
Bintang berbaring di kamarnya, masih kamarnya yang dahulu waktu kecil. Dia sengaja tidak merubah keadaan kamarnya, baik dekorasi atau posisinya. Kamar bernuansa Hello Kitty berwarna pink. Dipegangnya pigura foto yang ada di atas meja nakas di samping tempat tidurnya. Foto dirinya dan kedua kembarannya, Angkasa dan Langit.
Ketiga bocah kembar itu kini semuanya berpisah. Bintang memilih tinggal dan melanjutkan kuliahnya di Indonesia. Langit memilih melanjutkan kuliahnya di Jepang ikut bersama dengan Akira, sedangkan Angkasa melanjutkan kuliahnya di Jerman dan di kawal oleh Peter. Bintang sendiri selalu dijaga oleh Michael, penjaganya sejak masih kecil dahulu.
"Nona Bintang sudah waktunya makan malam!" Michael mengetuk pintu kamar Bintang, dan menunggunya dari luar.
"Ya, uncle! Bintang akan turun."
Kini Bintang dan Michael duduk berdua di meja makan. Karena Keluarga Pak Danang sedang ada acara di Desa Nelayan. Bintang menatap menu makan malamnya yaitu ayam geprek, dengan mata berbinar, karena itu adalah makanan kesukaannya.
"Uncle, siapa yang memasak ini?" tanya Bintang sambil mencoba rasa ayam geprek yang ada di depannya.
"Hm … enak!" Bintang mengacungkan jempol kepada Michael.
"Uncle, sudah saatnya untuk menikah dan punya keluarga sendiri," kata Bintang kepada Michael disela-sela acara makannya.
"Tidak, Nona. Seumur hidupku, akan selalu berada di sisi Nona."
Michael sudah ribuan kali memberikan jawaban ini, setiap kali Bintang untuknya menikah dan membangun keluarga. Tentu saja itu membuat Bintang tidak senang. Karena keinginan Bintang adalah melihat orang-orang yang berada disekitarnya bisa hidup bahagia. Mungkin hidup Michael akan lebih bahagia bila dia menemukan tambatan hatinya dan menikah dengannya.
Bila Michael sudah bicara begitu, Bintang akan jadi pendiam. Pernah dulu Bintang dan kedua kembarannya mencarikan jodoh untuk Michael. Reaksi yang diberikan oleh Michael jauh dari bayangan mereka bertiga. Apalagi Bintang merasa bersalah.
Saat itu Bintang mengenalkan seorang wanita baik-baik, yang dirasa cocok oleh mereka untuk dijadikan istri oleh Michael. Ternyata Michael menanggapinya berbeda. Michael berpikir kalau Bintang sudah tidak mau dijaga olehnya. Akhirnya Michael pergi dari Bintang, dan mengasingkan diri selama tiga bulan. Aksinya itu membuat Bintang kelimpungan, karena merasa ada yang hilang dalam hidupnya. Sampai Bintang mengirimkan surat permintaan maaf lewat email kepadanya, dan meminta untuk kembali lagi menjadi pengawal pribadi.
"Uncle, bisakah membantu saya di perusahaan property KINGDOM?" tanya Bintang saat selesai makan ayam geprek sampai habis tak bersisa dipiringnya.
"Tidak Nona, tugas saya adalah menjaga dan melindungi anda."
"Sudah aku duga, akan begini!" kesal Bintang saat segala sesuatu itu tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya.
Setelah makan malam, seperti biasa Bintang akan menelepon kedua orangtuanya dan adik-adiknya yang masih tinggal di Amerika. Atau dia akan menelepon Langit dan Angkasa untuk mengobati rasa rindu mereka. Paling terakhir adalah menghubungi Aria, calon suami masa depannya. Bintang dan Aria akan memakan waktu yang sangat lama bila mereka berdua sedang berbicara di telepon.
*******
Bintang bila punya waktu luang, dia akan bermain ke rumah Erlangga yang ada di depan rumahnya. Erlangga telah menikah dengan Pelangi sepuluh tahun yang lalu, saat mereka masih kuliah, dan kini mereka sudah memiliki tiga orang anak yang lucu dan pintar.
__ADS_1
"Bintang, beneran akan tinggal di rumah ini? Nggak mau tinggal dirumah depan bersama Om Erlangga?" bujuk Erlangga kepada Bintang agar mau tinggal dirumahnya.
"Beneran Om. Bintang akan tinggal dirumah Papa aja. Lagian rumah kita berhadapan, cuma terhalang jalan aspal," tolak Bintang atas ajakan Erlangga.
"Tapi kamu ini perempuan, Bintang. Kalau ada apa-apa sama kamu, bagaimana?" tanya Erlangga sambil memegang tangan keponakan kesayangannya itu.
"Tidak apa-apa Om. Bintang juga bisa bela diri dan menjaga diri dengan baik," jawab Bintang penuh dengan rasa bangga karena dia sejak kecil selalu di ajari oleh Michael dan Akira dalam belajar ilmu bela diri.
"Baiklah, kamu jangan sungkan bila butuh bantuan Om dan Tante," kata Pelangi yang duduk di samping Erlangga, sambil menyusui anaknya yang baru berusia satu tahun.
"Tentu saja, Tante. Karena kalian adalah orang tuaku juga," balas Bintang sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih.
"Assalammu'alaikum,"
Terdengar suara salam dari pintu depan, Erlangga pun berjalan ke ruang depan dan membukakan pintu.
"Wa'alaikumsalam."
Ternyata Fatih dan keluarganya yang datang berkunjung.
"Ada di dalam," jawab Erlangga sambil menunjuk kearah ruang keluarga.
"Bintang, kenapa tidak bilang-bilang kalau kamu sudah datang ke sini?!" Mentari berjalan ke arah Bintang yang kini berdiri menyambut kedatangannya.
"Tante Mentari, Bintang kangen!" Bintang merentangkan kedua tangannya dan hendak memeluk Mentari yang kini sedang berjalan ke arahnya.
Saat Bintang akan memeluk Mentari, lagi-lagi tubuh Ghazali yang menghalangi. Sehingga Bintang malah memeluk tubuhnya. Ketika merasa salah sasaran, Bintang cepat-cepat melepaskan pelukannya kepada Ghazali.
"Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan!" goda Ghazali kepada Bintang sambil tersenyum jahil.
"Om Ghaza!" teriak Bintang karena malu.
Pletak!
Ghazali merasakan dua jitakan di kepalanya secara bersamaan dari Erlangga dan Fatih.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan! Ini kepala aset bangsa yang sangat berharga ini!" bentak Ghazali kepada Erlangga dan Fatih yang telah menjitak kepalanya dengan sangat keras.
"Makanya kamu itu jangan suka menjahili Bintang!" kata Fatih masih dengan kepalan tangannya diangkat keatas.
"Kalian itu tidak tahu rasanya menahan rindu, ya?" tanya Ghazali kepada Fatih dan Erlangga.
"Kamu itu rindu buat Bintang menangis!" Fatih memukul pantat Ghazali karena gemas sama kelakuan adiknya itu.
"Om Ghaza itu katanya rindu, meski tahu Bintang sudah ada disini. Mana, nggak ada datang ngajak main?!" Bintang sewot sama Ghazali yang kini duduk di sampingnya.
"Om beberapa hari kemarin sedang sibuk!" Ghazali berdalih karena nggak mau Bintang marah, bisa-bisa nanti di diamkan selama sebulan.
"Ya, sibuk pacaran sama Tante Amara!" seru Bintang sambil menatap tajam kearah Ghazali.
"Kamu juga sibuk sama si Aria," balas Ghazali.
"Kamu itu cemburu banget sama si Aria!" gantian sekarang Erlangga yang sewot sama Ghazali.
"Siapa bilang? Buat apa aku cemburu sama dia?" tanya Ghazali kepada Erlangga.
"Dalam hati kecilmu, kamu nggak rela kalau Bintang lebih perhatian kepada Aria kan?" bisik Erlangga kepada Ghazali agar Bintang tidak mendengar.
"Gila! kamu," balas Ghazali sambil memukul lengan Erlangga.
"Benar begitu, Om?!" ternyata Bintang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Erlangga kepada Ghazali.
"Jangan kamu dengarkan Om Erlangga mu itu! Dia hanya berspekulasi sendiri," balas Ghazali sambil mengusap kepala Bintang yang tertutup jilbabnya.
"Oh, Bintang kira Om Ghazali juga suka sama Bintang!" Bintang tertawa terkekeh dan membuat Ghazali makin gemas.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
__ADS_1
TERIMA KASIH.