
Ternyata ucapan Mommy-nya jadi kenyataan. Kalau bayi perempuan yang lucu itu, kini telah menjadi istrinya. Disaat dirinya sudah tumbuh besar.
Cantika yang mendengar cerita Alex, tersenyum bahagia. Ternyata ucapan Mommy-nya Alex jadi do'a untuknya dan Alex.
Alex yang melihat Cantika tersenyum bahagia sekaligus geli, mengetahui ada kejadian seperti itu. Terlihat sangat cantik dan menggoda. Sehingga membuat gairah dalam dirinya meningkat tajam.
" Honey, sepertinya aku sudah tidak bisa menahannya lagi ." Kata Alex langsung membopong Cantika dengan bridal style.
" Sayang, kita mau kemana ?" Tanya Cantika saat Alex membawanya keluar rumah.
" Ke tempat dimana seharusnya kita berada sekarang," bisik Alex.
Cantika hanya diam menurut saja. Ternyata Alex membawanya ke rumah mewah yang ada tepat di hadapan rumahnya. Cantika merasa aneh mau apa Alex membawanya ke rumah itu.
" Sayang mau apa kamu ke rumah ini ?!"
" Tentu saja mau berduaan denganmu, Honey."
Alex membawa Cantika ke dalam kamar yang luas dan mewah. Dia mendudukan dirinya di pinggiran kasur dan Cantika di pangkuannya.
" Tunggu…. Tunggu dulu, Sayang. Ini rumah milik Pak Munaf, kenapa kamu…." Cantika tidak bisa melanjutkan ucapannya karena mulutnya langsung disegel oleh Alex.
Alex baru melepaskannya saat keduanya kehabisan oksigen.
" Dengar, Honey. Sekarang rumah ini adalah milikku. Apa kamu tidak tahu kalau selama ini kita bertetangga?" Tanya Alex.
" Sejak kapan ?" Cantika yang merasa tidak tahu kalau punya tetangga baru.
" Sebelum aku kembali ke Amerika. Aku membeli rumah ini, supaya teman - temanku bisa mengawasimu." Kata Alex.
" Huh, pantas saja akhir - akhir ini kamu sering datang cepat kalau ada apa - apa pada kami." Cantika memasang wajah cemberut karena ternyata Alex selalu mengawasinya.
" Masih ada banyak waktu sampai menjemput anak - anak pulang. Aku ingin menghabiskan waktu denganmu tanpa ada gangguan dari orang lain." Kata Alex disela - sela cumbuannya pada Cantika.
Akhirnya mereka berdua bisa menikmati surganya dunia, tanpa ada yang mengganggu seperti semalam. Alex dan Cantika merasa benar - benar sangat bahagia, di rasanya dunia hanya milik berdua. Terpancar wajah kebahagiaan dari mereka berdua karena merasa sudah terpuaskan.
" Honey, apa kamu ingin mandi bersama?" Tanya Alex.
" Tidak Sayang. Sebaiknya kamu mandi duluan, karena sebentar lagi waktunya Dzuhur." Kata Cantika sambil memandangi wajah tampan suaminya.
Alex pun mandi duluan, kemudian pergi ke masjid. Cantika pergi mandi dan berendam cukup lama, sampai Alex pulang dari masjid, dirinya belum juga selesai. Sambil menunggu Cantika selesai mandi Alex pergi ke dapur dan memasak, makanan yang akan mereka makan. Karena dirinya dan Cantika merasa lapar, sehabis mengarungi surga dunia.
Setelah selesai sholat, Cantika turun ke bawah dan melihat Alex sedang memasak. Pemandangan ini mengikatkannya pada beberapa Minggu yang lalu saat dirinya sakit. Dan Alex memasakan bubur untuknya. Cantika sungguh senang saat melihat Alex sedang memasak.
" Sayang sedang memasak apa ?" Tanya Cantika dibalik punggung Alex.
" Memasak sup, apa kamu suka?" Alex balik bertanya.
" Ya , aku suka." Jawab Cantika sambil tersenyum.
Alex dan Cantika menikmati pasakan Alex yang sederhana itu.
__ADS_1
" Sayang ternyata kamu benar - benar pandai memasak, ya. Semua pasakanmu aku menyukainya." Puji Cantika.
" Kalau begitu kamu harus kasih aku bayaran !" Kata Alex dengan nada menggoda Cantika.
" Memangnya kamu mau dibayar berapa?" Tanya Cantika tak percaya kalau Alex meminta bayaran untuk pasakannya.
Alex pun membisikan berapa Cantika harus membayarnya. Mendengar bisikan Alex, muka Cantika langsung pucat. Padahal saat ini seluruh tubuhnya baru saja merasa baikan setelah berendam di air hangat dalam waktu yang lama. Nanti malam Alex malah memintanya lagi.
" Sayang, kamu bercanda kan?" Cantika ragu - ragu bertanya.
" Tidak, Honey. Aku ingin memberikan adik untuk Si Kembar. Dan Daddy juga akan sangat senang kalau aku punya banyak anak." Alex tersenyum bahagia.
\* \* \* \* \* \* \*
Sesuai janji tadi pada anak - anaknya Alex dan Cantika menjemput mereka di sekolah. Anak - anak sangat antusias menyambut kedatangan orang tuanya.
" Baik anak - anak, sekarang mau kemana ?" Tanya Alex ingin mengajak anak - anaknya menghabiskan waktu bersama.
" Ke cafe saja, Pah. Ingin makan es krim." Kata Bintang.
" Ingin ke time zone." Kata Langit bersamaan dengan Bintang.
" Oke kita ke cafe dulu. Terus nanti ke timezone." Alex melajukan mobilnya ke cafe Cantika.
Setibanya di cafe Alex melihat sosok seseorang yang dikenalnya.
" Nggak Bos, aku cuma mau pamit. Karena tugasku di cafe ini sudah selesai."
Cantika hanya tertawa melihat dua orang yang lagi kasmaran itu kepergok oleh dirinya. Dan membuat mereka berdua salah tingkah. Cantika tidak mempersalahkan bila ada karyawannya yang cinlok ( cinta lokasi ). Hanya saja jangan sampai mempengaruhi kinerja kerja mereka. Karena nggak sedikit dari langganannya yang suka pada karyawan cafenya.
" Uncle A, jadi nggak nikahin Kak Ana ?" Tanya Langit.
" Itu, harus dipikir - pikir dulu kalau mau menikah." Jawab A.
"Ah, Uncle A, nggak gentle. Tidak kayak saat ngejar - ngejar cintanya Kak Ana. Kita bertiga harus jadi informannya." Bintang jadi sewot sendiri.
" Kak Ana cari laki - laki lain aja !" Usul Langit.
" Jangan Baby !" Tolak A terdengar memohon.
Orang - orang yang ada disana malah mentertawakan A, yang terlihat putus asa. A bukannya tidak ingin menikah. Tapi dia sudah bersumpah akan mengabdikan hidupnya pada keluarga Andersson, sampai dia mati. Bila tugasnya disini sudah selesai dia akan kembali lagi ke Amerika.
Setelah makan es krim dan makan siang di cafe. Mereka melanjutkan main ke timezone, sampai sore hari. Baru mereka pulang ke mansion Lukman.
* * * * * * *
Aurora melihat Cantika ada yang aneh, dan dia terlihat pucat.
" Cantika apa kamu sakit ?" Tanya Aurora.
__ADS_1
" Nggak Mah. Cantika baik - baik saja." Jawab Cantika.
" Ada apa Mama Aurora ?" Tanya Alex.
Aurora melihat wajah Alex begitu bahagia dan bersemangat. Akhirnya dia bisa menyimpulkan akan yang telah terjadi.
" Kamu itu, lihat Cantika kelelahan. Pasti kamu memaksanya, kan ?" Aurora menatap tajam pada Alex.
" Al tidak memaksanya, kita berdua pada - pada mau." Alex menjawab dengan suara pelan.
" Kamu tidak bermain kasarkan ?"
" Tidak, Ma. Al bermain dengan lembut."
" Berapa lama kalian melakukannya ?" Tanya Aurora lagi.
Alex membisikan jawabannya, dan membuat Aurora tersenyum bahagia.
" Hebat kamu, Al. Ternyata darah keluarga Green mengalir kuat dalam dirimu." Kata Aurora penuh bangga.
" Sini Cantika ikut Mama." Cantika pun mengekori Aurora masuk kedalam kamarnya.
" Ini ambilah dan oleskan pada bagian tubuhmu yang bengkak, biar cepat sembuh." Kata Aurora.
Cantika yang awalnya tidak mengerti, akhirnya paham maksud dari Aurora.
" Dan minumlah ramuan herbal ini. Supaya kalian berdua sama - sama puas." Aurora tertawa horror.
" Ini nggak bahayakan Mah ?" Tanya Cantika.
" Nggak paling nanti minta resep ramuannya pada Mama. Ini ramuan nenek moyang." Bisik Aurora, dan Cantika hanya menelan ludah mendengar bisikan Aurora.
Ternyata Alex benar - benar melakukan apa yang tadi siang telah direncanakan. Apalagi tadi Alex meminta anak - anaknya tidur di kamar yang terpisah, dengan iming - iming besok akan main bersama sepulang sekolah.
Dan Cantika pun melakukan apa yang diajarkan oleh Aurora tadi padanya.
" Honey, kita akan pergi bulan madu kemana ?" Tanya Alex setelah lelah bercocok tanam.
" Aku ingin pergi ke...."
\* \* \* \* \* \* \*
JANGAN LUPA LIKE, FAV, HADIAH, VOTE.
KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS.
TERIMA KASIH.
__ADS_1