
Saat lift akan terbuka tiba-tiba menutup kembali dan tidak bisa dibuka. Tidak lama ada keluar asap dari atap lift, yang entah dari mana asalnya. Kini seluruh ruangan lift dipenuhi oleh asap. Semua orang yang ada di sana jatuh satu per satu tidak sadarkan diri.
Langit mengerejapkan matanya, dia melihat tempat yang asing, ruangan yang cukup luas dan kosong tidak ada apa-apa sama sekali. Dia melihat kesekeliling ternyata ada Kawasaki Kenzo dan Yamaha Ryu, yang masih tidak sadarkan diri. Lalu Langit mendekati mereka dan membangunkan keduanya.
"Hei, bangunlah!" Langit mengguncangkan bahu kedua temannya itu.
Kedua pemuda itu mengeliatkan badannya yang dirasa kaku. Kawasaki Kenzo, langsung teringat akan tunangannya.
"Hana chan? Dimana dia?" tanya Kawasaki Kenzo kepada Langit.
"Aku juga tidak tahu. Dimana kita sekarang? Dimana Alma?" Langit mengangkat kedua bahunya.
"Hei apa cuma kita bertiga yang ada di ruang bekas laboratorium ini?!" Yamaha Ryu dari tadi diam saja kini angkat bicara.
"Darimana kamu tahu ini ruang bekas laboratorium?" tanya Langit dengan rasa heran kepada Yamaha Ryu.
"Tentu saja aku tahu. Ini ruang laboratorium di lantai lima, yang tidak pernah di pakai lagi," jawab Yamaha Ryu dengan tergagap dan malu.
"Jangan tanya apapun lagi Langit kun. Soal ruangan yang kosong, jadwal laboratorium. Yamaha Ryu dan Hino Rey, pasti tahu." Kawasaki Kenzo menahan tawanya.
"Huh, aku tahu karena sering ke sini?!" Tiba-tiba Yamaha Ryu langsung menutup mulutnya.
*******
Almahira merasakan ada yang mengguncangkan badannya. Maka dia pun membuka matanya. Hal pertama kali yang di lihatnya adalah Matsumoto Hana. Teman sekamarnya itu duduk disampingnya.
"Alma chan, bangun!" bisiknya dengan suaranya yang bergetar.
"Ini ... dimana?" tanya Almahira sambil mengedarkan arah pandangannya.
"Ini sepertinya, masih di wilayah sekolah," jawab Matsumoto Hana.
"Kita bangunkan dulu, Hino Rey." Matsumoto Hana merangkak mendekati tunangan dari Yamaha Ryu.
"Rey chan, bangun!" Matsumoto Hana mengguncangkan bahu Hino Rey.
Setelah beberapa kali dibangunkan. Akhirnya, Hino Rey, bangun juga. Kini, ketiga murid Academy Matsumoto itu mencari cara untuk keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
******
Akira yang sudah mendapatkan sinyal tanda bahaya dari Langit. Bergerak cepat dengan tim yang selalu setia dengannya setiap menjalankan misi mereka.
Tim yang terdiri dari lima orang dan Akira sebagai ketuanya. Kini, sedang bergerak menuju ke Academy Matsumoto, secara diam-diam. Meski sebelumnya Akira sudah minta izin kepada Matsumoto Heiji.
Berbekal perlengkapan yang canggih, tim Akira menyusup ke dalam gedung sekolah bagian laboratorium. Tidak sulit bagi Akira untuk menemukan Langit. Sebab, ada pelacak keberadaan tuannya itu.
"Paman Akira, apa Alma sudah ditemukan?" tanya Langit begitu terbebas dari ruang kosong bekas laboratorium.
"Ada dua orang dari tim, yang sedang pergi ke sana! Tidak jauh dari sini lokasinya. Hanya satu lantai lebih atas," jawab Akira sambil menunjukkan laptop mini miliknya, yang menunjukan titik dengan nama Alma, di layar.
"Baiklah, aku juga akan ke sana!" Langit pun berlari ke lantai atas di ikuti oleh Kawasaki dan Yamaha, yang pastinya mereka juga mencari kekasih hatinya.
*******
Langit berlari di koridor saat melihat Almahira, sedang berdiri di depan pintu laboratorium. Dia langsung memeluk tubuh istrinya, dan mengucapkan syukur karena masih bisa melihat dalam keadaan selamat.
Tidak beda jauh dengan Kawasaki Kenzo dan Yamaha Ryu. Mereka langsung memeluk dan mencium pasang mereka masing-masing.
"Hana chan, aku senang kamu baik-baik saja," kata Kawasaki Kenzo sambil tersenyum merekah.
"Aku akan mencarimu kemanapun meski ke ujung dunia. Bukannya aku sudah janji kepadamu. Akan selalu menjaga dan melindungi kamu, sampai napas terakhirku." Kawasaki Kenzo membisikan kata-kata cinta untuk calon istrinya itu.
Kawasaki Kenzo memeluk erat tubuhnya Matsumoto Hana. Kekasihnya itu menangis bahagia karena bisa bertemu kembali. Dulu kedua orang itu tidak akur, tapi kini keduanya saling mencintai.
Yamaha Ryu dan Hino Rey, mengekspresikan perasaan mereka dengan berpelukan juga bercumbu dengan mesra. Tidak peduli banyak orang di sana. Mereka benar-benar pasangan yang tidak bisa dipisahkan.
Mungkin hanya Langit dan Almahira yang masih malu untuk mengekspresikan perasaan yang berlebihan, di depan umum. Akira dan timnya merasa biasa saja melihat kelakuan para remaja itu. Sementara Almahira wajahnya sudah merah merona. Langit sih, biasa saja.
*******
Mereka semua lupa kalau ada satu pasangan lagi yang seharusnya ada bersama mereka. Yaitu, Mitsubishi Akai dan Lovely.
Kedua orang itu sedang di ikat di sebuah kursi. Ruangan yang remang-remang dan lembab. Menjadi saksi penyekapan dua pasangan kekasih itu.
Mitsubishi Akai, dia tidak tahu alasan kenapa dia bisa ditahan oleh orang yang tidak dikenalnya. Bahkan dia tidak mengerti maksud dari ucapan laki-laki tua yang sejak tadi memukuli tubuhnya menggunakan cambuk kuda.
__ADS_1
"Siapa Anda?" tanya Mitsubishi Akai dengan suaranya yang lemah.
"Aku hanya disuruh saja. Untuk memberi pelajaran kepada Tuan Muda Mitsubishi Akai," jawab laki-laki tua itu, sambil menyeringai senang melihat mangsanya sudah tidak berdaya.
"Sudah! Hentikan dulu. Aku ingin melihat bagaimana wajah putra kesayangan Mitsubishi Hiro sekarang." Seorang laki-laki paruh baya yang baru masuk itu, berjalan mendekati Mitsubishi Akai.
"Subaru Matsuda! Aku tidak menyangka kalau kamu akan melakukan perbuatan hina seperti ini?!" teriak Mitsubishi Akai.
"Aku tidak mau dengar omongan seperti itu dari putra seorang pembunuh massal!" ucap Subaru Matsuda penuh penekanan.
"Bu--" ucapan Mitsubishi Akai dipotong oleh Lovely.
"Bukannya Anda, penjahat sebenarnya?!" Lovely yang sejak tadi diam kini ikut bersuara.
Subaru Matsuda mengalihkan perhatiannya kepada Lovely yang duduk terikat di kursi sebelahnya Mitsubishi Akai. Dia mengingat kembali apa yang sudah dikatakan oleh putrinya, Subaru Sora. Bahwa kekasih Mitsubishi Akai, bukan wanita sembarangan. Sebab wanita ini selalu mencari informasi orang-orang yang terlibat dalam kasus Pulau Hi.
"Apa kamu kekasih dari bocah ingusan ini?" tanya Subaru Matsuda kepada Lovely, dan mencengkram rahang Lovely dengan kuat.
"Kalau iya kenapa? Kalau bukan juga kenapa?" Lovely membalas pertanyaan Subaru Matsuda dengan pertanyaan lagi.
"Akan aku bereskan kalian berdua, secara bersamaan!" desis Subaru Matsuda, dan bibir yang menyeringai.
Tanpa Subaru Matsuda sadari kalau tempat itu sudah dikepung oleh polisi. Subaru Matsuda ditangkap atas tuduhan penyalah gunaan kekuasaan di Academy Matsumoto, penjualan senjata mematikan dengan cara ilegal. Bukti-bukti yang di dapat dari Langit dan kesaksian dari Subaru Sora, putri kandungnya sendiri. Subaru Matsuda termasuk salah satu jajaran petinggi Academy Matsumoto, yang bermasalah. Dia masuk ke daftar list orang-orang yang akan mendapatkan hukuman.
*******
Satu persatu para penjahat di balik layar akan mendapatkan hukuman!
Siapa Lovely di sini?
Siapa yang sudah membunuh para ilmuwan di Laboratorium Matsumoto?
Tunggu kelanjutannya ya.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA
__ADS_1
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.