengar kalau si Saksi Mata selalu di dampingi polisi kalau bepergian jauh, Baharudin meminta temannya secepatnya melenyapkan si Saksi Mata, apapun yang terjadi. Dan temannya itu meminta bantuan dirinya.


     Temannya itu datang kerumah dalam keadaan marah. Karena Baharudin telah membunuh polisi yang tidak bersalah, karena polisi itu sedang mengawal si Saksi Mata. Tapi Baharudin berhasil menenangkan temannya itu.


     Saat itu profesi Baharudin adalah seorang polisi, dan dia pensiun dini saat mendapat warisan perusahaan dari ayahnya. Jadi dia tidak kesulitan saat melenyapkan barang bukti.


     Saat si Saksi Mata pergi ke luar kota, Baharudin akan mengintainya, dia meminta bayaran yang sangat besar pada temannya dan dia menyanggupinya. Maka Baharudin mengambil cuti dan langsung membuntuti si Saksi Mata.


     Baharudin menelepon temannya kalau dia berhasil melenyapkan si Saksi Mata. Mata dia meminta temannya untuk segera menyiapkan bayarannya yang dia pinta.


                 * * * * * * *


" Apa teman ayahmu itu adalah Budiono pemilik DIJAYA GROUP ?" Alex bertanya dengan menatap tajam Januari.


" Bagaimana kamu bisa tahu !" Januari begitu terkejut akan ungkapan Alex.


" Dan si Saksi Mata adalah Yusuf pemilik MEGA Dept.store  yang meninggal akibat kecelakaan di kota Surabaya ?" Alex terus berbicara.


" Bagaimana.... Bagaimana kamu bisa tahu semuanya !" Januari berteriak pada Alex.


Prook....


Prook....


Prook....


     Alex bertepuk tangan bahagia, senyumnya begitu merekah dan semua rasa lelahnya hilang entah kemana.

__ADS_1


" Aku bisa melindungi semua keluargamu. Asal kamu mau bekerja sama denganku !" Tawar Alex.


" Apa kamu menginginkan aku jadi saksi atas kejahatan ayahku ?" Januari menatap Alex.


" Ya, kamu benar. Aku ingin menjebloskan orang yang telah membunuh kedua calon mertuaku " Alex mengangguk - anggukan kepalanya.


" Kau tak akan bisa menjebloskan mereka ke penjara !" Teriak Januari.


" Kenapa, kamu bisa menjadi saksinya. Dan aku yakin rekaman mobil yang menjadi barang bukti dahulu di sembunyikan oleh ayahmu. Mengingat tiba - tiba barang bukti rekaman menjadi rusak sehingga tidak terbaca. Dan seseorang bisa membuktikan kalau rekaman itu telah diganti. Jadi rekaman yang asli pasti di miliki oleh si Pelaku " Analisis Alex membuat Januari tercengang.


Kamu bisa bicara mudah begitu karena tidak mengenal siapa Baharudin " Januari tersenyum meremehkan Alex.


" Memangnya siapa dia ? Aku tidak peduli !" Alex merasa Januari merendahkan dirinya.


" Dia itu bisa melakukan apa saja dengan menggunakan kekuasaannya !" Teriak Januari terdengar putus asa.


" Oh, ya. Aku ingin lihat seberapa kuasanya dia ?" Alex gantian tersenyum mengejek pada Januari.


     Akira menyodorkan lagi laptopnya pada Alex. Alex pun tersenyum lebar melihat hasil kerja bawahannya itu.


" Oke, aku tanya apa kamu mau bekerja sama denganku dan akan ku jamin keselamatan istri dan kedua anakmu ?" Sekali lagi Alex menawarkan kerja sama pada Januari.


" Apa yang kamu punya sampai yakin akan menjamin keselamatan keluargaku ?" Januari menatap Alex mencari kesungguhan di pancaran mata Alex.


" Oke. Bagaimana kalau aku ungsikan dulu anak dan istrimu, agar kau yakin akan keselamatan mereka. Karena tidak akan ada orang yang berani berbuat macam - macam di wilayah ke kuasaan ku !" Suara Alex terdengar tegas.


" Dimana tempat yang bisa kau jamin keamanannya ?" Januari masih sangsi.


" Amerika...." Jawab Alex singkat.


" Baiklah aku akan kerjasama denganmu !" Januari menyepakati kerjasamanya dengan Alex dengan balasan keamanan nyawa keluarganya.


" Alessio bawa orang ini ke Rumah Sakit Harapan. Dan minta dijaga rahasia keberadaannya !" perintah Alex.


" Akira siapkan segala keperluan untuk membawa semua keluarganya ke Amerika " perintah Alex untuk Akira.


" Terus aku harus apa ?" tanya Mark.

__ADS_1


" Antar kan aku ke rumah Paman Ja'far !" perintah Alex.


* * * * * * *


__ADS_2