
Cantika hendak berjalan kembali ke tempat tidurnya. Namun sepasang tangan memeluknya mesra dari belakang.
" Honey, jadi kita lanjutkan apa yang aku inginkan?" Suara Alex terdengar merdu di telinga Cantika sehingga membuatnya merasakan desiran halus di aliran darah dalam tubuhnya.
" Sepertinya…. Aku ngantuk." Tolak Cantika secara halus karena masih kesal sama Alex.
Alex membalikan tubuh Cantika, sehingga menghadapnya. Kini dua tubuh orang yang saling mencintai itu saling berhadapan, bahkan perut Cantika yang sudah terlihat membuncit kini menempel dengan badan Alex.
Alex menatap mata indah milik Cantika, yang selalu disukainya itu. Cantika yang tahu dirinya selalu terhipnotis oleh tatapan penuh cinta dari iris berwarna biru langit itu. Langsung memejamkan matanya, karena tidak mau goyah dengan hasratnya.
Alex yang melihat Cantika memejamkan matanya, merasa gemas. Karena bila seperti ini tandanya Cantika sedang merajuk. Karena tidak mau, wanita yang dicintainya itu marah terlalu lama padanya. Alex mencoba merayunya, dengan mencium mesra bibir lembut milik Cantika yang sudah menjadi candu baginya. Buruh waktu agak lama sampai Cantika ikut membalas ciumannya itu. Ternyata Cantika benar-benar marah kepadanya kali ini.
Alex melepaskan pagutannya, disaat mereka berdua merasakan kehabisan oksigen. Kening mereka berdua saling menempel. Masih dengan nafas yang memburu, kini keduanya kembali mereguk kenikmatan dari ciuman mereka. Alex merasa senang, ketika Cantika duluan yang menciumnya kembali. Bahkan kini kedua tangan Cantika mengalung di lehernya, dengan kaki yang berjinjit. Karena Alex merengkuh badan Cantika, dengan berdiri tegak.
" Apa sekarang marah dan kesalnya sudah hilang?" Tanya Alex dengan suaranya yang lembut dan itu seakan menghipnotis Cantika untuk menganggukan kepalanya.
Alex sangat merasa senang saat melihat Cantika menganggukkan kepalanya. Tandanya Cantika sudah memaafkannya, walau dia tidak berbuat salah. Tapi Alex bukanlah laki-laki egois saat berhadapan dengan Cantika.
Alex sudah memahami karakter dari istrinya itu. Kalau Cantika lagi datang bulan pasti perasaannya itu sangat sensitif banget. Kadang hal sepele yang sudah biasa terjadi pun bisa jadi masalah buat Cantika. Pernah suatu hari Alex menyimpan handuk bekas keramasnya di sofa kamar, lupa menaruhnya kembali di tempatnya. Cantika marah dan ngomel seharian, biasanya kalau Alex lupa, Cantika tanpa banyak bicara akan menaruhnya kembali ke tempat asalnya. Alex butuh waktu yang lama, dan merayu dengan segala cara agar Cantika memaafkan kecerobohannya itu.
Saat ini Cantika yang sedang hamil, juga kadang moodnya juga sering berubah-ubah. Sudah semingguan ini Cantika menjadi sensitif banget. Apapun yang terjadi, pokoknya Alex yang harus meminta maaf duluan.
" Terima kasih, Honey. Sudah memaafkan aku! Aku makin mencintaimu Cantika Safira Abdulmalik." Bisik Alex dengan mesra. Mata mereka berdua saling mengunci satu sama lainnya. Sehingga Cantika sudah dibuat tidak berdaya oleh tatapan mata biru langit milik Alex.
Malam itu keduanya larut dalam memadu kasih. Dan Cantikalah yang mendominasi kegiatan mereka. Dan itu membuat Alex senang dan puas.
Pagi-pagi, ketika semua orang sedang akan sarapan. Arthur menuruni anak tangga dengan cepat, seperti terburu-buru.
" Alex, Daddy akan berangkat ke kantor duluan. Katanya kamu mau ada yang dibicarakan?" Tanya Arthur sambil mengambil segelas air putih dan meminumnya dengan cepat.
__ADS_1
" Daddy tunggu di kantor saja, nanti datanglah kesana!" Kata Arthur sambil meletakan kembali gelasnya.
" Cantika, Daddy berangkat dulu." Pamit Arthur kepada Cantika yang sedang menyiapkan sarapannya.
" Daddy tidak sarapan dulu?" Tanya Cantika kepada Arthur yang sedang menciumi kening cucunya satu per satu.
" Daddy sebenarnya ingin makan sarapan buatanmu. Tapi Daddy sungguh terburu-buru." Jawab Arthur dengan wajah sedihnya.
" Kalau begitu bekal ini saja. Bisa dimakan di mobil." Cantika memberikan sekotak bekal makanan berisi pie Apple buatannya.
" Terima kasih, Cantika. Alex harus bersyukur punya istri sepertimu!" Kata Arthur saat menerima bekal makanan dari Cantika.
" Daddy benar, Alex termasuk laki-laki beruntung di dunia. Karena punya istri seperti Cantika." Balas Alex sambil memeluk Cantika dari belakang dan mencium pipinya.
" Sayang, kamu ini kebiasaan. Lihat ada anak-anak di sana!" Peringatan Cantika yang sering banget dilanggar oleh Alex.
Tetapi ketika Sylvia berjalan melewati ruang makan, Langit memanggilnya dengan suara yang nyaring.
" Aunty Sylvia, ayo sini sarapan dulu!" Ajak Langit.
" Sepertinya…." Sylvia ingin menolak ajakan itu, tetapi perutnya tidak bisa diajak kompromi saat mencium wangi dari nasi goreng buatan Cantika, sampai-sampai berbunyi sangat nyaring.
" Ayo duduk dan sarapanlah bersama kami!" Kata Cantika sambil melihat ke arah Sylvia.
Sylvia pun akhirnya duduk di samping Angkasa yang berhadapan dengan Alex dan Cantika. Mata Sylvia tertuju pada leher Alex yang terlihat dengan jelas tanda dari jejak yang ditinggalkan oleh Cantika semalam.
Sebenarnya Cantika sengaja membuat beberapa tanda di leher mulus milik Alex semalam biar bisa dilihat sama Sylvia. Dan Cantika lupa kalau orang lain pun dapat melihat tanda itu dengan jelas. Tanda cinta yang ditinggalkan Cantika, yang baru diketahui oleh Alex saat dirinya bercermin, membuat senyumnya terus mengembang. Rona kebahagian terus terpancar dari wajah Alex.
Saat sarapan hanya terdengar celotehan dari Si Trio Kancil. Sedangkan Alex dan Cantika saling memperhatikan satu sama lain. Dan itu membuat Sylvia tidak nyaman.
__ADS_1
" Sepertinya aku sudah selesai. Terima kasih untuk sarapannya. Permisi aku mau pergi ke butik." Pamit Sylvia.
Melihat sikap Sylvia yang seperti itu, membuat Cantika merasa heran.
" Sayang, sebenarnya ada apa dengan dia. Kok aku merasa dia jadi berubah sikapnya?" Tanya Cantika sambil melihat punggung Sylvia yang menjauh.
" Apa kamu tahu, Honey? Saat Sylvia tahu kalau aku sudah menikah sama kamu, dia sempat depresi. Bahkan sampai dirawat di Rumah Sakit Jiwa selama dua bulan." Kata Alex.
" Beneran, Sayang?" Tanya Cantika tak percaya.
" Iya, Daddy memasukkannya ke Rumah Sakit Jiwa karena, dia ditemukan beberapa kali berusaha bunuh diri di apartemen miliknya." Jawab Alex.
" Aku tak menyangka kalau dia itu begitu rapuh ternyata!" Cantika mulai merasa simpati kepada Sylvia.
" Ya, walau aku juga tidak suka padanya. Tadi dia itu sudah sering hidup menderita sejak kecil, atau bahkan sejak bayi." Kata Alex sambil mengangkat kedua bahunya.
" Apa karena itu dia jadi orang yang menyebalkan!" Kata Cantika teringat kembali dengan kelakuan Sylvia terhadapnya dulu.
" Ya, mungkin saja. Dibalik sikapnya yang kasar dan licik, ternyata jiwa dia rapuh." Kata Alex menyudahi pembicaraannya tentang Sylvia.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.
TERIMA KASIH.
__ADS_1