Trio Kancil

Trio Kancil
#ANGKASA 44


__ADS_3

    Angkasa mulai sadarkan diri dan menggerakkan tangan kanan menyentuh Bintang. Senyum lemah terukir di bibirnya yang sedikit masih mengeluarkan darah.


"Jangan memaksakan tersenyum begitu. Jadinya, keluar darah lagi." Bintang menyeka darah di ujung bibir Angkasa, dengan sangat sangat hati-hati.


"Aku baik-baik saja," kata Angkasa tidak ingin membuat saudara kembarnya bersedih.


"Kak Angkasa, coba kamu gerakan jari-jari tanganku!" pinta Langit karena tangan Angkasa adalah salah satu aset berharga milik negara.


"Jari-jariku masih normal, bisa digerakkan! Angkasa menggerakkan jari di kedua tangannya.


     Langit menghembuskan napas lega. Calon dokter hebat masa depan, masih bisa melakukan operasi. Akan sangat bahaya jika sampai kedua tangan itu di bisa dipakai untuk menolong orang lain.


     Bintang pun menarik Angkasa dalam pelukannya. Dia meminta Langit untuk memeriksa punggung Angkasa. Takut kalau bagian rawan tulang punggung terjadi patah atau paling parah remuk.


     Angkasa malah meringis kesakitan saat Langit menekan beberapa titik di punggungnya. Bagian belakang kepala Angkasa memang terdapat luka dan sudah mendapat pengobatan pertama oleh Bintang tadi.


"Sepertinya bagian punggung juga mengalami luka. Sebaiknya kita bawa Kak Angkasa ke rumah sakit sekarang. Jangan sampai terlambat!" 


     Bintang pun setuju dengan ajakan Langit. Dia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepada Angkasa.


"Tuan Muda Angkasa!" teriak Peter dari lantai atas.


     Peter berseluncur di pegangan tangga dan langsung berlari ke arah Angkasa, begitu kakinya menginjak lantai. Peter sangat panik melihat Angkasa yang banyak darah di baju dan kepalanya.

__ADS_1


"Panggil ambulans!" teriak Peter.


"Akan lebih cepat kalau kita langsung pergi ke rumah sakit," balas Bintang dan Langit bersamaan.


******


     Jonathan dan San Marino saling berhadapan. Mereka punya dendam masa lalu yang belum di selesaikan.


     San Marino membenci Jonathan karena wanita, sang pujaan hati dinikahi oleh saingannya ini. Begitu juga dengan adik bungsu perempuan, yang tergila-gila kepada Jonathan, sampai memutuskan bunuh diri ketika cintanya ditolak. Saat hari pernikahan Jonathan, perempuan itu melakuakan melakukan aksi bom bunuh diri di gedung pesta resepsi. Banyak yang menjadi korban di sana.


     Ibu mertuanya meninggal untuk melindungi Jonathan dan istrinya. Begitu juga dengan orang-orang yang berada dekat dengan adiknya San Marino. Mereka menjadi korban yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa.


     Semenjak itu San Marino dan Jonathan, menjadi musuh bebuyutan. Berusaha saling menjatuhkan dan mengalahkan satu sama lain.


"Aku tidak akan memaafkan kamu!" Teriak San Marino sambil menembakan peluru dari pistol kesayangannya.


"Aku hanya membalas semua kejahatan yang telah kamu perbuat, kapada aku dan keluarga istriku!" Jonathan juga menembakan peluru ke arah kaki dan tangan San Marino.


     Namun, San Marino berhasil menghindar dan membalas tembakan ke arah Jonathan. Tiga kali tembakan di lepaskan ke arah Jonathan.


     Jonathan pun dengan lihai menghindari tembakan itu. Namun, lengannya tergores kena peluru yang meleset. Dia juga menembakan pistolnya ke arah dada San Marino, dan tepat mengenai sasaran.


     Athena yang sudah lama tidak melihat kakeknya, kini perasaannya campur aduk. Bagaimanapun juga dia selalu menjadi cucu kesayangan San Marino. Dia tidak tahu kalau kakeknya itu merupakan bagian dari kelompok mafia. Meski jarang bertemu langsung dengan sang kakek, Athena selalu mendapat hadiah jika mendapatkan juara atau ulang tahun. Liburan juga kadang mereka menghabiskan waktu bersama meski satu atau dua hari.

__ADS_1


     Melihat San Marino terkapar terkena tembakan, membuat Athena tanpa sadar berlari ke arah kakeknya. Dia melindungi tubuh lelaki tua itu dari peluru yang hendak di lesatkan lagi oleh Jonathan. Saat dia melihat Jonathan, hendak menembak kembali.


"Uncle Jo, aku mohon jangan tembak kakek lagi!" Pinta Athena yang memohon sambil menangkupkan tangannya di dada.


     Jonathan masih mengacungkan senjatanya kepada Athena dan San Marino. Kebetulan dipistolnya masih ada sisa dua peluru lagi. Menurut dia cukup untuk melenyapkan musuh dan keturunan Morino.


     Akira yang melihat Athena memohon sambil menangis dan duduk bersimpuh dihadapan Jonathan, sangat merasa sangat kesal. Dia pun berjalan dan menarik tubuh Athena, agar menjauh dari sana. Sebab, itu akan membahayakan nyawanya.


"Lepaskan aku!" Athena melakukan perlawanan kepada Akira. Dia mencoba melepaskan dirinya.


"Tidak akan." Akira semakin kuat menarik tubuh Athena.


"Aku harus menolong Kakek!" Athena menatap tajam kepada Akira.


"Jangan mengganggu mereka!" Akira tidak mau kalau nanti Athena juga ikut menjadi korban. Dia tahu dunia hitam itu seperti apa?


******


Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya.


Dukung aku terus dengan memberikan komen yang membangun.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2